The first 200 lines.
Komedi Improvisasi itu seperti berperang.
Jika ingin membunuh, kau harus rela mati.
F. L. Adamson - Panduan Improvisasi
Ada tembakan! Kuulangi, ada tembakan!
Minta bantuan di sini. Ada tembakan!
Astaga, kurasa ada yang merampok geng Albania. Cepat!
Di mana bantuannya?
Tidak!
Kau tahu bagaimana.
Ada keringat. Aku menyukainya.
Kataku, "Siapa? Aku atau orang bodoh yang jual saham?"
Lihat betapa payahnya dirimu.
Atau seperti...
Saham.
Menyimpan...
pengetahuan...
tentang situasinya.
Jangan buat kesalahan.
Tunggu, apa yang kau jawab saat ditanya perdagangan harian?
Kujawab, "Enyahlah!"
Hugh, kau perbarui peladen itu?
Enyahlah!
Itu bukan "Enyahlah" dalam arti buruk.
Itu lelucon "Enyahlah."
Aku tak paham leluconnya.
Ini bukan pertama kali kita bahas perilaku sosialmu.
Hugh, fokuslah pada tanggung jawabmu.
Tetap urusi Wi-Fi dan berhenti menjadi bagian tim.
Wi-Fi-mu baik?
-Baik. -Baiklah.
-Sebutkan nama. -Marlon Swift.
Sempat melihat naskahnya?
Boleh aku sedikit improvisasi?
Improvisasi selalu membantuku menemukan keaslian karakter.
Ya. Tentu.
Tidak sulit.
Mustahil, Jennifer.
Mustahil berada di tubuh yang tidak memberi keinginanmu.
Tidak.
Jangan, Jennifer.
Kumohon.
Jangan menangis.
Jangan lakukan itu, Jen.
Ini bukan tentangmu. Aku ingin dirimu, tetapi tubuhku...
Maaf, kurasa, Marlon, mungkin yang... di naskah saja.
Tak sulit untuk tetap keras
dengan Rocket Power for Men.
Jangan lagi, Terry. Aku mau kerja layak.
-Kata Pizza Knight. -Aku tak bersekolah drama tiga tahun
-untuk jual makanan. -Astaga.
Jangan iklan. Akting. Karakter autentik dan berani.
Aku ingin mengeksplorasi kondisi manusia.
Kita sudah pernah membahas ini.
Tanggapannya selalu sama.
Mereka tak menganggapmu hebat dan sangar.
Aku aktor, bisa jadi apa saja.
Kau dari Cotswolds dan bukan Al Pacino.
Ada yang lebih cocok untukmu. Baru pagi ini,
lokasi West End.
West End. Baiklah.
Karakternya peri pembawa pesan
yang mengarahkan anak-anak ke toko mainan impian mereka.
Berdiri bawa papan iklan?
Di West End.
Kurasa kau bisa melakukannya.
Mereka butuh seseorang yang berkomitmen sepanjang musim.
KELAS KOMEDI IMPROVISASI
Selamat datang pendatang baru, masuk dan cobalah!
Boleh pakai toiletmu?
Maaf, toilet untuk pelanggan berbayar.
Aku sudah tak tahan.
Aturannya ketat. Kau harus beli sesuatu.
Baiklah.
Lukislah simbol Celtic.
Cepat.
Bagus. Kemajuan yang pesat.
Lihat? Itu lucu karena mereka tak berusaha melucu.
Mereka berkomitmen pada karakter dan beradaptasi.
Ya, Trish dan Dave, giliran kalian.
Baik. Judul adegan, "Layanan Pelanggan."
Bisa kubantu, Pak?
Aku kena ruam.
Kau beruntung, aku seorang dokter.
Kau tukang leding.
Tukang...
Bukan, aku dokter.
-Aku mengobati... -Baiklah.
Dave.
Jika dia mengaku dokter, itu berarti dia seorang dokter. Paham?
"Ya, dan?"
Selalu "Ya, dan?" Lalu teruskan.
Jangan pernah mengabaikan rekanmu.
Improvisasi berarti menghayati momen,
meskipun momen itu gila.
Karena saat berada di panggung itu,
tak ada kesalahan,
hanya peluang.
Maaf. Maafkan aku.
Tak apa-apa. Kau ingin ikut?
Bagus sekali. Mari kita mulai dengan Marlon.
Marlon?
Aku hanya mendalami karakterku. Mungkin veteran perang.
Ya, kau belum tahu adegannya.
-Ayo. -Sekarang?
Ya, ayo.
Baiklah.
Percaya pada instingmu.
-Saat ragu, "Ya, dan?" -"Dan?"
Ya.
Dan.
Aku hanya berkata "Ya", tetapi, ya.
-Dan... -Tunggu saja sampai adegan dimulai.
Baik, judul adegan, "Pengasuh Payah."
Maaf, aku terlambat.
Aku hanya mengingat yang terjadi di sana.
Pembantaian itu.
Di mana putraku?
Jangan dipikirkan.
Sial.
Di mana Timmy kecil?
Hal pertama di kepalamu.
Entahlah.
Kau kehilangan putraku!
Terima kasih. Sampai pekan depan.
Hei, Kat. Kau tahu veteran perangku antivaksin?
Ya.
Bagus.
Mendaftar ke kelas lainnya, dan...
Maaf, hanya mencoba improvisasi seputar "kelas."
Jangan dipaksakan.
Baik, santai saja...
Astaga!
-Maafkan aku. -Tak apa. Biarkan saja.
-Yakin? -Ya, aku bisa.
-Tak apa. Sampai pekan depan. -Terima kasih.
Hei, Kat, bisa minta saran?
Ya, tentu saja.
Ada agen yang datang pekan depan.
Apa?
Cepat sekali.
Ada pertanyaan yang harus kami ajukan?
Sebentar.
Kalian bisa tanya,
apa mereka mencari gadis berambut merah 39 tahun dengan visa kerja kedaluwarsa?
Tidak.
Aku akan tanya cara mereka menangani audisi membosankan.
Saat kalian bekerja keras selama bertahun-tahun,
dan tak ada yang bisa dibanggakan
selain dua baris dialog sebagai "Barista Centil" di sitkom payah.
Itu pertanyaannya, bukan?
Apa mereka akan tetap berkomitmen saat situasi jadi suram?
Terima kasih, Kat.
Ya, sama-sama.
Sial. Apa-apaan!
Jelas, saat ini hidup menyebalkan.
Sejak Paul dan aku jual perusahaan, kami jadi berhubungan seks lagi.
Akhirnya, mimpi buruk ini.
Seolah bayi keempat tak cukup,
merencanakan pesta lajang ini benar-benar kacau.
Astaga. Kumohon, jangan gila.
Tenang saja. Sangat nyaman. 500 dolar per orang.
Per orang?
Itu mencakup semua kecuali makanan dan minuman.
Kita mau ke mana, Dubai?
Lucu sekali, Kat.
Bukan bermaksud aku menikah agar kita bisa bertemu.
Namun, sudah terlalu lama.
-Gila. -Sangat lama.
Kalian terlihat sempurna, profesional, dan...
Tempat ini?
Ingat apartemen kita di Brixton?
Kita gila.
Aku merindukan masa-masa itu.
Aku tidak. Pengar permanen.
Makanan berminyak pukul 05.00.
Aku masih pesan dari Zing Palace.
Kenapa?
Kau bercanda? Baik.
Ya.
Terkadang, kau tahu...
Bagaimana komedinya?
Katanya kau mengajar?
Kau guru.
-Bagus bisa membalas budi. -Tidak. Aku bukan guru sungguhan.
Kulakukan untuk saat ini.
Jika butuh uang, kami selalu bisa meminjamkanmu.
-Ya, setiap saat. -Tidak. Aku baik-baik saja.
Aku akan menulis ulang acara soloku.
Jika aku memproduksinya, itu...
Sayang...
kau sangat berbakat,
tetapi rasanya sudah sepuluh tahun menulis ulang acara solo ini, dan...
Namun, kami khawatir bakatmu tak terlihat.
Baiklah...
Yang kulihat adalah gelas kosong.
Isi lagi.
DISKON 50%
Terry?
Jadi, kata penjual pil ereksi kau sangat emosional.
Mereka suka?
No comments yet. Be the first to leave one.