The first 194 lines.
Sa Ma Chun. Sa Ma Chun kemungkinan besar adalah ayah Sa Do Chan.
Geum Tae Woong dulu adalah detektif yang memburu Sa Ma Chun.
Sa Do Chan meyakini bahwa Buggeuggom membunuh ayahnya.
Bagaimana kalau mereka berdua adalah orang yang sama?
Jangan menangani Buggeuggom berdasarkan perasaan pribadimu.
Baek Joon Soo sudah cukup memberiku sakit kepala.
Cari tahu soal Jaksa Oh Ha Ra.
Geum Tae Woong. Butuh 20 tahun untukku berhadapan denganmu.
Tunggu saja.
Aku akan selangkah demi selangkah lebih dekat padamu.
Hei.
Kau... kau...
Hai. Ampuni aku (*bahasa Mandarin--merujuk episode 01)
Kau tidak penasaran siapa aku?
Aku... penipu.
Tapi, aku mengikutimu ke Kejaksaan dan mengonfirmasinya.
Berkatmu, aku bisa menyamar sebagai Jaksa.
Menyamar?
Jaksa Baek Joon Soo asli cedera dalam sebuah kecelakaan mobil.
Terjadinya di Sokcho.
Saya tidak melepaskan sedikitpun pandangan dari Baek Joon Soo di Sokcho.
Aku tidak salah orang.
Singkatnya, aku adalah penipu yang merupakan Jaksa...
...dan Jaksa yang merupakan penipu.
Cobalah pikirkan.
Seorang penipu kompeten sepertiku memiliki akses atas gelar Jaksa.
Sama dengan memiliki sayap di pundakku.
Mengerti?
Sejak memulai pekerjaan ini, aku merencanakan sesuatu yang besar.
Namanya Geum Tae Woong.
Presdir Feel Gallery. Aku merencanakan setting untuk melawannya.
Tugas ini bernilai 300 milyar won.
300 milyar...
Tapi... seseorang menghalangi jalanku.
Kau.
Aku? Ak--aku tidak--
Kapalnya sudah siap.
Jangan terlalu membenciku.
Ini adalah proyek senilai 300 milyar.
Bukankah wajar bagiku menyingkirkan batu sandungan di depanku?
Aaa---ampuni aku.
Maaf. Aku tidak bisa menjaga rahasia.
Aku mengatakan padamu rahasia yang tidak boleh diketahui siapa pun.
A--a-aku tidak akan buka mulut. Selamanya.
A--aku tidak akan buka mulut.
Oh?
Game kita tampaknya segera berakhir.
Aku mendapatkan hasil pemeriksaan sidik jari pada sabuknya.
- Kau juga mengenal orang ini. - Orang yang kukenal?
Cho Sung Doo.
Target dari setting kali ini adalah pria...
...yang kembali hidup setelah hampir dijemput ajal.
Si Ampuni Aku.
Ampuni aku!!!
Di mana kau?
Sungguh? Berapa banyak?
- Ajumma. - Ya?
Tahu orang ini tidak?
- Kudengar dia sering ke sini. - Aku tidak pernah melihatnya.
- Yakin? - Ya.
Aish, keparat ini.
Panas. Air, air.
Ajumma, di mana toiletnya?
Aigoo... aku mau bergabung.
Kau... Celana Dalam Merah!
Kau... Ampuni Aku?
Hei, berhenti kau!
Jaga dirimu.
- Mari kita akhiri ini. - Ya.
Aku akan membantu. Aku akan membantu.
Aku akan membantu.
Sejujurnya, Geum Tae Woong bajingan itu mencoba membunuhku.
Beri aku kesempatan balas dendam padanya.
Jika tidak, Geum Tae Woong akan membunuhku.
Sungguh. Sungguh. Sungguh.
Geum Tae Woong bajingan itu, aku akan menghancurkannya.
Kau? Yakin bisa melakukannya?
Ya, aku bisa.
Tapi, kalau aku berhasil,
beri aku bagian dari 300 milyar itu.
Beri aku beberapa milyar.
Sungguh.
Geum Tae Woong bajingan itu, aku akan menghancurkannya.
Kau.
Jika melakukan satu kesalahan saja,
video ini akan kukirim ke Geum Tae Woong.
Cho Sung Do sudah menemukan mereka?
Kali ini, kuharap dia melakukan tugasnya dengan benar.
Presdir, ada yang aneh dengan Cho Sajjang.
Bagaimanapun, Anda harus berhati-hati kepadanya.
Saat saya pergi ke Chinatown,
Kejaksaan mengikuti saya.
Jika... Cho Sung Do meminta bantuan dari Jaksa...
Kejaksaan? Kau yakin?
Tolong berhati-hati pada Cho Sung Do.
Dia dapat mengkhianati Anda kapan saja.
Tidak mungkin dia bisa mengkhianatiku.
Ya.
Seseorang dikhianati karena memercayai orang lain.
Ketika tidak memercayai,
maka tidak ada pengkhianatan.
Ada sebuah bank bernama Bank K.
Saat Presdir Geum menulis kwitansi pembayaran,
kami akan mendapatkan uang lalu mendistribusikannya pada orang-orang.
Baiklah.
Benar-benar!?
Melalui informasi dari Cho Sung Do...
...dan yang kita ketahui, aku menggambarkan skema.
Bank K bertindak sebagai bank pribadi Choi Jung Pil.
Gye Choon Shik hanya Presdir di atas kertas.
Di sanalah dana gelapnya masuk dan keluar.
Masuk dan keluar.
Di sanalah semua uangnya mengalir.
Kalau kita melakukan setting pada mereka, maka ini tangkapan besar.
Di sana rupanya gudang penyimpanannya.
Hei, sudah kusuruh pesan Cola!
Makan masing-masing satu.
Acar. Ada acar tidak?
Tidak.
Apa-apaan...
Siapa yang mengirimmu?
Kau datang bersama siapa?
Super supreme?
Aku dari Kantor Kejaksaan.
- Kau kembali. - Cepatlah ke sini.
Makanlah.
Ini aneh.
Sekalipun sidik jari Cho Sung Doo ditemukan di sabuk itu,
dia bersikukuh sabuk itu bukan miliknya.
Begitu? Kalau bilang bukan, berarti memang bukan.
Soalnya dia bilang bukan.
Lalu, kenapa Anda mengirimku ke sana?
Super supreme?
Kudengar kau bertemu secara pribadi dengan Pak Choi.
Apa yang diperintahkan olehnya padamu?
Itu...
Dia meminta 100 milyar dari dana gelapnya.
100 milyar?
Berikan kepadanya.
Pre--Presdir.
Kau punya 100 milyar?
Depositokan uang itu ke sini.
Tapi, uang ini untuk Pak Choi...
Jika kau tidak mematuhiku,
kau akan mati di sini sekarang.
Pemandangan yang sangat bagus.
Tolong!!! Tolong ampuni aku.
Tolong! Tolong ampuni aku.
Kau bilang tidak akan membunuhku kalau kuberi uang itu.
Kapan aku bilang tidak akan membunuhmu?
Aku tidak pernah membuat janji seperti itu.
Presdir. Presdir! Tolong ampuni aku.
Seseorang yang mengetahui rahasiaku hanya memiliki dua pilihan.
Mati atau bunuh diri.
Kau--
Kau Iblis!!!
CCTV-nya?
Saya sudah menonaktifkan sistem keamanannya.
Orang terakhir yang ditemui...
Apa? Apa ini benar?
Ya. Semua media mengabarkannya sebagai berita terkini.
Ini tidak masuk akal. Tidak masuk akal.
Beraninya dia mati tanpa izinku?
Dan untuk kasus bunuh diri Presdir bank...
Jaksa Gil, kau yang mengerjakannya.
Baik, Sajjangnim.
Kita punya pesan terakhir dan juga motif,
jadi gabungkan dengan penggelapan, lalu tutup kasusnya.
Ya, saya mengerti.
Selanjutnya.
Bagaimana kelanjutan kasus lobi?
Bukankah itu aneh?
Apanya?
Dibanding menyuruhnya mengonfirmasi itu bunuh diri atau bukan,
dia sudah menyimpulkannya sebagai bunuh diri tanpa memerintahkan investigasi.
Benar! Dia menyuruh menggabungkan dengan penggelapan juga.
Ada yang aneh.
Kejaksaan itu masalahnya.
Mau ke mana?
Feel Gallery. Main Janggi.
Kenapa kau ke sana lagi? Bagaimana kalau kau ketahuan?
"Buat temanmu tetap dekat, tapi musuhmu lebih dekat lagi."
Aku tidak tahu lagi, ah.
Apa itu?
Pion Janggi.
Pion Janggi Presdir buatan Cina,
jadi sulit untukku memainkannya.
"Seniman tidak pernah pilih-pilih akan kuasnya."
Lagi pula hal itu tidak akan mengubah peraturan Janggi.
Bagi Iblis, detail itu penting.
Siapa yang dapat memprediksi sebuah variabel?
Kalau dipikirkan lagi,
Anda cenderung mempertahankan semua kuda Anda bersama.
Gaya bermainku sudah ketahuan rupanya.
No comments yet. Be the first to leave one.