The first 200 lines.
Lily?
Lily?
Lily?
Lily?
Sayang?
Sayang?
Halo.
Apa kabar?
Dapat, Bu?
Kita sudah membahas ini.
Selalu lihat sisi baiknya.
Kau sudah akrab dengan ini, 'kan?
Semoga beruntung.
Terima kasih.
Terima kasih. Terus saja.
Terima kasih, Bu. Untuk pemeriksaan keamanan.
Syukur aku tak bawa senjata.
Keamanannya ketat dan berisiko.
Aku akan membaur saja.
Jadi dia cantik sekali, ya?
Apa-apaan, Ballesteros?
Kau pikir aku sedang dalam masa paceklik?
Mana aku tahu?
Bajingan.
Apa-apaan?
Aku tak sanggup bersihkan kekacauan seperti itu.
Pelan-pelan.
Kau lupa siapa bosmu?
Aku tidak seperti dia.
Ampun, kami punya anak. / Ampuni kami, Tuan.
Tolong ampuni kami. / Kumohon.
Kalian salah masuk area. / Kumohon, ampunilah.
Bos Jigger, menyuruh-nyuruh. / Kami tidak melakukan apapun.
Di mana kau menemukannya, Batac?
Aku yang temukan.
Di aula biliar.
Aku pencari nafkah.
Cuma orang bodoh yang melepas mereka. / Tolong ampuni kami.
Nenekku membutuhkanku.
Dia membutuhkanku.
Jangan bunuh aku, kumohon. / Hei, tenang.
Cuma aku yang dimilikinya. / Tenang.
Persetan kau. Akan kupastikan hidupmu berakhir bersamaku.
Tenang!
Tuan, kasihanilah aku.
Tuan, jangan todong aku.
Tenang. / Dan anak-anak?
Di dalam mobil, Bos. / Kuserahkan padamu.
Ini terlalu berat bagiku. / Kau akan mati saat aku keluar dari sini.
Urus mereka.
Kurangi bicara.
Sampai nanti, bos.
Tolong, Tuan.
Otso, tenang. / Tuan!
Mereka mengandalkanku.
Berhenti menangis.
Mereka… / Otso!
Sudah makan?
Ayo. / Belum.
Ayo.
Mereka mencariku?
Kau bersembunyi?
Kupikir jika aku tinggal di sini,
usiaku akan berlalu begitu saja.
Katanya usia itu cuma ada dalam pikiran kita.
Itu ada di lututmu juga.
Ya ampun.
Kudengar itu ada di sini juga.
Itu tidak dihitung, bodoh.
Bagaimana aku bisa bertahan selama ini?
Seperti rumput liar, bos.
Ingatkan aku. Antuk apa perayaan ini?
Untuk memamerkan kekayaanmu.
Persetan mereka semua.
Buat mereka ngiler karenanya.
Kau baru melihat hantu, Zulueta?
Aku cuma tak menyangka kau akan datang, Kolonel.
Aku mau memberi penghormatan.
Dia Red.
Kau masih butuh aku, bos?
Red.
Tenang, aku bisa mengatasinya.
Aku tak menyangka undangannya.
Kenapa tidak?
Kupikir kita musuh.
Musuh?
Kau mau menyebutnya apalagi?
Bertengkar?
Tempat senjata terhunus?
Di situ serunya.
Oni permintaan maafmu?
Sial, Red.
Aku tidak meminta maaf.
Jangan terlalu dibawa pikiran.
Kau sudah sampai di sini.
Ini juga hari ulang tahunku.
Kita bicarakan bisnis nanti.
Kita sudah lama tidak bekerja bersama, Guilly.
Dan omong-omong, aku Kolonel.
Cuma teman-temanku yang memanggilku Red.
Sampai jumpa di bawah.
Tentu, kita akan bertemu di bawah.
Terkemas di sini.
Baunya sangat busuk.
Aku tidak bisa...
Ya ampun. Siapa ini?
Besar sekali.
Guilly kadang sedikit berlebihan.
Senang kau bisa datang malam ini.
Kenapa dia mengenalku?
Jadi, kapan kau kembali?
Kembali dari mana?
Semalam.
Senang sekali kau ada di sini.
Aku tidak akan melewatkannya.
Marjorie?
Karla!
Kalian sudah berjumpa?
Ayo, sebut namaku.
Karla Ochoa.
Eva Candelaria.
Eva, tentu!
Apa kabar?
Aku mau melihat-lihat.
Baik. Tentu.
Eva. / Eva.
Eva.
Sebelum Ayah muncul dan mulai pamer pada tamu-tamunya yang suka menjilat.
Kau kasar pada ayahmu.
Soal apa itu, Mark?
Menurutku dia keren.
Bukan itu maksudku.
Aku cuma bisa tahan padanya jika dia melakukan hal benar.
Di sini, Sayang?
Celso Batac.
Ketemu satu, Junior.
Orang ini besar sekali.
Kau menungguku?
Aku tahu tatapan itu, Guilly.
Tidak.
Tidak?
Kau tidak tahu kenapa tatapanku seperti ini.
Dan kau masih belum tahu apa-apa.
Tapi aku...
Aku tahu segalanya.
Berdandan untukku?
Bukannya ini hari ulang tahunmu?
Kau tidak menginginkannya?
Aku tidak bisa menyia-nyiakannya.
Malam belum larut.
Aku mau turun ke bawah.
Kenapa kau tidak menghabiskannya saja?
Kau melakukan ini?
Benar, bos.
Aku akan mendukungnya. Dia sepupuku.
Jadi, kau juga ikut serta?
Kami tidak menolak hoki.
Aku akan melaporkannya.
Apa-apaan?
Nicolette Chantal Remigio Vega.
Aku sudah berhenti.
Aku juga harusnya berhenti.
Tapi sulit jika tinggal di sini.
Dia sendirian, Eva.
Tapi sekarang bukan saatnya.
Pelan-pelan saja.
Terlalu cepat.
Kau diundang oleh ibu atau ayahku?
Ibumu.
Orang yayasan, betul?
Yayasan, betul.
Rumahmu indah, Putri.
Tinggal di sini tidak seburuk itu.
Putri…
Nenekku orang terakhir yang memanggilku seperti itu.
Kata-kata dari nenek itu manis.
Tapi aku tidak bilang kau seorang nenek.
Tetap seorang ibu.
Berapa?
Cuma satu.
Dia mungkin seusiamu.
Dia punya pacar?
Ya.
Katakan padanya jangan buru-buru.
Dan jangan biarkan dia belajar merokok.
Cerialah.
Tuan, anggur.
Terima kasih!
Terima kasih.
Terima kasih. / Selamat ulang tahun.
Terima kasih, Bu!
Selamat ulang tahun, Tuan. / Terima kasih.
Ini pesta anak-anak?
Pelayan.
Hibiki. Murni.
Ambilkan aku minuman yang layak.
Kau tidak bawa seseorang?
Tidak.
Aku tidak mampu bayar.
Kau harus menjadi bayanganku?
No comments yet. Be the first to leave one.