Toko Barang Mantan

Toko Barang Mantan

Скачать Indonesian субтитры

Информация о релизе

Toko Barang Mantan 2020 NF WEB-DL
Комментарий от Putra14
Netflix Retail.

Теги

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Опубликовано: 2020-08-05
Загрузки: 20
Для слабослышащих: No

Предпросмотр субтитров (Indonesian)

Первые 196 строк.

Nenek! Ya, ampun! Nenek sendirian?

- Iya - Nenek tidak tersesat?

- Ya, sudah. Ayo masuk. -

Pegang tanganku. Pelan-pelan.

Ini baju yang tidak jadi Nenek pakai...

- dan masih Nenek simpan 50 tahun lalu? - Iya.

Tapi aku senang Nenek akhirnya mau menjualnya

ke Toko Barang Mantan.

KAMUS

- Apa arti tulisan ini? - Tidak tahu.

Bagaimana, sih?

Tolong, Mas Tristan, beli saja bukunya.

Mau dijual berapa?

- Mahal. Dibeli dengan Yen. - Masa Ringgit? Beli di Jepang, 'kan?

Untuk Mas Tristan, satu juta saja.

300.000 rupiah. Urus, nih.

Jangan begitu, Mbak. Masa 350.000? Ini mahal.

- 355, ya? - Mbak, Masku galak.

5.000 untuk naik ojek.

5.000 saja.

- 350, 'kan, Mas? - 355. Lebihkan sedikit.

- Untuk naik ojek 5.000. - Ya, ampun.

Mbak, toko sudah mau tutup. Kalau tak mau, tak apa-apa.

Makan, yuk.

- Aku mau makan bersama pacarku. -

Sudah gerimis, nih.

- Bagaimana, dong? - Iya. Tenang...

Aku selalu membawa payung.

- Sudah hujan, nih. - Sebentar...

Ini? Ini bukan payungku.

Cepat! Itu sepertinya ada...

kertas jatuh. Mungkin surat.

"Aku mau jadi pelindungmu selamanya."

"Dalam cuaca apa pun." Krisna.

- Manis sekali, Mbak. - Iya, 'kan?

Aku tak terbayang, jika diperlakukan begitu...

oleh calon pacarku di masa depan.

- - Pasti aku terbang...

- Terbayang, sih. - Omong-omong...

kenapa Mbak akhirnya...

- putus dengannya? -

Bagaimana, ya? Lama-lama romantisnya berlebihan.

Sifatnya itu...

- Lalu, sikapnya... - Sikapnya?

- -

Gara-gara dia juga, nih. Kenapa diajak bicara?

Kalau tak diajak mengobrol, akan berhenti. Dia jadi tak berhenti bicara, 'kan?

- Bicara terus. - Beri tahu saja.

Kau yang beri tahu.

Kalau tidak, dia bicara terus. Taruh di situ.

Setiap aku melihat payung itu...

rasanya teringat dia. Ingin muntah.

Bisa dijual, tidak?

Bisa. Ini, 'kan, Toko Barang Mantan.

Tapi payung ini masih bisa dipakai, 'kan?

- Bisa. - Bisa, kok, Mbak!

- Jangan! Nanti sial! -

- Astaga! - Sudah dikasih tahu.

- Mas Tristan. - Kenapa, sih?

Membuka payung di dalam ruangan itu sial, Mbak.

- Mbak, sih. - Maaf, ya.

BUKA

- -

"Cinta sejati bisa pecah."

- Tahi kucing. -

- Masa bodoh. -

Satu-satunya toko yang merayakan patah hati.

Toko Barang Mantan.

- Sudah mau tutup. - Dia pelanggan.

- Kita pulang, Kak? - Pulang.

Pelanggan setia kita di sini.

Maaf, Mas. Toko sudah mau tutup.

Mas, saya Jeffrey.

Awalnya, saya ingin mencari barang untuk calon tunangan saya.

Tapi setelah saya lihat-lihat, sepertinya...

saya ingin menjual barang mantan saya di sini, Mas.

Besok, bawa barangnya ke sini...

yang penting tahu sejarahnya.

Nanti kita bicarakan mana yang mau dijual.

Sekarang mau tutup. Kita mau pulang.

Setelah tutup, mau ke mana?

Saya pulang.

- Pulang? - Iya.

- Kalau kamu? - Pulang...

- Kamu? - Pulang, Mas.

Tidak menongkrong?

Kenapa harus menongkrong?

Setelah kerja, paling tidak menongkrong.

Mas, kita lanjutkan besok saja.

Tidak menongkrong?

Menongkrong dahulu.

- Sudah mau tutup. -

- Tidak menongkrong? - Tidak.

- Terima kasih, ya. - Aneh.

Ada-ada saja. Kenapa kau bawa masuk, Rio?

Pelanggan mau membeli barang.

Pelanggan apa? Sudah tahu mau tutup.

- Iya, Pa. - Sabtu pulang ke rumah?

Hmm.

- Sepertinya tidak, deh. - Tante Metty ulang tahun.

Ingin makan malam denganmu dan adik-adik.

Oh, ulang tahun ke berapa? 17? Aku tidak ikut dahulu, Pa.

Tidak rindu dengan adik-adikmu?

Ryan sudah bisa naik sepeda. Dia ingin pamer padamu.

Tidak usah dipaksa, Pa.

- Tristan. - Pa...

Terakhir ke rumah, Ryan tidak menegur.

- Dan, siapa nama adiknya? - Manda...

Iya. Saat Ryan dan Manda bertemu aku pun diam saja.

Mungkin mereka kaget tiba-tiba punya kakak seusia ibunya.

Metty berulang tahun ke-35 Jauh umurnya darimu.

Lebih jauh dengan Papa.

Terima kasih. Selamat datang kembali.

- Sama-sama. - Bong.

Hai, Kak Tristan.

Selamat pagi, Dik Valen.

Hai, Kak Tristan.

Pagi-pagi sudah mengurus bunga saja.

Iya, dong, semangat menjemput rezeki.

- Dia milikku! - Enak saja, dia milikku.

- Hai, sayang. - Hai, sayang?

Bersihkan itu. Masih kotor.

- Wajahmu kotor. - Enak saja.

- Satu barang ini mewakili satu mantan... -

atau semua ini dari satu orang?

Satu mantan satu barang.

- Kau laku juga. - Saya Bobby.

Mas, coba ceritakan dahulu...

Dimulai dari ini. Apa sejarahnya?

Sejarah?

Di sini, yang dijual bukan benda saja. Sejarahnya juga dijual, Mas.

Apa yang menarik dari sejarah sebuah sisir?

Mana saya tahu, ini sisirmu.

Iya, sih.

Ya, sudah...

Jadi... Dicatat, dong! Kenapa diam saja?

- Catat... - Iya.

- Bagaimana, sih? -

- Mas siapa tadi? - Bobby. Nama saya Bobby.

- Jadi... - Tak usah dicatat.

Petir menyambar di rumah saya dan anjing menggonggong...

- Lalu, sisir ini... -

- Lupa. -

- Yang lain saja, deh. - Ini, deh.

Setahu saya, ini dari pesawat dan tak boleh diambil.

Mantanmu pramugari atau kau curi?

Pramugari?

- Pramugara. - Pramugara?

- Kau yang urus. Pegal. -

BUKA

Halo. Mau ke sini, ya?

- Tidak ada orang? - Iya, Kak. Tidak ada.

Tunggu sebentar, ya.

Dia gila...

Sedang apa di sini?

Sudah pulang kuliah?

- Kenapa tanya sudah pulang, sih?. - Iya.

- Aku sudah pulang! - Iya.

Mas lihat di depan ada siapa?

Lalu kenapa tulisan "buka" tidak dibalik ke "tutup"?

Dia juga lupa, nih.

Tidak usah menyalahkan. Ayo ke sana.

- Tapi minumnya... - Tidak, Mas. Taruh dahulu!

Taruh dahulu! Taruh!

- Bosnya siapa, sih? - Ayo!

- Ayo! -

Yuk, duduk dahulu di sini.

- Silakan. - Silakan.

Bagaimana?

Aku ingin menjual, Kak.

Mau menjual apa?

Aku baru putus dengan mantanku setelah menonton bioskop.

Oh, begitu?

Padahal dia tahu aku suka drama romantis...

Iya.

Tapi aku malah diajak menonton film horor.

Kenapa putus?

- Karena diajak menonton film horor, Kak. -

Oh, karena menonton film horor...

- Kapan kejadiannya? - Kemarin.

Baru, ya.

Baru sekali. Cepat juga.

Maka dari itu, aku ingin melupakannya.

- Harus. Iya, 'kan? - Iya.

Lebih cepat lebih baik, 'kan?

Kesalahannya fatal, 'kan? Aku tidak suka film horor.

- Iya, fatal sekali. - Fatal.

- Dia aneh sekali. -

Tapi sekarang aku sudah punya pacar baru.

- Tidak sampai 24 jam, ya. - Kurang dari 24 jam.

Tahu, tidak? Pacar baruku posesif sekali.

Maka dari itu, aku diminta membuang semua kenangan dengan mantan.

- Jadi, tiket ini mau dijual? - Iya, tolong dijual, Kak.

Kamu hanya menjual ini?

Kalau jual ini, tidak bisa mahal.

Karena...

Toko Barang Mantan subtitles in other languages

Комментарии

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left