Первые 200 строк.
Kau yakin kita harus melakukan ini? Ini melanggar hukum.
Diamlah, Billy. Bisa dibiliang ini adalah "liputan khusus".
Ya, tapi bukankah kita seharusnya memiliki surat izin atau semacamnya?
Ini surat izinnya!
Kau tahu, polisi melupakan sesuatu disini, aku bisa merasakannya.
Bagaimana menurutmu, Billy?
Tidakkah penghargaan Peabody terlihat hebat bagi...
- Hei, Chuck, ngebut, kawan! - Ya, tambah kecepatannya.
Ini mobil ayahku. Jika aku ngebut, dia akan membunuhku.
Berengsek!
- Sial! - Ya tuhan, hampir saja.
Dasar kau gila!
Kita berada di daerah pedesaan, anak-anak. Menjeritlah seperti babi!
Yeehaw!
Chad, hanya karena mereka bukan keluargamu bukan berarti mereka semua gila.
Yah, tapi seperti itulah kenyataannya, Allison.
Kau tahu, kau salah satu dari Omega Beta atau kau juga gila.
- Omega Beta! Omega Beta! - Brengsek.
- Chi, chi, chi! - Aku semobil dengan orang-orang tolol.
Tidak, jika kami memang tolol, kami tidak akan membawa ini.
OK, aku setuju. Kau jenius.
Hei, Chuck, ngebut kawan. Mereka akan menyalip kita.
Oh, ya ampun. Whoa, oh tuhan.
Kau lihat cara mereka menatap kita?
Hei, guys! Guys!
Kita lupa birnya!
Tidak!
Kau yakin kau telah mendapatkan semua yang kau perlukan?
Karena saat kau masuk kesana...
Ada yang bisa kubantu?
Uh, ya. Dimana tempat bir?
Di belakang.
Kau lihat tampang remaja itu?
Bacakan daftar belanjumu.
OK, paku 3/4 inci, gergaji besi, pengait,
pembersih arit, kelem...
Hey, Chad, apa kita perlu ...
- gergaji tangan... - Chad?
- kondom berpelumas... - Chad?
bor tangan...
serbet, mata bor, satu-delapan gergaji lubang...
- Oh, ya tuhan! - Ini aku.
Ayo pergi dari sini. Tempat ini mengerikan.
- Dale, apalagi yang kita butuhkan? - Asinan telur. Enam pound.
Oh, hot dog, Tucker. Pernahkah kau melihat hal seperti itu dalam hidupmu?
Tak ada yang menarik dari mereka.
- Mereka hanya gadis kampus. - Tapi yang itu tidak biasa.
Kau tahu, Dale?
Dia juga manusia. Mengapa kau tidak kesana dan berbicara dengannya?
Bicara denganya? Apa? Apa yang harus ku katakan?
Entahlah.
Ceritakan padanya tentang liburanmu. Itu mungking bisa membuatnya terkesan.
Apa kau sudah gila, Tucker? Mereka cuma mahasiswi.
Mereka sudah terbiasa dengan liburan, sementara aku membersihkan toilet mereka.
Kau harus percaya diri, kawan. Mereka bisa takut.
Sekarang cobalah! Tampangmu kelihatan baik...
lebih atau kurang.
Hatimu sangat baik.
Yup.
Maksudku, semuanya ada dalam dirimu. Sekarang, sana, pergilah.
Hal buruk apa yang nanti akan terjadi?
Kau tahu?
- Kau benar, Tuck. Aku akan melakkukannya. - Baiklah.
- Akan ku lakukan sekarang. - Baiklah, tunggu sebentar.
Baiklah, apapun yang kau katakan, tersenyum dan tertawalah.
Itu akan membuatnya nyaman.
Tersenyum dan tertawa. Baiklah.
- Lakukan. - Baiklah.
Kalian semua, uh...akan pergi berkemah?
Hei! Hei. Dengar... kami tak mau buat masalah, oke?
- Jadi...menjauhlah. - Whoa!
- Baiklah. Baiklah. Maafkan aku. - Pergi sana!
Masuk ke mobil.
Kelihatannya keren...
Sudah ku bilang, Tucker. Aku nol soal wanita.
Mereka tidak suka dengan wajahku!
Ayolah.
Kau tahu, aku tak sepertimu, Tucker. Aku sulit bicara dengan wanita, seperti kau.
Tidak akan bisa. Maksudku, aku...
Aku merasa bodoh, dan tanganku berkeringat, dan aku seperti orang gemuk bodoh.
Kau tahu apa masalahmu? Kau tidak percaya diri.
Tidak.
- Ya, ya. - Tidak.
Ku beritahu satu hal, hidup itu singkat. Kau harus mengejar impianmu.
Mm-hm.
Semua hal tidak mudah jatuh ke pangkuanmu.
- Itu benar, aku jamin. - Aw, sial.
- Kau sedang apa? - Sial, sial. ada polisi.
Oh, biar aku saja.
Aku butuh kain. Singkirkan tanganmu. Kau menumpahkan bir di selangkanganmu.
Baiklah, dia menepi.
- Bangunlah, Dale. - Tak bisa.
- Dale, dia datang. - Tidak, lengan bajuku tersangkut.
- Bangunlah. - Tanganku tersangkut...
Kalau begitu lepaskan. Dia keluar dari mobil.
Dia keluar dari mobil? Dia datang.
- Tucker! - Berhasil...
Yeah.
- Apa kabar, pak polisi? - Hei.
- Hari yang indah, bukan? - Ya.
Tolong SIM-nya.
Uh, dompetku hilang dua minggu yang lalu. Yang baru masih dalam pengiriman.
Untuk sementara ini.
Kalian mau kemana?
Kami akan pergi ke rumah kami di Danau Morris.
Aku menghabiskan uangku untuk melakukan ini.
Aku dan Dale disini, akan membetulkannya,
dan mungkin pergi memancing.
- Pergi memancing. - Dia baru saja dicampakkan wanita.
Ku pikir sedikit waktu bersama pria bisa membuatnya lebih baik.
Tak ada apa-apa disana
selain rasa sakit dan penderitaan yang tak bisa kau bayangkan.
Lampu peringatanmu rusak itulah mengapa aku menyuruhmu menepi.
Oh, iya, pak.
Kamu harus, uh...
memperbaikinya.
Itu sangat membantu.
- Yang tadi cukup menegangkan. - Polisi tadi aneh.
Dia pergi.
Sampai jumpa.
Oh tuhan, kau lihat dia tadi? Kau tahu apa masalahnya?
Dia iri karena dia tak bisa memiliki tempatnya sendiri.
Ah. Baiklah...
Ini untuk hidup yang menyenangkan, huh?
- Oh, ya. - Untuk hidup yang menyenangkan, kawan.
Maksudku, parasit seperti apa? Oh, coba lihat truk itu!
Aku tahu, Aku tahu. Itu punya kita?
Wow. Satunya lagi ada di sana.
Oh, astaga.
Sempurna!
- Mereka menyebut ini apa, fixer-upper? - Ya.
- Baiklah, ayo kita periksa ke dalam. - Ya.
Aku tak percaya ini milik kita! Oh, astaga!
- Ya, walaupun sedikit berdebu. - Ini rumah yang besar!
Siapapun yang pernah tinggal disini pasti seorang arkeolog atau semacamnya.
Ya, arke... Ya.
Coba lihat. Mungkin juga seorang pecandu berita.
Isi ulang Chubby's Chili Dog? Beli tiga, gratis dua. Tak ada tanggal kadaluarsa.
- Baiklah. - Yang benar saja!
Lihat Tucker! Mereka juga punya papan mainan kesukaanku.
Kau tahu? Biar ku katakan sesuatu, Dale.
Aku tak percaya aku berada di pondokku sendiri saat ini.
Kau tahu?
Mimpi jadi kenyataan.
Awas!
- Whoa! - Ku rasa kita harus memperbaikinya.
Ya, itu ide bagus.
Kau bisa menyingkir dari ku sekarang.
Jika kau pernah bermimpi mengisap penis tapi kau tak pernah melakukannya, apa kau lesbi?
- Ya. - Sungguh?
- Kawan! - Kau serius?
- Apa? - Kalian mau dengar cerita seram?
Tidak! Chuck, jangan.
- Tentu saja tidak. - Itu tidak lucu.
- Kau mengarang. - Sepupuku yang mengalaminya.
Apa kalian mau mendengar cerita yang sebenarnya? Huh?
Semua terjadi tepat di sini, tepat di hutan ini.
Kejadian itu terjadi 20 tahun yang lalu, tepatnya hari ini.
Hari Peringatan Pembantaian.
Sekelompok mahasiswa... seperti kita...
mereka datang kesini untuk bersenang-senang...
tapi mereka tidak tahu...
kalau bukan hanya mereka saja yang berada di hutan ini.
- Hei, apa yang kau lakukan? - Ya, ganti kembali lagunya.
Jangan, jangan. Lagu ini keren, aku suka.
Hanya satu orang yang hidup yang menceritakan kisah ini.
Sisanya menghilang...
dan mayat mereka di bakar tepat di bawah kaki kita.
Hei! Hei! Ada danau di belakang sana.
Siapa yang ingin berenang?
- Aku. - Ya.
- Baiklah. - Aku tidak akan bugil.
Uh... Tak apa, Tuck.
Ambillah. Itu punyamu.
Itu sebabnya kau tak akan pernah bisa berkembang selama hidupmu.
Itu karena kau tak mau memikirkan dirimu sendiri.
Jangan dipikirkani.
- Tapi kau baru saja mengatakan... - Kau bercanda?
- OW! - Kau serius?
Apa yang baru saja ku katakan?
- Kau bilang aku harus memikirkan diriku sendiri. - Aku bilang, "Jangan dipikirkan".
Itu hal terakhir yang ku katakan.
Halo?
Ada orang disana?
Kawan-kawan?
Ya ampun, Chad! Apa yang kau lakukan?
- Dasar kau brengsek. - Ayolah, cuma bercanda.
Itu tidak lucu.
Tak ada yang perlu kau khawatirkan, Allie. Ini aku.
Kau benar-benar membuatku gila.
Kau tahu, kau bisa mengakuinya sekarang.
- Mengakui apa? - Bahwa kau lebih baik dari yang lainnya.
- Ku rasa tidak... - Ya, kau begitu.
Tapi tak apalah, Allie, aku mengerti.
Maksudku, kau lebih baik dari yang lain.
Kau dan aku, Allie...
potongan dari kain yang berbeda. Kau paham maksudku?
- Aku tidak... Aku... - Yang ingin ku katakan adalah...
Aku senang kita punya kesempatan untuk saling mengenal satu sama lainnya.
Chad, kau mabuk.
No comments yet. Be the first to leave one.