The first 200 lines.
Hei, ada kesalahan di selebaran ini!
Belum dicetak, tolong perbaiki dulu.
Adakah di antara kalian yang melihat taplak meja?
Katanya ada yang sudah membelinya,
tetapi aku tidak bisa menemukannya di mana pun.
Lagi pula, biaya produksinya memang segitu.
Meskipun kita memotong laba,
harganya kira-kira akan begini juga.
Fujimiya-kun.
Tersenyumlah.
Tersenyum.
Terlalu kaku…
Kau hanya perlu tersenyum seperti biasa saja.
Kalau dipaksakan malah akan terlihat tidak alami atau kaku.
Di pikiranmu, bayangkan saja pelanggan sebagai kentang.
Kentang?
Kalau Amane, lebih cocok membayangkan telur.
Namun, banyak yang bilang, daripada Amane memaksakan senyumnya
lebih baik bersikap natural.
Banyak itu siapa?
Gadis-gadis di kelas?
Katanya ini kesan mereka saat melihatmu bersama Shiina-san.
Kalau bersama Shiina-san,
Fujimiya-kun bisa langsung memikat orang?
Bagian mana dari diriku yang bisa memikat orang?
Yaitu karisma di dalam dirimu itu, kadang bisa buat orang tiba-tiba berdebar.
Shiina-san, jangan khawatir, tidak apa-apa.
Aku sudah punya pacar.
A-Aku tidak mengkhawatirkan hal itu.
Bukan pria kekar yang sangat berotot,
aku sama sekali tidak tertarik.
Fujimiya-kun terlalu kurus, bukan tipe yang akan kupertimbangkan.
Rasanya kau sedang merendahkanku sebagai orang yang kurus seperti kecambah.
Amane sama sekali tidak seperti kecambah.
Warna kulitnya memang agak pucat,
tetapi…
Se-Setelah dia melepas pakaiannya,
sebenarnya ototnya lumayan banyak.
Apakah kau sangat kekar setelah melepas pakaian?
Sama sekali tidak.
Namun, postur tubuhmu jelas sangat tegap.
Jangan bahas lagi.
Nanti yang akan merasa malu justru adalah dirimu sendiri.
Sungguh luar biasa.
Cepat lihat, pakaian yang dikirim ada di sini.
Tunggu sebentar, ya.
Aku sudah meminjam satu ruang kelas untuk mencoba pakaian.
Fujimiya-kun, kau harus ingat untuk pergi sendirian.
Mengapa?
Tindakan khusus?
Bisa dibilang ini adalah permintaan kecil dari Shiina-san.
Aku masih ingin membantunya mewujudkan keinginan ini.
Katanya setelah berganti pakaian, dia ingin kau jadi orang pertama yang lihat.
Rasanya sedikit gugup.
Kau sudah boleh masuk.
Bagaimana?
Lebih cocok dari yang aku bayangkan.
Benarkah? Syukurlah.
Karena ini pertama kalinya aku memakai kostum seperti ini.
Amane?
Maaf.
Karena kau terlihat sangat cantik memakainya,
aku tidak ingin memperlihatkannya pada orang lain agar tidak terbuang sia-sia.
Apa yang akan terbuang sia-sia?
Energi vitalku?
Nanti aku akan mengelus kepalamu lagi.
Tolong sabar sebentar.
Aku juga sama.
Tidak ingin orang lain melihatmu saat pakai seragam kepala pelayan.
Lagi pula, tidak akan ada orang yang mengincarku. Tenang saja.
Sama sekali tidak bisa tenang.
Maaf.
Justru aku yang harus minta maaf.
Sejak kau mengubah penampilanmu,
tidak hanya menjadi lebih mudah didekati,
tetapi aku juga…
Aku juga pernah mendengar gadis lain memujimu.
Aku malah tidak pernah mendengarnya.
Karena perkataan seperti ini tidak akan diucapkan kepada orang yang bersangkutan.
Itu hanya obrolan di antara para gadis saja.
Jadi, aku selalu merasa cemas di dalam hati
atau bisa dibilang aku sangat khawatir.
Aku ingin bertanya, bagaimana mereka mendeskripsikan diriku?
Mereka bilang kau sangat lembut, sangat sopan, dan semacamnya.
Katanya saat kau suka seseorang, matamu hanya tertuju padanya dan itu hebat.
Hal ini memang tidak salah.
Lagi pula, di mataku hanya ada dirimu.
Bukankah kau juga sama dalam hal ini?
Apakah mungkin kau akan menggoda pria lain?
Sama sekali tidak mungkin.
Kalau begitu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Bagiku, kau adalah satu-satunya untukku
dan aku hanya akan melihatmu.
Mari kita saling bersabar dalam hal ini.
Namun, mengesampingkan semua hal itu,
aku tetap ingin memilikimu seutuhnya.
Aku juga.
Meskipun mereka baru menyadari kelebihanmu sekarang,
aku juga tidak akan menyerahkanmu kepada mereka.
Aku juga ingin segera melihatmu memakai seragam kepala pelayan.
Sebentar lagi giliran para pria meminjam ruangan untuk ganti pakaian dan tampil.
Tunggu sebentar lagi, ya.
Itsuki, kau terlihat sangat tampan dengan pakaian ini.
Meskipun terlihat genit.
Apakah begitu genitnya?
Aku ingin bertanya, apakah ini cocok untukku?
Tentu saja cocok.
Karena kau terlihat cantik memakai apa pun.
Fujimiya-kun juga sangat bergaya.
Semangatnya luar biasa, ya.
Karena Mahiru sangat menantikannya.
Kau pacar yang hebat sekali.
Cepat lihat, Shiina-san!
Pacarmu sudah memakai seragam kepala pelayan.
Tadi dia sangat menantikannya sampai tidak bisa diam.
Mungkin karena penampilanmu yang ini melampaui bayangannya.
Baiklah, Shiina-san.
Akan sangat disayangkan jika tidak melihat dari dekat.
Lagi pula, pada hari H kalian akan bertugas bersama.
Kau harus segera membiasakan diri dari sekarang saat dia pakai seragam ini.
Apakah tidak cocok untukku?
Ti-Tidak juga.
Sangat tampan sampai hampir tidak terlihat seperti dirimu.
Sebenarnya aku terlihat seperti apa?
Apakah harus dibilang lebih seksi dari biasanya?
Namun, aku memakai baju lebih tertutup dari biasanya.
Terkadang memakai baju lebih tertutup justru lebih seksi.
Selamat datang.
Kalau begini, sama sekali tidak bisa melakukan latihan melayani tamu.
Maaf.
Ti-Tidak…
Ini bukan salahmu ataupun Shiina-san.
Namun, jika dia tidak sedikit menahan diri, situasinya akan merepotkan.
Benar sekali. Korbannya makin banyak.
Ini juga salah satu alasannya.
Terutama aku merasa tidak nyaman di dalam hati.
Meski itu hanya senyuman profesionalitas, pacarku tersenyum pada pria lain
sungguh membuatku merasa tidak nyaman.
Boleh saja kalau mau bilang aku berpikiran sempit.
Itu karena hal itu, 'kan?
Dia memang sangat memanjakanmu.
Bisakah kau tidak mengatakan hal seperti itu di depan kami?
Saat melihatmu cemburu,
aku sangat merasakan bahwa kau ternyata memang seorang pria.
Selain itu, kau benar-benar mencintai Shiina-san.
Aku hanya merasa lega karena hal ini
dan merasa hal ini sangat bagus.
Aku tidak menyukaimu. Tenang saja.
Kenapa kau tiba-tiba membicarakan hal ini?
Tidak ada apa-apa.
Itu karena tatapan mata Shiina-san.
Kau juga sangat dicintai olehnya, ya.
Aku ingin berperan sebagai tamu Kadowaki-kun.
Tidak adil. Aku juga mau.
Jangan memutuskan seenaknya sendiri.
Kalau begitu aku juga mau menjadi tamunya.
Sejak kapan ini menjadi sistem pesanan khusus?
Hebat sekali.
Kido, kau punya pacar, 'kan?
Ada, tetapi dia di kelas lain.
Dia adalah teman masa kecilku.
Ototnya sangat bagus.
Cara perkenalan yang sangat aneh.
Karena dia adalah tipe idealku.
Baiklah.
Semuanya menjadilah lawan latihan Kadowaki-kun sesuai urutan, ya.
Aku akan membuat daftar.
Kalian diskusikan saja urutannya.
Aku ingin menjadi tamu pertamamu.
Selamat datang.
Biar aku yang mengantar Anda ke tempat duduk.
Nona Pelanggan, bolehkah aku tahu ada apa?
Ti-tidak ada apa-apa.
Silakan duduk di sini dan tunggu sebentar.
Intinya aspek melayani tamumu sudah lulus.
Kuberi kau apresiasi yang besar.
Namun, Mahiru berubah menjadi seperti itu.
Mungkin karena kau terlalu tampan.
Kau sangat memiliki gaya seorang pelayan.
Apakah kau mau bekerja paruh waktu di kafe kami?
Manajer kami pasti akan sangat senang.
Aku akan memikirkannya lagi nanti saat aku butuh uang.
Kalau begitu, aku akan mengecek latihan melayani tamu teman lainnya.
Apakah kau mau pergi mencari Shiina-san?
Lakukan saja seperti itu.
Kau harus ingat untuk memberinya beberapa kata-kata cinta yang membara.
Aku tidak akan mengucapkannya.
Mahiru.
Amane…
Penyebab utama yang membuat Mahiru mabuk kepayang telah datang.
Amane, kau memiliki karakteristik penakluk Mahiru.
Jangan terlalu berlebihan menggodanya.
Karakteristik apa itu?
Kemampuan serangan khusus yang hanya aktif pada Mahiru?
Aku merasa target serangan Amane saat ini bukan hanya aku.
Apakah aku memang setampan itu?
Iya.
Ini adalah hal yang paling membanggakan bagiku sebagai pacarmu.
Haruskah disebut serangan khusus Mahiru
atau kemampuan pemusnahan area luas, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.