The first 153 lines.
PINUS OMIYA
Pagi!
Apa tuh?
- Hah? Enggak tahu? - Enggak, ih.
SELAMAT DATANG
KESULITAN TINGKAT TINGGI
Wah... ini, sih, kacau.
Maaf, ya.
Atap terasnya jadi hancur.
Yah... ini bukan salahmu.
Tapi, biaya perbaikannya kumasukkan biaya sewa, ya.
Yah... bercanda.
Nah, ini. Tolong diurus lagi, ya.
Baiklah.
Saya terima, ya.
Padahal aku tahu tempat laundry
yang lebih murah dan cepat dari tempatmu.
Yah... bercanda, kok. Bercanda.
Dia selalu begitu, ya.
Tapi, berkat kebaikan Aji-san,
aku bisa pakai tempat ini dengan sewa yang sangat murah.
Maaf, Kinme-san.
Saya mau minta tolong.
Lo, Yagara-san? Ada apa?
Sekarang kan jam kerja...
Tokomu kenapa?
Sebenarnya, waktu hujan deras kemarin,
petirnya menyambar pohon di belakang.
Eh? Yang benar?
Gawat itu!
Waktu itu, hujannya memang ngeri, ya.
Gara-gara mati listrik di apartemen tuaku,
pemandian umumnya enggak bisa dipakai.
Pasti sulit, ya.
Jadi, yang Anda mau minta tolong itu apa?
Oh iya. Lihat ini.
I... Itu...
Iya. Ini tinta bak.
Enggak sengaja kena.
Aku udah langsung lap pakai tisu,
tapi enggak hilang...
Ada di lengan kiri juga.
Mungkin kegesek dengan roknya.
Eh, masa?
Aduh...
Entah kenapa dari pagi aku sial terus.
Padahal baru awal September.
Ini...
Sudah berapa lama sejak terkena noda ini?
Berapa lama, ya...
Karena dari pagi,
mungkin ada tiga jam...
Ini harus... ditangani sekarang juga!
Menghilangkan noda tinta bak adalah balapan melawan waktu!
Dari pengalaman pribadi saya,
dibandingkan tinta cumi...
maksud saya, tinta cumi juga sulit,
tapi tinta bak adalah salah satu yang paling sulit ditangani dari yang lain!
TINTA BAK, PALING SULIT! KINME WAKANA
Jenis noda dan kotoran itu beragam!
Keluar lagi siraman ilmunya.
Secara garis besar bisa dibagi menjadi beberapa jenis.
Larut air, kotoran yang mudah larut dalam air.
Larut minyak, kotoran yang mudah larut dalam minyak, dan sebagainya.
Lalu, ada kotoran yang tidak bisa larut air atau minyak.
Namanya kotoran tidak larut.
Contoh utamanya adalah tinta bak.
Menghilangkan kotoran jenis ini di rumah sangat sulit.
Hah... begitu, ya...
Apalagi kalau tinta bak,
makin lama dibiarkan, makin sulit juga dihilangkannya.
Karena itu, saya harus sampaikan di awal
bahwa ada risiko tintanya tidak bisa hilang total
dan meninggalkan sedikit bekas.
Jika terjadi, saya tidak akan memungut biaya
dan akan mengembalikan barangnya.
Bagaimana buat Anda?
Kamu bicara apa, sih.
Tentu saja kuserahkan padamu.
Kenapa?
kalau dilepas di sini rasanya...
Ada banyak orang...
Kenapa sih? Aman, kan?
Aku bawa baju ganti.
Katanya harus ditangani sekarang.
Ya... Yagara-san! Jangan!
Ayo ganti bajunya di dalam toko saja!
Begitu, ya?
Baik, saya terima barangnya.
Tolong dibantu, ya, Kinme-san.
Baik.
Serahkan pada Kinme.
Maaf, permisi.
Ah, iya!
Pembersihan pohonnya sudah selesai.
Terima kasih banyak atas kerja kerasnya.
Siap.
Dua atau tiga kali proses saja tidak cukup.
Coba pakai itu juga, deh.
Tinta bak tidak bisa hilang dengan reaksi kimia,
jadi harus diserap ke benda lain,
berulang-ulang kali.
Sedikit demi sedikit.
Sampai jumpa, Bu!
Iya, sampai jumpa!
Hati-hati di jalan!
Maaf, ya.
Padahal tidak perlu repot-repot datang ke sini.
Karena Anda sepertinya sibuk urus semester baru.
Maaf merepotkan.
Tidak, kok.
Wah, jadi bersih!
Hebat! Terima kasih!
Maaf...
Saya sungguh minta maaf!
Masih ada sedikit sisa tinta di bagian roknya,
dan toko saya tidak bisa bersihkan.
Eh? Di mana?
Ah. Ini, ya?
Ini, sih, tidak kelihatan. Aman, kok.
Kamu jangan khawatir begitu.
Jadi, berapa totalnya?
Tidak perlu bayar.
Ini pekerjaan yang tidak bisa selesai sempurna.
Saya tidak bisa terima bayaran.
Kamu bicara apa, sih?
Aku kan tidak merasa keberatan.
Bukan begitu.
Ini kan sudah bersih kira-kira 99 persen.
Tidak.
Dia keras kepala juga, ya.
Ya sudah,
sebagai gantinya, mau kubawakan camilan manis lagi sewaktu kamu kerja?
Terima kasih banyak...
Bu!
Nairo selesai tulis belalang sembah!
BELALANG SEMBAH
Coba lihat, Bu!
Lo? Ada Kak Kinme!
Selamat siang!
Eh? Lo?
Yagara-san dan Nairo-chan itu...
Dia wali kelas!
Dia murid di kelasku.
Kataguchi-san,
jam pelajaran pagi sudah lewat, tapi kamu bawa berapa lembar lagi?
Lima, Bu.
Sudah lembar kelima, ya...
Iya!
- Hebat kamu. - Jangan-jangan,
yang bikin baju Yagara-san kena tinta bak itu...
Apa? Itu kesalahanku sendiri, kok.
Terima kasih banyak, ya, Hatsuayu-san.
No comments yet. Be the first to leave one.