Persona

Persona

Download Indonesian Subtitle

Release info

Persona 1966 720p BRrip Sujaidr
A Commentary by Irwan19

Tags

brrip
720p
720
Published on: 2014-04-01
Downloads: 285
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Anda ingin bertemu saya, dokter?

Kau sudah menemui Ny. Vogler, Suster Alma?

Belum.

Kalau begitu akan kuberitahu situasinya seperti apa

dan akan kujelaskan kenapa kau yang harus merawatnya.

Seperti yang diketahui, Ny. Vogler adalah seorang aktris.

Di tengah-tengah pertunjukan saat dia memerankan Electra,

dia terdiam dan melihat sekeliling dengan terkejut.

Dia tetap diam selama beberapa menit.

Kemudian dia meminta maaf pada teman-temannya,

dan bilang dia tak bisa menahan tawanya.

Hari berikutnya pihak teater menelepon

untuk menanyakan kenapa dia tak datang latihan.

Pembantunya masuk ke kamar dan melihat dia masih terbaring di tempat tidur.

Dia sudah bangun, tapi tak menjawab pertanyaannya dan tak bergerak.

Kondisi seperti itu sudah berlangsung 3 bulan.

Dia sudah diperiksa secara menyeluruh.

Hasilnya sudah jelas:

Kondisinya sangat sehat, secara fisik dan mental.

Dan kondisi ini bukan disebabkan karena reaksi histeris.

Ada pertanyaan, Suster Alma?

Jika tidak ada, sekarang kau boleh menemui Ny. Vogler.

Halo, Ny. Vogler.

Saya Suster Alma.

Mereka menugaskan saya untuk merawat anda..

Mungkin saya harus memperkenalkan diri terlebih dulu.

Usia saya 25 tahun dan sudah bertunangan.

Saya sudah jadi perawat selama 2 tahun.

Orang tua saya punya lahan pertanian.

Ibu adalah seorang perawat sebelum dia menikah.

Saya akan mengambil makan malam. Daging dan salad buah.

Sepertinya enak.

Mau bantalnya ditinggikan? Anda sudah nyaman seperti ini?

Suster Alma, apa pendapatmu?

Saya tak tahu harus bilang apa, dokter.

Pada awalnya wajahnya tampak manis, hampir seperti anak-anak,

Kemudian matanya...

Dia punya tatapan tajam.

Entahlah, mungkin saya sebaiknya...

Apa yang kau pikirkan, Suster Alma?

Mungkin saya sebaiknya tak menerima tanggung jawab ini.

Kenapa? Ada yang membuatmu takut?

Tidak, tetapi...

Ny. Vogler sebaiknya dirawat oleh perawat yang lebih tua,

yang pengalaman hidupnya lebih banyak.

- Mungkin saya tak mampu menanganinya. - Menanganinya?

- Secara mental. - Secara mental?

Jika Ny. Vogler memutuskan secara sadar untuk tak bicara atau tak bergerak,

sepertinya kasusnya begitu, karena kondisinya sehat...

Lalu?

Itu menunjukkan kekuatan mental yang besar.

Mungkin saya tak mampu menanganinya.

Mungkin anda ingin melihat matahari terbenam, Ny. Vogler.

Nanti tirainya saya tutup kembali.

Anda mau mendengarkan radio?

Saya rasa ada sandiwara radio.

Maafkan aku, sayang.

Kumohon maafkan aku.

Yang kuinginkan hanyalah pengampunanmu.

Kenapa anda tertawa, Ny. Vogler? Aktrisnya terdengar lucu?

Kau tahu apa tentang belas kasihan? Apa?

Kau tahu apa tentang belas kasihan?

Saya tak mengerti hal-hal semacam itu, Ny. Vogler.

Saya suka film dan teater,

tapi jarang pergi ke sana.

Saya sangat mengagumi para artis.

Saya pikir seni mempunyai peran sangat penting dalam kehidupan,

terutama bagi mereka yang memiliki masalah yang serius.

Seharusnya saya tak membicarakan ini. Terlalu riskan.

Saya akan mencoba mencari siaran musik.

Bagaimana dengan ini?

Selamat malam, Ny. Vogler. Tidur yang nyenyak.

Sialan.

Lucu.

Seseorang bisa pergi ke mana saja...

melakukan apa saja.

Aku akan menikah dengan Karl-Henrik dan akan punya beberapa anak,

yang akan kubesarkan.

Semuanya sudah diputuskan. Secara sadar.

Aku bahkan tak perlu memikirkannya.

Ini adalah naluri untuk mendapatkan rasa aman.

Aku mendapat pekerjaan yang aku sukai dan menikmatinya.

Itu juga bagus...

ditinjau dari sisi berbeda.

Itu bagus.

Ya...

itu bagus.

Aku heran apa yang sebenarnya terjadi padanya.

Elisabeth Vogler.

Mau saya bukakan suratnya, Ny. Vogler?

Mau saya bacakan?

Mau saya bacakan untuk anda?

“Elisabeth sayang,

karena mereka tak mengijinkanku berkunjung, aku menulis ini.

Jika kau tak ingin membacanya, abaikan saja..

Aku terus mencoba menghubungimu,

karena aku terus-terusan tersiksa dengan sebuah pertanyaan:

Apakah aku telah menyakitimu?

Apakah tanpa sengaja aku telah menyakitimu?

Apa ada kesalahpahaman di antara kita?"

Boleh saya lanjutkan?

"Setahuku, kita merasa bahagia akhir-akhir ini.

Kita belum pernah...

sedekat ini sebelumnya.

Apa kau ingat saat kau berkata,

'Sekarang aku baru memahami

apa artinya menikah itu'?

'Kau telah mengajarkan padaku...”'

Saya tak bisa membacanya.

“'Kau telah mengajarkan padaku...”' Sekarang terbaca.

“Kau telah mengajarkan padaku bahwa kita seharusnya saling melihat

seperti dua anak kecil yang gelisah

penuh dengan kemauan dan niat baik.

Tapi di...”' Sekarang terbaca.

“'Tapi dikuasai oleh kekuatan yang hanya bisa kita kendalikan sebagian saja.'

Apa kau ingat semua yang kau katakan ini?

Kita sedang berjalan melintasi hutan,

dan kau menghentikanku dengan memegang ikat pinggangku...”

Ada foto bersama suratnya.

Ini foto putra anda. Saya tak tahu jika...

Anda ingin melihatnya, Ny. Vogler?

Dia anak yang manis.

Elisabeth, kurasa tak ada gunanya

kau tetap tinggal di rumah sakit ini.

Itu hanya memperburuk kondisimu.

Karena kau tak mau pulang ke rumah,

Aku sarankan kau dan Suster Alma pindah

ke rumah musim panasku di pinggir pantai.

Kau pikir aku tak mengerti?

Mimpi sia-sia tentang eksistensi.

Tidak pura-pura menjadi, tapi menjadi ada.

Sadar dan waspada setiap saat.

Pada waktu yang sama, adanya perbedaan antara siapa kau ini dalam anggapan orang lain

dan dalam anggapanmu sendiri.

Perasaan vertigo, dan keinginan menggebu

untuk membuka kedokmu selamanya.

Untuk dilihat, diamati...

bahkan mungkin dimusnahkan.

Setiap kata adalah dusta, setiap gerakan adalah kebohongan,

setiap senyuman adalah seringai.

Bunuh diri?

Tidak, terlalu mengerikan.

Kau tak akan melakukan hal semacam itu.

Tapi kau bisa menolak bicara dan tak bergerak.

Setidaknya dengan seperti itu kau tak berbohong.

Kau bisa menutup diri. Mengasingkan dirimu sendiri.

Dengan cara ini kau tak perlu berpura-pura,

mengenakan kedok palsu, dan membuat gerak-gerik palsu.

Itu menurutmu...

tapi kenyataannya tidak seperti itu.

Tempat persembunyianmu bukannya tak bisa dimasuki.

Kehidupan menerobos masuk dari segala penjuru.

Kau dipaksa untuk bereaksi.

Tak ada yang bertanya apa reaksimu itu asli atau palsu,

apa kau sedang berbohong atau jujur.

Pertanyaan semacam itu hanya ada di teater.

Bahkan di sana pun nyaris tak ada.

Aku memahamimu, Elisabeth.

Aku mengerti kenapa kau diam, kenapa kau tak bergerak,

kau mengubah sikap apatis ini menjadi rencana fantastis.

Aku memahamimu dan mengagumimu.

Kupikir kau harus mempertahankan peran ini sampai itu berakhir,

sampai hal itu tak lagi menarik.

Kemudian kau bisa meninggalkannya, sama seperti kau perlahan meninggalkan

peran-peranmu yang lain.

Pada akhir musim panas, Ny. Vogler dan Suster Alma

pindah ke rumah musim panas dokter itu.

Dekat dengan laut menghasilkan dampak yang baik bagi sang aktris.

Sikap apatis yang ditunjukkannya selama berada di rumah sakit

ditanggalkan olehnya untuk berjalan-jalan, memancing,

memasak, menulis surat, dan kegiatan hiburan yang lain.

Suster Alma menikmati pengasingannya di daerah pinggiran

dan merawat pasiennya dengan perhatian penuh.

Apa kau tak tahu membandingkan telapak tangan itu membawa sial?

Elisabeth...

boleh aku membacakan sesuatu untukmu?

Oh, apa aku mengganggumu?

Awalnya seperti ini:

"Segala kegelisahan yang kita bawa,

mimpi-mimpi kegagalan kita, kekejaman yang tak bisa dimengerti,

ketakutan kita akan kepunahan,

cara pandang menyakitkan tentang kondisi duniawi kita

perlahan-lahan mengikis harapan kita terhadap bentuk penyelamatan yang lain.

Tipisnya iman kita dan keraguan

mengenai kegelapan dan kesunyian

adalah bukti paling mengerikan dari keputus asaan kita

dan pengetahuan kita yang terpendam.”

Menurutmu seperti itu?

Aku tak mempercayai ini.

Untuk berubah... tapi aku terlalu malas.

Kemudian aku merasa bersalah.

Karl-Henrik memarahi aku karena ambisiku yang kurang,

karena tak punya tujuan hidup yang jelas.

Kurasa itu tak adil.

Aku lulusan terbaik di kelasku.

Tapi sepertinya dia mengacu pada hal lain.

Kau tahu... Oh, maaf.

Kau tahu yang kadang-kadang aku pikirkan?

Di rumah sakit tempatku menjalani ujian,

ada sebuah rumah untuk para perawat yang sudah tua

More Indonesian subtitles for Persona

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left