Release info

푸른 바다의 전설 The Legend of the Blue Sea E19 170119 540p-NEXT
A Commentary by iamklopers
IDFL.me | klopers.blogspot.com

Tags

other
Published on: 2017-01-20
Downloads: 53
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Lepas! Kau... kau, Heo Joon Jae! Kau tidak akan melepaskanku?!

Ibu.

Chi Hyeon.

Hei. Hei!

Chi Hyeon!

Heo Joon Jae!

Aku melihat wajah orang itu.

Heo Chi Hyeon.

Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew

Ah, benar-benar!

Heo Joon Jae, aku takut kau akan melindungiku lagi, tapi aku senang.

Akhir ceritanya berganti. Kali ini, aku melindungimu.

Tidak.

Tak mungkin. Tidak. Kumohon.

- Kau sudah mengetahuinya. - Kumohon!

Kalau aku tidak di sampingmu.

- Aku akan terus mencintaimu. Jadi... - Cheong, Cheong.

Bahagialah. Walau aku tidak ada. Tersenyumlah dan terima banyak cinta.

Seperti orang lainnya, kuharap kau akan hidup bahagia, selamanya.

Aku tidak ingin menjadi mimpi burukmu.

Jangan pergi.

Jangan pergi.

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Kumohon kemari cepat! Cepat!

Kumohon.

Aku mencintaimu.

The Legend of the Blue Sea

= Episode 19 =-

Nn. Kang, yang mewarisi kekayaan Budongsan Ketua Heo...

ditangkap polisi atas pembunuhan suaminya.

Anak Nn. Kang dan diadopsi Tn. Heo, Tn. "A" juga ditangkap atas tuduhan percobaan pembunuhan.

Nn. Kang menanam bunga Wolfsbane di rumahnya dan membuat racun dari akarnya.

Dan membunuh suaminya dengan Acinotine mematikan.

Dia juga menculik anak kandung Tn. Heo dan mencoba membunuhnya. Polisi yang bersiap di TKP...

mengepung dan menangkap di tempat.

Dalam prosesnya Tn. "A" menyerang polisi dan ingin menembak Tn. "B".

Dan pacar Tn. "B" terkena tembakan dan diketahui kalau dia dalam kondisi kritis.

Setelah Tn. Heo meninggal, Nn. Kang mempersiapkan pemindahan warisan. Pengesahan wasiat diduga...

Omo! Bagaimana ini?

Mengetahui itu Nn. Kang berniat melakukan pembunuhan demi warisan tersebut.

Kepolisian yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini, mengatakan kalau pasti ada pelaku lain atas semua kejahatan itu.

Ini suntik dengan racun Aconitine yang diambil dari bunga Wolfsbane.

Kau mungkin gagal, jadi bawalah dua.

Hei, kau meragukan kemampuanku?

Sekali suntikan, satu terbunuh. Jangan khawatir.

Baiklah.

Boleh aku ke toilet sebentar?

Kumohon... jangan khawatir. Tak apa. Kumohon... kumohon...

Kau melakukan percobaan pembunuhan. Kau tahu?

Dan kau mengambil pistol dari petugas polisi jadi ada pasal khusus di pengadilan nanti.

Kenapa aku hidup seperti binatang?

Kenapa aku hidup seakan menerima hukuman? Aku juga tak tahu.

Tapi kuharap hidupmu tidak begitu.

Aku tidak tahu siapa dirimu, tapi pikirkanlah yang terjadi saat ini.

Apa...?

Kalian melakukan Penyidikan Jebakan. Itu ilegal!

Apa itu bisa dijadikan bukti?

Itu tidak ilegal. Heo Joon Jae merekam suaranya sendiri bukan dirimu, Kang Seo Hee... bukan,

Kang Ji Hyun yang menyelanya. Itu bisa dijadikan bukti.

Apaan itu. Kalian sudah merencanakannya!

- Saat pengacaraku datang... - Mau apa? Semua pengacara itu sudah pergi.

Cari yang lain atau minta pembela umum.

Apa?

Hei.

Bagaimana ini? Kurasa dia meminum racun.

Apa?

Kenapa? Pengacaraku datang? Jadi kalian terkejut?

Ah, bukan begitu. Anakmu Heo Chi Hyeon...

Chi Hyeon-ku? Kenapa Chi Hyeon-ku?

Chi Hyeon!

Chi Hyeon! Chi Hyeon!!

Panggil dokter!

Kami sudah hubungi 119, mereka akan datang sebentar lagi.

Tak ada gunanya.

Chi Hyeon!

Aku... memikul penderitaan semampuku...

Aku terseret waktu.

Kenapa kau melakukan itu? Kenapa kau melakukan itu, Chi Hyeon?

Ibu...

Ya, Chi Hyeon, ya!

Ibu... kalau kau ibuku...

Itu kutukan buatku.

Chi Hyeon! Chi Hyeon!

Chi Hyeon! Chi Hyeon?!

Chi Hyeon!

Chi Hyeon!!

Tidak, Chi Hyeon!

Tidak!

Chi Hyeon!

Tidak!

Joon Jae. Aku baru menerima telepon dari Detektif Hong.

Heo Chi Hyeon meninggal.

Dia sebenarnya memberiku duo dosis akar wolfsbane.

Tapi kubilang aku tak perlu keduanya dan mengambil satu saja.

Tapi sepertinya Heo Chi Hyeon menyimpan satunya...

dan meminumnya.

Itu sangat kuat walau terhirup, walau agak lama...

tapi itu masih fatal.

Dia begitu tak bertanggung jawab hingga akhir.

Siapa walinya?

Aku.

Apa operasinya berjalan lancar, Dokter?

Yah... kita harus anggap itu berjalan lancar.

Ini bukan hanya "lancar" tapi keajaiban.

Pelurunya menembus dari sisi hati satu ke sisi satunya.

Aku tak pernah lihat seseorang bisa bertahan hidup karena itu.

Aku tak pernah melihat kasus begini saat kuliah juga.

Kau pernah melihatnya?

Tidak.

Banyak kehilangan darah, dan tekanan darahnya sangat rendah.

Dalam kasus begini, biasanya terjadi syok makanya aku memakaikan mesin pemompa jantung.

Tapi setelah aku menjahit lukanya...

Tidak biasanya begini.

Tapi hatinya pulih dengan cepat.

Bagaimana tanda vitalnya?

Itu juga tak biasanya begini.

Stabil dengan cepat.

Yah tentu, lokasi pelurunya cukup kritikal,

jadi kami harus mengawasinya saat dia sadarkan diri.

Terima kasih.

Mulai sekarang ini lebih penting.

Karena sudah kehilangan banyak darah, jika sirkulasi otaknya menurun,

kami tak bisa mengecualikan kemungkinan kehilangan fungsi otak...

Kita bicarakan lagi setelah dia sadarkan diri.

Baiklah.

Tapi pasien ini biasanya tidak memakan sesuatu yang aneh, kan?

Lebih dari makan sesuatu yang aneh, pastinya dia banyak makan.

Terima kasih, Dokter. Terima kasih.

Subtitle by VIKI

Brengsek ini.

Bagaimana bisa kau pergi begitu saja?

Wanita mana yang mau kau temui?

Apaan? Dari pagi, aku bermimpi kalau aku ditinggalkan suamiku...

Dan kenapa pakaian pengantin tradisional? Aneh!

Beritahu aku. Bisakah kau... menembakku di tempat?

Aku hanya bisa sampai menimpuk dengan batu.

Aku sudah tahu.

Bagaimana kalau dirimu?

Aku harus besarkan anak-anak. Jika aku tertembak, siapa yang merawat anak-anak?

Kenapa kalian mendadak bicara senjata api?

Kau belum mendengarnya?

- Kupikir mereka dekat, tapi kurasa tidak. - Sepertinya begitu.

- Apa? - Temanmu!

Anak Yoo Ran, Heo Joon Jae.

- Kenapa Joon Jae? - Anak tiri keluarganya...

- mau menembak anak kandung, Heo Joon Jae. - Apa?

Dan pacarnya yang tertembak bukan dia.

Bukankah itu seperti film? Benarkan? Mereka di rumah sakit sekarang.

Mereka pergi pagi tadi untuk melihat hasil operasinya.

Kau harusnya lihat berita! Berita!

Katamu operasinya berjalan lancar, tapi kenapa dia belum sadar?

Karena itu operasi berat, pasti perlu waktu.

Apa yang dia bicarakan itu tentang ini?

Bicara apa?

Belakangan hari ini, wajahmu kurus.

Makanlah ini.

- Ibu, kau tahu soal cerita Duyung, kan? - Tahu.

Di akhir cerita, si duyung tertusuk pisau, kan?

Jika pangeran terbunuh karena pisau, dia harus hidup,

tapi jika dia tak terbunuh, si duyung harus menghilang.

Jika itu ibu, apa yang akan dilakukan?

Kenapa kau bertanya itu?

Kurasa ini saatnya si duyung menghilang.

Karena cerita awal duyung itu...

karena ketamakannya datang ke daratan.

Kurasa bukan begitu.

Kenapa?

Suatu hari, pria muda itu pergi ke lautan, namun, kapalnya terbaik.

Dia bertemu si duyung dan diselamatkan olehnya.

Dia menikahi si duyung dan melahirkan anaknya.

Mereka hidup bahagia.

Anak yang lahir manusia dan duyung,

beberapa kembali ke air, dan ada yang bertahan di daratan.

Satu anaknya menjadi orang desa yang dermawan.

Yang selalu memperingatkan duyung di lautan, saat ada badai...

dan melarangnya untuk ke laut.

Ada cerita duyung yang seperti itu juga.

Bukan karena ketamakan, duyung itu ke daratan tapi karena cinta.

Walau semua cerita itu berakhir bahagia.

Tapi ada cerita yang tidak.

Dia bicara soal itu?

Yah. Jadi ini yang terjadi,

hati ibu sangat terluka.

Ibu mau dia segera sadar agar bisa berterima kasih.

Bagaimana bisa dia berlari menghalangi tembakan itu?

Kau bisa kena tembak.

Takkan mungkin. Kau yang akan mati seperti lumba-lumba.

Begitulah. Orang yang takut akan senjata api itu...

tak memiiki rasa takut.

Tapi, ibu, sungguh ada mitos seperti itu?

Apa dia sungguh menikahi duyung dan melahirkan anaknya...

dan hidup bahagia selamanya?

Kau tidak ingat?

Saat kau kecil dan bilang tidak bisa tidur, ibu selalu ceritakan itu.

Kau sangat menyukainya.

Begitu.

Baguslah jika itu benar.

Kebetulan. Karena ibu disini, kau mau antarkan itu ke istri Pimpinan Nam?

Ya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left