Первые 200 строк.
Akin!
Tunggu!
Ayah lihat
mainanmu lebih penting
daripada kehangatan paha wanita.
Apa dia tak cukup cantik
untuk kau mainkan?
Dia wanita yang cantik.
Cobalah
beri tahu Ayah apa masalahmu.
Atau
kau tak suka wanita?
Aku suka wanita,
dan jelas akan punya istri.
Namun, Ayah…
Bukankah Ayah pikir aku mampu
memilih wanita sendiri?
Kenapa?
Kumohon.
Kumohon, demi Tuhan,
aku tak mau.
Aku tak mau Ayah mengirim wanita lagi.
Aku tak mau.
Dasar bodoh.
Benar-benar bodoh.
Kau.
Ayah minta kau menikahi Tuan Putri,
agar Ayah menjadi besan Raja.
Betapa hebatnya itu
andai aib dan rasa malumu hanya kau hadapi sendiri.
TAMU PENTING
Ratu Sunkanmi.
Kenapa kau menangis?
Aku juga sedih atas kematian keponakanmu.
Ratu?
- Ya? - Kenapa kau bicara seperti ini?
Saudariku memercayaiku
dengan sepenuh hatinya.
Maka itu, dia serahkan Diekola padaku.
Dia percaya aku akan merawatnya seperti anakku sendiri.
Apa ini cara merawatnya?
Sunkanmi.
Apa aku bisa meminta anakku sendiri melakukan itu?
Apa aku bisa menyuruh anak yang kukandung?
Mengirimnya ke sarang singa?
Namun, aku mengirimnya
ke perjalanan tanpa kembali.
Jangan sampai kubohongi, Ratu.
Jangan sampai aku menipumu, Ratu.
Di tanganku
- berlumuran darah Diekola. - Apa?
Darahnya ada di tanganku!
Pelankan suaramu.
Tidak ada yang tahu kita yang menyuruhnya lakukan itu.
Tetap rahasiakan.
Biarkan tetap jadi rahasia.
Dengar,
jika dipikir-pikir lagi,
pasti ada alasan
semua ini terjadi.
Mereka yang bertanggung jawab,
cepat atau lambat,
Tuhan akan mengungkap perbuatan jahat mereka.
Setelah Tuhan mengungkapkan itu,
mereka akan dapat ganjaran
karena kematian keponakanmu
adalah kejahatan mereka.
Bicara memang mudah.
Apa?
- Aku tak tahan. - Apa?
Bicara memang mudah.
Hanya aku yang tahu penderitaan yang kualami.
Sakit.
Aku tahu.
Tolong jangan…
Para pelayan ada di dekat sini.
Ibu.
Tinggalkan itu. Bagus.
Aku datang.
Hati-hati.
Latorera.
Bangun.
Anakku.
- Kau ingat Ibu. - Halo, Nyonya.
Terima kasih, selamat datang.
Apa ini kau?
Senang bertemu Ibu.
Dewiku yang menakjubkan.
- Hei. - Kami pergi.
Selalu cantik seperti kijang.
Latorera.
Ibu.
Anakku.
Hei.
Kau mengandung?
Kau hamil?
Ya, Ibu.
Itulah alasanku menemui Ibu.
Anakku.
Ayo, masuklah.
Cepat siapkan makanan. Aku punya tamu.
- Ini airnya, Nyonya. - Terima kasih.
Terima kasih.
Ibu tahu kau pasti lelah.
Minumlah air untuk menenangkan dirimu.
Ya.
Bagus. Minum lagi.
- Cukup? - Sudah cukup, Ibu.
- Cukup. - Baik.
Kau sudah tenang?
- Ya. - Ibu mau kau tenang.
Anak pintar.
Latorera?
Ya, Ibu.
Bicaralah pada Ibu.
Siapa yang kau nikahi…
tanpa memberi tahu Ibu?
Ibumu masih hidup
dan kau menikah secara diam-diam?
- Ibu. - Ibu mendengarkan.
Tolong maafkan aku.
Aku tahu harus beri tahu Ibu secepatnya.
Namun,
semuanya terjadi begitu cepat.
Nak.
Ibu melahirkanmu.
Anak yang tak kelaparan.
Anak yang kaya dan terhormat.
Anak yang sempurna.
Ibu bahagia.
Kau menawan,
anak yang buat Ibu senang.
Kau cantik.
Kau anak yang bisa Ibu banggakan ke mana-mana.
Ibu melahirkanmu! Kau mirip Ibu. Awarun, warun!
- Ibu. - Itu Ibu.
Selamat datang, Nak. Selamat datang.
Dia mau datang ke sini bersamaku…
- Bagus. - …tetapi Saro…
Apa?
Apa katamu?
- Saro? Bagaimana bisa? - Saro.
Saro?
Di mana rumahnya?
Ibu…
Di mana…
Bagaimana…
Di mana desanya?
Dia dari kota apa?
Apa pekerjaannya?
- Ibu. - Ibu mendengarkan.
- Aku harus jujur? - Jelaskan secara rinci.
Jangan bohong.
Aku dibutakan oleh cinta sampai tak banyak tanya.
Faktanya,
tak ada yang tahu.
Dia tiba-tiba pindah ke kota kami sekitar dua tahun lalu.
Ibu.
Ibu baik-baik saja?
- Ibu… - Ada apa?
Latorera.
Ibu.
Ibu pernah kenal seorang pria.
Namanya Saro.
Namun,
pekerjaannya adalah menenun kain.
Dia penenun kain.
Dia penenun aso-ofi . Itulah pekerjaannya.
Namun…
Ibu.
Di mana Saro itu sekarang?
Dia mati.
- Benarkah? - Dia mati.
Dia mati di kota ini.
Tidak apa-apa.
Semoga jiwanya istirahat dengan tenang.
Amin.
Karena suamiku masih hidup
dan bernapas.
Namun, kami butuh bantuan Ibu.
Bantuan Ibu?
Semua baik-baik saja? Apa ada masalah?
- Ibu. - Ya?
Suamiku itu…
Ada apa dengannya?
Sepertinya dia diganggu oleh roh-roh jahat.
Aku mau Ibu menyiapkan ramuan herbal untuk dia minum
yang akan membebaskan dia dari roh-roh itu.
Ini tak biasa.
Biasanya
hanya anak-anak yang diganggu roh jahat,
bukan orang dewasa.
Aku bahkan tak tahu awal mulanya.
Namun,
aku yakin Ibu bisa menyelamatkan kami.
Apa Ibu
- tak bisa menyelamatkan kami? - Ayolah.
Jangan bilang begitu.
Tuhan akan menolong kita semua.
Amin.
No comments yet. Be the first to leave one.