Head-on (Gegen die Wand)

Head-on (Gegen die Wand) (Gegen die Wand)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Head-on (Gegen die Wand) (2004)
A Commentary by Irwan19
[email protected] /// idfl.us

Tags

other
Published on: 2013-01-16
Downloads: 41
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku berjalan di tepian sungai

Melihat ikan di air yang keruh

Aku sedih karena dirimu

Saniye sayang dengan rambut tergerai

Aku sedih karena tak ada cinta di matamu

Aku sedih karena dirimu

Saniye sayang dengan rambut tergerai

Aku sedih karena tak ada cinta di matamu

Cahit, kau baik-baik saja?

Mau minum apa, Seref?

Ya, soda.

Berikan aku bir lagi.

Kau haus, ya?

Ya, kawan.

Kenapa tak minum air saja?

Aku bukan binatang.

Bagaimana konsernya?

Pergilah, Maren.

Bajingan!

- Persetan denganmu! - Bedebah!

Hei kau!

Hei gelandangan! Hei, aku bicara padamu!

Perempuan seksi seperti dia

dan kau mengusirnya?

Kau homo, ya?

Kau terlihat seperti gay...

Kau sudah gila?

Pergilah Cahit! Pulanglah!

Hentikan itu! Pulanglah!

Pulanglah!

Pelacurku membawaku ke sini.

Dia berkata pada Schiller bahwa dia mencemaskan suaminya.

Aku ini apa?

"Aku mencemaskan suamiku!" Pendusta!

Aku tahu orang yang tepat. Aku akan menyingkirkannya.

- Orang seperti apa? - Petugas keamanan.

Aku akan membuatnya bertekuk lutut. Dia tak tahu sedang berhadapan dengan siapa?

- Kemarin aku juga ada di sini. - Kau ada di bangsal 13...

Cahit Tomruk.

Ada ribuan cara untuk bunuh diri. Kenapa kau menabrakkan dirimu ke tembok?

Siapa yang bilang aku ingin bunuh diri?

Tak ada tanda-tanda ban selip.

Kau tak boleh merokok di sini.

- Dari mana asal nama Tomruk itu? - Dari Turki.

Maksudku apa maknanya?

- Tak tahu... - Nama Turki selalu memiliki makna yang baik.

Benarkah?

Ya. Lebih dalam dari nama kami di sini. Setidaknya ada pada nama depanmu.

Jika kau ingin mengakhiri hidupmu, lakukan. tapi kau tak harus mati untuk itu.

Akhiri hidupmu di sini lalu pergilah.

Kerjakan sesuatu yang berguna.

Lakukan sesuatu.

Pergi ke Afrika. Membantu orang-orang.

Kau pernah mendengar band "The The"?

Maaf?

Mereka punya sebuah lagu, "jika kau tak bisa mengubah dunia, ubahlah duniamu"

- Mau kuputar kasetnya? - Aku pernah mendengarnya.

Boleh aku mengatakan sesuatu, Dok?

Apa kau sudah gila?

Apa kau orang Turki? Maukah menikah denganku?

- Apa? - Maukah menikah denganku?

Menyingkirlah dariku!

Senang bertemu denganmu, Cahit Tomruk.

Cahit Tomruk... Sibel Tomruk...

Maaf, sedang mencari sesuatu?

Bir.

Maaf kami tak punya bir. Tapi ada kopi.

Aib yang kau timpakan pada kami tidak bisa dimaafkan.

Anugrah terbesar untuk manusia adalah kehidupan.

Tak ada yang lebih berharga dibandingkan kehidupan.

Apa yang kau pikirkan sampai ingin membuang anugrah ini dengan mudah?

Kau seharusnya senang masih bisa hidup.

Mana kuncinya, Yilmaz?

Sampai ketemu lagi...

Kau lihat yang sudah kau perbuat terhadap dia?

Dia hancur.

Tatap aku!

Tatap aku!

Jika sesuatu terjadi pada ayah, aku akan membunuhmu.

Minta satu.

Bunuh diri itu tak masuk akal.

Satu-satunya yang kau peroleh adalah kesedihan bagi kami dan dirimu sendiri.

Jangan lupakan itu.

Kupikir mereka akan membiarkanku!

Membiarkanmu? Aku tak mendidikmu dengan benar!

Jangan berkata begitu.

Oh, Sibel...

- Berapa lama kau akan ada di sini? - Aku tak tahu.

Jangan sampai orang-orang gila yang ada di sini membuatmu gila.

Hai, Cahit.

- Kau tak akan mati dengan cara itu. - Apa maksudmu?

- Potongan lurus. - Apa?

Kau harus memotong lurus.

- Sepanjang urat nadi. - Begitu.

Kau punya bir?

Jika kau menikahiku.

- Aku hanya bercinta dengan laki-laki. - Benarkah?

Kau tahu? Aku akan membawakanmu bir.

Tengah malam nanti di depan rumah sakit. Ok?

- Mana birnya? - Ikuti aku.

- Dari Turki sebelah mana asalmu? - Mersin

- Katanya Mersin kota yang indah. - Ya, aku tahu. Aku lahir di sana.

Kami dari Zonguldak. Kau tahu Zonguldak?

Kenapa kau ingin mati?

Aku bertanya padamu.

Kau suka hidungku?

Sentuhlah.

Kakakku memukulnya karena dia melihat aku berpegangan tangan dengan seseorang.

Sekarang sentuhlah payudaraku.

Pernah melihat payudara sebesar ini?

Aku ingin hidup, Cahit. Aku ingin hidup. Aku ingin berdansa, bercinta

Tak hanya dengan satu laki-laki. Kau mengerti?

Aku tidak tuli!

Omong kosong!

- Sekarang, maukah kau menikah denganku, Cahit? - Lupakan!

Sial!

Apa kau sudah gila?

- Ini bukan main-main! - Kita hanya pura-pura menikah.

- Mengerti? - Tidak!

Itu hanya dalih bagi orangtuaku. Supaya aku tak perlu tinggal di rumah.

Kita hanya perlu tinggal bersama. Aku berjanji akan jadi teman sekamar yang baik.

Aku akan berbelanja, memasak, beres-beres, membersihkan kamar mandi.

- Kita bisa pisah ruangan, tak bercinta, dan sebagainya.- Dan orang tuamu?

Mereka hanya mertuamu. Kau tak perlu berhubungan akrab dengan mereka.

Menjalin hubungan? Kita sama sekali tak punya hubungan! Bagaimana mungkin?

Sewaktu-waktu mereka akan datang mengunjungi dan kita balik mengunjunginya.

Dan kita berpura-pura menjadi suami istri? Dan bagaimana kau bisa membayangkan hal ini?

Pikirkan itu!

Dan kenapa aku? Aku ini gelandangan.

Karena orang tuaku akan menerimamu. Kau orang Turki.

Ada apa?

Keluar!

Kenapa?

Keluar kataku!

Kenapa?

Karena di dalam busku.

Tak ada tempat buat binatang hina semacam kalian ini!

Keluar! Kau juga keluar!

Ada apa?

Ini bahkan bukan busmu. Ini milik dewan kota.

Keluar!

Hei tunggu!

Siapa namamu?

Dia punya jendela menghadap ke jalan

Pemujanya melempar kerikil pada jendelanya

Cintaku adalah seorang yang memiliki alis yang indah

Mendambakan seorang kekasih

dan membayar maharnya

Katakan padaku, apa kau sudah gila?

Apa kau seorang aktor? Apa kau ingin memenangkan Oscar?

Kau tak mengerti, Dia sedang dalam masalah.

Itu bukan urusanmu.

Entahlah. Dia akan bunuh diri jika aku menolak.

Omong kosong! Seolah-olah itu mudah saja.

Perempuan memang seperti itu!

Mereka menceritakan sebuah kisah untuk melunakkanmu.

- Kau tahu apa artinya pernikahan? - Aku tak tahu.

Masalah!

Tatap aku. Apa aku menikah?

Tidak. Aku tak berhutang pada siapapun jadi aku hidup tenang.

Kau bohong. Kau pernah menikah!

Itu beda. Itu untuk syarat agar bisa tinggal di sini.

Pada dasarnya itu sama saja.

Kalau begitu menikahlah, sana menikahlah!

Tuhan memberkatimu! Aku akan datang ke pernikahanmu dan berdansa denganmu.

- Satu hal lagi... - Apa?

- Birsen? - Apa?

- Kau kenal orang ini? - Tidak, tapi putri kita kenal.

Dia sudah kenal orangnya.

Bagaimana kau bisa menyerahkan putri kita pada orang asing?

Dia berbuat banyak kesalahan. Mungkin dia sudah sadar.

Dia berbuat salah karena kau terlalu memanjakannya.

Sejak dia masih kecil!

- Kapan mereka datang? - Siap atau tidak, mereka datang besok.

Secepat itu?

Kalau begitu datanglah!

Kau hanya akan membuat kita terlibat masalah!

Katakan sekali lagi, dari kota mana kita berasal?

Mersin.

- Bukan Malatya? - Bukan. Mersin.

Mersin sialan.

Ada apa denganmu?

Bukan urusanmu!

- Apa kau harus berteriak seperti itu? - Cepat, aku juga menunggu.

- Sebentar. - Apa maksudmu?

Maaf. Lupakan saja.

Ok.

Coklat itu tak ada alkoholnya, kan?

- Tidak ada. - Kau yakin?

Kau mau mempermainkanku?

Sungguh? - Astaga, Tak ada alkohol di dalamnya!

Persetan dengan alkoholmu! Lagipula jika ada harganya tambah mahal.

Jangan berteriak padaku! Aku hanya bertanya!

Kau menanyakannya 100 kali!

- Berapa nomor rumahnya? - 8.

- Bagaimana rambutku? - Itu gaya terbaru.

Ini lamaran dan kau terlihat seperti homo!

Mereka tak akan memberikan putrinya jika kau seperti ini!

- Siapa namanya? - Güner.

Jadi kau ini pamannya Cahit?

More Indonesian subtitles for Head-on (Gegen die Wand)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left