The first 200 lines.
"Akhir Oktober saat angin dingin memenuhi udara"
"Seorang pria misterius duduk sendirian di kelas kosong"
"Gerakan tangannya menunjukkan rasa gugupnya"
Tidak pernah ada buku apa pun di kelas ini.
"Mimi Minu, Youtuber populer"
Seharusnya mereka sudah datang. Kenapa kelas masih kosong?
"Mimi Minu duduk di kursi anggota?"
"Melihat-lihat kelas sendirian"
"Membuatnya tertawa"
"Dia penuh semangat"
"Bagi Mimi Minu, ini seperti 'EXchange' dan 'Heart Signal'"
"Membuka pintu perlahan"
Hei, ayo, cepat. - Astaga, kaget aku.
Apa? - Halo.
Apa? Mimi Minu?
Masuklah. Jangan malu-malu.
Ada apa ini? - Masuklah.
Tunggu sebentar. - Ada apa ini?
Universitas Korea... - Dia Mimi Minu, bukan?
Kamu pindah ke sekolah kami lagi?
Sudah lama tidak bertemu. Senang kita bisa bersua lagi.
Namun, ada apa ini? - Ada apa ini?
Dia melewatkan proses pendaftaran. - Senang bertemu denganmu lagi.
Ada apa ini? - Tidak ada kelas di sekolah ini.
Jadi, itu tidak penting. - Apa yang terjadi?
Masuklah, Teman-teman. - Apa yang terjadi?
Kamu datang bermain dengan kami? - Hai, Hee Chul. Hei, hai.
Hei. - Tarian "Whiplash" itu bagus.
Benarkah?
Aku senang menontonnya. - Duduklah.
Ada apa? - Tunggu sebentar.
Kenapa kamu di sini? - Katakan. Kenapa kamu di sini?
Mari tepuk tangan dahulu. Acara ini capai 500 episode baru-baru ini.
Terima kasih. - Apa yang terjadi?
"Mereka bertepuk tangan mengikutinya tanpa dengar alasannya"
Aku senang menonton episode itu. - Kamu menonton penampilan kami?
Whiplash. Itu luar biasa. - Dia melihat penampilannya.
Kamu melakukan gerakan tari ini. Whiplash.
Klip video itu ramai dibicarakan.
Aku melihatnya... Ya. - Benarkah?
Ditonton sembilan juta kali. - Luar biasa.
Itu sulit dipercaya.
"Ho Dong memiliki kemampuan atletik dan kepekaan irama yang bagus"
"Luar biasa dia tampil dengan penuh antusiasme dan usaha"
"Ho Dong menjadi bintang di bawah SM Entertainment karena suatu alasan"
Penampilan itu sangat sukses. - Luar biasa.
Itu luar biasa. - Kalian sudah capai 500 episode.
Bisa dibilang kalian sudah menyelesaikan 90 persen tujuan.
Tidak banyak yang mencapainya. - Benar.
Jadi, aku ingin memberi selamat kepada kalian.
Kamu datang untuk menyelamati kami, mewakili semua selebritas?
Bisa dibilang begitu. Aku tahun lalu bersenang-senang di sini.
Kurasa Kepala Sekolah memberiku kesempatan untuk kembali ke sini.
"Mimi Minu tampilkan 'Supernova' sebelum 'Whiplash' Dongdongshinki"
Jadi, ini hanya sekali atau kamu akan lama di sini?
Yang mana? - Menurutku,
aku harus mencobanya sehari dahulu dan melihat perkembangannya.
Kamu di sini hanya untuk hari ini? - Bukan aku yang memutuskan.
Mari bersorak mendukungnya. - Sebagai anggota satu hari...
Kami mengandalkanmu, Mimi Minu.
Benar. - Bersenang-senanglah dengan kami.
Bersenang-senanglah dengan kami. - Baiklah.
Itu bukan hal yang mudah. - Apa?
"Giliran kita?"
Siapa itu? - Apa?
Ini gila. - Kami mengandalkanmu seperti biasa.
Eom Ji Yoon datang. - Astaga. Dia datang.
Won Hun juga di sini. - Astaga. Jin Se juga di sini.
Ji Yoon sudah pernah datang ke acara ini.
Ini kali pertama Won Hun tampil di sini.
Sama dengan Jin Se. - Ji Yoon.
Jin Se belum pernah ke sini? - Ini juga kali pertamanya di sini.
Kamu mau masuk atau tidak? - Akan aneh jika aku tidak masuk.
Benar. Itu akan aneh. - Kamu tahu maksudku, bukan?
Hai. - Astaga.
Hebat. - Hai.
Senang bertemu kalian semua. - Eomjirella datang.
Aku tidak percaya bisa ke sini. - Kalian dari sekolah mana?
Senang bertemu kalian semua.
Kami dari SMA Kamu Kolot Jika Tidak Tahu Siapa Kami.
Aku Kim Won Hun, pemimpin Shortbox. Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu juga. - Dia pemimpinnya.
Hai, Semua. - Jin Se.
Daguku yang terpanjang dan terbesar.
Aku Jin Se, pemimpin Shortbox.
Aku cuma lihat dia bermasker. - Katanya dia pemimpinnya?
Rupanya seperti itu dagunya. - Ada dua pemimpin.
Hai! - Eom Ji Yoon.
Aku Eom Ji Yoon, pemimpin Shortbox yang sebenarnya.
Kita sudah pernah bertemu, bukan?
Ya, kita sudah pernah bertemu. - Benar.
Namun, pemimpinnya... - Kali terakhir Ji Yoon di sini,
dia janji akan mengajak yang lain. - Mereka bertiga pemimpin?
"Di kesempatan berikutnya"
"Semoga aku bisa datang ke sini dengan anggota Shortbox lainnya"
Benar. - Kubilang semoga bisa begitu.
Dia menepati janjinya. - Benar.
Terima kasih sudah undang kami. - Benar sekali.
Bisa jelaskan kepada kami? Kalian bertiga pemimpin?
Ini grup tiga orang... - Jin Se...
Tiap kami memperkenalkan diri, - Jadi, dia pemimpin sebenarnya...
Kubilang aku pemimpinnya. - Astaga.
Namun, kami belum memutuskan.
Kalian belum memutuskan? - Hanya ada pemimpin di grup kami.
Ji Yoon seperti Shinji di grup ini.
Siapa yang memerankan By 100? - Aku.
Begitu rupanya. - Kamu mediatornya.
Aku By 100 di grup ini. - Kami sering mendengarnya.
Benar, bukan? - Banyak orang menyebut kami
KOYOTE versi dunia komedi. - KOYOTE Komedi.
Won Hun, Jin Se, ini kali pertama kalian di acara ini, bukan?
Ya, ini kali pertama kami di sini. - Kalian belum pernah ke sini?
Ini sangat... - Aku kecewa.
Mereka belum pernah datang. - Benar sekali.
Kenapa belum pernah ke sini? - Aku yang kecewa.
Kenapa? - Begini,
aku sangat ingin tampil di sini. - Benarkah?
Saat ada episode spesial "SNL Korea",
anggota lain diundang. - Benar.
Mereka semua datang ke sini. - Termasuk Joo Hyun Young.
Namun, aku tidak diundang. - Kurasa Sang Hun mengecualikanmu.
Siapa yang mengecualikannya? - Jeong Sang Hun.
Pantas saja kami canggung. - Dia bilang kamu belum siap.
Kalian canggung di dekat satu sama lain setelahnya?
Aku baru tahu. - Dia mengecualikanmu.
Dia memikirkanmu
dan menyarankan kami mengecualikanmu karena kamu belum beradaptasi.
Aku sudah tampil di "SNL Korea" selama lebih dari tiga tahun.
Kapan aku akan beradaptasi? - Sudah lebih dari tiga tahun?
Sang Hun juga mengecualikan Jung Sung Ho.
"Jeong Sang Hun, tangan yang tidak terlihat"
Sang Hun mengecualikan yang lucu.
Yang lebih lucu darinya. - Dia mengawasi mereka.
Dia pikir kamu lebih lucu darinya. - Dua anggota terlucu.
Itulah yang dia lakukan. Mau bagaimana lagi.
Sang Hun bahkan mencegah Shin Dong Yeob datang ke sini.
Benarkah? - Dong Yeob menunggu di luar
dan nyaris mengucapkan slogannya,
tapi dia dipulangkan. - Kudengar dia pergi
padahal sudah jauh-jauh kemari. - Benar.
Aku mengerti kenapa kamu dikecualikan.
Aku masih tidak mengerti
kenapa aku tidak diundang.
Aku hanya bersyukur bisa berada di sini sekarang.
Tidak, maksudku... - Terima kasih.
Jelas, Won Hun... - Sekarang aku mengerti.
Jin Se, kamu bilang ingin bertemu salah satu dari kami.
Berada di Men on a Mission terasa seperti mimpi.
Anggota yang paling ingin kutemui
adalah Jang Hoon. Aku sangat ingin bertemu dengannya.
Kenapa? - Ini alasannya.
Kamu kuliah di Universitas Yonsei? - Aku suka basket.
Begitu rupanya. - Benarkah?
Saat kuliah,
aku bermain di tim divisi kedua.
Kamu sangat menyukai basket? - Benarkah?
Maka aku ingin bertemu dengannya. - Bisa beri tahu kami...
Apa posisimu?
Karena tubuhku relatif pendek, aku point guard. Nomor satu.
Lee Sang Min menjadi point guard.
Kamu kuliah pendidikan jasmani?
Ya, aku lulus dari sana. - Benarkah?
Aku sangat suka basket.
Itu sebabnya aku ingin bertemu Jang Hoon.
Kamu masih aktif? - Bermain basket?
Aku sudah lama tidak bermain basket
karena masalah punggungku. - Dia tampil di acara TV basket.
Basket... - Apa judul acaranya?
Kami hampir selesai merekam acara itu.
Aku akan merekomendasikanmu nanti. - Benar.
Untuk musim berikutnya? - Ya.
Won Hun, kamu bertemu denganku di SBS belum lama ini, bukan?
Kalian berdua bertemu? - Ya, benar.
Kami berpapasan di lobi.
Benar. Kami berpapasan.
Aku bertemu Yeong Cheol. - Ya.
Yeong Cheol bilang...
Aku pernah tampil di acara berjudul "Office Workers".
Aku suka manajer di acara itu. - Aku menikmati acara itu.
Dia bilang senang menonton acara itu.
Ada adegan saat aku menggoda Ye Eun karena berat badannya bertambah.
Lalu, Ye Eun bilang, "Diam, Berengsek!"
Dia mengamuk kepadaku
di adegan itu. - Benar.
Dia bilang suka adegan itu. - Adegan itu?
Aku berterima kasih dengan sopan, tapi kemudian dia bilang,
"Diam, Berengsek!"
Astaga, Yeong Cheol. - Dia selalu mengumpat.
Tidak seperti itu. - Bagaimana kamu bisa menahan diri
di acara radiomu? - Karena adegannya sangat lucu...
Won Hun, dia tidak mengatakan itu untuk membuatmu tertawa.
Benar sekali. - Yeong Cheol mengumpat...
Dia selalu mengumpat? - Tidak, bukan begitu.
Dia selalu mengumpat. - Mulutnya kasar.
Saat kamera mati, dia sering mengumpati Ho Dong.
Diam, Gendut.
Tunggu. Kamu terdengar serius.
Kami bahkan tak bisa menyensornya. - Dia bersungguh-sungguh...
Itu tidak terdengar seperti lelucon.
Kami tidak bisa menyensornya. - Ho Dong tampak marah.
No comments yet. Be the first to leave one.