Season 1

Release info

Haibaras Teenage New Game+ S01E10 CR WEB-DL Bahasa Indonesia ID
[Crunchyroll] Haibara-kun no Tsuyokute Seishun New Game - 10
A Commentary by Abu3safeer
💢||🅲🆁🆄🅽🅲🅷🆈🆁🅾🅻🅻💢

Tags

webdl
anime
Published on: 2026-06-04
Downloads: 19
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 190 lines.

Hoshimiya Hikari suka Haibara Natsuki.

Aku tak bisa menyangkalnya lagi.

Itu cinta pertamaku...

Aku ingin selalu bersamanya. Ingin pacaran dengannya.

Aku ingin dia memelukku.

Makin terus dipikirkan, makin terasa berat hati ini...

Karena yang suka Natsuki-kun, bukan aku saja.

Aku juga sayang Uta-chan.

Tapi...

Aku sudah memutuskan.

Aku tak akan kalah dari Uta-chan.

Aku tak akan membohongi perasaanku lagi.

Harus bulatkan tekad.

Agar bisa bicara dengan Uta-chan...

RUPA SEMATA

Mau bikin band bareng aku?

Apa?

Aku serius.

Mari ubah dunia ini dengan musik kita.

Ini terlalu mendadak...

Saking bingungnya, aku tak tahu harus bicara apa.

Kenapa bisa jadi begini?

Sementara, mari mundur dulu ke setelah liburan musim panas.

Aku Shinohara.

Mohon kerja samanya.

Aku Haibara Natsuki.

Ini pertama kalinya kita dapat sif bareng, ya?

Oh, tidak.

Sebenarnya, kita sudah beberapa kali satu sif...

Oh, begitu, ya?

Waktu itu, kita belum sempat kenalan dengan benar...

Haibara-kun, tolong buatkan satu porsi Napolitan...

Shinohara-kun, kau di sini, ya.

Maaf.

Aku orangnya kurang mencolok...

Berarti, kita di SMA yang sama?

Iya, aku di kelas 1-4 SMA Ryomei.

Seangkatan juga, ya.

Kalau begitu, boleh aku panggil kau Shinohara-kun?

Boleh.

Aku juga, boleh panggil kau Haibara-kun?

Terima kasih.

Tak usah formal begitu.

Maaf.

Aku lebih nyaman formal.

Perasaan yang familier ini,

mirip dengan aku yang dulu auranya pendiam dan tak menonjol.

TERIMA KASIH HARI INI SENGGANG?

Natsu, ke sini!

Maaf, kalian menunggu dari tadi?

Iya, lumayan lama.

Hei, Seri.

Natsu beres kerja sambilan dan langsung ke sini!

KARAOKE MANEKINEKO

Beres ekskul, aku ketemu Serika.

Ujungnya, kami bertiga sepakat pergi ke karaoke.

Seri bilang ingin dengar Natsu nyanyi.

Ayo, aku sudah tak sabar ingin karaokean.

Seri...

Dia kurang santai.

Bagaimana nyanyiannya Natsu, Seri?

Aku mungkin suka Natsuki.

Aduh, salah bicara.

Aku mungkin suka nyanyiannya Natsuki.

Begitu, syukurlah...

Kita nyanyi banyak lagu, ya.

Suaraku sampai serak.

Sudah lama tak nyanyi banyak lagu begini.

Meski begitu, kau terlalu hebat, Serika.

Aku kaget.

Aku tidak hebat.

Tadi seru, ya, Natsu.

Kalau perasaanku membuatmu tak nyaman, tinggal bilang, ya.

Aku bilang akan membuatmu membalas perasaanku,

tapi aku tak ingin menghalangi kesenanganmu.

Uta...

RUANG MUSIK KEDUA

Natsuki? Ada apa?

Oh, begini.

Aku cuma kagum melihat kau hebat memainkannya...

Begitu, ya?

RUANG MUSIK KEDUA

Kenapa sendiri?

Soalnya aku tak gabung ke band mana pun.

Tujuan dan motivasiku beda dengan anggota ekskul lainnya...

Cuma anggota ekskul pelengkap.

Aku suka kau main gitar.

Kau suka Serika?

Aku tak akan salah ucap seperti itu.

Oh, kau tidak seru.

Tapi, terima kasih.

Kenapa kau mulai main gitar?

Ayahku dulunya anggota band.

Tanpa sadar, aku mulai main gitar yang ada di rumah.

Awalnya susah dan sudah berulang kali mau menyerah.

Tapi perlahan aku mulai bisa.

Aku senang karena perlahan bisa menghasilkan nada yang kumau.

Seru.

Makanya aku terus lanjut.

Kalau aku, sudah menyerah sebelum sempat merasakan hal itu...

Mau coba main?

Kunci F-mu belum benar.

Jari telunjukmu kurang kuat!

Aku sudah lama tak main.

Wajar masih kesulitan.

Seru, ya.

Aku juga merasa seru.

Baru kali ini aku lihat kau senyum seperti itu.

Kalau bahas musik, aku pasti semangat.

Dari dulu, aku kurang bisa mengekspresikan perasaanku.

Tapi, aku ingin semua orang memahami perasaanku ini...

Suara gitar adalah satu-satunya caraku mengekspresikan diriku...

Lewat musik, aku merasa perasaanku bisa sampai pada semua orang.

Hei, Natsuki.

Iwano-senpai, ada perlu apa?

Tidak ada, aku kira kau sedang latihan.

Ternyata sedang dengan pacarmu.

Maaf ganggu, ya.

Dia anggota ekskul musik?

Iya, dia kelas dua.

Omong-omong, yakin tak meluruskan kesalahpahaman?

Dia salah paham mengira kita pacaran dan sedang mesra.

Bagiku itu bukan masalah.

Tunggu, buatku itu masalah...

Oh, iya, barusan kau mau bahas sesuatu?

Iya, ada.

Natsuki, boleh bicara sebentar?

Mau bikin band bareng aku?

Apa?

Aku serius.

Mari ubah dunia ini dengan musik kita.

Setelah itu, kami akhirnya sampai di momen ini.

Ini terlalu mendadak...

Saking bingungnya, aku tak tahu harus bicara apa.

Mapel berikutnya apa?

Bukannya kesenian?

Kenapa mengajakku?

Karena aku ingin melakukannya denganmu.

Aku suka nyanyianmu.

Aku ingin kau menyanyikan lagu-lagu ciptaanku.

Maksudmu aku jadi vokalis?

Aku suka nyanyianmu, Serika.

Suaraku tak cocok.

Suaraku tak akan sampai ke hati orang-orang.

Karena itu, aku ingin kau yang bernyanyi.

Tidak, aku tidak sanggup.

Kenapa?

Kenapa?

Apa ada alasan tak ingin melakukannya?

Bukan begitu, aku ada kerja sambilan, harus belajar juga.

Gabung ekskul dari semester dua juga kurang pas...

Tidak, tunggu dulu.

Kenapa aku malah cari alasan untuk menolak?

Sebenarnya aku tak punya alasan...

Karena dari dulu, aku ingin bikin band.

Aku harusnya sudah lama menantikan ajakan seperti ini.

Aku merasa kau bisa dipercaya.

Kalau aku serius menjalaninya,

aku merasa kau bisa mengikutiku.

Natsuki, sebenarnya kau ingin bermain musik, kan?

Serika benar.

Mungkin aku hanya merasa takut.

Kalau aku menolak ajakan Serika,

apa itu bisa disebut mengejar masa muda terbaik yang kuinginkan?

Bukankah aku sudah janji akan menjalani masa muda tanpa penyesalan?

Ayo kita lakukan, Natsuki.

Aku ingin melakukannya bersamamu.

Bersama Serika, aku ingin...

bermain musik!

Sebelum kolab, ada tantangan yang harus kita lewati.

Cari anggota band, kan?

Aku akan jadi gitaris utama.

Natsuki jadi vokalis sekaligus gitaris ritme.

Berarti kita butuh basis dan drumer.

Sebenarnya ada satu orang dari ekskul musik yang ingin kuajak.

Iwano-senpai dari kelas dua.

Kemarin kau juga ketemu dengannya.

Dia jago banget main drumnya...

Masalahnya, dia sudah pernah menolakku.

Berarti gagal.

Tapi, akan kuajak sekali lagi.

Ada kau juga, mungkin kali ini berhasil.

Ada aku pun, tak akan berpengaruh.

Tidak apa-apa, yang penting mencoba.

Punya nyali besar bisa mengubah dunia.

Aku akan membujuk Iwano-senpai.

Karena itu, tugasmu cari basis.

Kau tak punya calon basis di sini?

Aku cuma kenal yang sudah punya band.

Pinjam mereka sebenarnya bisa.

More Indonesian subtitles for Haibara's Teenage New Game+

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left