The first 200 lines.
Uh, lakukan itu secepatnya, Tn. Lojer,
klienku tidak senang dengan apa yang terjadi
dan sedang mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum terhadapmu.
Ya, pak, itu benar.
Kecuali kalau kau bisa membawa uang $336.
Boss-ku sudah mendesakku
untuk menyelesaikan kasus ini.
Lump Sum Collection Agensi. Lump Sum Collection Agensi.
Ya, kau telah memesan sebuah mesin x-ray,
dan kau belum selesai membayarnya.
Kau harus membayarnya.
Sungguh, ini konyol.
Ada aliran dana,
yang harus kau bayar padaku.
Yang harus kau kirim ke Lump Sum Collections Agensi.
Halo, Nn. Sweeney, ini Bob Carmody
dari Lump Sum Collections.
Semoga kau menikmati pagi ini.
Semoga kau menikmati pagi ini. Itu ucapan sapa orang Irlandia.
Aku juga sibuk.
Aku hanya menjalankan tugasku.
Kau bilang beberapa minggu lalu untuk meneleponmu
jadi kita mungkin dapat melakukan sedikit pelunasan
atas tagihan-tagihan lamamu.
Apa yang aku inginkan darimu? Bayar tagihannya.
Kami akan mengambil barang-barangmu jika kita tidak menerima
pembayaran darimu hari ini.
Dia bertele-tele denganku, bisakah kau mempercayainya?
Apa itu?
Apa kau ingat Tn. Jenkins meneleponmu?
Ya, dia orang yang baik.
Istrimu sudah menunggak selama sebulan.
Pembayaran untuk rekening ini, sudah lewat dari 90 hari.
Aku mulai berpikir, Tn. Lojer,
bahwa kau menganggap ini seperti semacam permainan.
Ayolah, biarkan aku berbicara padanya.
Tn. Lojer, atau "Tn. Loser"? (pecundang)
Kau meminjam uang untuk keperluan sekolah dan sekarang kau tak ingin
membayarnya kembali?
Kau dengar aku.
Apa yang kau lakukan di universitas, huh?
Badminton, musik?
Hey, kita bisa mengakhiri pembicaraan ini sekarang,
Tn. Pecundang.
Itu sudah 3 kali, 3 bulan berturut-turut.
Membuatku seperti seorang anak tiri berambut merah.
Lorenzo.
Oh, Lorenzo, aku tak tahu bagaimana kau melakukannya.
Kebenaran harus dikatakan, tapi aku tak ingin mengetahui detailnya.
Tapi bulan ini lagi-lagi kau sudah membuktikan dirimu.
Pekerjaan yang bagus dan selamat.
Aku tak tahu apa yang harus kukatakan, maksudku--
Lorenzo tidak tahu apa yang harus dikatakan, ayolah.
Maksudku, 3 bulan berturut-turut, apa lagi yang harus kukatakan?
Duduklah dan diam, bisa bukan?
Kalian semua sangat berarti bagiku.
Kita seperti keluarga, bukan?
Maksudku, aku sangat mencintai kalian teman-teman.
Dan Stan, Stan, sesungguhnya, aku takkan bisa melakukan
pekerjaan ini dengan baik tanpa bantuan dari orang-orang ini
juga orang yang berdiri di belakangku, bekerja dalam satu team.
Jadi, sungguh, aku berterima kasih, teman-teman.
Terima kasih.
Terima kasih, Lorenzo.
Dan sekarang, mari kembali bekerja, teman-teman.
Aku ingin menjumpaimu di kantorku.
Aku sedang berusaha mengingat kapan terakhir kali aku liburan.
Kau ingat?
Aku tak ingat, Stan.
Marcia akan meninggalkanku.
Apa?
Dia bilang aku tidak mencintainya lagi.
Itu gila.
Itu yang kukatakan.
Dia tidak menerimanya.
Bertahanlah, chief.
Itu akan baik-baik saja.
Dia bilang aku jarang pulang, dan aku lebih mementingkan pekerjaanku
daripada dia dan keluarga.
Ayolah, kau sedang menjalankan bisnis dengan giat.
Sudah berapa kali kau menikah, sekali?
Sebenarnya, dua kali.
Kau tahu, selama 30 tahun bersama,
dia wanita paling pemaaf di dunia ini.
Dan jika aku tak cepat-cepat melakukan sesuatu, aku akan kehilangan dia.
Ngomong-ngomong, kita pergi besok.
Pergi?
Owen Island, kami datang.
Owen Island?
Ya.
Itu di Cayman Islands.
Maksudku, itu entah di tengah mana.
Kau harus memakai perahu untuk dapat sampai kesana.
Tidak ada telepon, tidak ada internet.
Maksudku, itu benar-benar terasing.
Itu sebabnya aku memanggilmu, Lorenzo.
Aku ingin kau mengurus semuanya ketika aku pergi.
Tentu.
Berapa lama?
Tiga minggu.
Tunggu, mungkin 3 bulan.
Entah berapa lama sampai aku memastikan pernikahanku baik kembali.
Tak ada hal lain yang lebih penting.
Kau tak perlu khawatir, Stan.
Kita dapat menjalankan perusahaan walaupun tanpa dirimu.
Sister rumah sakit besar.
Aku sudah sepakat kemarin untuk membeli semua saldo hutang mereka.
Wow.
Dan aku ingin kau tetap fokus ketika aku pergi.
Baik.
Semua detailnya ada disini.
Berapa batasmu?
Batas, ayolah, Lorenzo, kau tak perlu batas.
Itu sebabnya mengapa aku membayarmu dengan mahal.
Ya, boss, tapi untuk para orang-orang
di kantor, kau tahu.
Katakanlah, 80 sen dalam dollar.
Baik.
Hey, gadis tunanganmu itu.
Ramona?
Ya, si manis berambut coklat, atau merah, atau...
apa warna rambutnya?
Minggu ini, sepertinya diantara 2 warna itu.
Ya.
Ada rencana untuk melamarnya?
Lorenzo, ingat apa yang penting dalam hidup.
Sisanya akan berjalan dengan sendirinya.
Ya.
Hey, aku berhutang sekali padamu.
Dan...Lorenzo, jangan katakan apapun tentang...
Itu membuatku kelihatan jelek, kau tahu maksudku?
Terima kasih.
Ok, "poker face", apa yang kau punya?
Baiklah, temanku yang berbulu, elangnya baru saja mendarat.
2 pounds, 3 raja, itu yang aku suka.
Itu yang kusukai dalam permainan ini.
Itu yang kusukai.
Tuan-tuan, tidak ada kecurangan dalam permainan ini.
Sudah cukup lama aku tidak melihatmu, Lorenzo.
Apa yang membuatmu kemari?
Tuan-tuan, mari bermain kartu.
Sedang merasa beruntung, kurasa.
Terjemahannya, dia meledakkan "kazoo"-nya di jalurnya.
Apa yang kau peduli?
Atau bertengkar dengan pacarnya.
Kau besar mulut, kau tahu itu?
Baiklah, Lorenzo, kau ikut?
- Aku main. - Temanku.
Aku ikut.
Jika aku tidak memenangkan permainan ini, rodanya tidak akan berputar.
Hey, ayolah, kau harus menaruh uangmu
jika kau ingin melihat kartu-kartu ini.
Carmine, Carmine, temanku.
Dia tak pernah lelah mendengarkanmu.
Itu sangat cepat.
Aku benci itu.
Hey, Lorenzo, kau pernah tinggal di California?
Mengapa kau menanyakan itu?
Tidak ada alasannya.
Halo.
Apakah aku membangunkanmu?
Tidak.
Pasti aku membangunkanmu.
Apa kau akan bekerja?
Dengar, maafkan aku tentang tadi malam.
Seharusnya aku tidak meninggalkanmu seperti itu.
Kurasa kau memanggil taksi untuk pulang.
Boleh aku datang untuk membuatkanmu sarapan?
Kau tahu aku tidak pernah sarapan.
Kau harus makan.
Sarapan itu yang paling penting dalam sehari makan.
Tidak apa-apa, Ramona. Tidak apa-apa.
Dan kau minum terlalu banyak.
Aku suka minum.
Begitu juga aku, suka memasak.
Lagipula aku harus mengembalikan mobilmu.
Sikatlah gigimu sebelum aku sampai disana, ok?
Tidak, Ramona.
Kau bisa menurunkanku di kantor, bye.
Selamat pagi. Ada yang bisa kubantu?
Tentu, aku kemari untuk bertemu Lorenzo.
Lorenzo Adams. Dan kau adalah?
Teman lamanya.
Tentu saja, Tuan...?
Aku ingin mengejutkannya.
Tetaplah bersama teman kita ini, kita akan menyapa hai pada Lorenzo.
Sebutkan lagi berapa nomer apartemennya?
437.
Ya, terima kasih. Kami takkan lama.
Kertas?
Aku datang. Aku datang Ramona.
Aku datang. Aku datang. Aku datang.
Ah! Tunggu sebentar.
Hey.
Apakah kau tidak akan mengucapkan halo?
Halo.
Kukira kau pengangguran, tidak punya rumah atau seperti itu.
Ini tidak seperti yang kau pikir.
Oh, ini tidak seperti yang kupikir.
Tidak, semuanya kredit, bung.
No comments yet. Be the first to leave one.