The first 200 lines.
Hyungnim, silakan minum ginseng.
- Dapat mengurangi gejala flunya. - Oh.
Flu?
Ya, Hyungnim tadi terkena salju.
Salju? Hari ini turun salju?
Turun salju sebentar dan akhirnya aku terkena flu.
Tubuhmu bukan tipikal yang mudah terserang flu...
Begitukah? Hei, Zombie, kau mau mati, ya? Katamu itu flu.
Benar flu, kok.
Tubuhmu agak demam setelah kena salju dan katamu tenggorokanmu terasa gatal.
Karena aku sudah mati, aku tidak bisa kena flu lagi, tapi aku ingat rasanya saat terserang flu.
Bagaimanapun, aku merasa kurang baik gara-gara flu ini.
Seandainya aku bisa minum sake hangat (alkohol tradisional Jepang), maka aku akan baikan.
Kau yakin kena flu?
Flu itu penyakit yang terlalu biasa.
Mungkinkah ada kemungkinan penyakit yang lebih serius?
Tidak.
Sayang sekali. Meski begitu, sakit tetaplah sakit.
Kenapa? Kau senang aku sakit?
Tentu senang.
Rasa senang itukah yang membuatmu terus mengedipkan mata kepadaku selama beberapa menit terakhir?
Ini efek samping obat dan semua itu karenamu!
Mengerikan. Maaf.
Supaya kau lebih nyaman, mau aku menirukanmu? Huh? Huh?
Hei, Jin Bu Ja, kau juga!
Ya.
Tapi, baru-baru ini mataku terus saja meloncat keluar, jadi aku tidak bisa mengedip dengan baik.
Kalau begitu, haruskah aku juga--
Jangan!
Baiklah, aku tidak akan melakukannya.
Ini akan segera membaik.
Sesuatu yang sangat menyenangkan akan segera terjadi.
Sesuatu yang menyenangkan apa?
Sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan. Selagi membicarakannya,
aku berencana untuk mengundang seseorang ke rumah ini.
Siapa yang kau undang?
Dia seorang sutradara film asal Amerika. Dia sangat pintar dan juga sopan.
Tapi karena mengundang manusia, maka aku akan membutuhkan bantuan manusia juga.
Aku juga berencana mengundang Sam Jang.
Tak apa kan, Sage Agung?
Lakukan semaumu.
Kalau begitu, mari undang mereka berdua agar dapat bertemu.
Ya.
Sage Agung, kau juga nantikanlah itu. Akan sangat menarik jadinya.
Ma Wang, kau mau aku pukul saja matamu?
Tidak usah. Mataku akan segera membaik.
Kau khawatirkan saja matamu sendiri.
Sekarang aku bisa melakukannya!
Tapi, aku tidak bisa membuka mataku.
Aih... aish... kau membuatku kehilangan selera pada supnya!
Bu Ja-ya, matamu tergulung ke arah kepalamu.
Maafkan aku.
Kenapa mataku terus saja meloncat keluar dan tergulung ke arah kepala?
Kau juga, kenapa menyuruh zombie untuk mengedip?
Kau sengaja ingin membuat matanya tergulung ke arah kepalanya?
Sesosok mayat yang semestinya terbaring dengan mata tertutup tapi sebaliknya justru berkedip merupakan kemewahan hidup.
- Ya, aku menjalani kemewahan hidup. - Zombie, lihat sini.
Aku akan memukul bagian belakang kepalamu, jadi kita bisa memasukkan bola matamu kembali setelah meloncat keluar. Kemarilah.
Aku terlihat mengerikan saat bola mataku meloncat keluar. Aku kelihatan seperti Zombie!
Hei, Zombie ya seharusnya kelihatan seperti Zombie. Hei, kemari!
Hei, hei! Kemari! Aku hanya akan memukulmu sekali. Kemari, Zombie!
Pekerjaan menjijikkan seekor Kera.
Segera, dengan kedua matamu,
aku akan membuatmu menangis darah akibat kecemburuan.
Segera.
Kau menanyakan hal yang ingin kau ketahui selama waktu pembekuan Geumganggo?
Son Oh Gong, yang ingin kuketahui adalah...
Apakah sekarang ini aku cantik?
Oh, cantik.
Karena aku mencintaimu.
Tepat pada saat itu, salju berhenti turun.
Kedengaran seolah kata-katanya yang biasa, tapi saat bersamaan terasa tidak juga.
Seperti apa tepatnya?
Biasanya dia bilang, "Karena aku mencintaimu". Seperti ini.
Tapi pada saat itu, "Karena aku mencintaimu". Begini.
- Sama saja. - Tidak sama.
"Karena aku mencintaimu" biasanya dia bilang begitu,
"Karena aku mencintaimu", kali ini begitu.
Aku jadi lebih bingung karena menanyakannya kepadamu.
Tidak ada yang perlu dibingungkan.
Oppa-ku tidak bisa membekukan Geumganggo. Aku lebih kuat.
Apa hebatnya jika Panglima Es membekukannya bila Peri Musim Panas bisa mencairkan semuanya.
Kalau begitu, kalian berdua mempermainkanku?
Panglima Es dan Peri Musim Panas. Aku dipermainkan oleh monster bersaudara?
Sebab itulah kau seharusnya bermain dengan manusia, bukan monster.
Tidak ada manusia yang cocok denganku.
Jika ada seseorang seperti itu, aku juga akan menyukai manusia.
Tetap saja, bisakah itu jadi alasan menyukai monster?
Siapa yang menyukai monster?
Jin Seon Mi-ssi, jangan bingung..
...dan temukan seseorang (manusia) yang dapat kau cintai.
Jika kau terus membiarkan hatimu dicuri oleh monster, itu akan menjadi berbahaya.
Benar. Membiarkan hatiku dicuri itu berbahaya.
- Apa yang berbahaya? - Kaget aku!
- Kalau berbahaya, kenapa kau tidak memanggilku? - Kenapa kau di sini padahal aku tidak memanggilmu?
Aku merindukanmu, tentu saja. Dan, ada yang ingin kuberikan kepadamu.
Kau kena salju. Makanlah bubur hangat sebelum tidur agar tidak kena flu. Sa Oh Jeong yang membuatnya.
Kau bilang, seseorang yang memproduksi ponsel membuatkan bubur untukku?
Oh Jeong kami suka memasak. Jika kau menikmati masakannya, dia akan tersenyum cerah.
Katakan pada adikmu aku akan menikmati makanannya.
Katakan sendiri. Jika kau membuka tutupnya dan bicara, Sa Oh Jeong bisa mendengarmu.
Benarkah?
Aku akan menikmatinya. Terima kasih, Sa Oh Jeong-nim.
- Dia tidak menjawab. - Apa dia sedang mengobrol di ponsel? Tinggalkan pesan.
- Pesan? - Ya.
Atau kau ingin melakukan video call?
- Kau sedang mempermainkanku kan sekarang? - Tentu saja.
Dasar bodoh. Kau percaya...
...kalau tutup termos ini ponsel?
- Kau senang mempermainkan manusia? - Ya.
Sekarang pasti bisa. Cobalah.
Tak usah. Aku pakai ponsel saja.
Aku manusia, jadi harus memakai ini. Setelah berhubungan denganmu,
aku terus saja kebingungan dan melakukan hal-hal tidak masuk akal.
Kau marah karena sebelumnya aku berusaha membunuhmu, 'kan?
Kenapa aku harus marah? Aku yang bodoh.
Predator terkuat yang dapat memangsaku adalah kau.
Karena kau terlalu bersahabat sebagai predator, aku salah berpikir bahwa aku sudah aman.
Begitu? Aku justru semakin yakin.
Aku tidak bisa membiarkanmu menghilang.
Sebab, sebelum itu terjadi, hatiku akan hancur berkeping-keping.
Jadi, kau tidak akan mati, kecuali aku juga mati.
Karena Geumganggo?
Ya.
Kau tidak perlu khawatir lagi. Sam Jang, kau aman.
Ini kebenarannya, jadi percayalah.
Bagaimana bisa aku memercayaimu padahal kau selalu menipuku?
Makanlah sesuatu yang hangat, tidur dengan nyenyak, dan jika ada yang ingin kau katakan, tinggalkan pesan.
Kau coba mengerjaiku lagi? Aku tidak percaya.
Oh, dia pergi.
Apa yang sedang kulakukan, sih?
Apa sekarang ini aku cantik?
Oh, cantik.
Karena aku mencintaimu.
Semua itu palsu. Aku tidak akan tertipu.
Aku juga yakin sekarang.
Aku tidak akan memercayai apa pun. Tidak akan pernah, tak akan percaya!
Kau bohong, padahal kau sangat memercayainya.
Jin Seon Mi, saat masih kecil ataupun sekarang, kau gampang sekali dibodohi.
Kututup!
Jangan sampai tertipu. Kalau aku sampai tersihir oleh seorang monster, berbahaya.
- Di mana kau? - Di Perpustakaan.
Tidak ada seorang pun di sini jam segini. Luar biasa.
[Kau tidak tahu rumor perpustakaan sekolah? Mereka bilang sesosok hantu muncul di sana.]
Hantu?
[Menakutkan, sebab itu tidak seorangpun ke sana. Kau juga sebaiknya lekas pulang ke rumah.
Omong kosong.
Kenapa dia menatapku?
Tidak ada hantu di sini.
Tapi justru seorang gadis yang sangat cantik!
Gerakanmu sangat cepat.
Mereka bilang hantu perpustakaan sangat cantik...
Dan juga, dia tidak punya kaki.
Apa yang kau lakukan?
Lihatlah ke sini.
Monster air, lewat sini.
Kau kah yang memanggilku?
Aku putra kedua dari Raja Naga Laut Timur, Naga Giok.
Bagaimana bisa Anda berakhir di sini?
Pertama-tama, keluarkan dulu aku dari sini.
Saya akan mengeluarkan Anda, Pangeran.
Ubur-ubur di dalam sini adalah putra kedua dari Raja Naga Laut Timur?
Ya, dia dihukum dan tertangkap jaring nelayan saat kehilangan kekuatannya.
Aku bergegas menempatkannya di sini dan membawa kemari...
...dari pasar ikan di mana dia mungkin terjual untuk dibuat sushi.
Sekarang ini, dia tidur.
Mereka bilang Naga Giok ditendang keluar setelah menjual obat pada duyung yang mengubah mereka menjadi manusia.
Dia sungguh muncul di sini.
Ma Wang dan Raja Naga Laut Timur adalah teman dekat, jadi kenapa tidak mengajaknya tinggal di sini?
Aku permisi karena ada rapat penting yang harus kuhadiri.
Tinggal bersama seekor Kera dan sesosok Zombie sudah cukup berat untukku.
Menambahkan ubur-ubur ini terlalu berlebihan.
Kenapa tidak kau saja yang mengurusnya?
Kalau begitu, aku permisi karena ada janji main golf.
Sebentar! Kau yang harus mengurusnya!
Siapa yang akan mengurus ini? Ma Wang! Tunggu!
Ma Wang!
Kenapa aku tidak bisa ikut audisi untuk film yang akan datang?
Alice, aktingmu itu sangat mengerikan.
Aku akan bicara langsung pada Ketua Woo Hwi.
Tidak bisa.
Kalau begitu, haruskah aku menerobos masuk ke rumah Ketua Woo?
Tunggu sebentar. Aku akan bicara pada Ketua.
Apa kubunuh saja dia?
Astaga. Pangeran kabur.
Aku kesal sekali.
Beraninya dia menyebut aktingku mengerikan, ish?
Apa ini? Tentakel ubur-ubur, 'kan?
Omo! Omo! Omo! Pergi!
Pergi! Enyah! Enyah!
- Alice Yang? - Oh.
Kau bukan Alice Yang.
Aku ketahuan?
Anda Pangeran?
Benar. Aku putra kedua Raja Naga Laut Timur, Naga Giok.
Kenapa kau tidak merapatkan kedua kakimu!? Aih.
Naga Giok, kembali sana ke laut.
Aku akan menjelaskan situasinya dengan baik pada ayahmu.
Aku tidak bisa kembali sekarang. Ada yang harus kutemukan.
Saat sudah kutemukan, aku akan mengembalikan tubuh ini.
No comments yet. Be the first to leave one.