Первые 200 строк.
Tolong jaga kakimu tetap di dalam mobil.
- Untukmu? - Dua, tolong.
Lalu kau, Pak? Ayo, sepuluh!
Ada air di mana-mana! Bau apa itu?
Ada yang salah. Permisi.
Ada apa, Kawan?
Airnya naik lagi!
Tony!
Tony!
Ada di mana-mana!
Kau benar, Tony. Kita tidak bisa terus begini.
Pintu keluarnya di sebelah sini.
Uangmu akan dikembalikan. Teruskan.
Kami akan memperbaiki ini secepat mungkin
dan kau akan dapat tumpangan gratis lain kali.
TUTUP UNTUK SEMENTARA KAMI SEGERA KEMBALI!
Dorong! Ayo!
- Dorong! - Aku mendorong!
Apa lenganmu terbuat dari jeli, Stork?
Kalian payah dalam mendorong!
Tunjukkan caranya.
Tidak, aku tidak berpakaian compang-camping sepertimu.
Diam, Bung!
Satu, dua, tiga...
Lihat? Itu tidak terlalu sulit!
Sial!
Astaga! Maaf, Kawan.
Kau seperti buang air besar di celana!
Tutup mulutmu!
- Diare parah! - Kau juga!
Hei, Torres! Kalian bisa tenggelam di sini!
Jangan sampai sandal tuan putrimu kotor!
Tidak apa-apa. Ada cadangan untuk mengunjungi petani berlumpur!
Kemarin tidak seperti ini.
Kacau sekali!
- Amaya tidak kebanjiran? - Hei!
Hentikan!
Begitukah caramu bicara dengan kekasihmu?
Kekasihku akan punya celana bersih.
Maaf, Léti.
Itu polisi.
Lihat! Polisi datang.
Di sana.
Gadjo itu bukan di sini untuk memberi tahu kita menang lotre!
Itu sudah pasti.
Selamat pagi.
Maître Saget, juru sita pengadilan.
Aku mencari pemilik tanah
Pak Miguel Torres.
- Untuk apa? - Aku punya perintah pengadilan.
Dia tidak ada di sini.
Maka dia harus datang ke kantorku.
Suruh dia bergegas, karena pemberitahuan ini sudah diberikan.
Dia pergi, aku tak tahu kapan dia kembali.
Aku istrinya. Aku akan menandatanganinya.
Tanda tangan di sini.
Ada apa?
Mereka akan menghancurkan kita kali ini.
Ini.
Selamat siang.
Gadjo sialan.
Tidak, jangan dibuka.
Kita tanya Tuhan saja.
Pilih satu bait.
Apa pun isinya tidak akan bagus.
"Aku melihat surga dan bumi baru
karena surga dan bumi pertama sudah tiada
dan laut tidak ada lagi."
Sara, tak ada yang bagus di dalam.
Permisi. Aku mencari Ruangan 219.
- Ujung koridor di kiri. - Terima kasih.
Bu Torres, kau datang untuk perintah pengusiran?
Apa yang bisa kubantu?
Kau bilang setahun, bukan sebulan!
Ya, tapi tidak semudah itu.
Satu tahun jika tidak ada bahaya nyata.
Jika ada, akan dipercepat.
Sayangnya, itu yang terjadi di sini.
Dengan semua banjir di wilayah ini, tanahmu selalu terendam air.
Kami sedang mencari lokasi lain.
Tapi tanah di sini mahal dan kau menutup pekan raya kami.
Dengar, beri kami waktu.
Begitu menemukan lokasi lain, kami akan pergi.
Aku berjanji.
Sepertinya sudah terlambat.
Kau punya waktu. Suamimu bisa saja mengajukan banding.
Tapi dia tidak melakukannya, dan sekarang sudah terlambat.
Dewan membuat keputusan ini
demi kebaikan dan keselamatanmu.
Kau hanya ingin kami pergi.
Tidak, itu tidak benar.
Kami sangat menghormati
gaya hidupmu.
Kami punya area peristirahatan untuk pelancong.
Kami tidak bisa tinggal di tempat parkir!
Camargue adalah rumah kami.
Kau tak bisa mengusir kami begitu saja.
Aku mungkin punya solusi.
Sekarang dengarkan aku.
Rusunawa di tepi Arles.
Itu masih Camargue, bukan? Beri tahu suamimu.
Apa kataku, Bu?
Sekarang kau percaya padaku?
Bagaimana?
- Tidak ada harapan. - Bagaimana bisa?
Tidak ada harapan.
- Apa kata mereka? - Rusunawa!
- Rusunawa? - Tidak mungkin!
Itu yang kukatakan.
Aku akan tanya orang di Gageron.
- Dia gadjo, tapi dia tidak bodoh... - Tidak ada gadjo
yang mau menyewakan kepada kita.
Tidak ada gadjo
- yang akan memberi kita tanah. - Patut dicoba.
Mereka harus mencari lokasi untuk kita.
Aku punya pekerjaan di sini.
Siapa yang akan memberi makan anak-anakku? Dewan?
Hanya ancaman yang akan berhasil.
Aku akan menemui dewan
dan berkata
"Bantu kami atau kehilangan matamu!"
- Akan kuperjelas. - Kita tak bisa melakukan itu.
Kalian ingin menjual tiket seumur hidup?
Pekan raya itu sudah berlalu! Kita dalam masalah karena kita bodoh.
Kita harus berbisnis narkoba atau diusir dari tanah kita.
Kita harus mengejar uangnya.
- Hentikan, Nak. - Aku akan memperbaiki ini.
- Ayahmu tidak akan menginginkan itu. - Dia akan setuju denganku!
Tidak, Keponakanku!
Dia tidak akan pernah menyentuh narkoba!
Ikuti perkembangan zaman atau mati.
- Lihat! Kau mau mati? - Cukup!
Aku tidak mau mendengarnya lagi!
Ibuku membuatku kesal.
Paman-pamanku juga.
Akan kutunjukkan kepada mereka! Jangan berburu lagi.
- Narkoba lebih menguntungkan. - Benar sekali!
Kita tetap bersama.
Siapa badut-badut ini?
Mereka ingin bicara denganmu.
Apa maumu, Gipsi?
Kudengar kau bisa dapatkan "C". Aku butuh dua paun.
Kukira narkoba tabu bagi gipsi.
- Untuk dijual di sini? - Jangan campuri urusan orang lain.
Tidak bisa, Bos...
Apa aku bertanya padamu? Diam!
- Kau punya uangnya? - Kudengar kau bisa membantuku.
Dengan pinjaman.
Sepertinya kau baik-baik saja.
Anggap saja rumah sendiri.
Ayo. Kau mau berenang?
Pinjaman!
Lalu bagaimana?
Biar kutunjukkan sesuatu. Kau akan menyukainya.
Tetap waspada, Kawan.
Jadi, kau mau masuk ke bisnis ini?
Kau suka sosis?
Lihatlah.
Hei, Anjing.
Sosis kecil.
Ini!
Ayo. Kau suka sosis, bukan?
Benar. Anjing pintar.
Ini.
Aku tidak memberikan pinjaman lagi. Terlalu banyak pemalas.
Kau pikir aku nenekmu? Pinjaman berakhir seperti ini.
Jadi, bawa teman-temanmu dan enyah dari sini!
Atau aku akan memenggal kepalamu dan buang air di lehermu!
Baroncelli sialan!
Berikan bolanya.
Ini. Cepat!
Cepat!
Berengsek!
Wendy, Fidji, sudah kubilang keluar.
Wendy! Sudah kubilang 50 kali!
Keluar sekarang! Kau yang tertua.
Cepat!
Tidak, kau selalu bilang, "Sekali lagi."
Ibu, kita tak pernah diizinkan.
Ayo.
Jo!
Jo!
Kau mau pergi?
- Ke mana? - Ke rusunawa.
Ada pancuran di apartemennya.
Tapi anak-anak jarang keluar di sana
jadi, tidak pernah kotor.
Ayahku bilang rusunawa itu untuk anjing.
Kau sudah memberi tahu Miguel?
Belum.
Itu akan membunuh klan.
Kita tidak akan pergi.
Aku berdoa kepada Tuhan, Saudariku.
Kita akan melakukan yang terbaik.
Bagaimana dengan Jo?
Apa yang akan kau lakukan dengannya?
Maksudmu?
Dia belum bicara denganmu selama tujuh tahun.
Dia hanya bicara denganku, Fred, dan anak-anak.
- Lalu jika kita harus pergi? - Kita tidak akan pergi!
No comments yet. Be the first to leave one.