The first 200 lines.
Translate Indo: Risqi Adittya
- Dia datang. - Dia lebih cepat.
- Hari ini harinya? - Mana aku tahu? Mereka tidak bilang.
Ssst, blusnya mulai dilepas.
Kalau aku sampai seperti itu, janji tembak aku, ya?
- Ya. - Sial, branya dilepas.
Branya dilepas!
Ugh!
- Tunggu! - Ayo, cepat!
Who-hew!
Whoa!
Ayo, lewat sini.
Tidak, lewat sini.
Pelan.
David, ayo!
Pengecut.
Aku raja dunia!
- Itu apaan tadi? - Burung itu, ya, Charlie?
Aku cek. Hei!
- Kami burung, Charlie. - Hei!
Kalian tidak bisa seenaknya lompat ke atap orang!
Hei, kembali sini, bocah sialan!
Oh!
Sial! Kamu tidak apa-apa?
- Hei! - Sembunyi.
Sembunyi.
Sst, sst!
- Kamu tidak apa-apa? - Ya.
Tidak. Kamu berdarah. Keluarkan lidahmu.
Aargh!
Itu bakal bengkak.
Dengan lidah begitu, kamu bisa hebat banget.
Tinggal cari cewek sebelum bengkaknya hilang.
- Apa? Aku cuma mencoba menghiburmu. - Ya!
- Setidaknya kamu tidak menangis. - Ya.
- Menurutmu berapa mobil van yang kita lewati? - Tadi aku hitung 14.
- Ya, aku juga pikir 14. - Kamu tidak mungkin 14!
Tidak, aku hitung 14 untukmu.
- Menyamai rekor? - Mungkin.
- Pengecut! - Ya.
Ayo.
"Lima Tahun Lagi"
Lima tahun lagi kita mungkin berjalan di kebun binatang
Dengan matahari menyinari kita
Dan cinta ada bahkan pada gajah
Aku menutup matamu tapi kamu mengintip
Dan akan ada sinar matahari
Di seluruh tubuh kita
Dan matahari
Di leher kita
Dan matahari
Di wajah kita
Dan matahari
Jadi kenapa tidak
Karena aku akan tertawa pada leluconmu
Dan kita akan tertawa tentang masa kita merokok
Rokok-rokok bodoh itu
Dan minum anggur murahan
Karena itu yang kita butuhkan untuk bersenang-senang
Dan itu menyenangkan
Saat kita minum
Menyenangkan
Saat kita mabuk
Menyenangkan
Saat kita tertawa
Menyenangkan
Benar-benar menyenangkan
Aku akan bilang ini momen paling bahagia dalam hidupku
Dan aku tidak perlu menjadi seperti James Dean
Dan dia akan bilang dia juga bahagia
Dia selalu bahagia saat bersamaku
Dan akan ada cinta
Di tubuh kita
Cinta
Di pikiran kita
Cinta
Di wajahnya
Dan cinta
Di wajahku
Dan semua ini mungkin hanya ada di pikiranku...
Begitu mulai panas, orang-orang jadi aneh.
Kemarin ada pria datang ke toko Ibu
Dia bilang, "Aku tidak punya uang,
tapi boleh minta tiket lotre?"
"Hari Rabu jackpot naik, aku pasti menang."
Ibu bilang, "Aku beli tiketnya, kalau menang, kubagi dua."
Dan mereka menang, 50 pound!
Ibu sudah ambil bagiannya, tapi dia tidak pernah datang lagi.
Ibu pikir dia malaikat. Menurutku itu konyol.
Dia mungkin cuma pulang. Cuma orang biasa di van.
Kalau aku, kubelikan saja dan tertawa kalau dia menang.
- Benarkah? - Kamu kira aku bohong?
Kalau dia tidak kembali, aku suruh salah satu dari kalian menyamar.
- Dia pasti tidak ingat wajahnya. - Aku minta sepuluh pound.
20 persen? Deal.
- Harusnya 40. - Baik, 30.
- Kita sudah sepakat. - Kesepakatan bisa berubah.
"Halo, Steve? Masuk, Steve.
Ya?
Dia bisa memberi tiket gratis, tapi menipu Ibu.
Ya.
Ah.
Hei!
- Kamu seperti awan. - Aku tidak mau jadi awan.
Istirahat es krim? Aku punya uang.
Sebenarnya... aku harus mengantarmu ke ibumu.
Mungkin tidak apa-apa, Ems.
- Terdengar bagaimana? - Mungkin tidak apa-apa.
Kita ke sana saja, ya?
Kelihatan jelas di wajah murahanmu!
Entah kenapa mereka memilih dia, sayang.
Kenapa...? Aku ingin kamu di sini bersamaku.
Jadi aku harus tinggal dengannya karena aku tidak cukup baik?
- Aku cukup baik. - Kamu kalah!
Artinya secara resmi kamu tidak!
Aku sudah berusaha. Dasar bocah sial!
Bocah sial?
- Kamu yang murahan! - Biar aku bicara dengannya.
Ya, coba saja kalau...
Aku ibu yang baik! Ayahnya tidak akan merawatnya lebih baik.
Bilang padanya dia harus minta maaf.
Aku hancur karena dia diambil dariku.
Kamu juga bisa pergi sana.
Tidak, cuma...
- Kapan dia harus pergi? - Sudah, David!
- Kamu seperti penguin. - Ya?
Aku bicara dengan Ayah tadi siang.
- Ya? - Tukaran.
Aku bilang, kalau dia sangat menginginkanku, kenapa dia tidak pindah ke sini saja?
- Kamu tahu dia jawab apa? - Dia bilang dia punya pekerjaan?
"Banyak sekolah bagus di sini. Kamu pasti senang."
"Kamu juga bisa menginap dengan David kapan saja."
Ya?
"Tak terhentikan!"
Baik, anak pegawai dilarang masuk.
Ayolah, Betty. Kamu tahu kamu suka kami.
Kalau kalian bayar, tidak masalah. Tapi kalian tidak,
dan manajemen akan memarahiku.
Pergi sana.
Menyebalkan.
- Bukannya dia hitung untuk dijual lagi? - Memangnya kamu peduli?
Ini bagus buat lidahmu.
Hei!
Aku tidak bisa pergi. Aku suka di sini.
Ya.
Aku suka di sini.
Aku tahu.
Hanya saja...
Kamu sudah terbiasa dengan tempat ini.
Aku tumbuh di sini.
Mereka tidak bisa melakukan ini padaku. Ini tidak adil.
Kamu akan punya teman baru.
Kamu saja payah sama orang baru. Tidak bakal dapat teman.
Aku akan bicara dengan Steve.
Itu bakal lama. Dia tidak terlalu suka kamu.
- Aku akan baik-baik saja. - Tidak!
Ini menyebalkan!
Menyebalkan buat kita berdua. Dan kenapa?
Karena ibuku!
Kupikir tadi alarm akan berbunyi.
- Ya. - Jangan cuma "ya".
Aku cuma panik. Dia tidak punya alarm.
- Dia pasti tahu ada yang masuk. - Menurutmu?
Aku bisa ambil majalah itu buatmu.
Kamu benar-benar menyebalkan malam ini. Kamu seharusnya temanku!
Bukan... si paling bijak!
Apa? Aku bukan siapa-siapa.
- Kamu bahkan tidak sedih aku pergi. - Tentu saja sedih.
Sudahlah, pergi saja.
- Ya sudah, aku pergi. - Tidak. Aku bukan... Emily!
Emily ada denganmu?
Halo, Steve.
- Mau main seluncuran? - Dia tidak di sini, kan?
Ada apa?
- Dia tidak pulang semalam. - Siapa, Emily?
Jangan panik. Mungkin dia menginap di suatu tempat.
Tapi ada yang membobol toko,
jadi Sharon kira Emily mencuri uang lalu kabur.
- Oh. - Ya jelas.
Ayo, Nak. Aku antar kamu ke Sharon.
Ayo, David. Dia khawatir.
- Naik belakang. - Apa?
Di belakang! Cepat!
Kadang kamu bikin bingung.
Aku cuma menelepon untuk memastikan dia bersamamu.
Ya. Oke. Oke.
Dia tidak dengan David?
Sudah susah payah mencarinya juga. Dia tidak di taman.
Dia cuma ingin membuatmu kesal. Besok juga pulang.
- Lupakan saja dulu. - Ya.
Coba telepon orang-orang yang mungkin berbohong padamu.
Tidak, sayang. Steve benar.
Dia hanya marah padaku.
Tidak perlu jadi peramal untuk tahu itu.
Tidak. Tadi malam aku sudah hitung uangnya.
Hampir berharap tidak.
- Dia mau apa tanpa uang? - Dia tidak akan ambil uangmu.
Tidak, dia pasti pulang.
Yee-ha!
Hadirin sekalian, siapkan diri kalian…
No comments yet. Be the first to leave one.