Hillwalkers

Hillwalkers

Download Indonesian Subtitle

Release info

Hillwalkers 2022 WEBRip HDRip
A Commentary by subber.id

Tags

webdl
Published on: 2025-07-20
Downloads: 146
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hei!

Hei.

Dan ini dia. Kita sampai.

Pemberhentian terakhir. Akhir dunia.

Menyetirmu bagus, Sayang.

Terima kasih.

Astaga. Ini dia?

Ya.

Langkah besar.

Kita berputar-putar dan masuk ke lembah.

Lalu kembali lagi kemari.

Dan tidak ada sinyal.

Dihadapan keagungan alam, dan itu yang kau khawatirkan?

Kita mencoba terputus dari dunia selama sehari.

Aku tahu itu sangat sulit.

Berapa lama mendakinya?

Kira-kira 14 mil, kurang lebih.

Astaga, kau bisa merasakan angin dari sini.

Untung ada para lelaki yang menjaga kita.

Aku akan selalu melindungimu, Sayang.

Astaga.

Baik, pastikan semua barang kalian ada.

Air, protein, kompas, peluit.

Kenapa kau butuh peluit?

Kabut.

Sebentar jelas, lalu kau tidak bisa melihat

tanganmu di depanmu.

Kau tahu bagian akunting membangun tim di Milan?

Ya, tapi ini bukan membangun tim. Kita sudah menjadi tim.

Meski agak tak beres.

Aku cuma heran kenapa kita memilih neraka.

Kupikir itu sedikit lebih dingin daripada neraka.

Apa tak ada yang menyadari sama sekali

mobil yang terbakar dalam perjalanan kemari?

Mungkin seseorang harus

tetap di belakang dan mengawasi mobil ini.

Ben, kita semua pergi atau tidak ada yang pergi.

Ben, di mana rasa persahabatanmu?

Baik, ayo.

Ayo lakukan. Semua orang keluar.

Baik.

Semerbak aroma Heather. Sangat segar.

Bagaimana perasaanmu?

Ya, bagus.

Ini pertama kalinya aku menyetir

dan pengendara sepeda tidak ingin membunuhku.

Maksudku secara medis.

Aku tahu.

Dokter bilang aku masih punya waktu.

Saat ini itu cukup.

Jika terlalu berat untukmu, beritahu saja aku, atau Ray.

Kami tahu seperti apa kau. Kau kuat.

Semuanya. Jangan tinggalkan barang berharga dalam mobil.

Ransel di sini.

Sepertinya suamimu bosnya.

Ilusi kontrol.

Kamera bagus, Susan.

Terima kasih.

Kenapa? Ponsel sangat bagus.

Aku punya tongkat selfie.

Untuk memastikan merekam semua yang dilakukan Ben,

agar kantor bisa melihat betapa cengengnya dia.

Mari berfoto kelompok.

Semua berbaris.

Ayo, Ben.

Semangat.

Senyum!

Tidak, kita harus memotret dengan mobil di latar belakang.

Untuk laporan polisi.

Ben! / Maaf, salahku.

Baik, teman-teman, dengar.

Jadi jalur ini sekitar dua kilometer.

Ini tanah yang kokoh, jadi cukup mudah.

Tapi setelah itu medan berat.

Prakiraan cuaca hujan, tapi kita sudah di awan.

Jadi hujan bisa sangat parah.

Hal utama adalah melihat pijakanmu.

Hindari punggung bukit dan hati-hati lubang rawa gambut.

Lubang rawa gambut?

Astaga.

Dan aku ingin berterima kasih kepada kalian

sebesar-besarnya sudah melakukan ini.

Aku tahu ini bukan Riviera.

Tapi mari kita nikmati saja.

Dan jika tidak ada hal lain, kita akan bugar saat minum teh.

Ya, jangan lupa.

Atur FitBits, jam tangan pintar.

Perangkat apa pun, dan unggah langkah

di penghujung hari.

Itu teramat penting.

Ayo.

Pesan bagus.

Terima kasih.

Pelan-pelan, teman-teman.

Ini tak apa?

Kami baru membahas itu, tapi sebenarnya saat kau

punya satu kruk, itu sisi yang berlawanan.

Teman-teman, waktu seru di rawa gambut.

Ya Tuhan, ini mengerikan.

Cuma sedikit hujan, Ben.

Ini bukan cuma hujan. Hujan turun langsung.

Ini menyamping, aku merasa seperti saringan.

Orang-orang sangat kurang ajar. Kenapa ada orang melakukan itu?

Bagian pertama menjawab bagian kedua.

Perang salib lainnya. Dia kesal.

Aku mau tanya. Dia mengatakan sesuatu?

Seperti apa?

Dia ingin punya bayi.

Sebenarnya wajar. Tapi aku tidak mau punya anak.

Itu berat.

Tapi kebanyakan orang memutuskan untuk tidak punya anak akhir-akhir ini.

Keadaan dunia, ditambah dia punya masalah kesehatan, jadi...

Kurasa dia melihat segalanya tantangan.

Dia tidak mau ditolak.

Ada pembicaraan tentang donor sperma.

Kurasa reaksiku tak baik.

Kau akan tetap menjadi Ayah yang baik.

Ya.

Mungkin orang tua tunggal.

Tidak, kita berdua tahu betapa tangguhnya dia.

Berapa banyak orang yang kena kanker dan melakukan ini?

Atau merencanakan anak?

Ya.

Aku senang dia memilikimu.

Kau selalu memperhatikannya. Semua orang.

Aku tidak begitu baik.

Cuma kepada orang yang kusuka.

Berita buruk. Akhir peradaban.

Terima kasih obrolannya.

Jika kau butuh teman curhat.

Apa yang kalian berdua bicarakan?

Cuma hal biasa.

Tolong katakan itu bukan jalannya.

Itu jalannya, Ben.

Semua medan berat dimulai dari sini.

Lima kilometer berikutnya agak berat.

Lima kilo berikutnya? Sial.

Baik, semua hati-hati.

Baiklah, satu komando, Pasukan. Ayo.

Jadi ini rawa gambut atau rawa payau?

Selamat datang di usia 30-an kita.

Saat kau tidak berada di habitat biasanya,

kau tidak tahu yang harus dibicarakan.

Ini rawa gambut. Kurasa rawa payau ada alang-alang.

Kau sangat pandai dalam hal semua ini.

Aku merasa seperti kena Herpes Zoster.

Pasang di profil Tindermu.

Seperti berada di bulan di sekitar sini.

Ya, tapi tidak ada tanaman di bulan.

Kau tahu itu?

Ya, aku tahu.

Aku tadi memikirkan topografi secara umum.

Seseorang memperhatikan pelajaran geografi.

Itu memang mirip kawah.

Mungkin ada serangan asteroid, dulu sekali.

Lihat burung?

Tidak, tapi...

Apa?

Kurasa kulihat seseorang di sana.

Di sana?

Jika ada seseorang, mereka mungkin tenggelam di rawa.

Ini cukup berbahaya.

Ya, sepertinya.

Itu sebenarnya sangat aneh, agak menyeramkan.

Baiklah, Lisa, sebagai pemandu yang ditunjuk.

Benar. Kiri adalah tanah tak bertuan.

Omong-omong, dia membicarakan bayi.

Aku tahu dia akan membicarakannya.

Andai kau lihat wajahnya saat kusarankan donor sperma.

Pasti berjalan lancar.

Di mana dia?

Itu mereka.

Kalian kehilangan suamiku?

Dia tidak bersama kami.

Ray?

Ray!

Kurasa dia ke arah itu.

Menyebar.

Ray!

Ray!

Ray! / Ray!

Ray!

Teman-teman, di sini.

Sayang, kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja, tapi kakiku terluka.

Tetap di situ, kami akan turun.

Aku berteriak 10 menit.

Astaga, apa yang terjadi?

Bodoh sekali, aku selfie. Aku tidak melihat tepinya.

Sayang, jangan bergerak. Kau mungkin geger otak.

Aku baik-baik saja.

Bisa merasakan kakimu?

Yang kanan sakit.

Miriam.

Sial.

Baik, Sayang, ada serpihan di kakimu.

Kita harus mengeluarkannya.

Tunggu. Jangan.

Kenapa tidak?

Jika jauh di dalam, ada pembuluh darah, arteri.

Hillwalkers subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left