Первые 200 строк.
PERSEMBAHAN NETFLIX
HALO, APA KABAR?
TIDAK TERLALU BAIK JUMLAHNYA MENURUN
MEREKA NYARIS TAK BERTELUR LAGI
BERAPA YANG KAU PUNYA?
SEBANYAK 44,8 KILOGRAM TEPUNG
BERAPA BANYAK MEREKA MINUM?
LIMA LITER
BERIKAN LEBIH BANYAK AIR DAN TAMBAHKAN RUMPUT SEGARNYA
- Ibu? - Ya?
Ini pukul 08.43. Ibu akan mengantarku latihan sepak bola?
Laura!
- Laura? - Apa?
Antar adikmu latihan, nanti dia terlambat.
- Ayolah, Bu, ini hari Sabtu. - Ibu sedang di lab.
Briand akan datang, Ibu belum selesai.
- Dia diam saja. - Laura!
Kau tak bisa lebih cepat?
- Mereka sudah mulai. - Ya, aku datang.
Ke dalam, ke luar, dekatkan bolanya. Kendalikan bolanya.
Lalu kembali. Bagus.
Lihat ke depan, lihat ke samping.
Coba bayangkan lapangannya.
- Musik klasik cocok untuk belalang? - Entahlah.
- Kau baik? - Ya.
- Kau mau minum? - Tidak, terima kasih.
Ini baru kupanggang, mau coba?
- Yang ini? - Ya.
Akan kucoba.
- Jahe. - Hampir benar.
Jahe dan paprika.
Lumayan enak, 'kan?
Bisa kubuat rasa lain juga…
Apa itu? Jeli?
Ya. Mereka tenggelam jika terlalu basah.
Untuk minum pun sama, jadi kuberi jeli.
Berapa yang kau punya?
Sejauh ini, empat.
Ada apa?
Ada masalah?
Kau menjanjikan empat kali lipatnya enam bulan ini.
Benarkah?
Aku bilang begitu?
Kenapa tak bilang di telepon?
Sesedikit itu tak bisa kupakai.
Beri aku diskon, atau tak kubeli.
Tadi Briand datang?
Ya.
- Lalu? - Lalu?
Tak dibeli. Dia butuh lebih.
Ibu akan bagaimana?
Entahlah.
Jangan beri tahu adikmu.
Bisa kau selesaikan sendiri?
Ya.
Aku ingin tahu apa kau bisa…
meminjamkan uang lagi. Sampai akhir bulan ini.
Ya, tentu. Berapa yang kau butuhkan?
Entahlah. Tak banyak, tetapi…
- Kalau bisa, lima ratus. - Ya, tak masalah.
- Kau tidak butuh lebih? - Tidak. Itu akan cukup.
Bisa kau rahasiakan ini?
- Tenang saja. Aku akan tutup mulut. - Terima kasih.
Baiklah.
- Sampai jumpa. - Dah.
- Hai, Pascal. Apa kabar? - Baik.
Bagus. Dengar.
Ya. Semuanya baik.
Dengar, aku menelepon untuk bertanya apa kau punya kolega
- yang ingin membeli tepung. - Tergantung. Tepung apa?
Belalang.
Benar. Tinggi protein dan semacamnya. Produk bagus.
Berapa harga pasarannya?
Berapa?
Itu rendah sekali.
Apa kau kenal orang yang…
Ya, itu bagus.
Terima kasih banyak.
- Bisa nyalakan lampunya? - Tentu.
- Gaston! - Ya?
Matikan lampunya.
Kamar Laura juga?
Ya. Ibu tak mau meterannya kelebihan muatan.
- Kau tutup pintunya? - Ya.
Kau tak ceritakan latihannya.
- Paru-parunya masih bermasalah. - Masih?
Pelatih bertanya lagi soal kamp sepak bola.
Harus kujawab apa?
- Harus Ibu pikirkan. - Baik.
Kau lapar?
- Begitulah. - Ibu bisa buatkan pasta.
Ya, seperti biasa.
Hai, Semuanya. Ini video baruku.
Kali ini, aku akan mencicipi panekuk belalang.
Panekuk belalang lezat!
- Enak dan renyah. - Sepertinya lezat.
Kita bisa berterima kasih pada ibunya Laura.
- Terima kasih, Bu Kerik! - Terima kasih, Bu Kerik!
Itu dia!
Astaga, itu menjijikkan!
Situs webnya akan diterjemahkan ke berbagai bahasa.
Jika Ibu bisa tingkatkan pesanan, kita bisa berhenti menjual di toko.
Berikan kotaknya pada Ibu.
Bisa simpan kotaknya ke mobil?
- Siap. - Laura.
- Jangan bicara begitu pada Ibu. - Kubilang, "Ya, baik."
- Baiklah. - Baik.
Pekan ini kau akan bagaimana?
Entahlah. Aku akan naik bus.
Anak belalang memakan semuanya.
Astaga, Gaston. Jangan bicara hal menjijikkan.
Kenapa tak biarkan saja kutilnya?
Ada yang ikut dengan Ibu?
Baiklah.
Gaston, bisa tutup bagasinya?
Terima kasih.
Ibu kembali lima menit lagi.
Aku lapar.
Laura.
Dia berandal itu, bukan?
- Hei, Kerik! - Hei, Berengsek.
Berengsek. Berkelas.
- Ada masalah apa? - Masalah apa?
Kenapa kau kemari mengganggu kami?
- Videomu yang menggangguku. - Begitukah?
Dia hanya kesal soal videonya. Kau tak suka belalangnya?
Aku hanya main-main. Aku tak berniat jahat.
Dia tak cocok marah-marah.
Lagi pula, semua tahu…
Situasimu sulit sejak ibumu bertingkah aneh.
Apa maksudmu?
Karena ayahmu meninggal dikelilingi kambingnya.
- Dasar berengsek! - Hei, tenanglah.
Tenanglah.
- Laura, hentikan! - Hentikan. Tenanglah.
- Laura! - Lepaskan aku!
- Lepaskan aku! - Laura!
- Kevin, sudah! Ayo pergi. - Laura!
- Minggir! - Hentikan!
- Hentikan! - Aku tak takut padamu!
Lihat dia. Dia histeris.
- Aku akan membunuhnya! - Hentikan.
Jika kau sentuh dia lagi, kau harus hadapi aku!
- Urusi saja dia. - Aku berdarah.
Kau tak apa?
Lututku terluka.
- Apa yang terjadi? - Dia bicara soal Ayah.
Laura!
- Ayo. Apa itu? - Turniket.
- Mau Ibu gendong? - Tidak usah.
Ayo. Kita bersihkan lukanya.
Sial, dingin sekali.
Aku muak dengan panel surya jelek itu!
- Sudahlah. - Ibu tidak muak?
Kau tak muak barangmu tergeletak di lantai?
Aku tinggal di rumah gila!
Ini bau, kotor, dan aku bahkan tak bisa mandi.
Lihat, kotor sekali. Berantakan!
- Bukankah sikapmu berlebihan? - Tidak!
Aku muak menjadi bahan tertawaan di sini!
Saat beternak kambing kita tak dianggap aneh.
Saat kau sudah tenang, temui Ibu di dapur.
Seharga 650?
Tidak.
Tak mungkin. Kau bercanda?
Harga jualku ke toko lebih tinggi.
Tak bisa lebih rendah dari 950.
Harga 800 tak bisa. Tak bisa lebih murah. Aku harus nafkahi keluarga.
Akan kupikirkan. Nanti kuhubungi. Aku menunggu tawaran lain…
Baiklah, bagus.
Akan kukabari. Terima kasih.
Ibu bawakan es. Ini bisa membantu, bukan?
Biar Ibu lihat.
Dia tak main-main.
Dasar berengsek.
Kompres lima sampai sepuluh menit. Kau akan membaik.
Ibu simpan di sini.
Ada peminat untuk 40 kilogram itu.
- Siapa? - Ibu tak kenal dia.
Semua akan dibeli.
Ibu dapat berapa?
Bukan yang Ibu mau.
Jika semua stok di lab terjual, Ibu bisa coba hal lain.
Kita bisa memulai lagi.
Benar, 'kan?
Ya.
- Di sini? - Di tempat lain?
Tempat di mana kita bertiga akan bahagia.
Kau punya ide?
Beri tahu Ibu nanti.
Akan kita temukan.
Ya.
- Ibu harus hubungi Karim soal listriknya. - Bu!
- Listriknya mati lagi. - Tidak apa. Ibu segera ke sana!
Aku sedang bermain!
- Ibu segera kembali. - Ya.
- Ibu! - Ibu datang!
Gaston, kau memperhatikan?
- Ayo. - Tidak.
Tunggu. Dia kencing di sofa.
No comments yet. Be the first to leave one.