Release info

푸른 바다의 전설 The Legend of the Blue Sea E16 170111 540p-NEXT
A Commentary by iamklopers
IDFL.me | klopers.blogspot.com

Tags

other
Published on: 2017-01-12
Downloads: 44
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Heo Joon Jae, mitos mercusuar itu benar.

Mereka yang terpisah di mercusuar itu akan bertemu kembali.

Mereka bertemu dan saling menyayangi lagi.

Selamat, kau akan bertemu ibumu.

Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew

Joon Jae...

Ibu...

Joon Jae...

Joon Jae... Maafkan ibu.

Maaf, Joon Jae.

Maaf.

Maafkan ibu... Maaf.

Maaf...

Maafkan ibu... Maaf...

Di antara banyak kata yang kupelajari setelah datang kemari,

kata terbaik adalah "akhir bahagia."

Aku percaya kalau saat ini adalah akhir bahagia.

Tapi harapan dan keputusasaan terkadang menyadarkanmu kalau...

waktu terus berlalu dan kenangan telah terlewati.

Dibalik kebahagian itu,

tak ada yang tahu kapan saat yang dinantikan seperti ini.

The Legend of the Blue Sea

= Episode 16 =-

Bagaimana kesehatan... ibu?

Ibu tidak sakit?

Bagaimana denganmu?

Aku baik-baik saja.

Maafkan ibu.

Berhenti mengatakan... maaf.

Ibu tak seharusnya...

meninggalkanmu seperti itu.

Ibu pikir kekayaan ayahmu akan membahagiakanmu.

Ibu pikir kau akan hidup nyaman saat belajar di luar negeri.

Aku tidak belajar keluar negeri, tapi aku sudah cukup hidup nyaman.

Aku bertemu orang baik juga.

Ibu dengar kau kabur dari rumah saat kau SMA.

Kenapa kau kabur? Kenapa kau tidak tinggal dan hidup disana?

Karena aku merindukan ibu.

Aku sangat merindukan ibu.

Kupikir aku bisa segera menemukan ibu.

Tapi...

ibu tak bisa kutemukan. Aku melakukan berbagai cara.

Mungkinkah dia sudah meninggal?

Jadi, kumohon berhenti mengatakan maaf.

Dengan masih sehat seperti ini,

aku sudah bersyukur.

Tapi ibuku jadi semakin kecil.

Saat aku kecil, ibu selalu memelukku.

Aku harus memeluk ibu tiap hari.

Pasti dulu sulit buatmu...

yang masih 10 tahun sampai sebesar ini.

Untuk waktu yang lama, kau sendirian tanpa ibu.

Anakku, pasti sulit buatmu.

Bagaimana kau kesepian?

Ibu tak tahu...

Makanya...

ibu jangan pergi lagi.

Saat kita terpisah, ibu takkan tahu semua itu.

Jadi, jangan pergi lagi.

Sungguh? Ahjumma yang kerja di rumah Si Ah, ibu Joon Jae?

Yah, jadi sekarang mereka lagi mengobrol berdua.

Bukan hanya Joon Jae yang mencari ibunya. Aku juga mencarinya kemana-mana.

Tapi aku tak bisa percaya dia selama ini ada disana!

Kita harus beri selamat ke mereka,

tapi bagaimana pesta ulang tahunmu? Jadi membingungkan sekarang.

Benar. Kenapa kau memilih hari ini dari hari lain?

Itu karena aku memilih tanggal yang pas saat Heo Joon Jae bertemu ibunya.

Benar juga. Bukan hanya kau pintar bicara, kau juga punya logika hebat.

Piring ini kosong.

Kenapa?

Oh, tak ada.

Rumah ini pelayanannya kurang bagus.

Pesta lain tak pernah membiarkan piringnya kosong.

Ini membuatku gila. Apa itu?

Aku yakin ada sesuatu. Sesuatu yang besar.

Ibu tak mengira kalau ini rumah yang kau tempati.

Aku juga tak tahu. Selama ini, aku memakan makanan yang ibu buat...

dan berpikir rasanya mirip. Aku tak mengira itu buatan ibu.

Rumah siapa ini?

Rumah pacarku... atau calon pacarku.

Kebetulan, ipar Ji Yong, Cha Si Ah, pacarmu?

Apa? Bukan. Dia hanya teman kuliahku.

Benarkah? Cheong, berarti?

Omo, lihatlah senyummu. Kau sangat menyukainya?

Tapi, kalian sudah tinggal bersama?

Dia tak ada tempat tujuan karena kondisinya.

Takdir itu sesuatu yang aneh. Ibu ditolong Cheong beberapa kali.

Dia menolong ibu saat dicopet, dan juga menyelamatkan ibu saat mau ditabrak mobil ketika berjalan.

Ibu mau ditabrak mobil? Ibu dan Cheong. Bukankah harusnya ibu jalan di pinggir?

Hati-hatilah. Kumohon.

Baiklah, ibu tahu.

Tapi, bagaimana kau bisa tinggal di rumah sebagus ini?

Aku mendapat banyak uang, walau ini menyewa.

Aku setidaknya bisa membeli rumah buat kita tinggal bersama.

Jadi, berhentilah bekerja dan tinggallah denganku.

Apa pekerjaanmu, Joon Jae?

Hanya... ini dan itu.

Ayo masuk.

- Kau sudah buat permintaan? - Oh, permintaan.

Aku ingin hidup bahagia disini selamanya dengan Heo Joon Jae.

Permintaan harusnya diucapkan dalam hatimu agar terkabul. Jika kau berteriak begitu, takkan terkabul.

Sungguh? Oh, bagaimana?

Tak apa. Itu akan terkabul walau kau meneriakkannya. Tiuplah lilinnya.

Tunggu.

- Mari tiup lilinnya sekali lagi. - Kenapa?

Ada hal lain yang harus diberi selamat. Kau dan ibumu yang sudah ketemu.

Tunggu. Apa... ada yang harus diberi selamat lagi?

Aku. Aku dapat nilai 100 di ujian bahasa inggrisku.

Oh, kita harus beri selamat padanya. Kita tiup lilinnya sekali lagi, ya?

Kau melakukan ini karena menurutmu menyenangkan, kan?

Ya.

Kita lakukan saja. Tidak sulit juga.

Baiklah, lakukan. Dimana?

Selamat.

- Tunggu. - Lagi?

Berhenti, berhenti!

- Apa? - Apanya apa?

- Yang tadi. - Kau tidak dengar?

Kubilang Joon Jae menemukan ibunya.

Bukan hanya itu, dia Ahjumma yang kerja di rumahmu.

Hal seperti itu sungguh terjadi di dunia ini!

Bukankah itu kabar bagus buatmu?

Kalian pasti sudah dekat karena kalian tinggal bersama.

Datanglah. Ada pesta besar disini.

Bahkan ada anak SD dan gelandangan disini.

Apapun, datanglah.

Bagaimana ini?

Ayo. Aku akan mengantarmu. Tanganmu.

Hati-hati di jalan. Terima kasih sudah datang ke pesta ulang tahunku.

Unnie, selamat ulang tahun.

Kau juga, Oppa. Selamat sudah menemukan ibumu.

Yah. Terima kasih.

Terima kasih.

Dah.

Tunggu, kau tidak memberiku bingkisan?

- Bingkisan apa? - Bingkisan. Tanda terima kasih.

Saat aku ke pesta, mereka selalu memberikan itu.

Kau mau dibungkuskan makanan?

Aku tidak makan makanan yang sudah dimasak 2 jam yang lalu.

Oh, yah. Hati-hatilah di jalan.

Hei, kenapa semua temanmu begitu?

Tak adakah yang normal?

Kenapa? Aku menyukai mereka. Aku suka semua teman yang kuundang kemari.

Ibu Heo Joon Jae juga temanku.

Hei, bagaimana ibuku temanmu?

Benar. Kami berteman.

Lihat itu? Kami berteman.

Hei, kalau kau berteman dengan ibuku, bagaimana aku?

Ah, rumah ini jadi semakin aneh.

Ibu, kau tidak tahu betapa sulitnya aku mencarimu.

Aku mengingat semua alamat lamamu, dan aku tahu semua teman dan kerabatmu juga.

Begitulah. Aku keluar negeri beberapa tahun setelah bercerai,

dan setelah menghabiskan semua tabunganku dan kembali. Aku bekerja jadi pembantu.

- Jadi pasti sulit menemukanku. - Aigoo...

Kau pasti melalui banyak hal.

Haruskah kita bersulang untuk itu?

Bersulang.

Tapi Ibu, karena reuninya...

sudah selesai, boleh aku bertanya sesuatu?

Ya. Apa itu?

Apa kau mengenal seseorang yang bernama Kang Ji Hyun?

Kalian di SMA yang sama.

- Kang... Ji Hyun? - Ya.

Apa dia seorang yang ibu kenal?

Kenapa kau bertanya itu?

Yah, ada sesuatu,

jadi kami lagi mencari Kang Ji Hyun.

Pendaftaran penduduknya dibatalkan dan tak ada catatan tentangnya.

Dia seorang yang ibu kenal. Yang sangat ibu kenal.

- Sungguh? - Ya.

Kau mengenalnya juga.

Aku... mengenalnya?

Joon Jae, dia ibu tirimu.

Huh? Apa?

Tapi... itu bukan namanya.

Dia menyuruh ibu mengganti namanya jadi Kang Seo Hee.

Dia mengganti namanya? Pasti ada catatan tertinggal, tapi tak ada apapun.

Aku tak tahu semua itu, tapi namanya di sekolah Kang Ji Hyun. Aku sangat yakin.

Kang Ji Hyun wanita itu?

Kenapa? Ada apa?

- Itu... - Tak ada.

Ada apa? Kenapa?

Ibu, kau kenal buronan bernama Ma Dae Young?

Kurasa aku pernah dengar nama itu.

Ya, kami sedang mencoba melacak Ma Dae Young.

Tapi Kang Ji Hyun sepertinya ada hubungan dengan Ma Dae Young.

Berhubungan bagaimana?

- Itu... - Sudah cukup.

Tak ada apa-apa. Detektif yang kami kenal menanyai itu.

Kau lagi apa?

Ibu Joon Jae di dalam, kan?

Mungkin.

Kebetulan, apa dia mengatakan sesuatu... tentangku?

- Mengatakan apa? - Tak ada.

Kau tidak masuk?

Tae Ho, kau mau minum denganku?

Aku... tidak mau minum denganmu, Noona.

Ayolah, kita minum.

Aku tak tahu betapa kau menyukaiku,

tapi apa kau mau aku membuatmu tidak menyukaiku lagi?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left