The first 200 lines.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
Dua Bushmills ukuran besar, Sayang.
Mau minum lagi?
Kamu?
Menyerahlah, bisa tidak?
- Masuk. - Ya, ya.
Masuk.
Harold pasti senang.
- Kapan dia kembali? - Hari ini.
Sangat rahasia.
Aku butuh itu besok untuk rapat dewan.
Tenang. Akan kukopi.
Bagaimana dengan orang Amerika?
- Kurasa mereka datang. - Bagus.
- Soal makan, pakai uang perusahaan? - Tentu, Pak Dewan.
- Sampai jumpa, Jeff. - Sampai jumpa.
Tunggu sebentar!
Ini dia gambarnya. Dia akan membutuhkannya sore ini.
George memang baik.
- Semua aman selama aku pergi? - Ya.
Kasino baru sudah disetujui.
- Ada masalah? - Tidak, semuanya beres.
Ada yang tahu aku pergi ke mana?
Alan mengira kau sedang berlibur.
Ada rumor tentang New York.
- Tapi tak ada yang tahu? - Tidak.
Seharusnya berangkat 10 menit lalu. Aku terlambat ke gereja.
Aku benci terlambat ke gereja.
Nah, ini dia.
Dah, selamat Paskah.
Semoga jiwamu membusuk.
Astaga, Harold. Dia selalu begitu kalau mau ke gereja.
Ibuku makin religius di usia tuanya, ya?
Ke gereja tiga kali sehari. Ini Jumat Agung.
Minum Bloody Mary.
Menurutnya Paula itu malaikat, sedangkan aku iblis yang menyamar.
Maklum, aku dan Paula baru bercerai sepuluh tahun, Sayang.
Kasih dia waktu untuk terbiasa.
- Bersulang. - Bersulang.
- Semua sudah kamu atur? - Ya, masih berjalan lancar.
Charlie mungkin sudah mendarat sekarang.
Nih.
Mungkin kita harus menjemputnya di bandara.
Nggak usah, santai saja.
Kalau bos Coca-Cola datang ke London,
Ratu juga nggak buru-buru ke Heathrow, kan?
- Ratu? - Ya, maksudku begitu.
Pura-pura kalem saja.
Kamu sekolah bareng Putri Anne, main hoki dengannya, dan sebagainya.
Lacrosse di Benenden. Hoki itu norak sekali.
Ya, ya, kurang lebih begitu.
Orang Amerika suka kaum ningrat.
Mereka merasa sudah diterima di Inggris
kalau kaum ningrat memperlakukan mereka seperti sampah.
Biar merasa punya sejarah.
Sebaiknya kita lihat bagaimana persiapan kokinya.
Wah, orang itu memang jago soal makanan.
Bau masakan dari dapur sejak pagi tadi
bikin aku ngiler setengah mati.
Kurangi vodka-mu.
Hei!
- Apa kabar? - Nyonya, lihat ini.
Saya punya piring biru besar dengan ukiran ini.
Konyol sekali! Saya mau piring putih.
Dia banci yang menjijikkan.
Dia orang Prancis, kan?
'Ini benar-benar luar biasa.'
'Terima kasih banyak. Terima kasih.'
Bagus sekali.
Orang Prancis ini memang ahli soal begini, ya?
- Itu baru? - Kubeli kemarin, 20 pound per buah.
Kurasa Harold berat hati melepas label harganya, ya?
Dia memecahkan dua saat menunjukkan betapa halusnya ini.
Dia tak tahu kekuatannya sendiri.
Urusan imigrasi untuk orang Amerika sudah beres?
Ya, Parky yang mengurusnya.
Kalau begitu, kamu boleh minum di dek.
Hei, apa kabar?
Bersenang-senang?
Nikmati acaranya.
Para anggota dewan.
Permisi sebentar. Aku tidak akan lama.
Rencana itu sangat membantu, terima kasih banyak.
Santai saja, Harold.
Lisensi kasino itu, semuanya lancar tanpa masalah?
- Ada sedikit masalah. - Apa?
Penasihat Taylor merasa kamu seorang gangster.
- Ah, sudahlah! - Bagaimana kabar orang Amerika itu?
Beri dia semua informasi, semua yang kamu punya.
Izin bangunan instan, dan segala macamnya?
Baik.
Orang Amerika mengira kita ini toko kelontong abal-abal, tahu?
Tunjukkan kalau kita profesional.
Akan kuberitahu betapa cepat bisnis-bisnis kecilku berkembang.
- Itu pasti menarik baginya, ya? - Ya, hebat itu.
Parky, kamu nggak minum?
Harold, kamu tahu aku cuma minum saat sedang bertugas.
- Bagaimana bisnisnya, lancar? - Sedikit keluhan.
Pasti banyak begitu di pekerjaanmu, ya?
- Hai, Dave. - Hai, Pak Shand.
Apa kabar? Terakhir kulihat, wajahmu masih berjerawat.
Terima kasih banyak!
Sampai polisi pun kelihatan makin muda sekarang.
- Dia sekarang sersan detektif, Harold. - Benarkah?
Harus dirayakan! Hei, sini.
- Sampanye, Nak. - Terima kasih.
- Bersulang untukmu. - Senang melihat teman sejati sukses.
- Untuk teman sejati. - Teman sejati!
Bagaimana, George?
Jeff.
Sebentar, ya?
Awasi tingkah anak-anak itu, ya?
Jangan sampai ada yang bertingkah seperti berandalan.
Tenang, mereka tahu ini penting.
Sudah kusuruh mereka pakai jas seperti mau ke pesta pernikahan.
Kurasa kamu akan suka Charlie.
Jadi, apa rencananya?
Kita minum dulu di sini sampai marina penuh, lalu...
menyusuri sungai agar mereka bisa melihat keseluruhan proyeknya.
Bagus. Tambatannya sudah diatur?
Ya, semuanya terkendali.
Ada satu lagi...
Harris harus banyak bicara sore ini...
bisa jauhkan dia dari minuman keras? Kasih dia Perrier atau semacamnya.
Harold, dia sudah datang.
Ajak dia naik, aku segera menyusul.
Nggak kusangka kamu datang juga!
- Anak New Jersey, ya? - Anak Stepney.
Charlie, minumlah sampanye.
Kamu harus jadi kapten kapal ini! Pas sekali datangnya!
Dengar, aku mau bersulang.
- Untuk persahabatan lintas samudra! - Untuk masa depan.
Untuk masa depan kita di sini, ya?
Harold, sepertinya kamu belum kenal Tony. Waktu kamu ke sana, kan?
- Tony siapa? - Tony, pengacaraku.
- Pak Shand, Tony. - Senang bertemu denganmu.
Charlie, Tony, mau kuperkenalkan dengan beberapa orang sekarang?
- Boleh? - Bagus.
Mereka penting, tapi orangnya baik. Ayo.
Awasi Tony itu.
Dia nggak bilang akan membawa siapa pun.
Mereka selalu datang berdua. Seperti juru sita.
Berarti mereka serius.
Hai.
Hai.
"Berbahagialah mereka yang dipanggil ke perjamuan-Nya.
"Tuhan, aku tak layak menerima-Mu,
"namun ucapkanlah sepatah kata, maka aku akan sembuh."
Ya Tuhan!
Hadirin sekalian.
Aku bukan seorang politikus.
Aku pengusaha yang menghargai sejarah.
Aku juga orang London,
dan hari ini sangat bersejarah bagi London.
Negara kita bukan pulau lagi.
Kita negara Eropa terkemuka.
Dan kurasa dekade ini adalah saatnya
London menjadi ibu kota Eropa.
Setelah menyingkirkan yang sudah usang,
kita punya bermil-mil dan berhektare-hektare lahan
untuk kemakmuran kita di masa depan.
Tak ada kota lain di dunia...
yang punya peluang sebesar ini tepat di pusat kotanya...
untuk kemajuan yang menguntungkan.
Jadi penting bagi orang-orang yang tepat...
untuk merancang London yang baru.
Orang-orang berpengalaman, berani, berpengetahuan, dan ahli.
Itulah, hadirin sekalian,
alasan kalian semua hadir di sini hari ini.
Semuanya teman tepercaya.
Dan itulah alasan Charlie dan Tony hadir hari ini,
teman-teman Amerika kita,
untuk menegaskan bahwa usaha ini berskala global.
Mari kita sambut, hadirin sekalian.
- Persahabatan lintas samudra! - Persahabatan lintas samudra!
Dulu ada 80 atau 90 kapal di sini sekaligus.
Mereka bahkan harus mengantre untuk masuk...
dari Gallions Reach sampai ke Tilbury.
Dulu ini salah satu pelabuhan terbesar di dunia.
Zaman berubah, Harold. Jangan bernostalgia.
Tatap masa depan.
Kamu sadar jaraknya cuma 35 menit dari Eropa?
Potensinya besar.
Aku tinggal di negara baru,
dan aku menghormati masa lalu, tapi selalu menatap masa depan.
Jangan sentuh, biar aku yang urus.
Tidurlah yang nyenyak, Charlie. Jadwal kita padat.
Aku ingin memperkenalkanmu pada pengacara propertiku. Yang terbaik!
Lalu ada akuntan yang ahli soal pajak perjudian.
Ini bukan balapan kuda. Jangan buru-buru, Harold.
Lalu ada seseorang yang harus kamu temui.
Harold, kubilang jangan buru-buru. Aku benci jadwal yang padat.
Aku akan mengurus semuanya yang perlu, tapi dengan caraku sendiri.
Kita sedang bersandar. Kalau mau tidur, sekarang tenang.
Ayo, Harold. Biarkan Charlie sendiri dulu.
Menaruh topi di atas ranjang bisa bawa sial.
Santai saja, dia akan baik-baik saja.
Ya, kasihan dia kelelahan.
Waspadai polisi.
No comments yet. Be the first to leave one.