The first 128 lines.
MATI LISTRIK
HATI-HATI JAMUR MUSIM GUGUR
DISKON MUSIM PANAS
KAMI MENYEDIAKAN JASA BERSIH JAMUR DI TOKO KAMI
SEHARI DI RESOR MEMIKAT
KOLAM RESOR DI SEPANJANG PANTAI, HANYA BUKA DI MUSIM PANAS
TOKO LAUNDRY MILIK WANITA LOKAL KINME CLEANING
Hujannya jadi deras, ya.
Kata berita, sih, dari sore sampai malam bakal lebih kencang.
Malam ini kayaknya enggak usah ke pemandian dulu, ya...
UNTUK TOKO, PELANGGAN 183 NONA ISHIMOCHI KASHIMI
Belum diambil, ya...
Libur tinggal dua hari lagi.
Sepertinya benar-benar lupa.
Kalian jadi basah kuyup begini?
Maaf ini.
Numpang neduh, yak, Kinme-san.
Iya, boleh banget, kok.
Jadi, kita itu lagi balik habis kerjain PR di perpus,
eh hujannya tambah kenceng.
Hari ini sebaiknya jangan keluar-keluar.
Maaf, saya sedang membersihkan noda. Saya balik kerja dulu, ya.
Kalian berteduh dulu di sini, ya.
Oke.
Makasih.
Kinme-san sibuk bener kayak biasa...
"KATANYA AIR KOLAMNYA DARI AIR LAUT"
Widih, ini Kinme-san, kan?
Asik, nih, ke Hatsushima.
Kakak main ke sana?
Jadi kangen ke sana waktu rekreasi pas SD dulu.
Iya, kangen.
Ah, itu, saya ke sana bukan buat main-main...
Dulu, waktu rekreasi ke sana,
kita-kita pada mancing di dermaga...
- Kyu-kun dapet pari terus pada heboh. - Pari!
Terus, si Moruda isengin parinya...
Dia hampir kena sengat, dong.
- Ada aja kejadian. - Kena sengat!
Pari kan punya duri beracun.
Kenangan kalian seru, ya.
Iya.
Jadi, Kakak baru pertama kali ke Hatsushima?
Gimana, ya...
Kinme-san, makasih handuknya yak.
Karena hujannya udah redaan,
aku pulang yak!
Tidak usah buru-buru begitu...
Soalnya hari ini piket masak.
Kyu-kun, masih dimari pan?
Oke dah, ketemu lagi semester depan!
Pergi dia...
Aku juga pulang sekarang, deh.
Tunggu sebentar, Kyusho-kun!
Saya mau balikin tasmu.
Oh iya,
aku lupa terus.
Tuh kan...
Tunggu sebentar, ya.
Pembersihan nodanya sebentar lagi selesai.
Tuh, daya ingatnya aman.
TETAP DINGIN DI TENGAH TERIK MUSIM PANAS HATSUSHIMA
"KATANYA AIR KOLAMNYA DARI AIR LAUT"
Mati.
Tadi, mesin cuci dan pengeringnya masih menyala, kan...
Iya.
Semuanya berhenti di tengah jalan...
Terus gimana?
Gawat, dong?
Tidak bisa apa-apa.
Kalau sedang begini kita buru-buru keluarkan pakaian yang sedang dicuci
atau dikeringkan kemudian melakukan sesuatu,
yang ada malah jadi berisiko.
Lebih baik kita lihat situasi.
Kalau menyala, saya akan ulang dari awal.
Begitu.
Masalahnya adalah sampai kapan mati listriknya?
Semoga sudah nyala kembali sebelum jam tutup.
Tasmu, ya, Kyusho-kun?
Saya siapkan dulu, ya!
Ini, silakan.
Makasih.
Gunakan dengan hati-hati, ya.
Baik.
Saya pinjamkan payung juga, ya.
Maaf.
Aku... di sini sebentar lagi.
Habis... kayaknya Kakak takut...
sama petir.
Tidak apa-apa, kok!
Kalau sebentar lagi, pasti...
Bener, kan.
Tapi, ini lebih mending daripada hantu!
Kakak takut hantu juga?
Hujannya jadi deras lagi.
Ka... Kalau begitu, mungkin lebih baik kamu di sini sebentar lagi...
KAMI SUDAH TUTUP
Masih belum nyala juga, ya.
Padahal sudah mulai gelap.
SUDAH NYALA
Kayaknya cuma daerah sini yang masih mati.
TIDAK APA-APA!
Ibu lagi sendirian di penginapan. Kayaknya aman.
Begitu?
Dekat juga.
Suara apa ini?
Apa gara-gara petir barusan, ada yang jatuh di belakang?
Saya cek ke belakang dulu!
Makasih baju gantinya, ya.
Tidak apa-apa.
Cuma itu baju di rumah ini yang pas ukurannya untukmu.
Itu baju training, saya beli untuk latihan menghilangkan noda.
Enggak apa-apa, sih.
Aku terbantu.
Makan malamnya cuma seadanya, tapi silakan dimakan, ya.
Waduh, jadi kurang enak kalau sampai begini.
Tidak, kok.
Anggap ini terima kasih karena sudah bantu berdirikan mesin cuci halaman belakang.
Tapi tadi benar-benar membantu.
Terima kasih banyak.
Kalau saya cuma sendiri, saya tidak akan bisa berbuat apa-apa.
Tidak apa.
Ikan keringnya enak.
Rasanya mirip sama yang kami sajikan di penginapan.
Begitu, ya.
Kedai yang di pinggir pantai itu.
"Toko Ikan Kering Atsuei"!
Waktu pertama kali makan, saya sangat terkesan.
No comments yet. Be the first to leave one.