The first 200 lines.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
Kutukan Wanita Buta
Skenario: Teruo Ishii, Chusei Sone Perencana: Hideo Koi
Aku pewaris kedua klan Tachibana, Tachibana Akemi.
Aku datang untuk mengambil nyawa pemimpin kalian.
Tutup mulutmu! Atau kami yang akan menutupnya.
Habisi mereka!!
Siap!
Suara: Kinosuke Yagita Sinematografer: Shigeru Kitaizumi Tata Cahaya: Ko Fujibayashi
Penata Artistik: Akitaka Satani Penyunting: Osamu Inoue Asisten Penyunting: Saburo Endo
Pewarnaan: Hidenobu Nimura Pengembangan Film: Toyo Developing Asisten Produksi: Chojiro Hasegawa
Musik: Hajime Kaburagi Lagu Tema: Teichiku Records "Lullaby of Justice" Lirik: Jun Tachibana Komposisi: Kazuo Harukawa "Sacrifice Life for Love" Lirik: Hajime Hori Komposisi: Kazuo Harukawa Penyanyi: Meiko Kaji
Pemeran
Meiko Kaji, Hoki Tokuda
Shiro Otsuji, Hideo Sunazuka, Makoto Sato
Sen Tsuchikata, Yoko Takagi (debut), Yoshi Kato
Toshizo Kudo, Hiroshi Osa, Yuzo Harumi, Takekado Kahara, Shinzo Shibata, Shiro Yanase
Yasue Nishihara, Nobuko Yamabe, Chieko Harada, Masami Maki, Yoko Otaki, Nobuko Aoki
Eisuke Izumi, Akira Takahasi, Hiroto Atami, Ken Mizoguchi, Shiro Ohama, Yoshihiko Tabata, Kokan Katsura, Iwayoshi Arai
Pelatih Bela Diri: Masatoshi Takase Tato: Koyo Kawano Sutradara Aksi: Naokazu Fueta Toshio Aoki, Tadayuki Kitagawa, Yoshitsuru Sawa, Daisuke Omi, Takashi Seyama, Wataru Kobayashi, Kuniya Minagawa
Ryohei Uchida, Toru Abe
Sutradara: Teruo Ishii
Jangan bunuh dia!
Kak! Kak, lihat aku!
Aaaahhh!!
Hei, ada apa, Nomor 36?
Hidupku baru terasa enak saat tidur.
Dan kamu malah membangunkanku.
Ini terus terjadi!
Kenapa kamu terus melakukan ini pada kami??
Nona-nona...
Maaf atas gangguan ini.
Tolong maafkan aku.
Kami nggak maafin kamu!
Kenapa kamu terus bikin ulah!
Sebenarnya... aku dikutuk seekor kucing.
Kucing??
Kucing hantu?
Omong kosong.
Aku serius.
Kucing hitam itu suka sekali mencicipi darah.
Ia terus menjilati wajah seorang pria yang sudah mati.
Lalu ia mencoba mengambil mataku.
Kenapa kalian semua takut? Ini cuma musimnya saja.
Yesssss, aku juga merasa musim kawin memanggilkuuuu!
Hei! Jangan mulai lagi!
Hei! Ini nggak lucu!
Jadi sebenarnya apa masalahmu?
Kamu belum memberi tahu siapa dirimu.
Nggak bisa jawab?
Hei, kalau kamu nggak bisa bicara denganku, coba bicara dengan ular biru ini.
Memangnya bisa?
Apa??
Hei! Kamu juga punya ular!
Begitu rupanya...
Kalau begitu, izinkan aku memperkenalkan diri.
Keturunan dari anggota pendiri...
Kumohon kepada kalian semua... dengarkan kisahku.
Dia gila, ya.
Aku... pewaris kedua Klan Tachibana.
Putri Tachibana Sennosuke.
Marga saya Tachibana.
Nama saya Akemi.
Aku yang termuda di klan ini.
Aku datang membawa pesan perdamaian.
Aku berharap kita bisa bekerja sama.
TIGA TAHUN KEMUDIAN
Klan Tachibana tak akan pernah membiarkan kalian lolos!!
Tapi aku nggak melihat mereka. Kamu lihat?
Tahan!
Ane-san! Ane-san!
Sudah, hentikan.
Kecoa hina sepertimu nggak pantas berlagak seperti raja di sini.
Kamu galak juga. Aku suka yang seperti ini.
Bau badanmu harum!
Nggak bisa kubilang begitu tentangmu. Baumu seperti setahun nggak mandi.
Dasar jalang, cari gara-gara saja.
Dasar kamu...
Jangan pukul dia.
Setelah semua masalah yang kamu buat,
aku nggak bisa membiarkanmu pergi begitu saja.
Kenapa?
Berhenti!
Aku akan bertarung menggantikannya.
Aku nggak tahu siapa kamu, tapi kalau menghalangiku, kau akan menyesal.
Bau sekali.
Kamu pernah mencuci benda itu?
Sebaiknya panggil pendeta untuk memeriksanya.
Kamu bukan anggota klan mana pun di sini. Jangan bicara padaku seperti itu.
Lagipula ini bukan pertarunganmu!
Ini pertarunganku.
- Apa? - Benar, aku bukan bagian dari klan mana pun.
Aku bicara atas namaku sendiri.
Aku paling benci orang yang suka memerintah dan menindas orang lain.
Tenang, tenang. Ikut aku.
Ada apa?
Kamu terlihat seperti orang kuat.
Mari kita akhiri pertarungan ini.
Baik, aku mengerti. Tunggu sebentar...
Kenapa?
Sekarang kita impas. Setuju?
Setuju.
Hei, semuanya!
Kita mundur! Cepat!
Kita bukan tandingan anak buah Aozora.
Kalau saja kita membunuh mereka saat ada kesempatan,
- kita nggak akan berada dalam masalah ini. - Tatsu...
Aku nggak mau anak buah terbaikku bicara seperti itu.
Ojiki!
Dan berhenti memanggilku "Ojiki".
Sudah kubilang, pesan bos lama kita adalah
agar kita berubah dan keluar dari dunia ini.
Ah iya, maaf soal itu...
Kamu memang harus minta maaf.
Aku berharap kita bisa berhenti menumpahkan darah ke mana pun kita pergi.
Ayah...
Diam!
Perkenalkan dirimu!
Biar aku saja.
Perkenalkan dirimu!
Perkenalkan dirimu!
Perkenalkan dirimu!
Perkenalkan dirimu!
Ada apa, Chinkei?
Siapa orang aneh itu?
Perkenalkan dirimu...
Perkenalkan dirimu.
Perkenalkan dirimu!
Dia kayaknya nggak pernah paham, ya...
Berapa kali harus kubilang, bodoh??
Astaga...
- Aku ingin bicara dengan bosmu. - Bicara soal apa?!
Aku nggak tahu siapa kamu, tapi aku nggak mau dihina!
Kamu bukan tipeku.
Dengar, kami sudah mengikuti Ane-san melewati neraka dan kembali lagi. Paham?
Orang ini benar-benar bodoh.
Mukanya saja sudah bodoh.
Benar juga.
Lihat, kita sama!
Lihat? Aku ekornya.
Bodoh, ekornya di sebelah sana.
Ah, itu nggak penting. Kita bisa akur, kan?
Kantaro!
Ada apa?
Maaf, Ane-san.
Oh, Ane-san!
Kenapa punggung kalian dicat begitu??
Ane-san, kami ingin berlatih di bawah bimbinganmu!
- Ayo kita bicarakan di dalam, Nona-nona. - Kami sudah bekerja keras untuk ini...
Kami sedang dalam masalah besar. Tolong bantu kami, Ane-san.
Maaf kamu harus melihat semua ini.
Kami benar-benar sudah berubah belakangan ini.
Kalian boleh bilang begitu, tapi aku melihat kalian semua bikin keributan di kota tadi.
Semuanya sudah terlambat untuk diperbaiki.
Selamat datang!
Ya, tapi kami nggak bermaksud bikin masalah. Kami cuma...
Hei, jangan menyela.
Tapi, Aniki, kita harus melakukan sesuatu. Keadaan makin tak terkendali belakangan ini.
Aku paham perasaan kalian,
tapi kita harus menunggu dan melihat apa yang terjadi sebelum bertindak kasar. Paham?
Nona, bagaimana dengan polisi?
Mereka memahami pihak kita,
tapi bagaimanapun, kita memang sudah membuat kekacauan. Permisi, Tuan...
Kantaro, beri tamu kita makanan.
Baik, baik. Ayo beri makan para nona ini! Siapa namamu?
Ryoko.
Kubunuh kau, bajingan!!
Kamu "Tani-san", kan?
Terima kasih atas bantuanmu hari ini.
Sudahlah, itu sudah seharusnya kulakukan.
Tapi aku khawatir... sepertinya salah satu anak buahmu sedang merencanakan sesuatu.
Ane-san, di dunia kita, hanya yang terkuat yang bertahan.
Kalau kamu terus menampakkan wajah cantikmu, urusan kita malah semakin sulit.
Itu bentuk kasih sayang yang keras?
Jangan salah paham.
Keahlianku adalah lari sekencang mungkin saat masalah datang.
Secepat apa pun kamu berlari, kalau terus terlibat perkelahian,
akhirnya kamu akan tertangkap.
Apa kamu mulai menyesal sudah membantuku?
Membantumu?
Sudahlah. Sekarang aku sudah punya cukup banyak orang.
Sepertinya aku tak akan membutuhkan "bantuanmu" lagi.
Jadi tak ada gunanya kita bicara lagi.
Aku sedang menyiapkan makanan untukmu.
Anggap saja makanan ini sebagai bayarannya.
Yang benar saja...
Kamu kira aku membantumu hanya karena mengharapkan imbalan?
Aku nggak serendah itu.
Ada orang di luar? Kantaro, para tamu mau pergi.
Sebelum pergi, nggak bisa tinggal sebentar...
Sudah kubilang, kamu bukan tipeku!
Bodoh.
Hei, kamu yang membuatnya pergi dengan wajah jelekmu itu.
Kejar impian hingga ke bintang
Meski tubuhku hancur
Selalu, selamanya, di mana pun...
Tunggu!
Urusan kita sudah selesai.
Kamu nggak mau tasmu?
No comments yet. Be the first to leave one.