The first 200 lines.
"Hari terakhir Januari 2026 sudah tiba"
Astaga. Yang benar saja...
Shin Dong! - Aku suka...
Hee Chul. - Apa?
Kenapa? Ada apa?
Shin Dong absen hari ini? - Dia tidak datang.
Shin Dong tidak datang. - Mejanya juga hilang.
Mejanya hilang? - Hilang.
Selama hampir sebulan, aku... - Diamlah.
Awas kepalamu.
Hati-hati. Kepalamu bisa terbentur.
Diamlah.
Kenapa lewat pintu depan? - Dengar.
Hee Chul dan Shin Dong berkeliling dunia
untuk konser tur mereka. - Benar.
Mengejutkannya,
Hee Chul tampak baik-baik saja.
Namun, Shin Dong... Dia agak lemah.
Jadi... - Mungkin mengejutkan bagimu.
Tubuhku sehat dan kuat alami,
sementara Shin Dong agak lemah.
Dia tidak enak badan
dan memutuskan cuti beberapa pekan dari sekolah.
"Cemas"
Jadi, hari ini,
untuk Shin Dong, mari kita tulis pesan penyemangat.
Mental Shin Dong tampak lebih lemah daripada dugaanku.
Benar. - Yeong Cheol pasti berpikir,
"Kuharap Shin Dong yang ada di sini dan Hee Chul yang sakit."
Itu tidak benar. Kenapa kamu berkata begitu?
Dia pasti sudah gila. - Aku tak akan pernah bolos sekolah.
Aku tidak pernah berpikir begitu. - Aku tak akan pernah bolos sekolah.
Kamu tidak berbagi ruang tunggu dengan Shin Dong, bukan?
Dahulu kami berbagi ruang tunggu,
tapi karena Shin Dong stres, kami memakai ruangan terpisah.
Dia rekanku.
Aku merasa dia sakit karena aku.
Tolong tulis, "Kembalilah."
"Kembalilah kepadaku."
"Aku tak akan seruangan denganmu." - Aku ingin bilang, "Shin Dong..."
Jang Hoon, silakan. - Tulis, "Shin Dong,
makan yang banyak dan naikkan berat badanmu sebelum kamu kembali."
"Kembalilah"
"Jadilah gemuk dan kembali"
Dasar kamu... - Ubah komentarnya.
"Aku akan segera..."
"Aku akan segera menyusulmu."
Sepertinya kamu tidak bisa berkembang.
Pak, tolong ajari aku.
Aku harus apa agar lebih lucu? - Yeong Cheol...
Aku akan membuat puisi akrostik dengan "Shin Dong".
Baiklah. Silakan. - Shin!
Pada Sabtu yang menyenangkan... - Pada Sabtu...
Dong. Kita butuh Shin Dong.
Shin Dong, kuharap kamu segera kembali.
Ini... - Tampaknya dia tak bisa berkembang.
Inilah keanggunan - Benar sekali.
Dia tidak bisa berkembang. - pemenang Anugerah Utama.
Pemenang Anugerah Utama. - Apa? Itu bagus.
"Selagi mengambil cuti, - Tidak bisa lakukan dengan mencoba.
kuharap Shin Dong juga mengencani seseorang."
"Jam pelajaran kedua tanpa Shin Dong
tidak ada artinya." - Benar.
Astaga. Ini bagus.
Jika Shin Dong menonton ini, dia akan segera kembali.
Banyak orang menantikannya.
Siapa yang akan memimpin kita di jam pelajaran kedua?
Ruang kelas terasa kosong tanpa dia.
Aku ingin Ho Dong yang memandu jam pelajaran kedua
seperti di "Star King".
Astaga, kaget aku. - Hei.
Astaga. Apa yang terjadi?
Berat badan Gi Seong turun banyak.
Kukira dia Shin Dong. - Benar sekali.
"Jangan menjadi pengecut, bersenang-senanglah"
Tanpa kami. Biarkan kami bergabung denganmu.
Astaga. Jadu datang. - Mengerti?
Silakan masuk. - Hai.
Jadu datang. - Hei, Jadu.
"Orang lain datang belakangan seolah-olah dia bintang hari ini"
Silakan masuk. - Jang Hoon! Astaga.
Ada tamu istimewa hari ini. - Maksudku...
Sudah lama sekali. - Dia tampak seperti bintang idola.
Kombinasi macam apa ini? - Mereka bertiga
datang ke sini bersama? - Kamu memakai riasan atau apa?
Jang Hoon. - Kami akan memperkenalkan diri.
Jang Hoon, kamu bisa duduk nanti.
Kamu harus memperkenalkan diri dahulu.
Omong-omong, kalian pindah dari sekolah mana?
Kami dari SMA Kesatria Tangguh.
Aku... "Gulung dengan baik"
Aku Jadu, pembuat gimbap yang perlu bicara.
Jadu. - Si pembuat gimbap.
Hai.
Sebagai pengecut, aku berjalan
di sepanjang dermaga yang berbau amis. Aku Gi Seong.
Bae Gi Seong! - Bae Gi Seong.
"'Musim semi akan datang kepadaku,' Bae Gi Seong"
Riasan gaya "Kop Demon Hunters".
Seup Teun Hoon datang. - "KPop Demon Hunters".
Aku... - Seup Teun Hoon.
Aku pindah ke sekolah lain
dari SMA Kesatria Tangguh.
Di mana... - Aku dari sekolah lain.
Aku dari SMA Kesulitan Keuangan.
SMA Kesulitan Keuangan?
"Kim Jang Hoon Menunggak Sewa Karena Kesulitan Keuangan"
"Penuh iba"
Dia melatih kalimat itu selama 30 menit.
Astaga. Kenapa kalian tak tertawa? - Pembukaannya...
Tendangan pembuka! Ulangi lagi.
Kenapa itu tak membuatmu tertawa? - "SMA Kesulitan Keuangan."
Kami tertawa kali ini. - Lakukan pembukaannya lagi.
Begini, dia melatih kalimat itu untuk pembukaan
selama 30 menit. - Aku butuh waktu sepekan...
Seharusnya katakan dengan ceria. - Dia berlatih keras.
Dengan keras. - "SMA Kesulitan Keuangan."
Kukira itu... - Mana bisa dia pakai nada ceria?
Seharusnya katakan dengan keras. - SMA Refleksi Diri.
Benar, bukan? - Aku pindah dari sekolah itu
ke SMA Kesulitan Keuangan. - Dari SMA Refleksi Diri,
kamu pindah ke SMA Kesulitan Keuangan.
Di sekolah mana pun kamu belajar sebelum datang ke sini,
kami dengan tulus menyambut kalian!
Senang bertemu kalian semua.
Sejujurnya, aku agak kesal dengan kalian.
Kalian belum pernah datang ke acara ini.
Mereka belum pernah ke sini. - Itu karena...
Kami tidak diundang. - Benar sekali.
Gi Seong, semua lemakmu yang hilang masuk ke hidungmu?
Dia memakai kacamata mainan dengan hidung palsu.
Hidungnya tetap sama.
Dia memakai kacamata samaran. - Itu hidung palsu?
Anehnya, berat badanku turun, - Hanya hidungnya...
tapi hidungku tetap sama. - Hanya hidungnya yang tak berubah.
Saat aku mengunggah video,
orang bertanya apakah aku memakai efek lensa cembung.
Benar. - Hidungmu...
Aku pakai lensa biasa, tapi terlihat seperti memakai lensa cembung.
Hidungku tidak mengecil. - Aku mencemaskan syuting hari ini.
Kenapa? - Kenapa?
Kenapa? - Kalian juga akan
memanggilnya "Jang Hoon". - Benar sekali.
Jang Hoon, kamu sudah bercerai?
Terkadang aku melihat artikel berita yang mengatakan aku sudah bercerai.
Ibuku membaca artikel itu dan meneleponku,
bertanya apa aku sudah menikah. - Itu lucu.
Ternyata wartawan itu menulis marganya "Kim".
Lalu, aku bertanya-tanya apa aku benar-benar sudah menikah.
Ini kisah nyata. - Namun...
Bahkan kamu pun bingung? - Sungguh.
Aku membaca artikel berita - Ya?
yang mengatakan aku menghadiri semacam festival.
Aku berkata, "Festival apa?"
"Seo Jang Hoon dengan Harta 50 Juta Dolar
Alami Kesulitan Keuangan." - Benar sekali.
Aku belum pernah menjadi pemain basket.
Namun, mereka bilang sebaliknya. - Benar. Kamu bermain go.
Gi Seong, ada yang mau kamu temui? - Marga mereka berbeda.
Aku ingin berterima kasih kepada salah satu dari kalian.
Aku datang untuk menemui Ho Dong.
Dia pasti tampil di "Star King". - Tidak mungkin.
Pola pikir kuno. - Ada
rumor buruk tentang Ho Dong.
Namun... - Bahwa dia memukuli seseorang?
Hal-hal seperti itu.
Namun, aku sangat berterima kasih kepadanya
saat tampil di "Star King".
"Star King" lagi.
Syutingnya berlangsung lama. - Benar.
Tiap kali kami istirahat,
Ho Dong memanggilku.
Aku diminta pergi ke ruang tunggunya.
Aku? - Ya. Jadi, aku pergi ke sana.
Aku sangat gentar. - Benar.
Namun, dia bilang, "Itu sulit, ya?"
"Syuting yang berlangsung lama memang tidak mudah."
Dia saat itu sedang memakan makanan kemasan.
Dia menawariku makanan. - Dia berbagi makanan?
Ini kisah yang mengharukan. - Dia menawarkan berbagi makanan.
Apa makanannya sudah basi? - Aku memberimu makanan?
Kamu memberiku makanan. - Pasti sudah basi.
Lalu, Ho Dong bilang,
"Pengalaman ini akan membantumu bertahan lama di industri ini."
"Jika bertahan dan terus maju saat melalui masa-masa sulit,
pada akhirnya kamu akan menjadi sukses."
"Jadi, lakukan yang terbaik." - Dia beri komentar sepanjang itu?
Apa yang dia katakan... - Tidak mungkin. Kurasa
kalian meluruskan ceritanya. - Tidak.
Sudah lama kami tidak bertemu. - Ho Dong seperti itu saat perlu.
Setelah itu, aku melupakannya.
Namun, anehnya, tiap kali kesulitan,
aku memikirkan Ho Dong.
Dia tidak membantumu? Kamu hanya memikirkannya?
Karena itu nasihat yang tulus.
Ya, itu nasihat yang tulus. Aku merasakan ketulusannya.
Cobalah mengingat apa yang sebenarnya terjadi.
Kurasa aku tidak memanggilmu ke ruang tungguku.
Mungkin aku pergi ke ruang tunggumu dengan membawa makanan.
Tidak, kamu tidak sebaik itu. - Begitu rupanya.
No comments yet. Be the first to leave one.