The first 200 lines.
MAZTRE LEGAL PROPERTY
Tetaplah bersama kami, karena nanti sore
kami beruntung bisa mewawancarai Anna Scott,
Bintang film Hollywod yang sangat terkenal
Film terbarunya, sekali lagi menempati posisi puncak film terlaris.
She may be the face I can't forget
A trace of pleasure or regret
May be my treasure or the price I have to pay
She may be the mirror of my dream
The smile reflected in a stream
She may not be what she may seem ...
...inside her shell
She who always seems so happy in a crowd
Whose eyes can be so private and so proud
No one's allowed to see them when they cry
She may be the love that cannot hope to last
May come to me from shadows of the past
That I remember till the day I die
She may be the reason I survive
The why and wherefore I'm alive
The one I'll care for through the rough and ready years
Me, I'll take her laughter and her tears
And make them all my souvenirs
For where she goes I've got to be...
The meaning of my life is she
Manually Translated by: Tri "MAZTRE" Suharsono
Resync by: Tri "MAZTRE" Suharsono
Tentu saja aku pernah menonton film-filmnya...
dan aku selalu berpikir, kalau dia...mmm, menakjubkan.
Tapi, kau tahu, dia berjuta-juta mil dari dunia tempatku tinggal...
yaitu di sini, Notting Hill, daerah favoritku di London.
Ada pasar yang buka setiap hari kerja yang menjual segala macam buah dan sayuran.
Pisang sekeras batu, 1 Pound lima biji!
Gerai tato dengan seorang laki-laki mabuk...
yang tidak ingat lagi mengapa ia minta ditato tulisan "I love Ken."
Penata rambut radikal...
dimana orang-orang keluar dengan penampilan seperti monster ,
entah mereka suka atau tidak.
Dan kemudian, pada akhir pekan,
sejak pagi buta, ratusan kedai bermunculan entah dari mana,
Memenuhi Portobello Road, hingga gerbang Notting Hill.
Dan kemanapun mata memandang, ribuan orang membeli jutaan barang antik,
ada barang yang asli, dan ada juga yang...tidak begitu asli.
Dan hebatnya, banyak teman-temanku yang memutuskan tinggal di sudut kota London ini.
Tony, misalnya, seorang arsitek yang beralih profesi menjadi Juru Masak.
yang baru-baru ini menginvestasikan seluruh uangnya untuk restoran barunya.
Dan, inilah tempatku menjalani hari-hariku...
di daerah kecil di tengah kota London di sebuah rumah berpintu biru...
yang kubeli bersama istriku, sebelum ia pergi dengan laki-laki lain...
yang wajahnya sangat mirip dengan Harrison Ford.
Dan tempat aku menjalani hidup yang aneh dengan orang bernama...
SPIKE!
Bisakah kau membantuku membuat keputusan yang sangat penting?
sangat penting, katakanlah seperti, keputusan penghapusan hutang negara berkembang?
Betul. Akhirnya aku berkencan dengan Janine yang luar biasa,
dan aku ingin memastikan apakah aku memakai kaos yang tepat.
- Apa pilihannya? - Sebentar...
AKU SUKA DARAH.
Pilihan pertama, yang ini. Keren, kan?
Yah, sepertinya akan sulit bagimu untuk memberi kesan romantis.
Pendapat diterima. Jangan putus asa.
Kalau soal keromantisan, aku yakin aku punya kaos yang pas.
DAPATKAN 'ITU' DI SINI
Sama saja, mungkin dia akan berpikir kau tidak benar-benar mencintainya.
Benar juga. Satu lagi.
Cinta sejati, aku datang!
KAU ADALAH WANITA TERCANTIK DI DUNIA
Ya, itu... Itu...sempurna
Bagus. Terima kasih.
- Doakan aku. - Semoga berhasil.
MAU BERCINTA DENGANKU?
Dan Rabu itu, hanyalah hari tanpa harapan yang lain,
selagi berjalan melewati pasar menuju tempat kerjaku,
tak pernah kuduga itu adalah hari yang akan merubah hidupku selamanya.
Ngomong-ngomong, inilah tempat kerjaku, toko buku travel kecil milikku,
- Selamat pagi, Martin. - Selamat pagi, tuan.
yang...menjual buku-buku perjalanan wisata,
dan, sejujurnya kukatakan, tidak seberapa laku.
Klasik. Keuntungan dari tekanan pedagang besar,
minus 347 Pound.
Mau...kubelikan cappuccino ?
- Untuk sedikit menghibur diri. - ya, ya.
Sebaiknya setengah gelas saja. Hanya itu kemampuanku.
Cukup logis. Setengah gelas cappuccino segera datang.
Um, ada yang bisa saya bantu?
Tidak, terima kasih. Aku cuma...melihat-lihat.
Baiklah.
Uh, buku itu sama sekali tidak bagus.
Mana tahu, awalnya melihat-melihat, akhirnya membeli. Hanya akan membuang uang anda.
Tapi, jika anda tertarik dengan Turki...
yang ini, sebaliknya, sangat bagus.
Menurut saya penulis buku ini benar-benar pernah ke Turki.
Di dalamnya juga ada sebuah cerita menarik tentang kebab ,
satu dari banyak cerita menarik lainnya.
Terima kasih. Aku akan mempertimbangkannya.
Atau, di antara pilihan lainnya, ada...
Maaf. Tunggu sebentar.
Permisi.
- Ya? - Kabar buruk.
Ada apa?
Toko ini dilengkapi kamera keamanan.
Lalu?
Lalu, aku melihatmu memasukkan buku ke dalam celanamu.
- Buku apa? - Yang ada di dalam celanamu.
Tidak ada buku di celanaku.
Baiklah.
Begini saja... aku akan memanggil polisi, dan...
jika aku salah tentang cerita "buku di dalam celana" ini,
aku betul-betul minta maaf.
Oke, bagaimana kalau... memang ada buku di celanaku?
Well , idealnya, ketika aku kembali ke mejaku,
kau akan mengeluarkan buku Cadogan Guide to Bali itu dari celanamu...
dan meletakkannya kembali atau membelinya.
Akan kutemui kau sebentar lagi.
Maafkan saya tentang itu.
Tidak apa-apa.
Tadinya aku juga mau mencuri, tapi aku berubah pikiran.
Oh, ada tanda tangan penulisnya.
Ya, saya tidak bisa menghentikannya.
Anda sangat beruntung jika bisa menemukan yang tanpa tanda tangan,
Maaf.
- Ya? - Boleh minta tanda tangan?
Uh, tentu saja.
Ini.
- Siapa namamu? - Rufus.
Tulisannya apa?
Itu tanda tanganku. Di atasnya, tertulis "Rufus, tempatmu adalah di penjara."
Bagus.
- Mau nomor telepon saya? - Cukup menggoda.
Tapi...tidak, terima kasih.
Aku beli yang ini.
Oh, baiklah.
Mmm...kalau dipikir-pikir, buku ini sebenarnya tidak terlalu jelek.
Lumayan klasik.
Tak satupun cerita tentang kebab bisa anda temukan di buku lain saat ini.
Mmm...begini saja...
Saya akan memberikan salah satu buku itu gratis untuk anda.
Bisa dipakai untuk bakar-bakar,
membungkus ikan, dan semacamnya.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Cappuccino, sesuai pesanan.
Terima kasih.
Kau tidak akan percaya siapa yang baru saja berbelanja ke sini.
Siapa? Apakah orang terkenal?
Bukan. Bukan.
Bukankah sangat menyenangkan,
jika ada orang terkenal singgah ke toko kita?
Kau tahu, dan ini sangat luar biasa, sebenarnya...
aku pernah bertemu Ringo Starr.
- Dimana? - di Kensington High Street.
Paling tidak, waktu itu kupikir dia Ringo.
Atau salah seorang tokoh di film Fiddler on the Roof .
- Kau tahu, Toppy. - Topol.
Ya, benar. Topol.
Mm-hmm.
Sebenarnya, Ringo Starr sama sekali tidak mirip dengan Topol.
Ya, tapi waktu itu... aku melihatnya dari kejauhan.
Jadi yang kau lihat, bisa saja bukan keduanya.
Ya, bisa jadi.
- Ini bukan lelucon basi, kan? - Bukan. Bukan.
- Mau lagi? - Ya. Tidak.
Ayo bersenang-senang. Aku mau jus jeruk.
Oke. Terima kasih. Sampai jumpa.
Oh, Sial!
- Oh, Tuhan! - Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf.
- Sini. Biar saya... - Singkirkan tanganmu!
Saya benar-benar minta maaf. Saya...saya tinggal di seberang jalan.
Di rumah saya ada air dan sabun. Anda bisa membersihkan diri anda.
Tidak, terima kasih. Aku hanya ingin ke mobilku.
Saya juga punya telepon. Saya yakin, dalam lima menit...
anda akan kembali bersih, dan bisa melanjutkan aktifitas anda.
Dalam pengertian tidak terlalu mencolok, tentunya.
Baiklah...Apa maksudmu dengan di seberang jalan ?
- Perkirakan jaraknya dalam meter. - Mmm, 18 meter.
Itu rumah saya, yang pintunya berwarna biru.
Silahkan masuk. Saya...saya akan...
Um, baiklah. Baiklah. Silahkan masuk.
Aku khawatir, ini...tidak serapi biasanya.
Tapi...kamar mandinya ada di atas.
Dan teleponnya ada di... di situ.
Sini. Biar...Biar saya saja.
Um, ada di sudut. Terus saja...terus naik.
Sial.
Mau secangkir teh sebelum pergi?
Tidak.
Kopi?
Tidak.
Jus jeruk?
Tidak juga.
Mmm...Sesuatu yang dingin?
Soda? Air putih?
Minuman manis, yang katanya terbuat dari buah-buahan segar di hutan?
Tidak.
Mau makan sesuatu?
Makanan ringan?
Aprikot disiram madu?
Tak ada yang tahu, kenapa tidak ada lagi rasa aprikotnya...
dan rasanya jadi seperti madu,
dan, tentunya, jika anda ingin madu, beli saja madu, jangan beli...aprikot.
Um, tapi meskipun begitu,
No comments yet. Be the first to leave one.