The first 160 lines.
Jalan menuju Raja Peri yang hanya diwariskan
kepada keluarga kerajaan Marinforest
secara turun-temurun.
Itu adalah cahaya harapan yang ditinggalkan
oleh orang yang dicintai raja pada keturunannya.
Tiara ada di sana.
Elliot, kamu bersiaga di sini.
Saya tidak bisa melakukannya!
Saya adalah ajudan Pangeran Aquasteed!
Saya tak bisa membiarkan tuan pergi sendirian.
Baiklah.
Pangeran Aquasteed yang biasanya tenang.
Sepertinya itu tidak berlaku jika menyangkut Nona Tiararose
yang dicintainya.
Saya harus mendukungnya.
Tiara, aku pasti akan menyelamatkanmu!
Baik, ayo pergi!
PELUK AKU LEBIH ERAT
Ini jalur yang tidak biasa.
Jalan yang disukai oleh Peri Hutan.
Ya.
Kemungkinan di depan sana ada Raja Peri Keith.
Tapi, seberapa jauh jaraknya,
ujungnya sama sekali tidak terlihat.
Karena ini jalur sihir.
Saya sudah mencari dan memeriksa sekitar sejak tadi,
tapi tidak berhasil.
Begitu, ya.
Kalau Elliot saja tidak bisa, artinya sulit untuk melacaknya.
Di saat aku begini, kalau terjadi sesuatu pada Tiara...
Pangeran Aquasteed!
Duri?
Apa ini?
Perangkap Raja Peri Hutan.
Perangkap?
Kenapa ada perangkap?
Sepertinya dia sangat tidak mau kita terus maju.
Tiara...
Aku akan ambil dia.
Pangeran Aquasteed, jangan terlalu maju ke depan.
Terlalu berbahaya karena kita tidak tahu perangkap apa yang menanti di depan.
Mau seberbahaya apa pun, aku akan tetap maju.
Aku harus secepatnya menemukan Tiara!
Pangeran Aquasteed!
Minggir! Wahai langit!
Ayo bergegas, Elliot.
Baik.
Kalau begini, tidak tahu mana yang pelayan.
Tiara.
Tiara sudah bangun.
Tiara.
Tiara.
Ayo makan buah.
Lucu sekali.
Tapi, kenapa para peri ada di sini?
Oh iya.
Aku dibawa paksa Keith.
Aku harus cepat pulang.
Keith?
Raja sedang pergi.
Tiara, main, yuk.
Main sih boleh saja,
tapi aku mau pulang ke istana dulu.
Makanlah.
Selamat makan.
Enak.
Makan ini juga.
Ada stroberi, lo.
Ada apel juga, lo.
Aku tidak bisa menolak kebaikan peri.
Makan yang banyak.
Kebanyakan.
Aku tidak bisa makan sebanyak ini!
Terima kasih.
Aku sudah kenyang.
Syukurlah.
Enak?
Iya, sangat enak.
Semua berkah hutan sangat enak, ya.
Rasanya seperti diselimuti hutan.
Nyaman dan menenangkan.
Tapi...
Peri, aku mau pulang ke istana.
Bagaimana caranya?
Sudah mau pulang?
Ayo main lagi.
Maaf.
Nanti main lagi, ya.
Ke sini.
Sini, sini.
Lewat sini.
Ke sana?
Eh? Dapur?
Kenapa?
Raja menyiapkannya untuk Tiara.
Keith?
Memang benar Keith menyukai kue buatanku.
Ini manis.
Ini asin.
Ini sangat pedas.
Maksudnya bumbu dari bunga dan buah?
Boleh aku mencicipinya?
Boleh.
Manis.
Bunga merah muda itu gula,
bunga biru itu garam,
bunga merah itu pedas,
dan bunga kuning sepertinya bisa jadi pengganti lada.
Ini kalau direbus bisa jadi sup yang enak.
Peri Hutan itu hebat, ya.
Tiara, buatin kue, dong.
Buatin.
Eh? Sekarang?
Tapi, sekarang aku mau bertemu Pangeran Aqua dulu...
Tolong.
Kami akan bantu.
Kalau kuenya jadi, kami akan mengantarmu.
Bantu-bantu.
Bantu-bantu.
Sepertinya aku harus membuat kue kalau mau pulang.
Rasanya agak aneh.
Karena bahannya beda dari biasanya,
aku jadi sedikit penasaran bagaimana rasanya nanti.
Masukin bunga.
Tabur-tabur.
Eh?
Ini kelopak bunga manis yang aku makan sebelumnya.
Ini tidak semanis gula,
tapi tampilannya cantik, jadi biarlah.
Aku mau bumbu ini.
Tapi...
bilang mau bumbu ke orang yang menculikmu itu rasanya gimana gitu.
Terakhir tambahkan bunga.
Cupcake selesai.
Enak.
Cupcake-nya enak.
Syukurlah.
Antar aku ke pintu keluar, ya.
Tenang.
Kami akan antar Tiara.
Di sini.
Buka, buka.
Akhirnya sampai pintu keluar.
Ini...
bukan pintu keluar.
Di mana ini?
Itu singgasana?
Rasanya sangat sepi.
Aku harus pulang sekarang.
Pangeran Aqua mungkin mengkhawatirkanku.
Dia melihatku bersama Keith.
Aku juga akan cemburu kalau Pangeran Aqua bersama lawan jenis.
Aku tidak mau kami saling salah paham lagi.
Siapa Pangeran Aqua?
Dia tunanganku.
Orang yang Tiara suka?
Iya. Aku sangat menyukainya.
Perasaan Pangeran Aqua yang menyukaiku
sudah tersampaikan lebih dari cukup.
Meski begitu,
No comments yet. Be the first to leave one.