The first 200 lines.
Berdasarkan Kisah Nyata
Ben, aku menyerah.
Aku harus temukan kedamaian. Aku pergi.
Kami menonton TV, lalu kulihat dia,
dan ia terkulai begitu saja.
Kapan terakhir kali ia makan atau minum?
Sekitar sejam lalu, ia minum teh dan sedikit kue.
Pernahkah ia jatuh pingsan belakangan ini?
Tidak. Tak pernah.
Bagaimana keadaanmu, Agnes?
Sudah lebih baik?
Hei, aku masih ingin cicipi Bolognese buatanmu.
Dari mana kau tahu soal Bolognese ibuku?
Siapa yang tak tahu?
Bagus.
Sudah membaik.
Tekanan darahmu naik.
Kurasa kau hanya perlu sedikit cairan.
Kau merasa lebih baik?/ Ia membaik?
Ya, rona kulitnya pulih dan detak jantungnya menurun.
Kau kelelahan, ya?
Mm-hm.
Tunggu dulu. Kau adalah... Susette?
Aku Paulette./ Aku sudah tahu.
Ya, Tuhan.
Mama, ini Susette.
Ingat dia di sekolah?/ Aku mengingatmu
karena kau salah satu...
Kurasa satu-satunya orangtua
yang membolehkanku memanggilmu dengan nama pertamamu.
Aku merasa kau begitu keren.
Paulette!
Lihat dirimu! Senang melihatmu pulang kampung./ Aku tahu.
Hai./ Baru saja kutinggalkan
catatan nomorku untukmu./ Bagus.
Aku buru-buru ke rumah sakit
karena Ibu menginginkan beberapa barangnya.
Baik. Ini dia, dan...
senang sekali bertemu kau.
Aku akan menelepon./ Bagus.
Dah./ Dah.
Selamat pagi, New London.
Setelah berita selingan olahraga dan prakiraan cuaca,
kini saatnya berita utama.
Departemen lapangan kerja melaporkan
apa yang sudah kita duga.
Ekonomi regional belum membaik.
Ini berdasarkan pendapat para pakar ekonomi
dari University of Connecticut.
Kata mereka, lapangan kerja sangat langka,
dan tak ada indikasi
terjadinya perubahan dalam waktu dekat.
Tentunya, pengangguran telah lama menjadi keprihatinan besar,
banyak yang sulit mendapat kerja meski hanya sampingan.
Jadi, kita harus bagaimana dalam perekonomian buruk?
Saluran telepon kami terbuka lebar saat ini,
jadi hubungi kami dan beri pendapat Anda...
Astaga.
Ya, Tuhan.
Sial.
Kudengar akhirnya ada juga yang membeli tempat ini.
Telah kutemukan orang
yang cukup berani mengecatnya dengan merah muda.
Ini bukan merah muda, tapi "Odessa Rose".
Jika begitu pendapatmu.
Hai. Aku Billy Von Winkle./ Maaf. Susette Kelo.
Senang bertemu, Susette Kelo. Selamat datang di lingkungan ini.
Terima kasih.
Kau menyukainya?
Pemandangannya jelek. Selain itu, tempat ini menyenangkan.
Sangat bagus./ Ya.
Kau tinggal dekat sini?/ Aku pemilik toko makanan di pojokan,
dan beberapa bangunan lain yang kusewakan.
Bagus, aku berniat singgah. Bagus sekali jika ada toko makanan.
Bagaimana kalau sekarang?/ Tak bisa. Terima kasih, tapi...
Ayolah. Traktir aku secangkir kopi.
Aku sibuk, jadi...
Ayolah, Merah. Kita harus berurusan.
Baik. Aku mandi dulu dan kutemui kau di sana.
Selamat datang di lingkungan ini. Sampai ketemu di sana./ Baik.
Bagaimana kisahmu?/ Apa?
Sudah menikah?/ Dua kali.
Satu mantan suami dan satu lagi segera akan jadi mantan.
Oh, ya? Mana yang membayar hipotik?
Yang satu ini./ Bagus untukmu.
Jadi, apa pekerjaan? Bagaimana kau mencari nafkah?
Aku seorang paramedis.
Tak bercanda?/ Tidak.
Pekerjaanmu akan penting di kota ini
Setengah warga di sini sudah sekarat.
Ya, aku menyadarinya.
Wow.
Astaga, apakah di sini selalu seperti ini?
Karena ini bau sekali.
Kaukira makanan lezat bisa menutupi
bau dari instalasi pengolahan sampah./ Tidak juga.
Maksudku, kami sudah protes sejak dulu. Kau bisa apa?
Ini seperti bicara pada batu, kan?
Itu sebabnya kupelopori Operasi Caca de Pollo.
Apa? Kau bilang "Caca"?
Aku punya berton-ton kotoran ayam./ Tidak!
Kubawa ke Balai Kota, membuangnya,
semua orang merasa jijik dan mau muntah.
Butuh berminggu-minggu untuk membersihkannya.
Akibatnya aku dipenjara seharian tapi itu setimpal.
Kutekan Leno./ Sungguh?
Jay Leno./ Apakah dia baik?
Sangat baik./ Ya.
Orang yang sangat baik.
Angkamu masih kuat.
Kau bahkan meraih beberapa orang demokrat yang menyukaimu.
Itu alasanku mempekerjakanmu.
Kau lakukan pekerjaan ajaib.
Tapi aku butuh satu keajaiban lagi.
Aku ingin kaudapatkan New London untukku.
Ada apa di New London?
Tak ada apa-apa.
Aku menyukai konsepnya.
Aku hanya tak tahu siapa yang bisa mengerjakannya
Kita butuh orang yang punya pengaruh,
integritas, popularitas,
tak terikat partai mana pun.
Mengendarai unicorn./ Aku kenal seseorang.
Siapa namanya?/ Namanya...
Charlotte Wells.
Ia ketua Walthrop College...
dengan sederet nama untuk dibantai.
Bergelar PhD di Sastra Perancis.
Cerdas, berambisi besar.
Dan pemikat sejati,
jika kau tahu maksudku.
Bahkan suaminya tak pernah melihatnya tanpa dandanan,
bisa dibilang begitu.
Di antara kita yang dikaruniai bakat harus merancang
dunia yang lebih baik bagi orang-orang miskin.
Tapi pertama-tama.../ Pak Gubernur.
Charlotte Wells datang untuk menemui Anda.
Bawa ia masuk.
Charlotte./ Peter.
Terima kasih meluangkan waktu untuk datang.
Selalu senang bertemu kau.
Pak Gubernur.
Genggaman yang kuat.
Silakan.
Kita ambil lahan yang rusak oleh instalasi pengolahan sampah ini
dan kita menatanya ulang.
Kita bujuk perusahaan kelas dunia
untuk membangun fasilitas berteknologi tinggi
dan "boom". Bertambahlah lapangan kerja, penerimaan pajak,
keajaiban ekonomi.
Ini jelas akan melengkapi pekerjaanmu selama ini.
Kita selamatkan kota buruh yang kesusahan,
dan semua pihak diuntungkan./ Pak Gubernur...
aku sudah biasa menghadapi tempat yang keras,
Tugas yang berat untuk mengerjakan hal semacam ini
di kota yang butuh lima tahun untuk pengadaan papan tanda berhenti.
Kita hanya butuh lahan.
Lahan di bawah wewenang walikota yang takkan memberi dukungan.
Negara Bagian Connecticut akan menjamin kau berhasil.
N-L-D-C.
New London Development Corporation.
Sepertinya tak asing./ NLDC didirikan tahun 1978
untuk tujuan membantu pembangunan ekonomi.
Benar juga.
Tak pernah berfungsi, jadi akan kami fungsikan
dan menyerahkannya padamu.
Sungguh baik hati.
Lalu, kenapa kau mau melakukan itu?
Kau pimpin NLDC,
tapi para pejabat kota sudah tak asing dengannya,
jadi, mereka merasa nyaman.
NLDC mendapat proyek yang berfaedah dan didanai gubernur.
Tentu, keterlibatanku tak boleh diketahui.
Hanya sebagai dalangnya.
Begini saja.
Pikirkan soal itu.
Aku harus hadiri acara penggalangan dana.
Senang berjumpa denganmu.
Mm-hm.
Hmm.
Halo?/ Hai, ini Tim LeBlanc.
Nomormu muncul di ponselku.
Maaf. Aku pasti salah sambung. Mohon maaf.
Kupikir.../ Terima kasih.
...mungkin kau pelanggan yang masuk...
Dengar, aku tak bisa...
Aku tak bisa membeli atau menyumbang apa pun.
Maaf, ini kesalahan,
dan, tolong hapus aku dari daftarmu.
Bisa? Terima kasih banyak.
Baik./ Da-dah.
aku bukan telemarketer...
BARANG-BARANG ANTIK SETENGAH HARGA!
Sial.
Jika ke lorong itu, kalian akan lihat bingkai foto
di atas sebelah kiri.
Hai. Tim LeBlanc, telemarketer di sini.
Aku minta maaf.
Kau masih buka sekarang?
Aku akan berada di sini tepat di pintu keluar./ Bagus. Baiklah...
No comments yet. Be the first to leave one.