The first 187 lines.
(Nasib Dunia Lain Bergantung pada Budak Korporat)
Cih, kau datang lagi, ya. Dasar pengganggu.
Selamat pagi, Selio.
Kamu masih terlihat sibuk hari ini.
Ya, aku sibuk.
Aku tidak bisa bekerja karena kau.
Aku justru senang jika diabaikan di sini, sih.
Apa dia ingin mengawasiku seharian?
Hei, Selio!
Sedang apa kau? Kenapa tidak membantu di panti?
Aku mengawasi dia hari ini, jadi, aku digantikan orang lain.
Abaikan saja dia.
Dia hanya orang dunia lain tambahan yang tidak bisa apa-apa!
Jangan meninggalkan panti dan mengurus dia!
Ya.
Rakyat jelata dari dunia lain, jangan berbuat seenaknya di sini!
Jadi, sekarang Anda di sini.
Ya.
Mereka sungguh merepotkan.
Saya akan memanggil Selio, jadi, tolong kembali ke ruangan.
Ah, kalau begitu, izinkan saya menemaninya di panti asuhan.
Kenapa?
Saya harus memeriksa panti karena masuk yurisdiksi gereja.
Selain itu, jika saya di sana, Selio bisa membantu di panti
sambil memandu saya.
Bukankah itu lebih efisien?
Jadi, ini panti asuhan, ya?
Apa benar jumlah anak di sini 28?
Dari mana Anda dapat informasi itu?
Tertulis di dokumen.
Anda tidak merasa bersalah, apa itu karena posisi Anda?
Atau mungkin...
Mungkin itu karena karakter saya.
Apa kriteria kelulusannya didasarkan pada usia?
Benar.
Panti hanya bisa menampung mereka hingga usia dua belas tahun.
Setelah itu, mereka akan menjadi biarawan magang
atau bekerja di masyarakat.
Begitu, ya. Mereka bekerja di mana?
Tuan Rasul, mohon maaf.
Sebaiknya Anda bersikap seperti utusan Dewa Abran.
Saya bukan rasul.
Lalu, anak-anak ini akan bekerja di mana?
Kebanyakan jadi murid perajin.
Perajin...
Apa bukan tempat kerja yang memanfaatkan energi sihir?
Entah Anda tahu dari mana,
tapi di sini ada banyak anak yang tak bisa kendalikan energi
dan jauh dari kasih orang tua.
Kami bantu mereka mengendalikannya supaya bisa hidup normal.
Mereka dititipkan di gereja untuk mencegah energi lepas kendali.
Tuan Aresh juga berkata begitu.
Namun, energi sihirnya terasa seperti melewati penghalangku.
Bertanya lebih lanjut bukanlah hal bijak.
Hei, kau!
Kenapa kau ke sini?!
Aku ke sini agar kamu bisa memandu dan mengawasiku.
Selio, seharusnya hari ini giliran Fredrik.
I-Itu...
Astaga. Jika begini lagi, katakan padaku.
Itu mustahil.
Mungkin ini sudah terjadi sehari-hari.
Jika dia mengadu, situasi akan memburuk.
Kenapa kau sampai di sini?
Ini bukan tempat pejabat istana!
Ternyata kamu, ya, Kondou.
Kamu benar-benar di gereja, ya.
Kenapa kamu ke sini hari ini?
Aku melakukan pemeriksaan. Kamu sendiri sedang apa di sini?
Baru-baru ini, aku juga membantu di sini.
Begitu, ya.
Ya.
Gadis Suci melakukan pekerjaan lain?
Padahal pemurnian hanya bisa dilakukan olehnya.
Ini bermula saat aku bertemu anak-anak yatim piatu di kapel.
Namun, di gereja ini...
Ma-Maaf, bukankah kalian tidak akur?
Hah?
Habisnya, orang ini menjatuhkan wibawa Anda.
Apa dia membahas rencana penghapusan sistem gadis suci?
Kenapa hal itu membuat kami tidak akur?
Kenapa?! Kalau begitu, buat apa ada gadis suci?
Begitu rupanya.
Jadi, itu alasan utama kenapa aku dimusuhi di sini.
Ya! Tanpa sistem gadis suci itu, aku bisa kembali ke dunia asalku!
Jadi, aku sangat senang!
Hei.
Di sini tidak ada pendidikan untuk anak-anak.
Apa?
Mereka tidak sekolah
dan hanya bantu-bantu atau melakukan pekerjaan rumahan.
Kalau begini, masa depan mereka bisa suram.
Hei, Shiraishi.
Aku tahu semua orang tidak bisa bersekolah.
Namun, hanya karena tidak punya orang tua,
bukan berarti mereka tidak berhak mengenyam pendidikan.
Kami berada di dunia lain.
Tidak bisa dibandingkan dengan Jepang zaman modern.
Meski begitu...
Negara bisa rugi
jika kehilangan SDM berpotensi hanya karena latar belakangnya.
Sigma yang bikin sempoa itu pasti memiliki semacam bakat,
dan anak-anak di sini juga punya energi sihir besar.
Selain itu, mereka tidak punya kebebasan memilih pekerjaan.
Karena itu, aku ingin mengusahakan sesuatu.
Anda baik sekali, ya.
Namun, itu tidak mungkin.
Panti ini tidak punya waktu atau uang untuk itu.
Namun, bukankah kamu juga pernah mendambakan pekerjaan saat kecil?
Itu...
Anak-anak di sini bilang kepadaku.
Mereka ingin jadi penyihir di istana atau kesatria hebat saat dewasa nanti.
Jika kalian hanya bisa menyerah tanpa mengungkapkan keinginan,
menurutku itu salah.
Pasti dunia asal Anda merupakan tempat damai.
Di duniaku juga ada perang, diskriminasi, dan panti asuhan.
Namun,
di sana masih ada kebebasan untuk mewujudkan impian.
Itu... tidak mungkin.
Tidak mungkin dilakukan tiba-tiba, tapi itu masih layak dipertimbangkan.
Ekspansi bisnis pendidikan secara serentak memang sulit,
tapi masih ada solusi bimbingan belajar sederhana.
Jika dilakukan di sini, rumor baik akan menyebar,
kepercayaan warga pun meningkat,
dan jumlah jemaat juga akan meningkat.
Meski ini baru sekadar perkiraan, tapi jumlah donatur pasti meningkat.
Ma-Mana bisa semulus itu...
Wah, luar biasa! Konsep kelas terbuka, ya!
Na-Namun, bagaimana bahan ajarnya?
Selain itu, pekerjaan di sini tidak bisa ditinggal.
Jika dibuat sistem bergilir, bahan ajar bisa digunakan bersama,
dan jumlahnya bisa dikurangi.
Jika anak-anak panti dipisah jadi tiga kelompok,
saling tukar waktu kerja dan sekolah, seharusnya bisa berjalan dengan baik.
Jika bisa baca-tulis dan berhitung, mereka akan lebih dihargai di kota,
dan peluang kerja akan bertambah.
Jika memiliki bakat istimewa, mungkin mereka bisa lanjut sekolah.
Kau...
Sistem beasiswa juga bagus.
Keluarga raja bisa mendanai
dan menyubsidi biaya sekolah untuk anak-anak cerdas.
Mendidik talenta berbakat bermanfaat bagi istana dan negara.
Jika sudah diputuskan, mari kita tanya anak-anak di panti.
Tunggu dulu! Jangan seenaknya sendiri!
Ayo, Selio.
Ayolah. Semua orang sibuk, jadi, bergegaslah.
Ka-Kau...
Aku benar-benar membencimu.
Uskup dan kepala keuangan gereja sedang pergi, ya.
Benar.
Entah kenapa, kepergian mereka bertepatan masa pemberitahuan kita.
Untungnya, dokumen-dokumennya mudah dicari.
Aku sudah minta mereka untuk kembali besok lusa.
Katakanlah pendapatmu sejauh ini.
Saya menulis rinciannya dalam dokumen yang diserahkan,
tapi ada perbedaan antara gelar dan jumlah bangsawan beribadah
serta jumlah sumbangannya.
Penggelapan, ya?
Apa kamu punya petunjuk arah aliran uangnya?
Saya sedang menyelidikinya, tapi setidaknya panti asuhan,
biarawan magang, dan pendeta tidak terlibat.
Pendeta... Maksudmu, Pendeta Siegvold?
Anda kenal?
Dia memang terkenal.
Selain karena latar belakang keluarganya,
jumlah energi sihir dan penampilannya juga sempurna.
Imannya sangat sulit disentuh, bahkan oleh kalangan bangsawan.
Energi sihir?
Ya. Energi sihir adalah energi berharga yang diperlukan untuk sihir dan alat sihir.
Penanganannya sulit
dan memerlukan pengetahuan serta teknik khusus.
Oleh sebab itu, anak-anak yang memiliki banyak energi sihir
harus dilatih di gereja agar energinya bisa turun.
Oh iya, Seichiro. Bagaimana resistansi tubuhmu?
Berkat Anda juga, resistansi saya sudah meningkat sedikit demi sedikit.
Baguslah.
Namun, sepertinya kamu telah menjadi tali kekang kuat
untuk seseorang yang sulit ditangani, sama seperti Pendeta Siegvold.
Tali kekang? Seolah-olah orang itu seperti kuda saja.
Sepertinya dia disebut "Hewan Buas Hitam".
Artinya, kamu bukan tali kekang, melainkan rantai.
Tuan Kanselir.
Aku tidak bercanda. Entah seperti apa pun perasaanmu,
kamu telah menjadi rantai bagi orang itu.
Beda dari rantai Pendeta Siegvold, kamu berwujud dan bisa disentuh.
Ditambah lagi, kamu sangat rapuh.
Aku akan membantu sebisa mungkin, tapi sebaiknya kamu lebih berhati-hati.
No comments yet. Be the first to leave one.