Первые 200 строк.
Tolong!
Tolong!
Astaga, tidak!
Tolong!
Kumohon! Berhenti!
Tidak!
Kumohon!
Tidak!
Kumohon, jangan!
Tidak! Hentikan! Kumohon! Tidak!
- Turunkan dia! - Lepaskan aku! Tidak! Hentikan!
- Tidak! - Ayo!
Diam!
Siapa kau?
Kematian.
Kumohon...
Kumohon jangan... Jangan lakukan itu, kumohon.
Kumohon jangan! Kumohon!
Lalu lintas lancar menuju pusat kota Los Angeles.
Suhu diperkirakan 80 derajat, 10 derajat lebih hangat di San Fernando Valley.
Anda mendengarkan KBLA Los Angeles.
KONSULTAN ARSITEKTUR
Bekerja keras, ya?
- Hai, Erica. - Ini desainmu untuk pusat seni baru?
- Pasti sangat menggairahkan. - Benar.
- Aku membuat gambar baru. - Coba kulihat.
- Kau baik-baik saja? - Ya, tentu. Bagaimana menurutmu?
- Tampak cukup bagus. - Ya?
Tidak luar biasa, tapi cukup bagus.
Tunggu sebentar.
- Halo? - Bagaimana kabarmu?
Semuanya baik. Erica di sini.
- Terima kasih sudah bekerja dengannya. - Dia menyenangkan.
Sangat berbakat juga. Aku jadi ingat...
Artikelmu tentang istri yang dipukuli, cerita yang bagus.
Kau menyukainya?
- Apa itu membuatmu kesal? - Tentu saja.
- Kau tetap akan datang untuk makan malam? - Tentu. Aku akan berangkat pukul 18.00.
Dah.
- Pulanglah pukul 22.30. - Pukul 22.30?
- Pukul 23.00. - Ibu!
Itu Randy. Pergi dulu.
- Saat kubilang pukul 23.00, aku serius. - Baiklah. Jika menjadi kalian,
aku akan melupakan filmnya dan tetap di rumah.
Benarkah? Pergi dari sini.
Sampai jumpa.
- Apa kabar? - Baik.
Kau pikir aku ini apa? Badan amal? Jika tak bayar, jangan main.
Ayolah, Bung. Ayolah, JoJo.
Kau dengar dia. Tak punya uang. Pergilah.
- Hai, Teman-teman. - Apa kabar, Bung?
- Lihat dia. Manis, ya? Mari berbincang. - Aku akan menyusul.
- Kita harus membahas bisnis. - Benarkah? Terima kasih banyak.
- Aku akan memanggil Erica. - Apa rencanamu malam ini?
Erica, aku punya keripik spesial untukmu. Hei, seperti yang kujanjikan.
- Kau akan menyukainya. - Terima kasih.
Ingat, ini hanya cukup untukmu, jadi jangan beri tahu pacarmu.
Ya, tentu.
Filmnya dimulai pukul 20.30.
Film dua jam. Artinya kita bisa kembali sebelum Erica pulang.
- Bagus. - Apa pendapatmu tentang Randy?
Dia pandai di sekolah. Dia anak yang baik. Kenapa?
Aku hanya mengkhawatirkan Erica. Aku menganggapnya seperti putriku.
Itu bagus. Dia merasakan hal yang sama tentangmu. Dia menyayangimu.
- Aku juga. - Aku menyayangi kalian berdua.
Sebaiknya kita pergi atau lewatkan awal filmnya.
Tidak. Kau tak akan lolos semudah itu.
Kita sudah berkencan selama dua tahun...
dan...
Kau menginginkan komitmen.
Ya. Aku ingin itu.
Halo. Ya.
Astaga!
- Randy, apa yang terjadi? - Bu Sheldon? Aku Dr. Rosenblatt.
- Putriku kenapa? - Dia overdosis kokaina.
- Itu konyol! Erica tak pakai narkoba! - Dia pakai malam ini.
- Kode Biru di Ruang Enam. - Dokter, jantungnya berhenti tanpa nadi.
- Dia diberi Narcan dan glukosa? - Empat ampul. Tak ada respons.
- Kau tak boleh masuk. Tunggu di luar. - Alice, kita beri kejutan listrik.
Semua menyingkir! Sudah menyingkir? Aman!
Lanjutkan CPR. Jangan berhenti. Beri aku 300 watt.
Semua menyingkir! Aman!
Lanjutkan. Masih belum merespons. Beri dia lidokain.
Infus 75 mg, dan kejutkan sekali lagi.
- Tetap dan melebar. - Jangan berhenti! Coba kulihat.
Kita kehilangan dia.
Bu Sheldon...
Aku sungguh minta maaf.
Kau bajingan!
Lepaskan aku! Keluar!
Bukan salahku soal pacarmu. Obatnya terlalu kuat.
Omong kosong!
Kau membunuhnya!
Aku tak bunuh siapa pun. Tak ada yang suruh mengisapnya. Itu pilihannya.
Mari kita lihat apa kata polisi.
- Apa maksudmu? - Pikirkan sendiri, Bodoh!
Kau yang memberinya paket itu.
Aku akan ke kantor polisi! Akan kuberi tahu mereka semuanya!
Baca bibirku! Polisi! Kau akan mati seperti dia!
Ucapkan selamat tinggal, Kawan!
Hei!
Tetap di mobil kalian! Matikan listriknya!
Matikan listriknya! Astaga! Matikan listriknya!
- Apa yang kau pikirkan? - JoJo adalah pengedar.
Dia ribut dengan Randy Viscovich, menikamnya,
- dan ditembak pengedar lain. - Kenapa?
Mereka tak butuh alasan untuk saling membunuh.
Sersan Reiner, anak ini melihat pria yang menembak.
- Bukan wajahnya, tapi mobilnya. - Ya?
- Ya. Itu Toronado biru. - Kau dapat pelat nomornya?
- Tiga nomor terakhir. 226. - Yakin hanya itu yang kau ingat?
- Kau yang detektif, bukan aku. - Ayolah.
Anak yang baik.
- Jadi, Phil, jadilah detektif. - Benar.
- Halo? - Pak Kersey?
- Ya. - Kau menerima pesanku?
- Siapa ini? - Kurasa kita harus bertemu
untuk membahas sesuatu yang jadi kepentingan bersama.
Aku tidak akan ke mana-mana sampai tahu siapa ini dan apa maumu.
Jika kau menolak, akan kuberi tahu polisi semua yang kuketahui, dan aku tahu banyak.
Apa aku dapat perhatianmu sekarang? Bagus.
Jika kau melihat ke luar jendela, kau akan melihat limosin di depan.
Aku menantikan pertemuan kita.
Pak Kersey.
Selamat malam, Pak Kersey.
Atau haruskah kupanggil, Pak Hakim Jalanan?
Dengar, jika ini soal pemerasan, kau membuang waktumu.
Tempat ini pasti lebih berharga daripada penghasilanku seumur hidup.
- Kau tahu siapa aku? - Haruskah aku tahu?
Apa nama Nathan White ada artinya bagimu?
Kau pemilik koran.
Bukan uangmu yang kuincar, Kersey.
Tapi keterampilan profesionalmu.
Aku ingin kau membunuh seseorang.
Istriku meninggal dalam kecelakaan mobil sepuluh tahun lalu.
Putriku, Lisa, menjadi seluruh hidupku.
Tahun lalu, dia mulai kuliah. Segalanya berjalan lancar.
Lalu, tiba-tiba semua berubah. Nilainya menurun, dia berhenti sekolah.
Dia mulai memakai kokaina.
Tiga bulan lalu...
dia meninggal akibat...
Aku tahu soal putri temanmu, Pak Kersey.
Aku tahu kau menembak pengedar yang menjual narkobanya.
Aku bertanya padamu, Pak...
bagaimana dengan orang-orang di belakangnya?
Berapa banyak anak yang kita biarkan mereka hancurkan
sebelum kita bilang, "Cukup", Pak Kersey? Berapa banyak?
Kuhabiskan banyak uang membeli informasi tentang pengedar besar di Los Angeles.
Aku akan memberimu uang, senjata, nama, apa pun yang kau mau.
Mereka semua pembunuh, Kersey,
dari pengedar jalanan terkecil hingga kucing gemuk di atas.
Siapa pun yang terkait dengan narkoba pantas mati.
Mereka harus dihentikan, Kersey.
Aku butuh beberapa hari untuk memikirkan ini.
Saat Michael meninggal, Erica baru berusia lima tahun.
Aku berjanji kepadanya...
bahwa apa pun yang terjadi, dia akan selalu diutamakan. Aku mengecewakannya.
Aku terlalu sibuk bekerja untuk melihat apa yang terjadi.
Kau harus menghentikan ini. Aku tahu perasaanmu karena aku pernah mengalaminya.
Kau pikir seharusnya kau lakukan hal yang berbeda, tapi itu tak benar.
Bukan salahmu Erica meninggal.
Tapi salah narkoba itu.
Aku sangat marah!
Aku merasa sangat tidak berdaya. Aku ingin melakukan sesuatu,
tapi tidak tahu harus bagaimana.
Kau seorang penulis. Tulislah tentang itu.
Biarkan orang tahu soal narkoba. Terus beritakan.
Cerita apa yang mau kau buat?
Narkoba.
- Karen, setiap... - Aku tahu aku terlibat.
Itu sebabnya harus kulakukan.
Aku ingin tahu kenapa dia meninggal dan siapa yang bertanggung jawab.
Tidak ada yang peduli. Semua orang memakai narkoba sekarang,
bukan hanya pencandu jalanan lagi.
Orang kaya, kelas menengah, dokter, pengacara, sekretaris...
Itu cara hidup Amerika yang baru. Mereka tak mau membacanya.
Mereka tahu soal itu dan tidak peduli.
- Kita harus membuat mereka peduli. - Ayolah, Karen.
Pat, ini penting bagiku.
Baiklah, tapi beri tahu aku semua yang kau lakukan.
Aku tak mau polisi menemukan mayatmu di gang. Paham?
- Baiklah. - Baik.
- Kau yakin ingin melakukan ini? - Ya.
Baik. Kuharap perutmu kuat.
- Kau bekerja di koran apa? - Tribune.
Kau cuma mau lihat yang berkaitan dengan narkoba, bukan?
Benar.
Pria berusia 18 tahun.
Tewas saat pipa kokaina meledak di wajahnya.
Kau ingin melihat jasadnya?
Pria usia 19 tahun. Merampok toko miras demi uang untuk membeli narkoba.
Perempuan berusia 17 tahun.
Meninggal karena strok akibat penggunaan kokaina berulang.
Gadis kecil usia 13 tahun. Dia jual diri di jalanan untuk mendukung kebiasaannya
dan salah satu pelanggannya menggorok lehernya.
13 tahun?
Astaga...
Mereka semua anak-anak!
Ya, itu tampak bagus. Ini, Kawan.
Selamat bersenang-senang. Selamat menikmati.
No comments yet. Be the first to leave one.