Fool's Love

Fool's Love (호구의 사랑)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Fool's Love Episode 06 WITH srt
A Commentary by domeh
Qc passed

Tags

other
Published on: 2015-03-11
Downloads: 58
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Di sini juga tidak ada. Bagaimana ini? Bagaimana?

Gawat.

Sekretaris In, kau masih kerja ya.

Gawat. Aku diminta memesan hotel di Pulau Jeju untuk seminar.

Tapi semuanya penuh. Kacau nih!

Ternyata, Yonsama (Bae Yong Joon) sedang mengadakan konser di sana.

Lalu bagaimana?

Pengacara Byun tidak mau menginap kalau tidak tinggal di hotel.

Iya, aku tahu. Dia bisa marah-marah!

- Kalau begitu, semoga beruntung ya. - Terima kasih.

Tidak ada sama sekali. Dasar artis rese'.

Bagaimana ini? Si gila Byun pasti bisa makin menggila kalau tidak dapat hotel.

Bagaimana ini?

Oh! Apa sebaiknya aku daftarkan dia jadi penggemarnya Yonsama aja ya?

Klab penggemar! Klab penggemar! Yonsama, galeri Yonsama, dimana ya?

Ho Goo, soal itu...

Sebaiknya anda tunggu sebentar di depan, soalnya dia sedang ada yang menjenguk.

Kau sudah gila ya.

Jadi... kau ingin menyalahkanku?

Aku tidak pernah menggunakan kondom, tidak mau dan tidak akan pernah!

Iya.

Karena kau tidak pernah merasakan akibatnya.

Aku sudah berusaha semampuku!

Pergi kau.

Ini bukan urusanmu lagi.

Baiklah. Memang benar, ini bukan urusanku.

Aku sudah memperingatkanmu.

Kau seharusnya menggugurkan anak itu.

- Halo? - Pengacara Byun.

Bicara saja. Sekretaris In.

Mengenai seminar di Pulau Jeju, kalau tidak ada hotel, kondominium saja, ya?

- Tidak, tidak mau. - Apa anda bisa pikirkan lagi?

Tidak, aku tidak pernah mau pakai itu.

Kenapa aku harus pakai kondo?

Kenapa anda tidak suka kondo?

Soalnya berisik dan mengganggu. Aku jijik dengan kondo.

Ya ampun, dasar sompret.

Anda tidak akan sadar perbedaannya, saya akan cari kondo yang seperti hotel...

- Aku sudah bilang, aku tidak mau pakai kondo!/ - Brengsek!

Pak! Halo?

Kenapa dia? Kenapa telponnya ditutup?

Jadi, kau sudah tidak mau bicara denganku lagi?

Dasar gila, kenapa di kondo (apartemen) saja tidak mau? Kenapa?

Kenapa kau tidak mau pakai kondom? Kenapa?

Kau ini sedang bicara apa?

Pakai kondom dong, dasar sampah!

Darah... darah.

Darah!

Brengsek kau! Jangan lari kau!

Hei!

Hei.. kemari kau! Kemari! Kemari kau, brengsek! Hei!

Kau lapar, ya?

Tapi aku hanya ada... bungeoppang ini!

Dasar bukan manusia! Dasar sompret!

Perawat Yoo, minggu ini kau sibuk tidak?

Mau nonton bareng tidak?

Nonton?

Film horor judulnya 'Elevator.'

Aku tidak berani nonton film horor.

Aku penakut.

Ya ampun, kau lucu sekali.

- Ya ampun. - Kau takut ya?

Ayo masuk.

Namaku Kang Chul.

Pak! Pak! Anda kenapa? Pak, apa anda baik-baik saja?

Byun Kang Chul.

Kau mau ke mana? Kau belum makan.

Memangnya mau kemana lagi? Mau ke studio lah.

Baiklah!

Kemarin, oppa juga menginap di studio, ya?

- Iya. - Begitu ya, dua hari yang lalu juga?

Iya.

Tapi Tae Hee-oppa bilang kau tidak pernah ke studio selama 3 hari.

Hah?

Tae Hee bilang kalau oppa tidak datang lagi hari ini...

Dia mau menghapus namamu... dari perjanjiannya.

Hei, hei.

Jadi, kita mau pergi ke mana?

Mengenai Suspect X yang mau pergi ke Yordania...

Tidak, tidak.

'Aviation' ciptaan pengarang Yon Tae Woo di musim ke duanya juga ke Yordania, kan?

Baiklah kalau begitu, kita ke teluk Karibia saja...

Tidak, tidak, tidak, tidak.

Kalau kita mau bersaing dengan penulis terkenal...

kita harus mencari momen yang tepat untuk menarik perhatian pembaca...

Ayo kita ke Yordania.

Baiklah. Kalau begitu kita pergi ke padang gurun di Yordania...

Tidak, tidak.

Kita tidak bisa mengajak pengggemar 'Aviation' menjadi penggemar kita.

Jangan. Jangan, kita jangan ke Yordania. Jangan. Lebih baik jangan.

Baiklah kalau begitu. Kita ke Teluk Karibia saja...

Tidak, tidak, tidak! Jangan! Serius, jangan!

Percuma saja!

Aku mau beres-beres dulu.

Sebaiknya setelah dari Yordania kita pergi ke Teluk Karibia.

Ini baru, MacGuffin yang sebenarnya!

Aku penulisnya, dasar kau bodoh! Aku penulisnya!

- Bagaimana kabarmu? - Kenapa kau ke sini lagi?

Aku kira kau tidak akan kembali lagi.

Kau sepertinya lebih kurus.

Sepertinya saat aku pergi kalian mengalami kesulitan, ya?

Dasar brengsek! Sompret! Kecoa bunting!

Apa kau tahu bagaimana sulitnya aku saat kau pergi?

Chung Jae, aku minta maaf. Aku ada urusan penting kemarin.

Iya, iya, tidak masalah. Kau urus saja dulu urusanmu.

Kalau urusan yang ini sih tidak penting, ya?

Kalau urusan kita seperti tidak kau anggap, ya?

Maafkan aku.

Hei, kenapa puntung rokoknya banyak sekali? Sini, aku bersihkan dulu.

Sudahlah. Tidak apa-apa, biarkan saja.

Lebih baik aku merokok sampai mati! Tidak masalah!

Kalau sudah tidak ada aku, Tae Hee pasti bisa hidup tenang.

Kalian tidak lagi terkekang dan bisa bebas pergi kemana saja kau suka!

Dengan begitu, semuanya bisa senang!

Jangan bilang begitu. Kami butuh kau sebagai penulis utama ceritanya.

Penulis, dengkulmu!

Aku bukan penulis utamanya.

Kalau aku Penulis utamanya, kenapa asistenku bisa kabur seenaknya?

Bukan, bukan! Aku bukan seorang Penulis! Aku hanya seorang penggila rokok!

Sebenarnya dia penulis utamanya dan dia teman kita.

Tapi dia selalu memperlakukan kita seperti anak buahnya.

Rasanya, aku mau ganti pekerjaan saja kalau seperti ini terus.

Bagaimana menurutmu?

Sebaiknya kita tetap bekerja pada Chung Jae.

Tempat lain tidak ada yang mau menerima lamaran kita.

Apa lagi?

Kang Ho Goo.

Hubunganmu dengan Do Do Hee sudah berakhir, kan?

Iya, sudah berakhir.

Sebaiknya kau berhenti menyusahkan dirimu sendiri.

Sekarang kau mempertaruhkan semuanya demi wanita itu?

Apa kau tahu siapa Ayah anak itu? Hah?

Apa kau tahu siapa orang brengsek yang menghamilinya?

Masalahnya... aku tahu siapa Ayah anak itu.

Apa? Apa kau sempat melihat Ayahnya?

Tapi... sepertinya aku pernah melihat orang itu sebelumnya.

- Aku yakin, aku mengenal orang itu. - Ngomong-ngomong...

- apa Byun Kang Chul? - Hah?

Iya, Byun Kang Chul! Ya Tuhan, kau betul, si sompret itu Byun Kang Chul!

Tapi darimana kau tahu?

Kenapa orang itu? Siapa sebenarnya dia?

Dari matanya... dia tidak asing.

Sumpah, aku seperti pernah melihatnya.

Tidak mungkin.

Apakah dia tersangka yang kalah melawan Perusahaan Jodong Ilbo

waktu itu?

Atau...

salah satu anggota Grup Samjing yang tidak senang...

akibat penambahan biayanya?

Aku yakin pernah melihat orang itu sebelumnya. Aku yakin!

Tapi dimana aku pernah melihatnya?

- Di mana... - Pak?

Anda masih belum berikan keputusan...

atas permintaan dari pihak Pengembang Daeryung.

- Ambil sendiri saja. Di sebelah sana. - Baiklah.

Pak, apa ini album sekolah anda?

Iya, jangan disentuh.

Pak, di sini anda kelas berapa? Kelas 7? 8?

Tolong jangan sentuh barang-barangku!

Ho Goo.

Kang Ho Goo.

Kang Ho Goo dan aku pernah satu sekolah.

Kang Ho Goo! Ho Goo!

Ini!

- Kami minta roti. Aku mau isi krim. - Aku mau roti isi kacang merah.

Saat itu, Ho Goo adalah pesuruh di SMA Mansae...

dia adalah anak katro.

Dari pengamatan dan perhatianku.

Aku menyadari 3 hal tentang Ho Goo.

Dia selalu membeli roti untuk yang lain.

Atau beli susu.

Kalau bukan itu....

berarti dia disuruh beli roti dan susu disaat yang bersamaan.

Memang kuakui, ada tindak kekerasan di sekolahku waktu itu...

dan banyak yang melanggar Hak Asasi Manusia.

Byung Woon minta roti mocha. Myung Gu minta susu coklat.

Tapi, kalau Kang Hoo Goo dia menjadi budak secara suka rela...

dan sikapnya itu bertentangan dengan pola pikir serta pandanganku.

Roti sobek.

Walaupun pada akhirnya... dia membuat keluarganya berhutang pada tukang roti...

tapi kenapa dia bisa tetap bertahan di sekolah dan tetap tersenyum?

Hei! Aku bilang berdirinya yang tegak!

Tentu saja, sebagai seorang budak dia tidak mungkin tersenyum setiap hari.

Aku menyuruhmu membeli cola bukan susu.

Tadi kau bilang kau minta susu.

- Itu 'kan tadi, bukan sekarang! - Kadang, dia sering dipukuli.

Dan setiap kali dia dipukuli...

pasti ada satu anak bodoh lainnya yang datang menyelamatkannya.

Satu, dua, tiga.

Ho Goo!

Ini cola pesananmu. Kau puas sekarang?

Kau harusnya beli cola zero, dasar sompret!

Orang bodoh bermental lemah.

Ini dia. Byun Kang Chul.

Benar, ini wajahnya.

Aku tahu. Sudah kuduga, pasti Byun Kang Chul.

Kau tahu 'kan, dari dulu anak ini sombongnya bukan main.

Itu Byun Kang Chul!

- Dia tampan sekali! - Dia cocoknya jadi model!

- Ya ampun. - Dia pacarku.

More Indonesian subtitles for Fool's Love

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left