The first 200 lines.
Original sub by yuizaki_libra@livejournal
Di Terjemahkan Oleh Xicamon
Member IDFL.US
Dibawah langit ini,
...dimana kau sekarang?
Siapa yang kau temui hari ini? Apa yang kau bicarakan?
Kemana kau pergi?
Apa yang terakhir kau pikirkan tentangku?
Siapa yang kau cintai?
Dia masih berusia 17 tahun waktu itu.
Tapi realita yang harus dia hadapi...
...jauh lebih besar darinya.
"We were there"
Selalu sibuk seperti ini di musim gugur.
Pindah kelas, buku baru, teman baru.
Hey, apa kau sudah bicara dengan Yano Motoharu?
Masih belum! Bagaimana denganmu, Mizu-chin?
Aku juga belum.
Hey semuanya, apa kalian sudah dengar?
Ketika Yano di kelas satu,
dua dari tiga gadis di kelasnya jatuh cinta padanya.
Luar biasa!
Gadis-gadis begitu senang...
...membicarakan tentang seseorang di kelasku.
Tapi yang paling aku pikirkan saat itu adalah...
Ini masih angka 8 bagaimanapun kau melihatnya.
Ada apa?
Oh, nah. Ini...
Kau tak seharusnya begitu memikirkannya.
Lihat.
Ini hanya tes semester pertama.
Maaf.
Aku pikir kau hanya sepertiku.
Duduk.
Apa?
Aku tak melihat namanya di kertas tes,
...tapi aku tahu siapa dia.
Kau Yano-kun?
Kau pintar, huh?
Nah, setidaknya aku tak mendapatkan angka 8.
Jadi kau bagus dalam segala hal dan suka segalanya?
Aku? Itu tidak benar.
Tidak mungkin. Kau terlihat begitu riang.
Aku rasa aku benci terlalu populer dengan gadis.
Apa katamu?
Aku tidak suka...
...gadis yang tidak setia.
Apa?
Lihat siapa yang bicara. Bukankah kau punya banyak gadis...
Meskipun aku mungkin tak menyukainya, aku hanya akan menyukai satu orang.
Kau mulai lagi.
Okay lalu, kita katakan... Katakanlah,
...kekasihmu tak setia padamu. Apa yang akan kau lakukan?
Aku akan membunuhnya.
Hanya bercanda.
Tak tahu kenapa...
...aku jadi mengatakan hal itu.
Hey.
Kau bisa menceritakan kekhawatiranmu padaku.
Aku tak punya.
Kekhawatiran adalah apa yang diatur dalam kehidupan selain kematian, kan?
Aku bisa melihat celana dalammu.
Kau brengsek.
Selamat tinggal, Nana-chan.
Hanya seperti itu, jika aku dulu meninggalkannya sendiri,
dia terlihat seakan dia sangat kacau.
Motoharu sudah sampai ronde 100nya, tapi kecepatannya belum berkurang.
Lawannya adalah Takeuchi yang kecepatannya menurun!
Nanami, kau bersorak untuk Yano atau Takeuchi?
Aku tidak sungguh menyoraki mereka berdua.
Aku tahu! Pasti untuk Yano!
Apa? Tidak, tidak! Itu hanya kekanak-kanakan, apa yang mereka lakukan.
Lihat saja mereka berkompetisi seperti itu.
Apa Yano pantas mendapatkan semua perhatian itu?
Benarkan, Yamamoto-san?
Aku membencinya.
Lihat? Lihat?
Gadis seperti dia tak menyukai Yano.
Oh yeah?
Nah, biar adil, dia pintar, pandai berolahraga...
...dan tampan
Dia punya 3 kriteria ini? Tidak mungkin!
Terkadang aku tak tahu yang dia pikirkan.
Dia juga menjadi arogan hanya karena dia sedikit populer.
Siapa yang percaya 2 dari 3 gadis menyukainya?
Bahkan jika itu benar, aku pasti menjadi salah satu orang yang ketiga.
Aku mengerti. Kau bisa menghitung pecahan huh?
Ambil catatan yang tepat, Nn rumah tangga. Itu kemenanganku.
Moto! Dia wakil kelas kita.
Aku pernah bicara dengannya sekali dan dia begitu sok asik.
Aku sok asik?
Kau hanya akan mendengarkan kekhawatiran orang lain?
Kau hanya ingin terlihat baik di depan orang, kan?
Hentikan, Moto!
Jangan membuat janji bila kau tak bisa membantu apapun.
Ouch! Hey kau!
Kau brengsek.
Aku sungguh khawatir padamu.
Kau terlihat kacau, itu sebabnya...
Aku hanya benci orang sepertimu!
Semuanya, tunggu, tunggu.
Mari putuskan lagu mana untuk konsernya.
Itu sangat merepotkan! Kau bisa melakukannya sendiri.
Ayo pergi makan gyudon!
Tunggu, tunggu.
Kita harus memutuskan ini bersama.
Kau bisa melakukan pertunjukan solo!
- Apa? Aku tak bisa melakukannya. - Sampai jumpa.
Hey teman-teman, ini even pertama kelas kita.
Mari kita lakukan bersama.
Aku akan membuat skors atau sesuatunya.
Maaf, Nanami! Aku sudah punya rencana. sampai jumpa!
Maaf, Nanami!
Keterlaluan... Oh, tunggu!
Yamamoto-san, kau bisa bermain piano, kan?
Aku ada pelajaran tambahan.
Nn rumah tangga, huh?
Takahashi.
Cepat masuk.
Kau sangat memaksa.
Dia seperti "kita mengerjakan ini bersama."
Itu datang dari pria tuli nada ini.
Diamlah.
Apa, sungguh? Yano-kun sungguh tak bagus dalam suatu hal?
Dia sungguh tuli nada.
- Tn tuli nada! - Dia sangat buruk.
Mari putuskan ini secepatnya. Nn wakil kelas.
Jadi, aku akan mendiskusikan lagu untuk konsernya.
Ah, Takeuchi-kun.
Lihat.
Kau membuat ini?
Yeah, karena aku berjanji pada semuanya untuk membuatnya.
Berjanji?
Juga, bisakah kau berikan ini ke Yano?
Berhubung musik sepertinya mata pelajaran kelemahannya.
Oh...
Dan, bisakah kau sampaikan maafku tentang hari itu? Kau tahu...
Kau mungkin orang pertama yang pernah mengatakan itu padanya.
Aku tidak bisa tahu dia baik atau jahat,
...tapi dia menarik orang kepadanya.
Apa?
Kau tahu, selalu ada anak ini yang akan memegang bola di tangannya...
...dan setiap orang disekitarnya akan menjadi sangat heboh dan mengelilinginya.
Ketika anak itu pergi, semuanya akan pergi juga.
Anak itu selalu jadi pusat dalam segala hal.
Aku mengagumi Yano karena dia adalah anak itu.
Sampai jumpa.
Sekarang apa?
Apa maksudmu, sekarang apa?
Orang yang sungguh jujur.
Lebih tepatnya bodoh.
"Lakukan yang terbaik!"
Siapa?
"Tomorrow Tomorrow"
"And tomorrow..."
"...will bring us..."
"...beautiful dreams and melodies."
"Tomorrow..."
Dia sungguh buruk saat ini.
Tapi dia sungguh mencoba berusaha keras...
...sambil melihat skor Nanami. Aku sangat iri~
Okay, okay.
Hey semuanya!
Mari latihan lagi dari awal!
Yamamoto-san?
Anemia lagi?
Jangan sentuh aku!
Wakil kelas!
Iya!
Tolong bantu kami merawatnya.
Baiklah.
Permisi.
Hey, kau teman baik Yamamoto-san?
Dia teman sekelasku sejak kelas 9, kenapa?
Hanya saja...
Aku hanya penasaran kenapa Yamamoto-san tidak bergaul dengan siapapun di kelas.
Apa dia anak satu-satunya? Tapi aku juga.
Dia bukan anak satu-satunya. Dia pernah punya kakak.
"Pernah?"
Dia meninggal di musim panas lalu.
Bagaimana bisa?
Kecelakaan lalu lintas.
Aku mengerti.
Maaf. Aku hanya tidak tahu harus berbuat apa.
Kau tak perlu mengkhawatirkannya, sungguh.
Dia mungkin tidak ingin simpatimu juga.
Tunggu, tunggu!
Terima kasih.
Jadi kau mendengar tentang kecelakaannya?
Mungkin dia masih belum bisa melupakannya.
Nah aku rasa dia bertingkah seperti biasanya.
Tapi tak pernahkah kau berpikir sebenarnya itu lebih buruk?
Apa?
Aku belum melihatnya menangis atau sedih...
...setelah insiden itu.
Mungkin dia gadis yang kuat.
Maka menurutku dia malah menunjukan kelemahannya pada kita.
Aku juga temannya.
Bukankah itu mengecewakan?
Apa kau dekat dengannya, Takeuchi-kun?
No comments yet. Be the first to leave one.