The first 181 lines.
1934. Bolivia dan Paraguay bersengketa wilayah
atas tanah Gran Chaco yang luas dan gersang.
Sekelompok prajurit Bolivia, kebanyakan Aymaras dan Quechuas,
dipimpin pensiunan Komandan Jerman yang dipanggil oleh milisi Bolivia.
Ambil selimut kalian juga!
Air, semuanya. Hadiah dari Tuhan!
Cepat! Isi!
Ayo, Prajurit!
Ayo, Prajurit!
Angkat!
Ayo!
Maju!
Kita punya air!
Ayo, prajurit!
Jalan!
Di mana kita? / Kurasa kita tersesat.
Tidak ada yang tahu di mana kita berada.
Menyedihkan.
Ya, tapi kita bisa apa? / Tidak ada.
Pemimpin bajingan.
Bukan ke Nanawa.
Aku setuju. Tapi kita harus mencoba...
...untuk meyakinkan...
...si Jerman sialan itu.
Mari kita pergi, prajurit.
Aku akan membagikan makanan. Ini dia.
Ticona, antre! / Kemari.
Lagi.
Kau baru saja memberinya dua kali lipat.
sedikit yang tersisa. Kata Kapten kurangi jatah.
Kenapa? Kau bodoh. / Kita harus menjatah!
Kenapa? / Kenapa kau memanggilku bodoh?
Jalan!
Ayo!
Yang adil!
Tambah cocanya.
Cebol sialan!
Orang-orang seperti kalian. Bisa pergi jauh juga.
Kau tahu itu, Prajurit?
Aku pernah punya seorang jenderal yang bermata satu.
Dia buta di satu matanya.
Tapi bidikannya sempurna.
Dia lahir di peternakan. Sepertimu.
Kapten.
Kapten.
Mereka tidak suka aku lagi. Lebih buruk dari sebelumnya.
Kau di sini bukan untuk berteman, kau di sini untuk mengikuti perintah.
Apa yang kau pikirkan?
Kita bukan dari sini, Kapten.
Lantas?
Karena itu kupikir kita tersesat, Kapten.
Memasuki sentinel. / Keluar dari sentinel.
Selamat malam, memasuki sentinel. Permisi, memasuki sentinel.
Aku pergi tanpa berita.
Kapten, belum ada tanda-tanda musuh.
Kami belum melihat mereka berhari-hari.
Kami belum menembak satu peluru pun berbulan-bulan, Kapten.
Nanawa... / Nanawa sulit dijangkau.
Persediaan tidak mencukupi, dan kita tidak akan temukan air.
Aku sarankan, Kapten,
kita menunggu bala bantuan di sini atau bergabung kembali barisan di belakang.
Hal yang lebih buruk bisa terjadi dalam perang, Letnan.
Kita harus bergerak maju.
Kuberitahu satu hal lagi.
Aku tidak suka sikap sipil.
Ingat kalian militer.
Aku perintahkan kalian untuk membentuk dua kelompok.
Kita maju ke Nanawa dengan yang lebih kecil.
Sisanya menunggu di sini untuk pembaruan.
Ya, Kapten. / Jelas?
Letnan, kau ikut aku. Itu perintah.
Ya, Kapten.
Mereka membawa ayahku kemari.
Aku harus menemukannya sebelum kembali.
Ibuku mengatakan kepadaku, "jangan tinggalkan ayahmu
atau jangan repot-repot kembali ke rumah."
Dia pasti tersesat, berjalan berputar-putar.
Pasti banyak yang hilang... / Terlalu banyak...
Jika ayahku menemukan kapten ini menyusahkan kita...
...dia akan mematahkan cambuknya dan mengejarnya.
Perhatian!
Tegap!
Putar kiri!
Pasukan, berbaris!
Sekarang, Prajurit, kau adalah seorang kopral. Kopral Liborio.
Mengerti?
Mengerti, Kapten.
Ayo, Letnan!
Maju kedepan!
Bangun, cepat.
Sialan, jangan sampai kau kehilangan satu peluru pun.
Pergi!
Jangan tatap matanya, Jacinto. Dia tidak suka itu.
Apa yang kau tahu tentang bagal?
Aku tahu beberapa hal, Jacinto.
Sekarang kau akur dengan kapten, bukan?
Dia memberimu posisi atas makanan kita.
Tentu kau mendapatkan lebih dari cukup, berbagilah denganku.
Tidak, Jacinto.
Jika mereka tahu, aku akan digantung.
Kau tahu bagaimana di sini.
Kau Kari, 'kan?
Kau bagian dari keluarga Cuiza, dari komunitasku...
Maka kita bisa saling membantu, Liborio.
Tidak.
Tidak ada teman di sini, Jacinto.
Aku atasanmu sekarang.
Sekarang diam!
Baik, Pak.
Prajurit Liborio dan Prajurit Jacinto.
Ya, Pak!
Perhatian!
Paraguay, Kapten!
Paraguay!
Berapa banyak? / Aku tidak tahu. Aku tidak melihat mereka.
Bagaimana kau tahu itu prajurit jika kau tidak melihat mereka?
Kapten, kita harus memutari mereka untuk memutuskan apa akan menyerang atau tidak.
Kulihat lokasi perkemahan, tapi prajurit tidak, Kapten.
Letnan, ikut dengan Liborio dan empat prajurit lainnya.
Aku akan berada di sini menunggu sinyalmu.
Kami akan melindungimu dari sini. Pergilah!
Setelah perang, kau akan kembali ke desamu sebagai pahlawan.
Bagaimana aku harus mendandani boneka itu?
Begini saja cukup.
Ada hal lain?
Ambil satu kaleng itu untuk dirimu sendiri.
Terima kasih, Kapten!
Yang ini menyimpan semua coca untuk dirinya sendiri.
Dia selalu bersama kapten.
Cebol sialan.
Dia penjilat!
Cuma itu?
Kau tidak memberi kami apa-apa!
Sial, dia penjilat!
Penjilat besar!
Di mana kau mendapatkannya?
Dia mencari makanan seharian. / Biar kulihat.
Apa itu? / Armadillo.
Harusnya banyak di sini. Kita harus pergi berburu.
Kau menemukannya di dekat sini? / Ya.
Kau tidak makan dengan petugas?
Ticona, ada apa? Apa salahku padamu?
Lihat. / Apa ini?
Berhenti bertengkar. Ada sesuatu harus kukatakan.
Setiap malam aku memimpikan anak-anakku, saudara dan sepupuku.
Kami bermain di tepi danau. Berlarian, menangkap kupu-kupu.
Aku menangkap mereka, tapi mereka mati.
Setiap malam aku bangun ketakutan, dan aku sedih setiap hari.
Apa artinya itu?
Liborio!
Itu bisa berarti kau cuma perlu menjaga diri sendiri.
Musibah bisa menimpa kapan saja. Harus tetap jaga diri.
Kau pembuat sepatu, 'kan?
Aku bicara denganmu.
Perbaiki.
Perbaiki solnya.
Ya, Letnan.
Jangan sedih, Ticona.
Kami akan membantumu menjahit sepatu bot.
Kita cuma anjing bagi mereka.
Liborio.
Aku ingin kau pergi meneliti wilayah utara.
Sendiri, Kapten?
Pilih salah satu temanmu.
Pastikan tidak ada yang melihatmu.
Tidak ada.
Kau mengerti?
Ya, Kapten.
Jacinto. Bangun, ayo!
Ke mana? / Ikut denganku.
Berhenti! / Berlutut!
Tangan di atas! Ayo, sialan!
Brengsek! / Bangun!
Bergerak, pengkhianat!
Kita lihat yang letnan katakan!
Berdiri. Kenapa kau kabur?
Pengkhianat!
Kenapa kau kabur?
Dia kabur, Letnan!
Mengkhianati negaramu!
Mengkhianati Bolivia!
No comments yet. Be the first to leave one.