13 Reasons Why

13 Reasons Why

Скачать Indonesian субтитры

Сезон 2

Информация о релизе

13-Reasons-Why-S02E03-720p-1080p-WEBDL-WEBRip-KakekSalto
Комментарий от Kakek Salto
IDFL SubsCrew

Теги

webdl
webrip
web
720p
720
BRip
1080
WEBDL
Опубликовано: 2018-05-27
Загрузки: 55
Для слабослышащих: No

Предпросмотр субтитров (Indonesian)

Первые 200 строк.

Kakek Salto IDFL SubsCrew

- Aku masih menunggu Hannah Baker. - Siapa?

Skye Miller. Aku menunggu Skye Miller.

Dia masih memulihkan diri dan akan dipindahkan beberapa jam lagi.

Perawat lainnya juga bilang begitu tujuh jam lalu.

Pulanglah, Nak. Kembali pagi nanti.

- Dia tak apa? Aku ingin tahu. - Pulanglah, lalu kembali nanti.

Aku masih menunggu Hannah Baker.

Ini jam lima pagi. Ada apa?

Skye kekasihku. Tapi kami tak pernah bercinta.

Dia sedang di rumah sakit, bukan karena dia mencoba bunuh diri.

Seseorang menabrakku saat pulang tadi. Kebetulan? Mungkin.

Aku tak bisa menjelaskan karena aku bingung.

Apa menurut kalian ini baik atau buruk?

Kita sepakat untuk membicarakan ini.

Kalau rumah terbakar, apa kita bahas kebakarannya atau keluar dari rumah?

Aku butuh mobil.

Aku tak menyalahkan Hannah.

Begitulah hidup para wanita.

Orang-orang menghakimi penampilan dan gosip tentangmu.

Mereka mengecapmu.

Ayah sangat bangga padamu

Para lelaki memilih jati diri sendiri.

Mereka memilih identitas dan bersembunyi di belakangnya.

Kebanyakan lelaki begitu.

Sebagian lelaki lain tahu rasanya takut.

Takut diberi cap yang akan kau miliki seumur hidup.

Sebagian lelaki tak tahu rasanya. Setiap wanita tahu.

Rambutmu.

Ibu selalu bilang kalau suka rambutku diluruskan.

Jess, kau cantik apa adanya.

Ibu tahu ini menakutkan, tapi perbuatanmu benar jika jujur.

- Bukan kau yang disidang. - Ya, Bu. Aku tahu.

Lelaki yang baik pun ingin mengatakan siapa dirimu sebenarnya.

Hei.

Hei.

Kulihat ibumu ke kantin jadi kucoba masuk.

- Kuberi tahu ibuku ini bukan salahmu. - Ini sedikit salahku?

Tidak.

Aku membawakanmu bunga, yang tampaknya kurang tepat?

Mungkin kubawa balon. Tempat ini punya toko hadiah.

- Wajahmu kenapa? - Karena bersepeda.

Aku mencoba memotong lewat pohon. Tak penting.

Kaulah yang terpenting.

Kau tak apa?

Ibuku hanya panik. Bukan masalah serius.

- Kau dioperasi. - Hanya dijahit.

- Kita sudah sepakat. - Itu ide bodoh.

- Katamu kau tak mau bunuh diri. - Memang. Kau tak mengerti.

- Bantu aku mengerti. - Tak bisa.

Aku juga tak mengerti.

Ada perasaan yang tak dapat kukendalikan.

Seolah aku hanya penumpang di otakku.

Jika aku tak bernapas, aku mengamuk.

Aku tahu kau ingin menyelamatkanku, dan aku suka, tapi kau tak bisa.

- Apa yang bisa kulakukan? - Kita urus diri kita masing-masing.

Kau memutuskanku?

Maaf.

Aku mencintaimu.

Aku tahu. Itu sebabnya kau harus pergi.

- Ini tak adil. - Kita harus sudahi, Clay.

- Aku tak mau hilang darimu. - Kau sudah melakukannya.

Kau memikirkan Hannah lalu menghilang.

Kau bisa pergi sekarang.

Jadi kita menunggu diberi cap.

Lesbian!

- Hei, Lesbi! - Menjijikkan!

- Lesbi! - Lesbian!

Atau kita cap diri kita masing-masing.

- Selamat bergabung di tim. - Jangan ganggu, Ryan.

Semua terjadi bila kau siap. Saat itu usiaku lima tahun.

Aku memesona sejak lahir.

- Aku senang kau mengatakannya. - Ya, aku juga.

Jika kau mulai kendarai Subaru dan memakai flanel, akan kuhentikan.

- Astaga, Alex. - Ya.

Siapa pelakunya?

- Bisa kenali tulisan tangannya? - Turunkan.

Maaf.

- Aku turut menyesal, Alex. - Kau tak sendirian.

Maaf aku mengatakan itu. Itu perkataan jahat.

- Masalahku sangat banyak. - Aku paham.

Rambutmu berubah.

- Untuk persidangan. - Aku tak suka.

Baiklah.

Wajahmu kenapa?

Tadi malam aku ditabrak. Dia mengendarai Range Rover hitam.

- Bryce. - Kau tak bersaksi.

- Dia tahu itu? - Itu tak penting.

Pelakunya mengincar kita semua. Aku dikirimi ini kemarin.

- Astaga. - Ini gila.

- Kita harus hentikan dia. - Caranya?

Aku cacat dan kau akan dihukum jika bicara dengannya.

Aku sudah janji untuk menjauhinya, tapi aku harus berbuat apa?

- Apa kabar? - Apa kabar?

- Apa dia pelakunya? - Temanmu melihat kita, Zach.

- Dia perlu ganti popok? - Diam, Monty.

Uruslah dia. Perawat jatuh cinta pada pasiennya sudah biasa.

Diamlah. Aku bahkan tak menyukainya.

Benar. Ibumu yang suruh bawakan bukunya dan mengelap bokongnya.

Mengelap bokong itu inisiatif Zach sendiri.

Bagaimana kalau pelakunya Zach?

Itu gila. Dia sudah banyak membantumu.

- Kenapa dia masih menemani Bryce? - Pelakunya Bryce atau pelindungnya.

Dia tak mau kebenaran tersebar.

Kenapa kalian menatapku?

- Karena kau duduk di depan kami? - Kau bisa katakan di persidangan.

Pengacara Hannah menyuruhku bahas Daftar Wanita Seksi dan persahabatan kami.

Tapi kau tahu tak sepenuhnya benar.

- Mereka juga tahu. - Tak ada hubungannya dengan kasus.

- Akan ada hubungan jika kau katakan. - Jadi kukatakan saja?

Aku tahu ini tak mudah.

Jika kau katakan soal persahabatan...

...dan penyebab kau dan Hannah berhenti berteman, kebenaran akan tersampaikan.

Semua ini akan berhenti dan Bryce mendapat ganjarannya.

- Aku harus masuk kelas. - Jess..

Kebenaran tak selalu baik. Kau tahu itu.

Aku harus ingat. Aku butuh kasetnya. Berhentilah melindungiku.

- Skye masuk rumah sakit. - Kenapa?

Aku berhenti melindunginya.

Baiklah. Kalau begitu antar aku ke persidangan.

- Alex.. - Clay.

Jessica! Astaga, kau tampak cantik.

- Aku suka rambutmu. - Terima kasih.

Kau ada persidangan hari ini. Semoga lancar.

- Soal kemarin.. - Tak apa. Tak masalah.

Baguslah. Kita harus kuat bersama, 'kan?

- Maaf aku sudah.. - Tak apa. Aku paham.

Baiklah. Kami akan merindukanmu.

- Terima kasih. - Semoga beruntung!

Terkadang apa pun yang kau lakukan...

Ada apa?

...orang-orang melihatmu sesuai dengan pendapat mereka.

Siapa yang percaya jalang mabuk?

Siapa yang melakukan ini?

- Kau tak apa? - Kenapa ikuti aku? Pergilah.

Kau pikir ia akan buka suara?

- Untuk apa? - Mengapa kau buka suara?

Kau tak lelah bersembunyi, Marcus?

- Kau tak mau mengatakan kebenaran? - Kebenaran punya banyak versi.

Kurasa hanya satu.

- Wartawan makin banyak. - Kau bisa bicara pada mereka.

Kurasa tidak.

Semakin lama akan sulit untuk pertahankan ceritamu.

- Itu bukan caraku. - Kau bisa jadikan itu sendiri.

Kau berbicara mewakili Hannah dan gadis sepertinya.

Jessica Davis akan mendukung Hannah. Dia anak baik.

Dia akan membuka budaya seks di sekolah. Dan dia temannya Hannah.

Meski kau melalui hal sulit...

...kau hanya butuh satu teman untuk melaluinya.

Berengsek.

Jika beruntung, ada lebih dari satu teman.

Toby, Eric, Chad, ini Tyler, teman sekelasku dan orang buangan.

- Hei, Tyler. - Kau memotret? Retro sekali.

Ya.

Memegang hasil foto lebih berasa.

Ya, seperti membalik album foto daripada menggeser di ponsel.

Tepat sekali.

- Aku Tyler. - Aku tahu. Aku Mackenzie.

Diam, orang aneh.

Kau menemukan teman yang melihat dirimu yang sebenarnya.

Aku bisa.

- Terima kasih tumpangannya, Tony. - Aku ikut masuk.

Tapi kau masuk daftar saksi. Mereka memeriksanya.

Aku bawa KTP saudaraku.

Aku sudah tak tidur dua hari. Aku mau melihat persidangannya.

Bagaimana kalau kau terdaftar?

Aku akan melambaikan tongkat dan menangis. Selalu berhasil.

- Kurasa ada pintu orang cacat. - Kau tak boleh bilang itu.

- Pegang tanganku. - Sialan kalian.

Aku menemukan teman-teman seperti itu.

Daftar itu merusak segalanya.

Daftar seperti ini sudah biasa di Liberty?

Ya. Hannah sudah dicap sebagai jalang. Daftar itu memperburuknya.

Yang sesungguhnya itu tak penting. Begitulah siswi diperlakukan.

Aku menemukan ini...

- ...tadi pagi di kelas matematika. - Keberatan. Foto itu bukan bukti.

Mereka menyebar satu foto dan rumor tersebar...

...dan kau berusaha membuktikan itu salah.

Beginilah Hannah diperlakukan dan kini terjadi padaku!

Tenang!

Tak kupercaya hakim menerimanya.

Itu bukan barang bukti tapi relevan.

Dennis.

Dia gadis di kaset 9. Tanyakan.

Aku tak bisa, Olivia. Itu tak relevan.

Seperti foto tadi yang menunjukkan bagaimana gadis diperlakukan di sekolah...

...dan sekolah sadar.

Tapi kejadian itu bukan di sekolah. Dan Bryce bukan tersangka.

Kedua pihak menjadikan ini barang bukti penggugat ke-12.

- Nona Struhl. - Nona Davis, kau melaporkan foto ini?

Tidak.

Jadi kau berharap sekolah melindungimu tapi kau tak melaporkan ini?

Akan kulapor jika sekolah dapat dipercaya.

Hannah melaporkannya dan lihatlah yang terjadi.

Langsung menyerang.

Juri akan abaikan jawaban terakhir saksi.

Nona Davis, kau melaporkan Daftar Wanita Seksi?

Tidak.

Bukan itu yang merusak pertemanan kalian, 'kan?

Daftar itu yang merusak.

More Indonesian subtitles for 13 Reasons Why

Комментарии

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left