The Mighty Ducks: Game Changers

The Mighty Ducks: Game Changers

Скачать Indonesian субтитры

Сезон 1

Информация о релизе

The Mighty Ducks Game Changers S01E07 1080p DSNP WEBRip DDP5 1 x264-NOGRP
Комментарий от Putra14
Disney Retail.

Теги

webrip
web
x264
BRip
1080
Опубликовано: 2021-05-09
Загрузки: 14
Для слабослышащих: No

Предпросмотр субтитров (Indonesian)

Первые 200 строк.

Sebelumnya di Mighty Ducks: Game Changers...

Ada posisi kosong.

Aku mau kau mengisinya. Seharusnya aku tak mengeluarkanmu.

Pelatih T ingin aku kembali. Dia bilang dia salah.

Aku akan menemui regu lama Ducks.

Itu alasanku mampir.

Aku tak diundang.

Kalian harus menjemput Gordon Bombay.

Ya, dia tak peduli soal ini atau kami.

Dia tak diundang.

Kwek!

Tunjukkan sesuatu yang belum kulihat.

Ducks sudah 10 kali menang.

Aku menawarimu peluang menjadi bagian dari yang ke-11.

Kenapa ada videomu berlatih bersama Ducks?

-Ducks mengundangku kembali ke tim. -Kau meninggalkan kami?

Namun, itu hanya sekali latihan.

Aku sungguh menyesal.

Aku tak percaya Evan menimbang untuk kembali ke Ducks

setelah semua upayanya agar aku bergabung.

Tempat ini penuh pengkhianatan.

Ya, jangan mau ditipu mata ceriaku.

Dalam hati, aku terluka.

Ada apa dengan Sam?

Dia agak muram.

Ya, tetapi tak pernah kulihat dia duduk saja.

Dia selalu berseluncur menabrak dinding.

Atau menabrakku. Dia sering begitu.

Sam, ada apa?

Aku tidak tahu.

Evan diam-diam begitu?

Seolah aku tak punya niat untuk berbuat heboh.

Aku benci akibatnya kepadamu!

Baik. Siap?

Tunggu. Bisa memutari blok sekali lagi?

Semua akan baik-baik saja. Kau sekali ikut latihan Ducks.

Kau sudah seribu kali meminta maaf.

Mereka tak mungkin masih marah kepadamu. Ayo!

Untunglah, kukira tak akan ada orang.

Tenang, aku saja.

Apa kabar, Tak Usah?

Tampaknya kalian siap bertanding.

Tidak?

-Apa salahku? -Melahirkan pengkhianat.

Hai!

Maksudku, enyah.

Baik, kurasa kalian masih marah.

Tampaknya ada masalah tim.

Yang bisa mengatasi masalah tim adalah tim.

Aku membuat pertemuan tim. Hanya pemain.

-Baiklah, semua masuk. -Ayo!

Kita akan lakukan. Semua masuk. Ini akan seru.

Tetap di dalam sampai semua diatasi.

Kau mengurung kami di ruangan bau kaki sampai kami berbaikan?

-Ya, tepat. -Itu legal?

-Aku tak percaya ini! -Tuntut aku.

-Ayo. -Bercanda. Jangan tuntut aku.

-Atasi. -Serius?

Kenapa kami dikurung...

Terima kasih sudah datang.

Ibumu mengurung kita.

Benar, mau tahu apa lagi yang benar?

Bahwa aku hanya sekali ikut latihan Ducks.

-"Satu." -Astaga. Terserah.

Namun, begitu ke sana, aku tahu rasanya salah.

Aku tak akan kembali.

Tolonglah, kalian harus memaafkanku.

Ada pertandingan besar melawan Hornets,

dan kita harus bersatu jika mau berpeluang menang.

Apa mereka mencari pemain baru? Kudengar kau bisa.

Kena.

Kau seharusnya jadi kapten kami. Pemimpin pemberani kami.

Aku memang salah. Maafkan aku.

Di mana semuanya?

Aku menaruh kerucut, menyiapkan latihan, beli bola, macam-macam.

Bagus, aku antusias kau bantu melatih,

tetapi ada satu masalah kecil, mungkin kita tak punya tim.

Mereka masih marah kepada Evan soal latihan Ducks?

Ya, tetapi kurasa semua terkendali.

Menurutmu berapa lama sejumlah anak 12 tahun

dengan keahlian interpersonal terbatas mengatasi masalah tanpa orang dewasa?

Kau membuat pertemuan hanya pemain. Bagus.

-Kau bilang seolah itu sesuatu. -Memang.

Benarkah? Kulakukan soal olahraga?

Ya, aku beberapa kali hadir.

Benar-benar bertarung habis-habisan, seperti gladiator.

Ya ampun.

-Di dalam akan serius. -Waduh.

-Kau mengecewakan kami. -Kau tak bisa menginjak kami.

Pikirmu lebih bagus dari kami?

Aku tak bisa marah.

Bukan soal siapa lebih bagus.

Ini soal kesetiaan, dan jelas kau tak punya.

Maya, kau perlu menggurui orang soal kesetiaan?

Kau yang pernah mencampakkan orang.

Bukan hanya dia.

Kenapa kalian tak mengundangku saat acara menginap?

Rumahku di seberang rumahmu.

Kulihat kau makan Swedish Fish.

Setiap butirnya bagai menusukku.

Itu kebersamaan sahabat.

Koob hanya tambahan mendadak.

Aku hanya mendadak?

Aku tak tahu artinya, tetapi kedengarannya buruk.

Baik, aku marah seperti semuanya!

Lihat? Masih terasa dipaksakan.

Kenapa peduli soal menginap?

-Bagaimana soal perasaanku? -Kalian menganggapku...

Semuanya! Jangan sampai kita terpecah belah.

Aku salah besar. Aku sadar itu.

Namun, itu bukan soal kalian, hanya soal aku.

Ya, semuanya soal kau.

Sam, kau membuat angsa origami?

Ini penyu.

Astaga, kau merusak Sam.

-Kau menghina kami. -Lihat Sam! Dia pendiam.

Maafkan aku...

Ayolah, tidak membaik.

Aku harus masuk.

Kau tidak harus masuk.

Kau yang pakai kata "gladiator".

Mereka bisa saling mencabik.

Jangan, mereka bisa. Naluri pelatihmu bagus.

Namun, naluri ibu menyuruhku masuk dan memeluk mereka

dan mengingatkan bahwa tato itu abadi.

Kau mau ke mana?

Permisi. Ayolah.

Seperti pensil! Jangan bahas...

Kau main hoki sebelum ini?

Ya, kau akan tahu itu jika mendengarkan siniarku!

-400 episode! -Banyak yang harus kukatakan.

-Serius! -Setidaknya aku punya jadwal tidur.

-Astaga! -Kau merekrutku, lalu pergi?

-Semua ini untuk apa? -Maaf! Kucoba untuk memahami!

-Tindakanmu tidak baik. -Aku hanya meminta maaf.

Aku tak mau permintaan maafmu. Kau mengarang...

Dengan cat wajah seperti wanita!

Semuanya!

Pertemuan hebat. Kerja bagus.

Harap semua tenang dan membuat gelang persahabatan.

-Gelang anyaman kebohongan. -Baik.

-Bagus, Evan. -Ayolah.

-Itu bukan salahku. -Kenapa itu salahmu?

-Salahmu. -Ini 75%...

Perlu panggil profesional?

Bagaimana kalau korslet dan terbakar?

Bukan mau detail,

tetapi satu pintu daruratmu membuka ke dinding bata.

Tak akan ada yang terbakar.

Kotak sekringnya kelebihan beban.

Jadi, jika tak ada listrik,

esnya akan jadi genangan besar.

Mungkin itu pertanda. Kita harus batalkan latihan.

Tim sudah kacau. Mungkin kau benar.

Seharusnya kubiarkan mereka di dalam dan mengatasinya.

Masalahnya kotak sekring ini.

-Apa itu? -Kipas basemen.

Apa yang sudah kulakukan bagi tim ini?

Permainan pertama yang berhasil, itu karenamu.

Pertandingan pertama dimenangkan karena Evan terinspirasi oleh ayahnya.

-Kurasa itu microwave-nya. -Sekali lagi.

Baik, entah apa yang kulakukan.

Benarkah?

Lupakan saja. Batalkan latihan.

Sebenarnya ada satu tempat lagi yang bisa kita datangi.

Kita di mana? Apa yang terjadi?

-Dingin sekali. -Ya, lebih baik bertengkar di dalam.

Berapa lama kita sudah berjalan?

Lima menit atau lima jam.

Kita hampir sampai.

Serius, tasku berat.

Ya, lenganku hampir lepas.

Kurasa lenganku sudah lepas. Ada yang lihat lengan?

Ini dia.

Istana Es-nya alam.

Di mana WiFi alamnya? Juga bar cokelat alam?

Kolam beku?

-Tidak. -Kau lakukan lagi.

Karena kita menonton filmnya,

di mana anak-anak berseluncur ke kolam beku,

lalu ada retakan dan ceburan dan mereka semua mati.

Kau punya tim yang sedang kacau.

Ini tempat terbaik bagi mereka untuk mengatasinya dan bermain.

Esnya tak akan pecah. Percayalah.

Di sini aku belajar berseluncur.

Hoki kolam. Shinny. Pick-up.

Apa pun sebutannya,

ini sebabnya banyak anak jatuh cinta saat olahraganya dimainkan di sini.

Di kolam tak ada papan atau zona,

dan tak ada penonton.

Di sini kau memahami taktis lawanmu.

Kita akan mengembangkan indra keenam kalian. Naluri.

Ya, naluriku mengatakan aku lebih suka dalam ruangan.

Makanya kita mulai dari yang mudah.

Tanpa alat atau sepatu luncur.

Rasakan esnya di bawah kakimu.

Ini tak membuatku gelisah.

Kalian tak akan jatuh menembus es.

Rasanya aku melihat beruang.

-Awas! -Terima kasih.

Комментарии

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left