The first 200 lines.
Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew
Eul! No Eul!
Siapa... kau?
Kau tidak mengenaliku? Aku manajer Shin Joon Young.
Oh.
Kenapa...
aku disini?
Itu yang mau kutanyakan.
Aku lagi pacaran...
tapi Joon Young meneleponku, dan menyuruhku untuk ke rumah sakit ini sekarang...
dan dia akan memecatku kalau tidak kemari.
Tapi aku bertemu denganmu, Nn. Wajah Kobokan ^_^.
Dimana Shin Joon Young?
- Yay! - Terima kasih!
Oh, kau datang?
[Selamat ulang tahun, Kim Yoo Na. Dari Shin Joon Young]
Beritahu dia untuk kemari sendiri jika dia ingin mengucapkan ulang tahun.
Dan beritahu dia untuk membelikan bunga buatku sendiri juga.
Kau tahu Joon Young tidak datang ke acara seperti ini.
Oh, itu Shin Joon Young!
Joon Young!
Maaf aku telat. Selamat ulang tahun.
Jika kau ingin minta maaf, nyanyikan buatku lagu ulang tahun.
Aku ingin dengar Shin Joon Young menyanyikan lagu ulang tahun buatku.
Jika Na Ri mati, aku akan membunuhmu!
Karena brengsek sepertimu mencoba jadi jaksa
negara ini bisa hancur!
Aku tahu kau terganggu, berpikir "wanita pengganggu seperti apa dia?"
Tapi aku sedikit terburu-buru.
Kau berubah pikiran? Itu sebabnya kau kembali, kan?
Kau tidak mengenaliku?
Kau tidak... mengenaliku?
Aku tahu...
kau brengsek.
Terima kasih buat ini. Aku akan gunakan dengan baik.
- Ada apa dengannya? - Ada apa dengannya?
Joon Young.
Apa itu? Kenapa kau tiba-tiba berhenti?
Maaf. Aku akan mentraktirmu makan lain kali.
Aku akan ikut denganmu.
Aku ingin sendirian bersamamu hari ini.
Jadi kita pergi bersama.
Apa aku pernah berbuat sesuatu sampai harus bertanggung jawab padamu?
Apa aku pernah menyesatkanmu?
- Joon Young. - Berhenti pura-pura, Kim Yoo Na.
Kau hanya pasangan berlabel buatku. Tidak lebih dari itu.
Kenapa kau datang ke pesta ulang tahunku?
Kepalaku mau meledak karena wanita. Itu sebabnya.
Kupikir kemari bisa membuatku melupakannya. Tapi...
Aku salah soal itu.
Hei, sekarang! Kenapa kau pergi begitu saja?
Kau belum dirawat sama sekali!
Tidak apa. Aku baikan sekarang.
Jangan coba-coba!
Kau berencana pergi sekarang lalu menuntut Joon Young, kan?
- Kau mau apa dariku, Ahjussi? - Tidak, tidak.
Jangan panggil aku "Ahjussi" Panggil "Oppa".
Jangan menyebarkan rumor jelek soal Shin Joon Young di internet.
Kita selesaikan sekarang dengan ini. Paham?
Kau suka uang kontan, kan?
Kudengar kau bahkan dipecat dari pekerjaanmu karena suap.
Kenapa dihitungnya disini, semua orang bisa lihat?
Ini bukan suap. Ini hanya uang yang kau berikan padaku.
Gantinya aku tidak mengganggu kalian lagi.
Aish. Kau tak terlihat setua itu, tapi kau sangat kurang ajar?
Ini 950,000 won. Oppa mengambil 50,000 won, kan?
Aku akan bertaruh jumlah aslinya 1 juta won.
T-tidak! Kau mau apa dariku?
Aku tidak ambil? Tidak!
Kau pernah mendengar istilah, "keturunan darah biru"?
Tentu saja. Itu julukanku.
Kau pernah mengukur ketebalan kulitmu?
Kau mengambil semua uangnya, dan minta di antar.
Sulit hidup tanpa rasa malu sepertimu.
Dan itu cola-ku!
Wanita seperti apa langsung minum sesuatu tanpa bertanya dulu?
Kau mungkin akan membuangnya.
Cola hambar begini, dan rasanya seperti sampah.
Aku tidak akan membuangnya! Aku akan meminumnya nanti!
Belikan aku yang baru, atau muntahkan itu sekarang!
Wow. Baiklah. Aku kalah. Aku kalah, baiklah?
Kau menang!
Huh?
Kau lagi apa? Kenapa kau mengambil barang orang lain?
Kalau begitu cepat kembalikan uang kami!
Aku akan bayar, secepat yang kubisa!
Dan kapan kau akan bayar semuanya, sementara kau terus bepergian?
Kami akan menemukan mayat di rumah tua ini sebelum utangmu kau bayar!
Ambil ini, dan kembalikan komputerku.
Jika aku tak punya itu, Jik-ku tidak bisa ikut kelas onlinenya...
Aku mengambil uang deposit rumahmu.
Dan siapa yang memberimu izin?
- Aku. - Bagaimana dengan kami?
Dimana adikku dan aku harus tinggal?
Kenapa kau tanya padaku?
Bagaimana kau berbuat ini? Ini tidak adil!
Hei. Jadi kenapa kau meminjam uang orang lain?
Takkan kulepaskan dengan mudah lain kali.
Nanti, akan kubawa kontrak yang harus ditanda tangani, untuk menyerahkan hidupmu.
Yah, lakukan itu. Lakukan dan bunuh aku!
Siapa kau? Kau kenal dia?
Tidak sama sekali! Aku baru melihatnya pertama kali hari ini!
Benarkan?
Yah, aku akan pergi. Selamat tinggal.
Ibu macam apa yang mengacuhkan anaknya saat dia tidur di jalan?
Anak, kepalamu itu.
Anakku sudah mati 5 tahun lalu.
Ibu.
Sudah kubilang, anakku sudah mati 5 tahun lalu.
Siapa kau pikir memanggil "Ibu"?
Mari kita bermain sebentar, Ibu.
Ayolah, kita main.
Ahjussi... kau sakit mental?
Ya. Sakit. Jadi bermain denganku.
Ibu.
Gook Young, dimana kau sekarang?
Datang ke rumahku sekarang dan usir brengsek gila ini!
Kenapa kau tidak mau datang dan temui brengsek gila ini?
[Kau pasti bisa lulus ujian kejaksaan itu kali ini, Shin Joon Young!]
[Kau pasti bisa lulus ujian kejaksaan itu kali ini, Shin Joon Young!]
Brengsek gila.
Aigoo. Kenapa kau pergi ke rumah ibumu?
Kau pikir dia akan berkata "oh, kau datang, anakku?"
Dan menyambut dengan senyum karena datang menemuinya?
Aku kesana karena berpikir aku bisa mengalihkan pikiran jika bertemu ibu.
Mengalihkan pikiran? Dari apa?
Kau tahu kalau ibuku memberiku kesedihan mendalam diantara semua orang yang kukenal.
Jadi?
Kau temui ibumu dan mengganggunya untuk mengalihkanmu
hanya karena kau lagi terpuruk?
Oh, Nn. Wajah Kobokan itu cekcok di luar tadi!
Wow, kau akhirnya menelannya, huh?
Kau pasti punya perut yang kuat, huh?
Apa, mau aku muntah di mobil?
Berhenti berkata omong kosong!
Tapi, kau tahu. Nn. Wajah Kobokan itu punya hidup yang sulit.
Aku mau tidur, jadi diamlah dan menyupir saja.
Maksudku, pertamanya aku sangat tidak menyukainya.
Tapi setelah melihat kehidupannya, aku mengerti kenapa dia begitu.
Aku sungguh mengerti kenapa dia hidup tanpa rasa malu.
Beberapa rentenir datang ke rumahnya tadi...
dan mengambil uang deposit rumahnya!
Tidak bisakah kau syuting dokumenter itu, kali ini saja?
Ini bukan seperti syuting yang menyuruhmu berpenampilan bagus!
Jadi, kenapa tidak anggap itu seperti kau menyelamatkan hidup seseorang, dan...
Sepertinya dia mau ke jembatan di dekat Sungai Han tadi!
Apa yang akan kau perbuat jika dia kesana dan mati tenggelam?
Kenapa kau tidak cari berita soal itu di internet?
Sudah kubilang aku mau tidur, kan?
Sudah kubilang diam!
Keluar.
Baiklah. Aku akan diam dan menyupir...
Keluar!
Ini bukan mobilmu. Ini mobilku!
Dasar brengsek tak peka! Karma akan mendatangimu!
Sial!
Hei, dompetku! Aku belum ambil dompetku!
Kembalikan dompetku!
Oh, Tae Ho. Ini aku.
Um, ayo kita minum.
Dimana kau sekarang?
Oh, ya.
Aku akan kesana 10 menit lagi.
Ya. Sampai nanti.
Maksudku, pertama aku sangat tidak menyukainya.
Tapi setelah melihat kehidupannya, aku mengerti kenapa dia begitu.
Aku sungguh mengerti kenapa dia hidup tanpa rasa malu.
Beberapa rentenir datang ke rumahnya tadi.
Dan mengambil uang deposit rumahnya!
Sepertinya dia ke jembatan di dekat Sungai Han tadi!
Apa yang akan kau perbuat jika dia kesana dan mati tenggelam?
Kenapa kau tidak cari berita soal itu di internet?
Apa kau gila, No Eul?
Oh, kau Shin Joon Young! Oppa! Aku fans beratmu!
Bisakah aku berfoto sekali saja denganmu?
Sekali saja! Mau kemana kau?
Dekat Sungai Han, kepalamu.
Aku tidak percaya termakan kebohongannya. Dasar bodoh.
Aku mencintaimu, Pelanggan!
Noona?
Kau sudah makan?
Aku lagi makan sekarang.
Kau lagi makan apa sekarang?
Daging.
Berhenti berbohong. Kau makan roti lagi, kan?
Penting menjaga tenaga buat murid SMA tingkat akhir sepertimu.
Kenapa kau tidak makan yang lebih baik seperti nasi?
Anak lain makan ginseng liar dan bahkan obat herbal!
Kau harus makan lebih baik untuk tingkat akhirmu!
Aish, kau mulai lagi mengomel.
Aku benar-benar makan daging.
Tunjukkan padaku!
Lihat saja. Dia bahkan tidak mengangkat panggilan videoku.
No Jik, kau...
Jik, sungguh makan daging sekarang.
Oh, Ahjussi!
Hei, kau yang bicara! Kau sudah makan?
Aigoo!
Senang sekarang?
Kau pasti memintanya membelikanmu daging
No comments yet. Be the first to leave one.