The first 178 lines.
EPISODE 12 BANGSAWAN
NOAH ARARAT, PANGERAN KE-13 DARI KEKAISARAN LAKI-LAKI MENTERI HUKUM 3/∞ F+B E+S F+F F+C F
F
F+F
NOAH ARARAT, PANGERAN KE-13 DARI KEKAISARAN LAKI-LAKI MENTERI HUKUM 3/∞ E+E - API: F+A F+E - AIR: E+S E+E - ANGIN: F+F F+E - TANAH: F+F F+E - CAHAYA: F+C F+E - KEGELAPAN: F+F F+E F+E F+E
3 TAHUN KEMUDIAN
NISIL, IBU KOTA ALMERIA
Menyampaikan laporan rahasia.
Albert, Pangeran Kedua sekaligus Putra Mahkota
berencana melakukan kudeta malam ini
dan memaksa Yang Mulia turun takhta.
Break off chaos
BEREINKARNASI MENJADI BANGSAWAN
~DENGAN KEKUATAN TIADA TANDING SEJAK TERLAHIR~
Break off chaos
Orang-orang adalah harta Teman pun adanya
Permata bersinar di belakangku Setetes air di tengah kekacauan
Demi kehormatan Kumelaju ke tingkat baru
Dengan imaji dan naluri Kuterkam batas level itu
Semua di depan mataku kan tunduk
Nilai dari namaku bagi rakyat tak bersalah Adalah tolok ukur yang tak tergoyahkan
Itulah sumber kebenaran Yang kehormatan pun pontang-panting
Lalui kemelut
Kuakan tegakkan keadilan
Di tengah ketakutan merajalela
Bebaskan tiap insan dari rasa takut
Kuakan selamatkan dunia
Menelusuri memori Gunakan apa yang kupunya
Membangun tempat untuk semua
Kutakkan gagal
Masa depan sulit 'tuk ditebak
Kulakukan apa yang kubisa
Jika hanya yakin dan menunggu
Tiada yang mulai
Aku kan meraihnya!
chaos chaos
Break off chaos
Albert!
Tunggu dulu.
Namamu Olivia, ya?
Kenapa kau tahu soal ini?
Saya adalah abdi Yang Mulia Gilbert, mantan pangeran pertama.
Saya putrinya Coile.
Coile selaku pelayan?
Trah abdi, ya?
Benar.
Trah abdi.
Secara harfiah, itu merujuk pada anak yang lahir dari sesama pelayan pangeran.
Karena besar di lingkungan seperti itu,
mereka pun cenderung mudah berikrar setia pada sang Pangeran selaku tuannya.
Saya sudah tahu terkait hal itu.
Bahwa Tuan Noah mengupayakan segala cara untuk menyelamatkan Pangeran Pertama.
Tapi, pria itu...
Rupanya begitu.
Kemungkinan, pada saat itu, Ayahandaku...
Aku bersumpah ingin balas dendam, lalu mendekati pria itu.
Dengan tubuh ini, anugerah dari orang tuaku.
Lalu, aku mendengarnya.
Sebelum titah pencabutan hak waris dikeluarkan resmi,
yakni pada hari ini, saat dia masih menjadi Putra Mahkota,
dia masih bisa mengerahkan pasukan untuk mengepung istana.
Albert ingin berbuat apa pada Yang Mulia?
Dia ingin memaksa Yang Mulia turun takhta, lalu menjadikannya Kaisar Purnabakti.
Saya mohon dengan sangat!
Tubuh ini! Nyawa ini! Silakan gunakan sesuka Anda!
Saya mohon, penggallah Albert selaku Putra Mahkota!
Saya mohon!
Baiklah.
Apa tugasmu...
saat berada di mansion Gilbert?
Di bawah bimbingan Ayah, saya berlatih menjadi pelayan.
Maka, lakukanlah itu di sini.
Gajimu juga akan kubayar sama.
Mulai besok, kau tak perlu melakukan macam-macam lagi.
Mengapa Anda... memberikan perlakuan seistimewa itu?
Meski kehilangan majikan, kau tetap berusaha membalas musuhmu.
Setelah majikanmu wafat, kau tetap setia.
Dan aku menghargai kesetiaanmu itu.
Betapa mulianya Anda...
Sudilah kiranya membimbing saya!
Tuan?
Aku mau pergi sebentar.
Ba-Baik. Kereta kuda, ya.
Tidak, aku sendirian saja.
Eh?
Ta-Tapi, ini sudah larut...
- Gigi. - Eh?
Kami menanti kepulangan Anda, Tuan.
Ya.
Semoga Tuan diberikan keselamatan.
Kalau Albert ingin menggunakan wewenangnya,
hanya satu pasukan yang bisa dia kerahkan.
Yaitu pasukan di Kementerian Pertahanan.
Prajurit seribu orang.
Karena ditugaskan selalu siaga di sana,
mereka...
...dididik untuk patuh perintah secara mutlak
terhadap atasan yang memiliki kewenangan komando.
Dengar! Apa kalian tahu bahwa air pun bisa membusuk?
Air yang lupa untuk mengalir.
Air yang terus tertahan di satu tempat akan keruh
dan menjadi sarang bagi hama!
Pun halnya dengan negeri!
Di sisi Baginda yang telah lama melupakan cara kelola negeri ini,
hinggap para pejabat licik dan pengkhianat,
yang berusaha membusukkan negeri ini dari dalam!
Keadilan berada di pihakku!
Mari rebut kembali negeri tercinta ini dan kembalikan ke tangan yang seharusnya!
Ya!
Mohon tunggu sebentar, Kanda!
Hm?
Noah, ya?
Ada apa, datang selarut ini?
Hentikanlah tindakan gila ini!
Kalau sekarang, Kanda masih sempat!
Kau tahu dari siapa?
Itu hal sepele!
Kanda akan binasa jika melangkah lebih jauh!
Lantas kenapa?
Aku takkan diam saja menunggu kematian!
Mati?
Apa Kanda belum membaca titah berisikan pencabutan hak waris itu?
Tidakkah Kanda memahami derita tersirat Yang Mulia dari tulisan itu?
Apa pun perbuatan Kanda, Yang Mulia tidak mengumumkannya.
Sampai saat ini, Yang Mulia masih ingin menolong nyawa Kanda.
Beliau berharap ada cara supaya Kanda tetap hidup...
Dia mau aku puas menjadi Pangeran?
35 tahun... Aku sudah menunggu 35 tahun!
Hingga kelak aku akan menduduki takhta itu!
Dan aku akan memerintah negeri ini!
Lalu, inikah balasan yang kuterima?
Yang Mulia juga sudah lanjut usia. Pastilah nyawanya terasa semakin berharga.
Jika beliau ingin mempertahankan takhta dengan cara yang hina,
maka selayaknya negeri para pejuang,
satu-satunya jalan adalah menurunkan beliau dengan senjata.
"Puas dengan kedudukan pangeran."
Kedudukan pangeran itu dari sudut pandang rakyat jelata...
bahkan dari sudut pandangku, itu kedudukan yang sangat mulia.
Melakukan kewajiban yang seharusnya.
Juga bisa mengerahkan kekuatan untuk orang lain dan rakyat.
Kelahiran yang diberkati.
Namun, bagi Albert yang merupakan Putra Mahkota,
diturunkan dari kedudukan tersebut itu...
...sama dengan kematian.
Perbedaan cara pandang ini...
Kau bersikeras ingin menghentikanku?
Ya.
Begitu, ya.
Kau memang adik yang seperti itu.
Tangkap Noah!
Orang itu pengkhianat!
Lawanku seribu orang.
Meski lawannya Pangeran, mereka tetap patuh perintah.
Sudah kuduga, mereka sangat terlatih.
Justru karena itu, aku tak boleh melibatkan mereka!
Maju!
Wahai tuanku.
Sebutlah!
Sebutlah nama sejati dari kekuatan yang kau damba!
Yang kudambakan...
Serang, Lutiya!
Tidak...
Behemoth!
Arus air...
...tidak membiarkan noda mendekat.
Embusan angin...
...menjadi mata maha melihat, dan telinga maha mendengar.
Tanah berperan sebagai pijakan yang menopang kaki melangkah maju.
Lalu, api...
...sebagai kekuatan penghangus segalanya, akan menampakkan diri di sini!
Apa-apaan itu...
Sudah cukup.
Jangan bunuh mereka.
Tamat sudah, Kanda.
Kau akan membunuhku?
Kau... Kau?
Tidak. Saya takkan merenggut nyawa Kanda.
Kalau sesama putranya saling bunuh,
No comments yet. Be the first to leave one.