The first 200 lines.
Kau mungkin menganggap kebiadabanku tak beralasan...
...dan aksi keterlaluan hari ini sebagai melampaui batas yang terlalu sakral.
Tapi jika aku bicara secara pragmatis, maksudmu untuk melewati batas itu
yang menurutmu begitu sakral, itulah kekejaman sebenarnya.
Kita keluarga.
Ya.
Ya, benar.
Tapi ada keluarga yang rela dibunuh.
Dan ada keluarga yang rela membunuh.
Amat jelas aku termasuk dalam kategori terakhir.
Denganmu, seperti kau denganku.
Kita selalu sepakat tidak sepakat.
Seperti yang dilakukan keluarga besar...
...dan kesulitan yang kau alami ini...
...adalah akibat darimu seorang.
Hasratku pensiun...
...bukan kesempatanmu?
Dan kalau bukan karena perencanaan yang dini...
...aku yang berbaring di meja ini.
Tanpa lidahku berbohong...
...atau gigi yang tepat untuk mengunyah.
Apa-apaan, Lacy?
Maaf. Bukan maksudku sekeras itu.
Maju, Lacy!
Perhatikan bagaimana caraku menciptakan momen kabur.
Kau takkan diberi peluang, kau harus menciptakannya.
Setiap situasi pasti mempunyai tantangannya masing-masing,
tapi teknikku hari ini berhasil.
Tapi tidak kusarankan melawan seseorang yang bawa pisau.
Terima kasih sudah tinggal.
Minggu depan, kita garap beberapa teknik Krav Maga.
Tapi sampai saat itu tiba, hati-hati. Selamat malam.
Baik, itu kerja bagus. / Terima kasih banyak.
Sampai jumpa. Daah.
Hei, Sayang.
Ibu? / Ya?
Kau segera pulang?
Bukannya kau harusnya di ranjang?
Aku di ranjang. Karena itu aku berbisik.
Baik, gadis licik.
Kau antusias untuk hari besarmu besok?
Itu yang membuatmu tetap terjaga?
Nenek akan hadir?
Entah, Sayang.
Aku sudah meneleponnya dan meninggalkan dua pesan.
Kau tahu Nenek.
Dia sulit didekati.
Aku tahu.
Tapi kau akan terus berusaha, 'kan?
Tentu saja.
Tapi aku tidak janji. Jadi, jangan sampai kehilangan waktu tidur lagi karenanya.
Teruslah berusaha, Bu. Aku sayang kau. / Aku juga, Sayang.
Aku segera pulang.
Kau menghubungi Alena Moore.
Aku tidak tersedia saat ini jadi silakan tinggalkan namamu,
nomor dan pesan singkat dan aku akan menghubungimu sesegera mungkin.
Bu, ini aku lagi.
Andai kalau lupa, besok Ariel berulang tahun.
Kubuat pesta kecil untuknya jam 2:00.
Aku tahu kau sibuk, tapi kalau terserah aku, aku...
Tidak akan sulit untuk muncul dan menunjukkan cinta padanya, bukan?
Kau!
Kau mengambil alih.
Tentu aku. Siapalagi? / Tidak.
Aku tidak kemari untuk mendengar fantasimu.
Di mana hantunya?
Aku tidak berurusan dengan wayang itu.
Wayang?
Itu yang dia katakan? / Itu yang dia katakan.
Kau melihat tali pengendali?
Tidak. / Kau bagaimana, Bo?
Kau melihat lubang di punggungku cukup besar
bagi seseorang untuk menjangkau dan mengontrol yang kulakukan?
Tidak.
Menjadi seorang pelawak tidak menjadikanku badut.
Kau harus pelajari perbedaannya.
Bingung?
Aku mengerti.
Karena itu pertemuan itu penting.
Untuk menjernihkan kebingungan yang dialami orang sepertimu.
Seseorang yang takut akan perubahan. Nostalgia.
Seseorang sebodoh kau, mengira menyebutku wayang
adalah hal yang keren.
Ayolah, kau ini bocah.
Kau bicara padaku seolah aku harus mendengarmu.
Aku bukan penyimak.
Kau mengiraku harus otomatis menghormatimu, takut padamu.
Cuma karena kau kecebong ayahmu
menunjukkan aku tidak boleh. Dan tidak akan kulakukan.
Hei.
Bisa memanggilkanku hantu kecilmu, sekarang?
Aku buang waktu di sini.
Terlalu gampang.
Rasa hormat dan ketakutan bisa hidup berdampingan di pikiran seorang pria.
Dan saat aku selesai, keduanya akan ada di dalam dirimu.
Ketakutan yang ada di benakmu akan muncul dari babak belurmu.
Dan rasa hormat dipikiranmu akan muncul dari kenyataan
agar aku bisa memutuskan mengizinkanmu hidup hari ini.
Benar?
Kamera yang bagus.
Jalan.
Jalan.
Dan hantu pun muncul.
Alena.
Berkendaralah denganku.
Terima kasih banyak.
Terima kasih. Sampai jumpa minggu depan.
Sampai jumpa.
Hei, Sayang. Maaf, aku tidak bermaksud membangunkanmu.
Kucoba menunggumu.
Kau tidak perlu melakukan itu.
Beberapa jam lagi ulang tahunmu.
Ibu?
Ya?
Kenapa Nenek tidak mau bicara dengan kita lagi?
Sayang, dia punya pekerjaan yang sangat penting.
Kadang itu menyita terlalu banyak waktunya.
Tapi kau dan Nenek saling menyayangi, 'kan?
Tentu. Tapi dia lebih menyayangimu.
Kadang semua lebih sulit saat kau tumbuh dewasa.
Itu membuatmu sedih?
Aku tidak pernah sedih karena aku memilikimu.
Sekarang, kembalilah tidur. Kau punya hari besar besok.
Kita ingin memastikan kau beristirahat untuk teman-temanmu.
Benar? / Benar.
Aku sayang kau, Sayang. Mimpi yang indah.
Melawan amatir seperti dia membuat petarung yang tidak kompeten terlihat seperti profesional.
Ketidakmampuannya adalah cerminan ketidakmampuan Lucien.
Atau mungkin ketidakmampuanmu.
Pekerjaanmu terdiri dari dua. Mungkin tiga hal.
Menjauhkannya dari masalah adalah hal yang terpenting.
Aku tidak bisa melindunginya dari dirinya sendiri.
Suruh wanita itu keluar.
Dia ingin bicara denganmu.
Aku terkejut melihatmu di sini.
Anak-anak. Kadang menyulitkan.
Aku setuju.
Mungkin jika anakku perempuan, aku akan punya pengalaman itu.
Apa? Kau pikir aku melupakannya?
Aku bersabar terhadapnya. Tapi rasa berhak membutakannya.
Aku siap untuk pensiun, Alena.
Dan aku ingin habiskan hari-hariku yang tersisa...
...dalam damai...
...tanpa gangguan darimu...
...atau dia atau siapapun...
...yang mungkin salah mengartikan hasratku untuk pensiun sebagai tanda kelemahan.
Jual beli narkoba dan pembunuhan, tidak memudahkan masa pensiun.
Aku sudah kehilangan satu putra.
Dan istriku.
Saatnya fokus pada hal lain.
Mungkin kau harus pertimbangkan untuk melakukan hal yang sama.
Benar?
Baik.
Ini harusnya menjadi matahari terbit yang indah.
Hari yang sempurna melepaskan masa lalu.
Dia tidak akan pernah berhenti. / Tidak ada yang pernah berhenti.
Dan begitu kesepakatan tercapai, dia tidak lagi menjadi masalah.
Jangan fokus pada hal-hal yang tidak bisa kau ubah.
Fokus pada besok malam.
Dan berhentilah memusuhi rekan kita.
Matahari terbit bodoh.
Selamat ulang tahun, Cantik.
Kubuatkan kau pancake yang sangat spesial. / Enak!
Spesial dengan taburan? / Taburan?
Ya, ibu.
Bukan pancake kecuali ada taburan.
Baik. Hanya karena ini hari ulang tahunmu.
Taburannya bisa berbintik-bintik.
Ya. Apa Nenek sudah meneleponmu kembali?
Belum. / Boleh kutelepon Nenek?
Bukannya itu yang sedang kau lakukan?
Kau menghubungi Alena Moore... / Pesan suara? / Ya.
Kau tidak mau meninggalkan pesan?
Aku akan menghubungimu kembali secepat mungkin.
Nenek, kau di sana?
Ini hari ulang tahunku, dan ibuku membuatkanku
pancake spesial dengan taburan.
Aku tahu kau sibuk, tapi kami bisa menyimpannya untukmu
jika kau datang, sarapanlah bersama kami.
Kumohon datanglah. Aku sayang kau, Nenek. Daah.
Merasa lebih baik?
Ya, tapi semoga dia menjawab.
Aku juga.
Tapi itu panggilan terakhir yang akan kita lakukan. Sepakat?
Sepakat.
Baik. Ayo ambil piringmu yang lain untuk pancakemu.
Kenapa undang Rusia bertemu cuma untuk memusuhi mereka?
Kau ini kenapa? / Aku tidak memusuhi.
Kuberitahu dia aku akan mengambil alih.
Dan tidak ada yang akan berubah.
Kau masih belum mengerti, ya?
Semua berubah, Sonny. Semuanya berubah.
Semua yang kulakukan...
...agar kau punya kesempatan yang tidak pernah kumiliki.
Bagaimana jika aku tidak menginginkan yang kau mau untukku?
Bagaimana jika aku bisa membuktikan aku siap ambil alih yang kau bangun?
Ini bukan soal kesiapan untuk mengambil alih
atau tidak siap mengambil alih.
Aku tidak ingin kau mengambil alih. / Aku sudah dewasa sekarang.
Dan aku meminta kesempatan untuk membuktikan diriku.
No comments yet. Be the first to leave one.