Release info

Ep 12 What Happened in Bali
A Commentary by iamklopers
IDFL.me

Tags

other
Published on: 2015-12-01
Downloads: 40
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 194 lines.

Kau gila?

Ya, aku tahu kau tidak punya harga diri.

Tapi tidak peduli seberapa besar harga dirimu,

Apa yang kau lakukan disini?

Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew

Dengar, ini ada uang, ambil ini buat biaya hidupmu.

Aku sangat malu, itu sebabnya aku tidak pernah bilang ke teman-temanku.

Tapi banyak temanku yang memiliki perusahaan sendiri.

Aku akan carikan kau kerja.

Cepat pergi.

Pergi sekarang!

Maaf.

Aku tidak apa.

Tidak masalah...

Aku tidak mau kau tetap disini.

Aku akan bantu carikan kerja. Jangan kembali kesini besok.

Kau sudah selesai?

Aku tidak mau bicara denganmu.

Itu tidak mungkin.

Kau meninggalkan Young-Joo?

Kemana ayah dan kakak?

Mereka mungkin pulang telat. Kenapa?

Kenapa ibu mempersulitnya?

Siapa maksudmu? Young-Joo?

Aku tidak melakukan apapun padanya.

Soo-Jung. Maksudku Soo-Jung.

Soo-Jung? Siapa Soo-Jung?

Kenapa ibu biarkan dia bekerja di tempat ibu?

Kau datang tengah malam cuma mempermasalahkan itu?

Untuk wanita itu? Benar-benar, untuk wanita begitu?

Penyihir tak tahu malu itu? Kenapa kau peduli?

Apa maksud ibu?

Obrolan ini selesai. Wanita akan mengurusi masalah wanita.

Jadi jangan khawatirkan hal seperti itu.

Kau belum makan' kan? Makanlah sebelum kau pergi.

Ahjumma, siapkan makanan.

Ibu saja yang makan...

Kau... benar-benar.

Kau mau keluar?

Aku... Kau baru selesai bekerja In-Wook?

Ya.

In-Wook, terlihat seperti kau mau mengatakan sesuatu padaku? Oh ho ho ho.

Yah kalau begitu, silahkan masuk.

Kemana Soo-Jung?

Dia dapat kerja lain, dan dia mulai bekerja hari ini.

Benarkah, baguslah. Perusahaan apa?

Galeri.

Galeri? / Ya.

Aku harus pergi. Selamat istirahat.

Tunggu, kau tahu galeri mana?

Ya, kudengar galeri milik ibu Jung Jae-Min.

Benarkah. Kau lebih baik segera pergi.

Tapi pekerjaan itu tidak ada hubungannya dengan Jung Jae-Min.

Itu tunangan Jung Jae-Min, wanita itu datang kemari mencarimu terakhir kali.

Dia bilang sesuatu menggerakkan Soo Jung, dan Soo-Jung memutuskan bekerja disana.

Baiklah, aku pergi.

Ya.

Kau datang begitu cepat, ada masalah apa? Young-Joo...

Aku mau bicara dengannya.

Oh ya, kau mau teh? / Tidak, aku hanya sebentar.

Baiklah kalau begitu.

Hei, Choi Young-Joo! Hei, bangunlah!

Kau mau apa jam segini?

Maaf sudah mengganggumu sepagi ini.

Tapi dengar baik-baik... Aku tidak akan pernah menikahimu.

Bagaimana kerja di galeri? Tidak lebih baik daripada jadi resepsionis?

Aku tidak mengerti kenapa kau kesana?

Gajinya lebih besar.

Benarkah? Itu berarti kau bekerja dengan ibu Jung Jae-Min?

Ya.

Kau tidak merasa malu?

Bukan hanya membingungkan, kau tebal muka juga.

Kalau itu aku, bukan masalah gaji besar, aku tidak akan datang kesana.

Tapi gajinya besar, aku akan pergi.

Kau sungguh tidak marah? Lee Soo-Jung, kau tidak punya harga diri?

Atau sesuatu seperti itu? Sekarang, kau sungguh jadi babu mereka.

Aku pergi.

Apa kabar?

Ya, aku mau kerja dulu.

Sudah dapat kerja?

Ya.

Kerja apa?

Itu...

Kuharap kau bekerja dengan baik dan harapanmu tercapai.

Anda sudah datang.

Kau cepat datang. Ayo masuk.

Sudah berapa lama gadis itu jadi tetanggamu?

Tidak lama.

Apa hubunganmu dengannya?

Tidak ada hubungan apa-apa.

Benarkah? Baguslah Lee Soo-Jung meninggalkan perusahaan.

Kalau tidak perusahaan pasti rugi besar.

Perusahaan ini institusi terstruktur. Jadi kau jangan mencampurnya dengan masalah pribadi.

Bukan berarti aku memintamu menjaga harga dirimu.

Tapi teruslah seperti ini, tidak ada pilihan lain.

Gunakah kemampuan interpersonal untuk mengejutkan perusahaan.

Kapan anda datang? Apa karena ada rapat hari ini?

Rapat apa?

Ada rapat untuk serah terima CIE. Saya sudah ingatkan anda 3 kali.

Oh ya. Bagaimana ini?

Ketua akan datang juga kah?

Jangan khawatir.

Saya sudah menyuruh seseorang mempersiapkannya.

Benarkah? Siapa?

Kang In-Wook, dia sudah mempersiapkannya.

Kenapa dia, Kang In-Wook?

Huh?

Kalau itu rapat dengan ketua.

Harusnya sekretaris yang mempersiapkannya?

Ya, tapi sampai sekarang, saya tidak pernah melakukan itu sebelumnya.

Lalu bukankah harusnya kau bertanya dulu padaku?

Maaf.

Bawa ini ke ruangan konferensi!

Tn. Kang In-Wook.

Ya.

Soal materi untuk rapat CIE hari ini.

Ya.

Biarku lihat, cepat.

Cepat!

Maksudmu aku harus membaca semua skrip ini?

Ya.

Apaan itu.

Apa yang lain?

Kita sudah banyak meletakkan materai.

Hei, ayo, balik halamannya.

Ini bukan! Duduk!

Kuharap kau bekerja dengan baik dan harapanmu tercapai.

Anda sudah datang.

Kau cepat datang! Buatkan aku kopi.

Ya.

Terima kasih.

Sama-sama.

Apa yang kalian bicarakan tadi malam?

Siapa?

Siapa lagi?

Oh, Jung Jae-Min?

Tidak ada.

Benarkah?

Ya.

Ini...

Dia memberikanmu ini?

Jung Jae-Min meninggalkan ini kemarin. Tolong kembalikan padanya.

Anda ada keperluan lain?

Ibu sudah datang.

Apa kabar?

Anda mau teh?

Saya tidak tahu selera anda, jadi saya tidak tahu teh seperti apa.

Aku akan memanggilmu kalau aku perlu sesuatu, kau tidak perlu bertanya padaku.

Ya, saya mengerti.

Halo, ada keperluan apa?

Kenapa kau tidak mengangkat teleponmu?

Kurasa sudah kubilang kau jangan kesana? Kenapa ponselmu dimatikan? Halo? Halo?

Siapa yang menelepon tadi?

Itu salah sambung.

Biar aku yang angkat.

Halo? Halo?

Siapa yang menelepon?

Itu salah sambung.

Lee Soo-Jung, kau dalam masalah. Kau tidak tahu betapa menakutkannya mereka itu.

Itu akan mudah.

Kalau siapapun bertanya pertanyaan sulit, biar Kang In-Wook yang jawab.

Haruskah seperti itu?

Yah, Kang In Wook sudah mempersiapkan ini di nama saya...

Aku tahu.

Manajer, anda hanya perlu perlihatkan gambarnya saja.

Tinggalkan rinciannya ke orang seperti kami.

Aku tahu yang harus kulakukan.

Kita sudah siap?

Ya, Ketua.

Apa Manajer Jung yang memimpin rapat hari ini?

Ya, ya Ketua.

Kalau begitu mari kita mulai.

Kerja bagus!

Kerja bagus.

Halo.

Turunlah. Kafe lantai pertama.

Halo? Yah!

Kopi.

Cepat juga.

Telepon seperti apa itu?

Setidaknya lebih baik daripada menerobos ke kamarku saat masih pagi.

Kau bilang kau tidak mau menikah, itu maksudmu?

Ya.

Kenapa?

Aku tidak mencintaimu.

Kapan kau mulai menghargai cinta?

Cinta, itu penting.

Kenapa kau tertawa?

Mendengarmu, Jae Min bicara cinta, itu sedikit lucu.

Ini.

Apa ini?

Lee Soo-Jung memintaku memberikan ini padamu.

Kudengar kalau kau meninggalkannya di kantor.

Haruskah kukatakan ke orang tuamu tidak jadi menikah?

What Happened in Bali subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for What Happened in Bali

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left