In Dubious Battle

In Dubious Battle

Download Indonesian Subtitle

Release info

In Dubious Battle 2016 All-BluRay
A Commentary by sesat777
thanks to TeTeT ^^ kunjungi -> haveitsub.blogspot.co.id

Tags

BluRay
Published on: 2017-04-23
Downloads: 53
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diangkat dari buku karya John Steinbeck

Ayah selalu bilang padaku agar mengawasi skalanya.

Katanya, dunia akan selalu cari cara guna menipu para pekerja.

Aku bertemu Mac McLeod tahun 1933...

...dan kusaksikan akibat perubahan nyata itu.

Pada puncak Depresi Besar, hampir seperempat penduduk Amerika menganggur.

Mereka yang menemukan pekerjaan mendapati jam kerja yang lama, kondisi tempat kerja kumuh, dan upah tidak layak.

Tuan-tuan, nyonya-nyonya, kemari.

Tolong dengar.

Dengar yang akan kukatakan, mengerti?

Penurunan harga ini sama menyakitkannya…

…bagiku dan kalian.

Dengan pasar yang sering berubah-ubah…

…seseorang boleh menganggap dirinya beruntung…

…dengan mendapatkan upah yang layak…

…seperti yang kutawarkan pada kalian.

Mengerti?

Ya, layak kepalamu!

Ya!

Orang tak bisa hidup dengan 1 dolar sehari.

Kau janjikan 3 dolar sehari…

…dan kau tahu itu.

Tapi sayang teman…

…aku tak bisa apa-apa.

Kita mau apa hari ini?

Kita pindah ke lahan sebelah/Ya!

Tidak.

Sayang itu juga tak bisa.

Itu tarif untuk semua lahan di Torgas Valley.

Kalian terima apa adanya atau…

…keluar.

Keluar? Aku tak bisa keluar.

Kuhabiskan hampir 10 dolar hanya untuk berusaha keluar dari sini.

Tidak bisa keluar.

Maaf, sayang sekali.

Kalian boleh terus merengek atau kembali bekerja.

Ayo.

Ayo, jalan.

Baiklah, ayo semuanya, kita lakukan.

Seperti yang mereka katakan saat Perang Besar…

’Hari sudah siang di De Banque…’

’…si keparat ada di rawa.’

’Berdo’alah pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kau mau apa, tidur seharian?’

Bagus.

Pekerjaku.

Mau apa kau?

Hai, pasti kau rekrutan baru itu.

Kau. Artinya kau sudah bertemu Harry.

Harry bilang kau baik.

Nama?

Jack?

Aku Jim. Jim Nolan.

Joy, biarkan dia masuk.

Kau bilang Nolan. Nolan? Anaknya Ray Nolan?

Ya.

Joy, mana tata kramamu? /Ha? Ya.

Kenapa tak persilakan teman baru kita masuk?

Maaf, ya/Sini. Senang bertemu kau, Jim.

Namaku Mac.

Senang bertemu kau/Baiklah.

Joy tidak salaman. Terlalu sakit.

Tangannya lebam/Ya, gara-gara aku dihajar.

Ya benar. Aku diborgol di bar…

…dan dipukul di kepala.

Tanganku diinjak dengan kuda polisi.

Aku dihajar habis-habisan. Ya ‘kan, Mac?

Ya, Joy/Baiklah, Jay.

Jim, maaf. Ayo, silakan duduk.

Anaknya Ray Nolan, ha?/Ya.

Dengar-dengar dia berandal terhebat di negeri ini.

Katanya dia bisa hajar 5 polisi dengan tangan kosong.

Ya. Sayangnya tiap kali keluar, dia bisa hajar 6 polisi, tapi..

Semoga saja kau lebih pengertian dari dia.

Dia Edith Malone.

Dia biasa saja. Agak kasar demi kebaikannya.

Mati sana, Mac. Kau bisa memanggilku Edie.

Dia marah gara-gara aku sudah kerja lebih lama…

…dan lebih baik darinya.

Mungkin, mungkin benar.

Kau sudah bertemu Joy. Dia veteran. Ya ‘kan, Joy?

Benar sekali.

Dan aku takkan pernah merangkak.

Apa aku pernah putus asa?

Pernah memohon mereka untuk berhenti? Tidak pernah.

Aku terus memanggil mereka keparat…

…sampai mereka membuatku pingsan, selalu.

Mungkin jika kau diam…

…mereka takkan memukuli kepalamu…

…dan kau takkan pusing selama seminggu.

Baiklah, jangan buat dia mulai.

Ya, merekakan keparat. Jadi, kukatakan saja.

Mereka boleh menginjakku, menjatuhkanku ke tanah sampai…

…merah kena darahku. Tapi kukatakan pada mereka yang sebenarnya!

Memang benar, Joy/Ya, benar sekali.

Biar kuambilkan kopi. Tunggu di sini.

Aku tahu ini hari apa.

Baiklah, Joy.

Siapa yang memproduksi barang-barang?

Para pekerja.

Siapa yang ambil keuntungan?

Para bos dan pemilik?

Atas hak apa? Mereka tidak memproduksi apapun.

Apa hak mereka?/Joy!

Kau itu seperti pengkhotbah di kota kecil.

Bisakah kau berhenti meyakinkan orang-orang kita…

…dan biarkan anak malang itu sendiri?

Jim, ayo.

Joy, lepaskan dia.

Aku setuju denganmu, Joy. /Baiklah. Oke, Jack.

Kepalanya kebanyakan dipukul.

Kami merawatnya, menjauhkannya dari masalah.

Hanya itu bajumu?

Ya.

Ya, harus membuatkanmu kostum.

Maksudmu kostum itu apa?

Rokok?/Tidak, terima kasih.

Waktumu pas, Jim. Tepat, sebenarnya.

Besok pagi, aku ke Torgas Valley…

…dan kau ikut denganku.

Ada apa di Torgas?/Apel.

Lahan apel. Segar sampai-sampai kau takkan percaya.

Ribuan pekerja pengembara bermunculan saat musim panen apel.

Para pekerja miskin menghabiskan 10 dolar untuk keluar dari sana.

Setibanya pekerja pengembara, para bos memotong upah jadi setengah.

Orang-orang seperti mereka akan marah besar.

Tak ada yang bisa mereka lakukan.

Itulah saatnya kau dan aku masuk. Kita benahi pekerjaan itu secepatnya.

Kita akan memulai pemogokan.

Lihat itu.

Selain berotot anak ini juga pintar.

Jadi bagaimana? Kau siap memetik apel?

Aku ikut.

Ya ampun, ayahku dulu kerja di lahan itu.

Katanya seburuk-buruknya kerja di dermaga, lebih buruk kerja di lahan…

…karena jika cari masalah, kau akan dibunuh.

Tak ada yang menghentikannya? /Menurutmu kenapa kita ke sana?

Untuk mengubah semua itu.

Selahan demi selahan, jika perlu.

Pertanyaannya, apa kau pernah melompati kereta?

Pernah apa? Melompati kereta?/Ya.

Aku belum pernah keluar kota.

Pemandangannya indah. Kita pergi ke tempat seperti ini?

Lebih indah/Lebih indah?

Pepohonan dipenuhi apel seperti permata merah.

Kau kira kau sudah mati dan menemukan Eden.

Mau satu?/Tidak, terima kasih.

Baiklah.

Apa yang membuatmu mau bergabung dengan kelompok radikal?

Apa kau tahu jika Pekerja Industri Dunia…

…itu anarkis keras dan komunis kotor?

Menurut kebanyakan orang.

Berhutang banyak pada ayah.

Melihat si tua bangka Joy, mengingatkanku pada ayah.

Ayah dipukuli sampai lemas.

Pernah aku melihatnya berjalan sempoyongan di tengah jalan.

Dipukul pakai tinju besi oleh seorang buruh.

Tidak bisa lagi mengendarai lurus setelahnya.

Dia di mana sekarang?

Sudah tiada.

Akhirnya, dadanya tertembak senapan polisi.

Sebut saja dia tewas sebelum jatuh ke tanah.

Ya ampun/Ya.

Kupendam semua itu dalam diriku. Tak ada tempat menaruhnya.

Aku berjuang saja. Tapi kini, aku punya kesempatan berjuang demi sesuatu.

Aku ingin berjuang demi sesuatu.

Aku mau itu.

Hanya itu mauku.

Aku suka cara berpikirmu, Jim Nolan.

Kau dan aku akan jadi tim yang hebat.

Pernah melakukan ini? /Tidak, belum pernah.

Kuncinya, mereka harus mengira kita seperti pemetik lainnya.

Ayo kerja.

KEBUN BUAH BOLTON

Dari mana asal kalian?/Utara, pak.

Pernah memetik?/Ya, pak.

Carilah pohon kosong dan mulai bekerja.

Baik.

Baiklah, aku dapat nama, London.

Cari pohon, petik, bicara ke orang-orang, cari info.

Sampai jumpa nanti.

Jangan buat buahnya bonyok.

Ulat muncul di buah bonyok, embernya penuh.

Kau dengar?/Ya, dengar.

Punya masalah, nak?

Tidak, pak.

Ya Tuhan, dia jahat, ha?

Ya/Bukan dia tapi.

Semua aturan ini yang busuk. Kita harus bagaimana?

Entahlah, tapi sesuatu harus dilakukan.

Ya.

Ya.

Orang baru ikut aku. Kutunjukkan tempat tidur kalian.

Tipe orang sepertinya pernah kutemui.

10:1, dia itu tentara kamp pelatihan.

Menghabiskan waktunya menusuk-nusuk karung pasir saat perang.

Jadi, dia kembali tanpa pernah melihat parit.

Kini, dia mandornya Bolton. Kacungnya.

Dia selalu berusaha membuktikan betapa kerasnya dia.

Mengingatkanku pada pria yang kukenal dulu.

Dapat uang dari menghajar para bedebah.

More Indonesian subtitles for In Dubious Battle

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left