Первые 200 строк.
Jurnalis Charles Bowden mengungkap kisah paling dramatis
dalam sejarah Perang melawan Narkoba.
Melibatkan CIA, kartel narkoba Meksiko,
dan pembunuhan terkenal.
Dia meninggal sebelum selesai melaporkannya.
Inilah kisahnya.
Mungkin tak ada lagi tugas lebih berbahaya di dunia ini
selain jadi agen menyamar
untuk Lembaga Pemberantasan Narkoba AS, atau DEA,
lembaga federal yang berperang
dengan para pengedar narkoba kejam di dunia.
PEMBALASAN NARKOBA FEBRUARI 1985
Malam ini, salah satu agen itu hilang.
Tampaknya korban pembalasan narkoba.
Enrique Camarena dilaporkan diculik oleh empat pria bersenjata di Guadalajara.
Keberadaan dan kondisi sandera tak diketahui.
Camarena meninggalkan konsulat AS tanggal 7 Februari,
menemui istrinya untuk makan siang
dan tampaknya diculik tak jauh dari sana.
Sekumpulan polisi federal Meksiko dan agen narkoba Amerika
mencari Camarena.
Sejauh ini, tak ada hasil.
Inspektur AS menggeledah lebih dari separuh mobil-mobil
yang memasuki Perbatasan Meksiko
AS - MEKSIKO PENGGELEDAHAN
dari San Ysidro, California hingga Brownsville, Texas.
Pengemudi di perbatasan teramai, San Ysidro, dekat San Diego,
harus menunggu hingga sembilan jam.
Meski Gedung Putih menyangkal, sumber tepercaya menyampaikan
GEDUNG PUTIH
Presiden Reagan bicara dengan Presiden de la Madrid
MIGUEL DE LA MADRID PRESIDEN MEKSIKO 1982 - 1988
tentang kasus Enrique Camarena.
ABC News mengetahui bahwa Camarena mendapat bukti
TOM SCHELL GUADALAJARA, MEKSIKO
yang mengindikasikan penegak hukum Meksiko
terlibat penyelundupan narkoba.
Ada kepedihan di hatiku,
mengetahui kebenaran yang menimpa Kiki,
bahwa para pejabat Intelijen AS
memerintahkan penculikan dan interogasi Kiki Camarena.
Kasus Camarena masih ditutupi hingga saat ini.
Aku ingin dunia tahu yang sebenarnya. Sudah saatnya.
Jika aku mati karena melakukannya, itu kehendak Tuhan.
Kita harus berperang total melawan musuh utama masyarakat
di Amerika Serikat, masalah narkoba berbahaya.
Di tahun 1973, Presiden Nixon membentuk Lembaga Pemberantasan Narkoba
untuk melawan perang narkoba baru AS.
DEPARTEMEN KEHAKIMAN AS DEA
DEA memakai agen narkotika penyamar, yang dikenal sebagai narc,
untuk menangkap bandar narkoba di AS dan dunia.
OPERASI KAKTUS 10 TON MARIYUANA 3/5/73
Tahun 1980, perang narkoba meluas ke Meksiko,
tempat sejumlah petani ganja pindah
dari pegunungan Sinaloa ke kota Guadalajara,
untuk membentuk kartel narkoba pertama Meksiko.
Rafael Caro Quintero,
Ernesto Fonseca Carrillo,
dan Miguel Félix Gallardo
menjadi raja narkoba terkuat pada masa itu.
IMBALAN ATAS PENCULIKAN AGEN NARKOBA AS
Tahun 1985, mereka menculik, menyiksa, dan membunuh agen DEA, Kiki Camarena,
mengakibatkan keruntuhan mereka.
Kehancuran Kartel Guadalajara
membawa Meksiko ke dalam kekerasan,
menuntun pada bangkitnya Joaquín "El Chapo" Guzmán.
JOAQUÍN GUZMÁN "EL CHAPO" SICARIO (PEMBUNUH) KARTEL GUADALAJARA
Sejak itu, lebih dari 125.000 orang tewas
dalam perang kartel Meksiko.
Namun, hingga kini, pembunuhan Camarena membayangi semuanya.
Selama 35 tahun, kebenaran di balik pembunuhannya
tetap menjadi rahasia yang dijaga ketat oleh pemerintahan
di Meksiko dan AS.
Ini adalah kisah seorang pria yang dibunuh,
para pembunuhnya,
dan satu pria yang menempuh risiko untuk mencari tahu kejadian dan alasannya.
AGEN NARC TERAKHIR
Bagian Pertama Lima Polisi
MASA SEKARANG
HECTOR BERRELLEZ AGEN DEA (PURN) PENYELIA, PENYELIDIKAN CAMARENA
Ibuku mengandungku saat usia 16 tahun.
Nenekku, penganut Katolik yang taat,
berkata "Kau harus pergi."
Jadi, ibuku pergi dan berteman dengan para wanita gipsi
yang meramal.
Mereka menerimanya dan berkata, "Jika mempelajari ini,
""kau akan selalu punya uang."
Masa sekarang, masa lalu, dan masa depanmu.
Masa sekarang, masa lalu, masa depan.
Itu caranya menafkahi diri saat mengandung aku.
Dia menikahi ayahku, yang tinggal di Meksiko.
Sebelum aku lahir, mereka bermigrasi ke AS.
Aku anak sulung dari enam bersaudara.
Kau akan bahagia,
karena merasa ada kekuatan yang melindungimu.
Kau akan selalu menjaga keluargamu.
Kami tumbuh di Tucson Selatan, Arizona,
yang umumnya komunitas Hispanik.
Semua teman-temanku berbahasa Spanglish,
separuh Inggris dan Spanyol,
jadi aku tumbuh dalam dwibahasa.
Kau akan menerima surat atau kabar
tentang kematian kenalanmu,
orang yang kau sayangi.
Itu membuatmu sedih,
dan kau harus berjuang untuk hidupmu.
Seusai aku ikut militer AS selama Perang Vietnam
dan melapor pulang, ayahku patah punggung.
Dia tak bekerja, jadi tak ada uang masuk.
Aku mulai melihat iklan lowongan di koran.
Ada lowongan untuk menjadi polisi.
Aku tak pernah bercita-cita jadi polisi.
Lalu kudapati adikku,
yang berusia 12 tahun,
kecanduan heroin.
Hanya itu kulihat ayahku menangis
saat melihat putranya diborgol oleh marsekal AS.
Aku ingat air mata ayahku yang mengalir.
Aku sangat terluka karena aku sayang ayahku.
Kupeluk dia, "Jangan cemas.
"Aku akan bertindak.
"Mereka yang buat orang kecanduan ini akan membayar.
"Akan kutangkap semua pengedar narkoba."
POLISI #1 HECTOR
Tahun 1970, Hector masuk Kepolisian Tucson Selatan.
CALEXICO, CALIFORNIA MASA SEKARANG
A, B, C, D, E, F, G
Wah!
POLISI #2 KIKI
Kiki lahir di Meksiko dan bermigrasi dengan keluarganya saat usia sembilan.
Lalu dia bersekolah di Calexico.
Kami bertemu di sana.
Banyak keluarga pergi ke utara untuk memanen.
Di musim panas tahun kedua kami,
kami bertemu pandang.
Usia kami 14 tahun.
Kiki dan aku lulus tahun 1966.
Di usia 18 tahun, Kiki sudah punya cita-cita.
Dia mau menikahiku dan menjadi agen FBI.
Kupikir, "Bagaimana mungkin di usia ini,
"kau sudah sangat serius akan keinginanmu?"
Lalu Kiki diminta bergabung dengan Angkatan Darat,
tetapi dia memilih Marinir.
Kiki selalu merasa Marinir lebih tangguh.
Dia selalu ingin berbuat yang benar,
dan itu termasuk menjadi penegak hukum.
Kiki masuk Kepolisian Calexico tahun 1970.
Aku suka menjadi polisi.
Aku menjadi polisi negara bagian,
sebagai PJR berseragam.
Aku ditugaskan menyamar jadi pembeli karena bisa berbahasa Spanyol.
Sesaat aku menilang, kemudian aku jadi menyamar.
Aku menyukainya. Namun, itu sangat berbahaya.
Aku heran tak bertemu
orang yang kutilang 2-3 hari sebelumnya.
Penampilanku seperti polisi. Muda, berambut pendek.
Aku petugas yang bertemu informan
dan pengedar narkoba Meksiko.
Mereka bertanya, "Yakin kau bukan polisi?"
"Aku tak punya surat."
Tak ada izin tinggal. Aku ilegal di sini.
Aku jadi kecanduan adrenalin. Aku suka ketegangannya.
Aku takut akan mati tertembak,
tetapi lalu berpikir, "Aku bisa kelabui dia."
Saat menyamar jadi pembeli untuk polisi,
ada informan berkata dia bertemu pengedar heroin besar dari Sinaloa.
Aku disuruh ke sana.
"Beli satu ons heroin seharga $10.000 dan bayar dia."
Jadi, aku ke sana.
Tentu aku tak bisa bersikap berpengalaman
karena dia pengedar besar.
Dia berpakaian rapi, pakai perhiasan. Usia 50-an.
Kataku, "Ibuku sedang sakit parah.
Sakit keras, dia menderita kanker.
Aku tak paham soal bisnis ini.
"Tak paham soal heroin."
Katanya,
"Ini heroin hebat, langsung dari lab."
Kataku, "Kumohon.
"Karena jika kubawakan yang campuran...
"Mereka akan membunuhku."
Aku akan dibunuh.
Katanya,
"Tenanglah, Nak.
"Ini heroin murni."
Dia keluarkan satu ons heroin.
"Kau bawa uangnya?"
Kubawa uang $10.000 bertanda
dan kuserahkan kepadanya.
Katanya, "Ambillah.
"Aku ada hadiah untukmu."
Lalu aku diberi kantung plastik penuh bubuk putih.
"Ini kokaina murni."
"Ini kokaina?" "Ya."
Aku berpura-pura bodoh, lugu.
"Terima kasih."
"Jual kokaina ini
"Jual kokaina ini,
"dan bayar tagihan medis ibumu."
"Ini hadiahku untukmu.
No comments yet. Be the first to leave one.