Release info

Four Adventures of Reinette and Mirabelle(1987) [BluRay] INDONESIA by madeinheaven6666
A Commentary by madeinheaven6666
Akses Film Lainnya Dari Saya Di Telegram: t.me/bymadeinheaven6666

Tags

bluray
Published on: 2026-02-27
Downloads: 24
Hearing Impaired: No
FPS: 24

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

JAM BIRU

Permisi!

Apa ada bengkel di sekitar sini?

Ada, sekitar 5 mil dari sini.

Sepertinya ban saya bocor.

Boleh saya lihat?

Bisa pegang ini?

Punya tambalan?

Ada, tapi bagaimana cara menemukan bocornya?

Kamu belum pernah menambal ban?

Aku yang perbaiki saja.

Tutup pentilnya ada?

Sepertinya tidak.

Lewat sini.

Lihat gelembungnya? Di situ letak bocornya.

Kamu tutup dengan jari, seperti ini...

Dikeringkan sedikit... Belum bisa diberi lem...

Biar aku saja...

Aku ambil amplasnya...

Gosok sedikit... Mau coba?

Supaya lebih kuat menempel.

Ambil lem dan tambalannya...

Ban dalamnya masih baru...

Ada caranya...

Benda-benda ini susah sekali dibuka...

Kita perlu benda tajam untuk melubanginya.

Jarum...

- Aku ambilkan. - Atau garpu.

- Perlu tambah? - Cukup.

Aku oleskan juga ke tambalannya, supaya...

Supaya menempel...

- Aku tempelkan... - Tidak pas...

Tidak apa-apa. Tekan kuat!

Supaya tidak lepas.

Lalu kertasnya dilepas?

Aku biarkan kering di sana.

- Apa ini? - Yang mana?

Tempat ini.

Ini rumahku.

Kamu tinggal di mana?

Di sana!

Ini dapurku...

Dan di atas itu kamarku.

- Ini rumah? - Memangnya apa lagi?

Lebih mirip loteng jerami.

Dulu memang begitu. Lalu kami jadikan kamar...

Mau melihat?

Hati-hati dengan durinya.

Aku suka rumput yang tumbuh liar. Jauh lebih indah.

Aku juga. Sayang sekali tetangga akan memotongnya untuk kambingnya.

Pohon ini luar biasa!

Ini milik buyutku.

Indah, ya?

Milik buyutmu?

Ditanam pada hari ia lahir, lebih dari 100 tahun lalu.

Itu pohon pir.

Ayo, di sana.

Pintu hijau kecil itu.

- Silakan masuk, Nona. - Terima kasih.

Jangan pedulikan berantakannya... ini gudang.

Tangga di sana...

Tenang saja, kokoh.

- Kamu tinggal sendiri di sini? - Ya.

Ibuku punya toko kelontong di Rebais.

Aku suka ke sini saat musim panas.

- Tempatmu manis. - Terima kasih.

Kamu melukis?

Aku mencoba.

Kamu sendiri ngapain?

- Aku mahasiswa. - Jurusan apa?

Etnologi.

Apa itu?

Studi tentang kelompok etnis.

Kelompok apa?

Etnis... dari kata "ethnos".

Dalam bahasa Yunani artinya "orang".

Oh, begitu,

siapa namamu?

- Mirabelle. - Aku Reinette.

Boleh aku lihat lukisanmu?

Tentu, silakan.

Yang itu berjudul "Breakaway".

Begini rasanya...

Lihat yang ini dari jauh.

Judulnya "Penolakan".

Benarkah? Kenapa?

Kamu menolak untuk membuka

atau menutup matamu.

Kamu memilih satu wajah untuk tubuh itu.

Lalu kamu memakainya.

Begitu.

Kalau yang ini?

Itu...

Boleh aku taruh di sini?

Yang ini harus dilihat dari jarak jauh.

Aku tidak tahu...

Itu datang begitu saja. Jangan coba dipikirkan.

Banyak sekali, seperti komik!

Komik yang kutahu cuma...

Grimm dan Perrault.

Mereka bikin komik?

Kurang lebih mirip.

Mau lihat yang favoritku? Tapi lihat ini dulu...

Tunggu, ada satu yang lucu, yang aku suka...

Judulnya: "Seinci Lebih".

Itu yang seinci lebih?

Bukan, soalnya yang ini lebih kecil dari yang itu.

Ini semut favoritku.

Kamu banyak melukis?

Aku suka semut.

Aku suka lukisan itu karena semutnya jadi bagus.

Semuanya terjadi di bulan?

Dalam arti tertentu...

Mau lihat matahariku terbenam?

Aku tunjukkan ya.

Di situ kamu bisa lihat "seinchi lebih"-nya.

Aku suka itu. Bagian tercantik dari tubuh perempuan.

Makanya sering kutaruh di tengah.

Bulat sekali, indah.

Karyamu sangat surealis.

Iya, sangat sur...

Tahun depan aku ke Paris buat belajar seni.

Kamu beruntung sekali bisa di sini. Indah banget.

Kamu tinggal di mana?

Paris.

Kamu barusan datang dari Paris?

Tidak.

Orang tuaku punya rumah kecil dekat sini,

dengan jalan kerikil, halaman rumput,

dan bunga-bunga... Kebayang, kan?

Rumah sebelahnya juga sama saja.

Tapi aku belum pernah ke pedesaan seperti ini.

Ini benar-benar liar.

Ya sudah, tinggal saja di sini.

Bukan begitu maksudku!

Kamu bisa tinggal. Aku punya ranjang lipat.

- Aku nggak enak merepotkan... - Lihat, aku takkan menawarkan kalau tak serius.

Aku baru selesai melukis.

Habis itu aku suka mengobrol.

Kalau aku kebanyakan ngomong, kamu bisa pergi.

Tidak, orang tuaku menunggu. Aku harus pulang.

Telepon saja mereka.

Kamu punya telepon?

Tetangga punya. Ayo?

Keheningan ini luar biasa.

Di Paris nggak pernah begini.

Selalu ada mobil lewat,

atau hi-fi tetangga, dengungan terus-menerus.

Tapi ini juga bukan keheningan sejati.

Dengarkan...

Banyak suara...

Keheningan tidak ada di alam.

Mungkin di puncak gunung.

Pernah ke puncak gunung?

Belum pernah.

Di sini juga bisa.

Mungkin malam hari.

Tidak, malam penuh suara. Kucing bernyanyi, burung hantu.

Bukan malam maksudku.

Pernah dengar jam biru?

Jam biru?

Bukan sejam... lebih tepatnya satu menit.

Tepat sebelum fajar, ada satu menit keheningan.

Burung siang belum bangun,

dan burung malam sudah tertidur.

Lalu...

Ada keheningan yang nyata...

Waktu kecil, aku sering minta ibuku membangunkanku saat itu.

Setiap pagi?

Tidak setiap pagi.

Dua atau tiga kali setahun... saat musim panas, langit cerah.

Sulit menjelaskannya pada yang belum pernah merasakannya.

Tapi ketika alam benar-benar hening, rasanya menakutkan.

Seperti di ruang sidang,

saat menunggu putusan juri.

Antara hidup...

Atau mati.

Jika kiamat benar-benar datang,

aku yakin itu terjadi pada saat itu.

Tahu kenapa?

Karena satu-satunya saat alam seakan menahan napas.

Sangat menakutkan.

Semua petani tahu tentang momen itu.

Itu sebabnya mereka berkata: "Hari berganti, fajar pun datang."

Itu benar.

Apa pun yang terjadi, matahari tak bisa dicegah terbit.

Itu pelajaran kerendahan hati terbaik yang bisa kita dapatkan.

Kita membutuhkan alam, bukan sebaliknya.

Kalau kamu mau,

kita bisa tidur sekarang. Aku akan membangunkanmu saat jam biru.

- Oke? - Kita pasti tak bangun.

Lagipula aku tak dengar alarm.

Serahkan padaku.

Sudah waktunya.

Dengarkan...

Kodok...

Itu katak...

Burung hantu...

Itu suara apa?

Sial!

Four Adventures of Reinette and Mirabelle subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left