The first 163 lines.
Dataran Tinggi Kontinen Utara ternyata juga punya kota.
Ada banyak tempat minum di sini.
Sekitar sini adalah satu-satunya tanah pertanian di Dataran Tinggi Utara.
Sejak dulu produksi alkohol juga sudah pesat.
Juragan Fass yang bilang.
Katanya Boshaft sudah hampir ketemu.
Yang benar?
Sejak ayahku masih kecil juga bilang begitu.
Boshaft itu apa?
Saya pernah dengar dari Tuan Heiter.
Dahulu kala,
ada kekaisaran besar yang menguasai sebagian besar kontinen
dan itu alkohol paling ternama yang disajikan pada sang kaisar.
Heh...
Beliau menggerutu gagal meminumnya karena Nona Frieren.
Situasinya tidak mendukung.
Aku tidak mau lama-lama di kota ini, setelah selesai belanja—
Frieren!
Bukankah kamu Frieren!
Sudah seratus tahun tidak berjumpa.
Baru 80 tahun, Fass.
Detail sekali hitunganmu, tidak biasanya.
Muka-mukanya kelihatan berbeda.
Abang penyuka alkohol tidak ikut bersamamu?
Kalau maksudmu Heiter, dia sudah mati.
Meninggal dengan tenang.
Begitu, ya.
Ternyata aku sedikit terlambat.
Aku sudah tahu keberadaan Arak Kaisar Boshaft.
Bisa bantu aku tidak?
Kau bisa memakai sihir, kan?
Memang apa hubungan Boshaft dengan sihir?
Ikut saja, nanti juga tahu.
Di sini.
Apakah ini...
Sebuah terowongan?
Aku sendiri yang menggalinya.
Kalau bicara soal Dwarf, mungkin akan terbayang para penambang.
Tapi aku dibesarkan di kota,
jadi mempelajarinya dari nol.
Ini juga demi alkohol paling ternama.
Kakek itu sebenarnya siapa?
Namanya Fass, penggila alkohol tanpa tanding.
Dia sudah menghabiskan lebih dari 200 tahun untuk mencari Boshaft.
Saat bertemu sebelumnya, kami juga dimintai tolong.
Tapi karena sedang dalam perjalanan menumpas Raja Iblis.
Jadinya kutolak.
- Ayo lepas! - Ah, Boshaft...
Susah sekali untuk melepas Heiter.
Kenapa menggali terowongan untuk mencari alkohol?
Sejak awal ada legenda mengatakan
di bawah sini terkubur reruntuhan yang menyimpan Boshaft.
Kemudian 200 tahun lalu.
Itu jadi sebuah kepastian saat aku menemukan monumen batu ini.
Ini bahasa Elf kuno.
Prasasti ini memuji Boshaft sebagai alkohol paling ternama.
Milliarde?
Mungkin itu orang yang menulis prasasti ini?
Pengetahuan Nona luas sekali.
Sudah bisa baca bahasa Elf kuno di usiamu.
Saat kecil, Nona Frieren sudah mencekoki saya.
Setengah dari kitab sihir yang ada memakai bahasa Elf kuno.
Tidak ada gunanya kalau tidak bisa baca.
Ternyata memang Milliarde.
Dari prasasti inilah hidupku yang kuabdikan untuk Boshaft dimulai.
Dan sekarang sudah tepat di depan mataku.
Reruntuhannya sudah ketemu?
Iya.
Aku sudah sampai ke reruntuhannya.
Seperti yang kalian lihat, pintu ruang batu ini tidak mau terbuka.
Sudah diberi penghalang kuat untuk menyimpan alkohol.
Tetapi, kau seharusnya bisa menembusnya.
Ini mustahil.
Mana mungkin mustahil.
Akan butuh waktu untuk melepasnya.
Dan mereka tidak menyukai itu.
Akan kuberi imbalan sebagai gantinya.
Kitab sihir?
Uang!
Akan kuberi 20 keping Koin Emas Reich!
Tidak bisa kuterima.
Kumohon, Frieren!
Meminum Boshaft adalah mimpiku!
Sudah kucari lebih dari 200 tahun!
Tidak mau.
Nona Frieren, bukankah tidak masalah kalau Anda membantunya?
Benar itu, kasihan si Kakek Fass.
Kenapa kalian ini? Bikin geli.
Padahal biasanya selalu menentang.
Nona Frieren, dapat 20 keping koin emas, lo! Untuk uang perjalanan!
Uang gede itu! Kita tidak akan hidup susah buat beberapa waktu!
Eh...
Tapi untuk melepaskan ini, kelihatannya akan butuh tiga bulan—
Bukankah itu sebentar?
Eh?
Kami terima permintaannya!
Nanti jangan salahkan aku, ya.
Penghalangnya sudah hampir selesai dilepas, ya.
Besok mungkin sudah selesai.
Anda kelihatan tidak senang.
Benar juga.
Boshaft itu tidaklah enak.
Bukan sesuatu yang patut diperjuangkan seumur hidup.
Tapi, menurut prasasti...
Di antara para Elf itu...
ada juga yang begitu suka membuang-buang waktu.
Milliarde selalu saja melamun tidak melakukan apa-apa.
Banyak dari kita para Elf yang menghabiskan hidup panjangnya mengejar sesuatu.
Menurutmu kenapa?
Kenapa?
Agar tidak jadi sepertiku.
Frieren...
Bisakah kau bayangkan jika sesuatu yang
kau cari seumur hidup ternyata sampah yang tidak ada harganya?
Sama sekali tidak terbayang, memangnya soal apa itu?
Itu soal diriku.
Yang sudah lama sekali.
Alkohol ini rasanya memang tidak enak.
Boshaft.
Alkohol murahan paling jelek yang dibagikan saat upacara pemahkotaan.
Sebelum datang ke desa ini,
aku mengukir prasasti untuk mengisi kebosanan.
Mengatakan bahwa Boshaft adalah alkohol paling ternama.
Apa artinya itu?
Tidak ada artinya sama sekali.
Akhirnya sebentar lagi.
Kondisi penyimpanannya begitu baik.
Tidak kusangka hari untuk mencicipinya akan tiba!
Rayakan dengan bersulang!
Kalian juga harus minum!
Ini...
Frieren, kenapa kamu menolak untuk mencari Boshaft?
Heiter suka dengan alkohol, kan?
Sudah jelas itu.
Pendeta Korup ini terang-terangan mengaku.
Bagaimana kalau alkohol yang kau cari seumur hidup ternyata sangat tidak enak?
Bagaimana, ya...
Akan kutertawakan saja.
Alkohol yang tidak enak, kan?
Berarti harus dinikmati sama-sama.
Bagaimana aku harus bilang...
Tidak enak, ya.
Lebih tidak enak dari alkohol mana pun yang selama ini kuminum.
Kenapa cuma lihat saja?
Stark juga coba minum sana.
Eh, enggak mau. Rasanya tidak enak, kan?
Sudahlah, minum sana.
Hoek, rasanya ampas banget.
Kenapa bisa setidak enak ini?!
Benar-benar tidak enak.
Ayo coba minum sana.
Ada sebanyak ini! Orang kota juga harus ikut merasakannya!
Frieren, hasilnya memang disayangkan.
Tapi baru sekarang aku menikmati malam yang semenyenangkan ini.
Syukurlah kalian ada di sini.
Alkohol memang harus diminum dengan gembira!
Silakan, ini jatah roti Tuan Stark.
Dengar tidak barusan?
Roti ini bunyinya "duk" begitu, lo.
Makanan apa yang bisa bunyi begitu coba?
Selama sepekan kita sudah makan roti keras ini terus.
Jangan banyak minta.
Selain Wilayah Bier yang subur, Dataran Tinggi Kontinen Utara itu tandus.
No comments yet. Be the first to leave one.