Первые 200 строк.
Selamat pagi, São Paulo. Pagi yang cerah lagi hari ini.
Jangan lupa bawa payung
dan bersantai, karena ini hari yang panjang.
Ingatlah, selain macet akibat hujan,
ada perbaikan jalan...
ALAMAT TIDAK DITEMUKAN
- Pagi! - Pagi, Verônica.
Selamat pagi.
Pembunuhan, bisa dibantu?
...formulir ini...
Tanda tangan...
Dia sedang rapat.
Mau tinggalkan pesan?
Baik. Dah.
Pemerkosaan diikuti pembunuhan. Kacau, bukan?
Dia ayah korban.
Bawa ia pergi sebelum tersangka tiba.
Bu?
Semua baik-baik saja?
Akan kuambilkan air.
Bagaimana, Keparat?
- Jatuhkan pistolnya! - Bagaimana, Pengecut?
- Jatuhkan pistolnya! - Pengecut!
- Jatuhkan pistolnya, Pak! - Pengecut!
Lihat aku. Jangan lakukan ini.
Ia akan dibui. Tenanglah.
Bajingan ini akan segera bebas.
Kalian tahu itu.
Pak, lihat aku.
- Jatuhkan pistolnya. - Tenang. Lihat aku.
Pengecut!
- Ayo bicara. - Kau tak pantas hidup!
- Jangan hancurkan hidupmu. - Dengar.
Monster!
Pak, lihat aku. Bekerja samalah.
Pak, mari bicara.
- Tenang. - Kau tak layak hidup.
- Pistolnya! - Lepaskan aku!
Tangan di belakang!
Tenang. Sudah usai.
Dia tak pantas hidup!
Tenang.
- Lepaskan. - Diamlah.
- Bawa dia pergi! - Tenanglah.
Pembunuh.
Pembunuh. Dia membunuh putriku.
...sang putri.
Kau mengagumkan.
Kau wanita impianku.
Mau keluar?
Bu...
...ini bagian pembunuhan. Pelecehan ditangani bagian lain...
Bu...
Bu...
Aku terpesona olehmu.
Berikan pistolnya.
Siapa namamu?
- Tenang, Sayang. - Berikan pistolnya.
Berikan pistolnya.
Tidak ada cinta sejati.
Jangan!
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
BERDASARKAN BUKU RAPHAEL MONTES DAN ILANA CASOY
Verô, bisa buatkan kami kopi?
Tidak ada...
cinta sejati.
- Jangan! - Verô.
Bisa buatkan kopi?
Kacau sekali!
Kau akan buat pernyataan?
Tidak. Pers tidak boleh terlibat.
- Maaf, Pak. - Ada apa, Nelson?
Sudah tersebar.
Tidak ada...
- cinta sejati. - Jangan!
Siapa yang rekam?
Sial!
Di tahun terakhirku? Kalian mau mengusikku?
Siapa yang merekam?
Astaga.
- Seseorang mengusikku. - Permisi.
- Sekarang apa? - Ayah korban ditahan.
Kepemilikan senjata ilegal.
Tetap saja, itu salah kita.
Suruh Souza cuti.
- Salahkan dia. - Akan kuberi tahu pers, gadis itu gila.
- Ia tampak mabuk. - Bukan mabuk, tapi tak waras.
Kacau... Emosinya terganggu. Itu dia.
Titik.
Marta Campos.
Kenapa?
Kisahnya punya nama: Marta Campos.
Aku tak percaya
kau akan anggap dia gila dan menutupinya.
Ninica, hei!
Aku kaget kau lakukan ini.
Semua orang kesal.
Kita harus melindungi diri.
Terutama kau.
Cepat pulang.
Cuci wajahmu.
WILSON CARVANA KEPALA POLISI
- Hei! - Maaf.
Dia orangnya?
Benar.
Ada bekas luka? Tanda-tanda melukai diri?
Sejauh ini tak ada.
Kenapa mulutnya, Prata?
Aku belum tahu.
Dia mau apa dari Carvana?
Entahlah.
Dan dia tidak peduli. Boleh?
- Silakan. - Oke.
Dia tidak merawat diri.
Dia jelas-jelas depresi.
Jiwanya hancur. Dia mencari bantuan...
tapi tak menemukan.
Itu bukan salahmu.
Aku tahu. Aku baik-baik saja. Jangan cemaskan aku.
Apa bosmu tahu kau di sini?
Jadi...
aku lihat peristiwanya di berita.
Jika kau mau bicara...
Bisa peluk aku?
Nah, begitu.
JANETE CRUZ 35 - SEKTOR: DARURAT
Ini.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Tak perlu minta maaf.
Tak apa. Ini bisa terjadi.
Lihat istri rekan kerjaku.
Dia beberapa kali keguguran,
tapi kini punya bayi.
Tak apa.
Yang penting aku di sini.
Lihat aku.
Itu yang penting, 'kan? Kita bersama?
Ya? Bahwa kita satu keluarga?
Aku keluargamu.
Aku yakin...
kau akan segera memberiku putra.
Pasti.
Kaulah yang aku cintai, Janete.
Kau...
wanita impianku.
Cium aku.
Sial.
Tolong, bagaimana mematikannya?
Sial.
Aku tak bisa. Ia punya kehendak sendiri.
Hei, Wilson.
- Carlos Alberto! - Lama tak bertemu.
Benar!
Hei!
Kau ingat Verônica?
- Senang bertemu. - Aku juga.
Putri baptisku.
Putri Júlio Torres.
Júlio Torres.
Ayahmu teman yang baik.
Kasihan keluarganya.
Jadi, siapa wanita itu?
Hanya wanita malang, Beto.
Ia ditipu seorang berandal dan dibius.
- Apa yang bisa kulakukan? - Videonya viral.
Semua kacau.
Aku ditekan oleh Sekretaris, Gubernur, semuanya.
Penyelidikan ini harus dilakukan dengan cepat.
- Secepatnya. - Baik.
Baik. Aku harus ke kantor.
Beri tahu aku jika ada sesuatu.
Aku hampir pensiun dan minum koktail di pantai.
Lalu badai ini menghantamku. Sial.
Biar kutangani.
- Tidak. - Ia bunuh diri di depanku!
Justru itu, jangan tangani kasusnya.
Ayo, Paman. Aku selalu di pihakmu.
Biar kubantu menangkapnya.
Tasnya belum diperiksa.
Akan kuperiksa.
Batas waktumu akhir pekan.
Marta staf senior di perusahaan arsitektur.
Lajang, tanpa anak.
Ini sudah dibuka?
Halo, Regina.
Apa kabar? Kau siap untuk kembali bekerja?
Aku di surga sekarang!
Kau harus menggantikanku di kantor, Sayang.
Karena aku ingin berlibur sebulan lagi!
Dia sempat berpacaran.
Mereka hampir menikah tapi si pria pergi
demi gadis...
muda dan langsing.
Hatinya hancur.
Operasi lemaknya sedikit membantu dan ia mencoba kencan daring.
Dari sana dia kenal Pietro.
Bajingan itu mencuri semua miliknya. Mobil, televisi.
Dia tiba di kantor, wajahnya...
wajahnya bengkak dan...
No comments yet. Be the first to leave one.