The first 200 lines.
Merokok berbahaya untuk Kesehatan!
::MEROKOK MEMBAWA DAMPAK NEGATIF:: 'sekarang tergantung pilihan Anda'
Ketika dimainkan antara kantor dan rumah di dalam taxi...
...aku merasa semua kota itu sama saja
Gedung tua bertingkat yang sama, rumah bentuk kotak...
Nomor jalan tua, yang sama.
Sama McDonalds, Starbucks disetiap sudut kota.
Dan sama kehidupan rutin di kota seperti ini.
Keadaan yang biasa di kantor...sendirian!
Makan siang cepat saji yang sama... dalam perjalanan.
Kopi hitam yang sama. Vanila moka.
Dalam perjalanan
Keadaan rutin ini tidak pernah berubah.
Tapi sekarang saya berniat untuk mengubahnya.
Sekarang... tidak akan lagi bekerja pada hari Minggu.
Tidak lagi makan siang cepat saji.
Dan kopi kesukaan.
Karena itu adalah hari terakhir tahun ini...
...Aku sudah siap buat perubahan pada tahun ini
Riya..
...Apa pikiranmu tentang pernikahan?
Riya.. maukah kamu jadi Ny.Randhir Singh?
Riya...waktu kita banyak terbuang. Akankah kita menikah?
Oh, Tuhan!
Riya...marilah kita resmikan.
Riya...?
Riya...!
Aku dapat lakukan itu.
Riya? apa kau buat sepagi ini disini?
Randhir, ada apa denganmu?
Mau kemana kamu pagi ini?
Ingat, sekarang 31 Desember. Ini hari Libur.
Semua kantor tutup untuk orang banyak... kecuali kamu, tentu saja.
Ada pekerjaan yang tertinggal di kantor.
Aku akan jemput kamu malam ini untuk pesta itu.
Pastinya.
Untuk itu aku datang kemari.
Pesta malam ini dibatalkan./ Dibatalkan?
Kamu membatalkan pesta itu?
Tidak! Kemarilah.
Untuk Tahun Baru ini, kita buat pesta untuk berdua saja.
Hanya kamu dan aku, tidak ada yang lain.
Tapi Riya?
Jigar dan lshmit sudah mengundang kita./ Jadi?
Jadi?
Jadi intinya adalah...
...kau tidak mau melewatkan malam Tahun Baru bersama aku...
Lihat wajahmu.
Lihatlah dirimu, kau berkeringat.
Tidak seperti itu.
Dengar...dimana akan kita buat pesta untuk kita?
Dimana?
Disini. Di rumahmu.
Kalau disini akan jadi pesta untuk tiga orang.
Papa juga disini.
Aku ide yang baik untuk papa.
Itu acara Bollywood Nite di Jamshed and Jeevan uncle's home
Ada...minuman alkohol, makanan dan lainya hanya 30 dolar saja.
Apa lagi yang diinginkannya?
Minuman Alkohol gratis!
Ide yang luar biasa, benar./ Sialan.
Kita akan gembira dan begitu juga dengan papa.
Papa gembira?/ Aku tidak berpikir begitu.
Aku tidak berpikir begitu?
Ayolah, Randhir.
Apapun yang datang itu hanya untuk kamu dan aku...
...kamu selalu saja katakan 'Aku tidak berpikir begitu'.
Papa itu hanya alasan, aku tahu itu.
Baiklah.
Baiklah?
Setuju untuk pesta kita berdua, betul? / Ya!
Cinta kamu!
Aku ada hadiah untukmu malam ini.
Kejutan!
Sebenarnya...
...aku punya kejutan untukmu.
Sebentar! / Kejutan?
Biar aku saja./ Kamu?
Aku aku ceritakan malam nanti.
Selamat Tahun Baru, paman./ Rumi, kamu.
Apa Randhir ada di rumah? / Tidak ada. Tidak ada orang di rumah.
Aku sudah ucapkan selamat Tahun Baru./ Ya.
Kenapa kau kesini tanpa telepon dulu?
Pergilah.
Ini kejutan, paman.
Aku sudah banyak dapat kejutan sejak pagi.
Pergilah sekarang.
Jadi apa yang terjadi di dalam?
Rencana untuk menyingkirkan barang lama
Gembira?
Sekarang pergilah.
Paman, besok aku ke New York.
Aku akan pergi ke gym dengan Randhir sekarang
Lala dan Firoz akan ke sana juga.
Jadi saya mohon biarkan saya masuk.
Aku katakan enyahlah.
Papa..
Perfum? / Bukan.
Kartu ucapan Tahun Baru?
Buat aku bingung. Ayolah.
Sebenarnya...aku akan memberitahu kamu setelah minum dua gelas anggur.
Kamu mau kemana?
Kamu tidak boleh buat aku seperti ini./ Sarapan pagi.
Randhir Singh butuh minuman anggur untuk dapatkan keberanian?
Kejutan besar apa yang kamu rencanakan?
Kamu...
Apakah di dalam kantong? / Apa?
Pegang ini./ Apa?
Tapi.
Ini kunci rumahmu?
Oh Tuhan...
Rumah kamu.
Aku tidak percaya ini.
Kunci rumahmu...untukku.
Aku tahu...ini tidak cukup.
Ini.
Oh, Tuhan...ini...
Oh, Randhir, kejutan luar biasa.
Kunci dan semua...manis sekali.
Cara romantis, yang datang darimu.
Aku tidak percaya ini.
Anak itu dalam masalah.
Aku tidak membutuhkan wine lagi./ Sejujurnya.
Kamu membutuhkan wine untuk mengatakan ini?
Ya...aku perlukan sekali.
Apa? Berapa kali kamu mencobanya sebelum ini?
Kamu tidak pernah cerita padaku.
Sungguh, dia seorang wanita!
Sungguh, dia seorang wanita!
Lalu kenapa kau tidak menikahinya?
Mengapa tidak certa padanya?
Bodoh.
Apa yang terjadi? / Apa lagi?
Aku berlari ke Amritsar! / Amritsar?
Ya. / Bagaimana dengan gadis itu?
Aku tidak tahu.
Tapi aku dengar dia di New York sekarang.
Aku tahu...dia di New York!
Jadi sekarang siapa kau minati?
Akankah kamu minggat ke Jalandhar?
Aku sudah berubah sekarang./ Sungguhkah?
Ya.
Lalu malam nanti pesta berdua... akan jadi pesta lajang terakhir kita.
Menggairahkan, bukan?
Pesta lajang terakhir?
Pesta lajang terakhir?
Randhir, kamu kelihatan tegang./ Tidak, aku gembira.
Aku sangat gembira./ Kau tidak kelihatan gembira.
Ini bukan lawakan, Randhir./ Pesta lajang terakhir?
Jadi aku akan pergi.
Kemana?
Aku akan siapkan pesta nanti sore.
Antar aku ke halaman depan.
Papa..aku pikir akan akan menihah saat ini.
Aku pikir begitu juga.
Papa...apa kamu suka, Riya?
Kamu akan menikahinya, apa peduliku?
Pendapatmu sangat penting.
Bocah kadang lupa ini setelah menikah.
Apa kamu suka atau tidak?
Dia cerdas.
Dia sudah dapat kunci rumah.
Papa, aku tidak menemukan wanita baik.
Dan dia menyukaiku, dan aku suka dia.
Hanya...suka?
Katakan padaku...apa kamu suka dia?
Nak, lihat disini...
Aku keluarkan keramik Ibumu yang dibawa saat kami nikah.
Mengapa?
Hanya untukmu. Pesta untuk berdua.
Aku akan pergi lihat oldie Jamshed di sore hari.
Bukan untuk minum gratis itu.
Hanya untukmu, Nak. Hanya untukmu.
Terima kasih, papa.
Jika kau mau, aku dapat rubah rumah ini jadi restoran.
Lihat.
Mendandani rumah hanya 8 jam, oleh Dolly and Polly!
8 jam? Bagaimana mereka lakukannya?
Dolly and Polly!
Tidak., terima kasih.
Tapi kamu harus berterima kasih untuk satu hal.
Ketika kamu merencanakannya di dalam.
...aku mengusir Romi kawanmu.
Kamu jangan akhiri masa lajangmu sampai tahun depan.
Papa./ Ya.
Terima kasih telah terima Riya, papa./ Untuk apa?
Ketika 'Dia' sudah menganugerahinya...
Dengan kunci dirumah ini, untuk apa berkata tidak?
Dan kemudian...
...berapa lama orang tua akan bersamamu, nak?
Papa.../ Berhentilah buat muka sedih.
Jumpailah kawan-kawanmu.
Mereka menunggumu di klub kesehatan.
Dan ya, sebelum pergi... bawalah kunci duplikat ini.
Terima kasih.
Daag.
Daag./ Selamat bersenang-senang.
Hai, Ira./ Hai, Randhir.
Apa kabarmu?
Selamat Tahun Baru./ Sama-sama.
No comments yet. Be the first to leave one.