The first 200 lines.
Jadi, ini dia?/ Ya.
Hoon.
Jae Hee.
Jae Hee.
Jae Hee.
"Episode 3"
Itu dia?
Kapan kau bisa membawanya?/ Kau tahu--
Ini caranya.
Berapa?/ Dia cukup mahal.
Berapa?
Setengah juta./ Apa?
Dia ada di dalam kamp. Itu sebabnya harganya mahal.
Kamp?/ Jadi, sebaiknya hasilkan uang.
Kau dokter. Seharusnya kau punya banyak cara untuk menghasilkan uang.
Sial.
Ini daftar tim dokter berpotensi untuk operasi Bapak.
"Rumah Sakit Universitas Myungwoo"
"Pimpinan Oh Joon Gyu"
Maaf membuat kalian menunggu.
Pasien itu baik-baik saja?
Ini tim Rumah Sakit Myungwoo. Kurasa sudah cukup menjelaskan.
Omong-omong, kurasa aku pernah melihat Dokter Han sebelumnya.
Dokter muda itu? Aku tak pernah melihatnya.
Tidak, aku melihatnya...
...di sebuah artikel sebagai asisten profesor termuda di Harvard.
Jangan bilang dia--/ Ya, benar.
Dia bukan hanya asisten profesor termuda.
Dia melakukan lebih dari ribuan operasi tanpa kesalahan sekali pun.
Masuklah.
Biar aku perkenalkan...
...kepada direktur departemen bedah jantung kami yang baru.
Aku Han Jae Joon.
Lulusan dari sekolah terpencil! Sungguh? Sungguh?
Aku menjadikanmu anak buahku dan inikah balasanmu?
Maaf. Aku tidak lihat pembuluh Obtuse Marginal.
Diam. Aku harus pindah ke kantor yang sempit ini karena kau.
Aku di ambang kehilangan posisi direktur dan ketuaku!
Maafkan aku./ Keluar.
Kau tidak bekerja di sini lagi.
Kau mengerti? Keluar!
"Rumah Sakit Universitas Myungwoo"
Ini hari liburmu.
Aku mau memeriksa pasien.
Dokter juga butuh istirahat.
Jadi, istirahatlah malam ini.
Aku akan mentraktirmu makan malam yang enak lain kali.
Aku perlu bicara denganmu.
Nanti, ya?
Baiklah.
Pergi./ Baiklah.
Profesor.
Panggil saja aku kakak di sini./ Baiklah, Kak Jae Joon.
Kupikir ini hari libur Kakak./ Aku hanya mampir.
Tidurlah./ Baik, Profesor.
Kau tidak dengar?/ Baiklah, maafkan aku.
Baiklah./ Sampai jumpa!
Dia benar-benar baik.
Siapa gadis di tempat tidurku itu?
Kau dengar dia.
"Panggil saja aku kakak di sini." Sangat karismatik.
Baiklah, lupakan tentang dia. Dia sudah punya kekasih.
Siapa? Dokter Oh?
Aku tidak lebih baik darinya?
Hentikan omong kosong ini dan mari selesaikan urusan kita.
Telingamu indah./ Haruskah?
Kau butuh diperiksa.
Ini akan membantumu meningkatkan konsentrasi.
Ini lebih rinci dari yang kau kira. Bagus untuk ahli bedah seperti kita.
Operasinya dipimpin Dokter Moon.
Aku melakukan sesuai permintaanmu.
Pengangkatanku sebagai asisten profesor tahun depan--
Kau lihat kesatria yang ada di luar itu?
Kupikir kesatria itu adalah kau.
Jangan khawatir tentang pengangkatanmu.
Kewajiban raja adalah memberikan penghargaan atas prestasinya.
Berengsek.
Hoon.
Hoon.
Hoon.
Berhenti melihat itu. Aku di sini.
Maaf.
Kau menghasilkan 500.000 dolar di klinik ini?
Ya, aku bekerja keras untuk menghasilkan uang itu.
Terbuang sia-sia, bukan?
Sama sekali tidak. Makan malam sudah siap.
Panas!
Baiklah, mari makan.
Mari makan.
Rasanya lebih enak dengan rumput laut kering.
Enak.
Kau juga makan./ Baiklah.
Hoon.
Mobil yang bagus.
Halo, Kak./ Kakak?
Kau anak dari istri kedua. Kenapa aku jadi kakakmu?
Lalu kau ingin menjadi apa?
Jangan panggil aku kakak. Di mana kuncinya?
Ini sekarang milikmu.
Kau--
Itu kursi Soo Hyun.
Ini pertemuan keluarga. Dia tak punya tempat di sini.
Apa yang kau lakukan?
Berhenti.
Apa yang kau lakukan saat ini?
Aku mengelola kantor cabang./ Siapa yang menyuruhmu?
Ibu menyuruhku untuk itu, jadi--
Berdiri./ Apa?
Kau dengar ayah.
Kau harus belajar cara mengelola rumah sakit.
Apa yang kau bicarakan? Sang Jin akan mengelola rumah sakit.
Soo Hyun yang meminta dan aku setuju.
Sayang, Sang Jin adalah putramu.
Aku tak peduli. Aku tidak pekerjakan orang yang tidak mampu.
Laporannya./ Baik, Pak.
Inilah status keuangan kuartal pertama tahun ini.
Rumah Sakit Universitas Myungwoo?
Ya, aku membayarmu untuk hari ini, jadi, bantu aku dan antarkan ini.
Tidak, terima kasih.
500.000 dolar untuknya, bukan?
Lagi pula, kau juga tak akan membayarku 500.000 dolar.
Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.
Aku tak tertarik dengan uang kecilmu.
Ayolah, aku berjanji pada Ibu akan mengajaknya keliling kota hari ini.
Aku bilang tidak.
Tolonglah./ Minggir.
Selamat pagi.
Ya, aku pergi.
Baiklah. Mau ke mana kalian?
Biar aku lihat. Bagaimana kalau kita mengunjungi Istana Gyeongbok?
Pasti akan menyenangkan. Jadi, pria itu Park Hoon?
Ya, kenapa?/ Sepertinya ibu pernah dengar.
Hoon itu nama yang umum.
Taksi!
"Rumah Sakit Universitas Myungwoo"
Paman Choi.
Hoon, kau ingin menemui ayahmu?
Ya, aku mau.
Kalau begitu, ikutlah dengan paman.
"Pimpinan ke-15, Choi Byeong Cheol"
Siapapun yang melakukan ini melakukan pekerjaan yang bagus.
Kau mungkin akan kehilangan jarimu jika tidak mengobatinya.
Benarkah?
Kau bisa kehilangan jarimu.
Mari kita lakukan pemindaian sinar X. Perawat Lee!
Sebentar!
Kau selalu mengatakan itu. Dia butuh pemindaian. Sekarang.
Kau akan melihat garis biru di lantai di luar pintu.
Bagian radiologi ada di ujung garis biru itu.
Hei, kau. 50 sen!
Sisi mana yang kau bilang kepala?
Siapa kau?
Pria tolol yang dibodohi oleh putrimu yang pintar.
Kau pasti sangat bodoh.
Paman sulit bernapas saat sedang tidur?
Permisi.
Aku baik-baik saja.
Paman mau ke mana?/ Ke bagian radiologi.
Benarkah? Aku juga. Tapi aku juga tersesat di sini.
Ini tempat yang cukup rumit.
Di mana bagian radiologi?
Ayo kita pergi.
Di mana kita?
Permisi. Di mana bagian radiologi?
Ikuti garis biru di lantai.
Itu yang kami lakukan.
Bukan garis ini. Garis biru di sebelah sana.
Ayo kita pergi.
"Pintu Darurat"
Jangan tinggalkan aku. Astaga.
Apa ini?
Astaga, punggungku.
Apa ini?/ Di mana bagian radiologi?
Ikuti garis biru itu.
Tunggu, kami mengikutinya dan kami harus kembali.
Garis biru yang di tengah itu.
Kenapa kalian membuatnya sangat membingungkan?
Kau tidak lihat itu?
Kalian bisa membuatnya lebih besar.
Lewat sana.
Astaga, aku sekarat.
"Bagian Radiologi"
Kemarilah!
Paman juga harus memeriksakan diri.
Aku harus mengganti botol airnya.
Apa yang terjadi?/ Ada truk menabrak bus. Gawat.
Dan kenapa kita?
Dokter bedah lain sedang dalam konferensi.
Kenapa harus hari ini?
Berapa banyak yang terluka?/ 15 dikirim ke rumah sakit kita.
Mereka sudah datang?/ Mereka akan segera datang.
Cepat dan siapkan tempat tidur. Panggil semuanya untuk bersiap-siap.
Laporkan ini pada bagian radiologi, ortopedi, dan bedah saraf.
Baik, Dokter.
Sekarang giliran kita.
Permisi./ Tunggu.
Hasil sinar X-nya sudah ada?/ Ya, tapi--
Tunggu sebentar. Dokternya akan segera datang.
Tunggu, bukan aku.
Ayahku membutuhkan dokter./ Ada apa dengannya?
No comments yet. Be the first to leave one.