The first 101 lines.
Alih bahasa: Risqi Adittya Yogyakarta, 28-02-2026
Ayo!
Ayo, Leanne!
Wasp (Tawon)
Dasar jalang!
Berani-beraninya lo ganggu anak-anak gue!
Apaan sih masalah lo?!
Jangan ganggu nyokap gue!
Sial, gue nggak peduli sama lo!
Jalang!
Anjing!
Lepasin gue!
- Nggak, gue nggak bakal lepas! - Minggir, dasar gendut!
Lepas!
Nggak ada yang mukul anak gue terus lolos gitu aja!
Anak lo yang mulai duluan!
- Dia nendang gue! - Dia duluan yang nendang!
- Dia ngambil keripik gue! - Lo biarin anak-anak lo liar!
Lo ngapain aja sih di rumah? Gue bisa laporin lo ke dinas sosial!
Ayo, cewek-cewek, kita pergi!
Lo kayak pabrik bayi aja!
Dasar sapi, iri sama nyokap gue! Nyokap gue mirip Victoria Beckham!
- Kita pergi. - Hah! Victoria Beckham apaan!
Cewek-cewek, hitung tiga. Satu, dua, tiga!
Ayo!
Kelly, jangan bilang lagi gue mirip Victoria Beckham, ngerti nggak?
- Lo yang bilang, bukan gue. - Gue tau.
- Tapi jangan bilang ke siapa-siapa ya. - Boleh gue minta keripik?
Panci oven ini bikin lemak nempel di loyang, bukan di badan lo.
Tunggu sampai kita masuk. Lo selalu doyan makan, ya.
Kita nggak makan kemarin dan hari ini.
Zoe, itu beneran kamu?
Anak-anak, duduk dulu, ya?
Tungguin mama di sini aja.
Bawa Kai.
Gue mau ngomong sebentar sama cowok-cowok di mobil, oke?
Gue tau itu lo. Ngapain lo sama anak-anak gue?!
Gue di sini jaga mereka. Nyokap mereka kerja.
Apa? Hari Sabtu?
- Lo nggak masuk tentara, atau gimana? - Gue pulang minggu lalu. Gue capek.
Gue kena HIV. Gue nyari kerja, mungkin bawa loader atau apa gitu.
Lo gimana? Masih sama Mark yang bejat itu?
Mark? Gue udah nggak liat dia bertahun-tahun.
Lo ngapain nanti? Mau minum bareng atau gimana?
Gue nggak tau.
Gue nggak tau jam berapa anak-anak dijemput.
- Gue bisa tunggu. - Oke.
Gue atur aja nanti.
- Sip. Gue jemput lo nanti. - Oke.
Nggak tau jam berapa mereka berangkat.
- Gue ketemu lo. - Yaudah, kita ke “Farmer” aja?
Tentu, gue lama banget nggak kesana. Banyak kenangan.
- Ya. - Bisa main biliar?
Dulu sih gue jago.
Sekarang juga masih bisa.
Sampai ketemu nanti.
Dadah.
- Itu siapa? - Cuma cowok yang dulu gue kenal. Ayo.
- Mirip David Beckham ya? - Lo rasa?
Ayo, cewek-cewek.
- Lo nggak bakal nebak namanya. - Siapa?
David.
Joan, gue nih! Nggak bisa lama, pulsa gue sedikit.
Tebak siapa yang gue liat…?
Dave.
Farrell, tebak siapa?
Gue tau. Lagi pake daster, nggak pake sepatu…
Tebak apa? Dia ngajak gue keluar.
Gue tau. Setelah sekian lama.
Tau nggak yang gue tanya selanjutnya?
Malam ini.
Nggak, gue udah tanya, dia nggak bisa.
Dia kayak suster! Hidup sosialnya lebih aktif dari gue.
Gue tau. Gila banget!
Ya, oke sayang. Tenang. Gue atur sesuatu.
Lo senang-senang, ya? Oke.
Oke, gue telpon lagi nanti. Dadah.
Bagikan dikit aja, jangan kebanyakan.
- Mau ke mana? - Ke taman.
Hari Sabtu malem, pasti ada anak-anak lain juga.
- Lo mau ketemu Dave? - Iya, tapi rahasia.
Boleh nggak ke McDonald’s? Lagi “minggu harga murah”.
Katanya mereka bagi-bagi makanan.
Nggak, itu nggak beneran!
Tenang, gue beliin nanti pas kita ke pub, oke?
Mungkin mereka ada keripik juga kan?
Oke.
Ayo. Yang terakhir jadi bodoh!
Gue kira lo mau ninggalin gue.
- Lo cantik. - Makasih.
Mau minum apa?
Boleh gue minta Breezer?
Dave, giliran lo nih!
Lo salah satu cewek modern banget, ya?
Kenapa nggak lo ambil ronde pertama pas gue selesai main?
- Oke. - Gue mau satu pint lager, sayang.
Permisi.
Berapa…
- Berapa harga pint lager? - 2,20.
Boleh gue minta pint lager dan Breezer?
- Ada keripik nggak? - Nggak jual makanan.
No comments yet. Be the first to leave one.