Dream House

Dream House

Download Indonesian Subtitle

Release info

Dream House 2011 BluRay 1080p 6CH x264 Ganool
A Commentary by adnancraze
Resync From Fahmi Ak Subtitle Add Missing Dialog From 01:16:21,494 - 01:17:20,594

Tags

BluRay
x264
1080
ganool
Published on: 2012-01-19
Downloads: 133
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Will.

Kesepakatan penuh, dan kontrak novel.

Seperti harapan.

Terima kasih.

Oke, nak, Kemasi barangnya.

- Selesai? - Tentu.

Aku akan merindukanmu, Will.

Sedikit cemilan sore hari, Mr. A?

Tak perlu, Tommy.

- Kau mendekorasi ulang? - Tidak, aku berhenti.

Kenapa begitu?

Dia ingin lebih banyak bersama keluarganya.

Kami keluargamu disini. Habiskan saja waktumu disini.

Tentu saja.

Untuk editor terbaik yang kabur...

Dari aula GPH.

- Selamat Will! - Untuk Will!

Kami akan merindukanmu, Mr. Atenton.

Terima kasih.

- Jadi akhirnya kau berhenti? - Ya.

Kepalamu penuh dengan ide cemerlang.

- Keluarkan saja. - Maksudnya?

Kau tak ingin berakhir seperti editor sebelumnya, kan?

- Tidak. - Ya.

Ini!

Kontraktor terbaik di wilayah Fairfield.

Kau tak bisa melakukannya sendiri.

Aku akan merindukanmu.

- Semoga sukses. - Terima kasih.

Hai, Atenton.

- Will, apa kabarmu? - Heather.

Heather Keeler.

- Aku menemukan rumahmu. - Ya, maaf.

- Makelar Broker - Ya, apa kabar?

- Baik. Kau perlu tumpangan? - Tidak, aku naik taksi.

Taksi? Di cuaca begini? Ayolah, ku beri tumpangan.

Bukan, Heather, Rumahku di sebelah kiri.

Tapi kau tahu itu kan?

Ini dia. Nikmati rumah barumu.

- Terima kasih. Selamat malam. - Malam!

Apa kau bisa datang pukul 7:15.

Karena aku tak tahu apa anak-anak sudah tertidur..

Jadi, kau bisa hubungi aku...?

Oh, astaga!

Will!

Kau menakutiku.

Kau gila!

Kau tak balas teleponku. Ada apa?

Apa?

Kau melakukannya.

Kau berhenti?

- Ya. - Aku tak menyangkanya.

Kau keluar! Aku sangat bangga padamu!

Kita akan jauh bahagia. Anak-anak bakal lebih bahagia.

- Dimana mereka? - Sudah tidur.

- Mrs. Atenton. - Mr. Atenton.

- Apa ini? - Lukisan anak-anak.

- Benarkah mereka sudah tidur? - Ya, mereka sangat lelah.

- Aku menyuruh mereka tidur. - Mereka bermain seharian?

- Ya. - Kutaruh jaketnya disini.

Bantal ini baru kulihat.

- Haruskah kupeluk? - Kurasa perlu.

Oh tuhan!

Ayah tertipu!

Apa yang kalian lakukan?

- Melukis. - Oh, masa?

Sayang, kalian tidak mau menunjukkan kejutan buat ayah?

Ya, ya! Kejutan itu!

Siap, Dee Dee? 1, 2, 3, sekarang!

- Ayah menyukainya? - Ya, ayah suka.

- Sungguh? - Ya.

Jujur?/ Ya. Kau akan kusewa.

- Kau takkan mampu. - Kukira bisa.

Apa ini?

Ada bau aneh disini.

Itu ayah!

Aku tahu apa ini. Ini bau anak-anak.

Bau anak-anak. Dan mereka perlu istirahat!

Bisa kau ceritakan isi novelnya?

Jika kuberitahu, maka...

Tidak menarik lagi, benar?

Tapi bisa kulihat karakternya pada Libby.

Begitu jelas kulihat sekarang.

Terima kasih untuk bunganya.

- Kapan? Bukan dariku. - Kutemukan di teras pagi tadi.

Mungkin dari pemuja rahasia.

- Pemujamu. - Bukan.

Mungkin?

Beberapa pria menaruh bunganya di depan pintumu.

Aku rindu padamu.

Aku merasa sangat aman bersamamu.

Aku takkan kemana-mana.

Apa yang kau pikirkan?

Ya, kenangan, sayang.

Kau ingat ini?

Selamanya.

Ingat ini?

- Kau baik saja? - Ya.

Sampai jumpa.

- Bisa kau antar kembali.. - Ya tuhan, aku tahu aturannya.

- Bisakah kita bertukar hak asuh ... - Tanpa kau memperburuk keadaan?

Tidak, keliatannya kau bisa.

Dah.

Dah, sayang.

- Bagaimana itu? - Itu sangat bagus.

Itu bagus.

Will, kemarilah.

Ayo lihat ini.

Lihatlah itu.

- Aku takkan mengecat disitu. - Tidak. Itu bagian dari rumah.

Tampaknya dipakai untuk ke atas.

Di mana mereka sekarang?

Meninggalkan orangtua mereka yang gila.

Laporan keuanganmu, pak.

Tidak seperti harapan.

Ada kabar dari banding hak asuhmu?

Maaf, pak.

Masuk.

Hai, Shakespeare, Kubawakan teh.

Kau sangat baik.

Dee Dee, tinggalkan ayahmu sendiri, Ayah sedang menulis. Ayo.

Dee Dee, ayo keluar. Ayah sedang bekerja.

- Aku ingin bersama ayah. - Ayah sedang kerja sekarang.

Sudah ibu katakan.

Will?

Aku ingin kembali ke rumahku.

Ini rumahmu. Disini kita tinggal. Ayo, sayang.

Kemari. Berikan tanganmu.

Kenapa kau ketakutan? Ada apa?

- Apa yang terjadi? - Ibu, ia melihat seorang pria di jendela.

Aku tak melihatnya.

Dimana?

Tunjukkan pada ayah.

Dia ada disana.

Bagaimana tampangnya, nak?

Katanya kepalanya besar.

Dan dia seperti orang jahat.

Jahat?

Sayang, apa maksudmu orang yang mengerjai?

Tunggu, ayah tahu yang kau lihat. Lihat.

Kau lihat di ujung taman. Terlihat seperti seorang pria, kau lihat?

Tidak, dia ada disana tadi.

Sebentar. Lihatlah ini.

Lihat. Lihat di jendela.

Dan...

Lihat? Itu hanya bayanganmu.

Saat Trish menyalakan lampu, itu bukanlah seorang pria, tapi dirimu.

Itu dirimu, adik kecil.

Oke!

- Siapa yang melakukan? - Itu kau.

Siapa dia, itu kau.

Ayolah.

Kau tak apa?

Ayolah, kau mengkhawatirkan sesuatu. Katakan ada apa.

Kau sangat cantik.

Tetaplah seperti itu selamanya.

Maaf, tak mungkin. Tidak untuk selamanya.

Akan.

Ayah, kau ingin membunuh kami lagi?

Apa mau kalian disini?

- Lari! - Keluar dari sini!

- Sial - Lari!

Berdiri!

- Apa yang kau lakukan disini? - Tak seorang pun tinggal disini.

- Aku tinggal disini. - Kau menakutiku!

- Kau buat apa dibawah tadi? - Karena pembunuhan.

Pembunuhan apa?

Kau tinggal disini dan tak tahu tentang pembunuhan?

Badai salju?

Bulan April? Ayolah! Seluruh keluarga terbunuh.

Kau yang mengintip di jendelaku?

Dia kembali.

- Dia kembali. - Siapa yang kembali?

Dia kembali.

Hei, siapa mereka?

Bukan siapa-siapa Libby, hanya anak-anak.

Mereka hanya bercanda.

Kembalilah tidur. Aku segera kembali.

Baiklah.

Departemen memiliki kasus-kasus pembunuhan yang belum terpecahkan.

Jadi pada dasarnya, kasus masih di buka.

Tapi belakangan ini, banyak kasus baru, jadi kasus lama tak ku ingat.

Kau mungkin tahu sesuatu. Siapa pelakunya?

Tersangka menuju ke si ayah.

Peter Ward.

Dia sedikit gila.

Kukira katamu satu keluarga terbunuh.

Terjadi saling menembak, tapi si ayah selamat.

- Jadi dia masih hidup? - Entahlah.

- Dimana dia? - Aku tak tahu.

Bisa kupinjam berkas kasusnya?

- Tak bisa. - Ini urusan polisi. Tidak.

- Jika kau bisa, tapi aku bisa. - Takkan kuberi pada publik umum.

Aku bukan publik umum.

Aku membeli rumah kejadiannya!

Ashford kota yang aman sekarang, oke?

Jadi kau tenanglah.

Semoga harimu menyenangkan.

Libby?

Libby?

More Indonesian subtitles for Dream House

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left