Release info

The Cranes Are Flying (1957) [BluRay] INDONESIA by madeinheaven6666
A Commentary by madeinheaven6666
Akses Film Lainnya Dari Saya di Telegram: t.me/bymadeinheaven6666

Tags

bluray
Published on: 2026-04-13
Downloads: 125
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SUARA DAN GAMBAR DIRESTORASI SECARA DIGITAL OLEH MOSFILM

The Cranes are Flying menerima penghargaan berikut:

Penghargaan Khusus Festival Film Seluruh Uni Pertama di Moskwa

Palme d'Or Festival Film Internasional Cannes ke-11

Apresiasi Khusus - Tatiana Samoilova

Juara Pertama, Komisi Teknik Tingkat Tinggi (Prancis)...

kepada Sinematografer Sergei Urusevsky

Apresiasi Khusus, Festival Film Pekerja Internasional ke-9, Cekoslowakia

Sertifikat Kehormatan Festival Film Internasional Vancouver ke-1

Apresiasi Kehormatan Festival Film Internasional Meksiko

Penghargaan David O. Selznick untuk Film Asing Terbaik

Sutradara MIKHAIL KALATOZOV

PRODUKSI MOSFILM

Tupai, tunggu.

Pakai ini.

Lihat.

"Bangau bagai kapal, berlayar di angkasa

Putih dan Kelabu Paruh panjang mereka melaju"

Lihat!

Rasakan itu.

Kau dan bangau-bangau itu.

BANGAU-BANGAU TERBANG

Skenario oleh V. ROZOV

Disutradarai oleh MIKHAIL KALATOZOV

Sinematografi S. URUSEVSKY

Desain Produksi E. SVIDETELEV

Musik M. WEINBERG Suara I. MAYOROV

Editor M. TIMOFEYEVA

Dibintangi oleh

T. SAMOILOVA

A. BATALOV

V. MERKURYEV

A. SHVORIN, S. KHARITONOVA

K. NIKITIN, V. ZUBKOV

A. BOGDONOVA

B. KOKOVKIN, A. KUPRIANOVA

PRODUKSI MOSFILM 1957

Siapa di sana?

Lalu?

Tunggu.

Baiklah, silakan masuk.

Kapan...?

- Kamis di tanggul sungai. - Itu masih lama sekali!

Tupai, kita belum tentukan jamnya!

Tupai!

Tupai, kapan?

Maksudku, jam berapa hari Kamis?

Bagaimana?

Tidak, aku tidak bisa.

Pekerjaan di pabrik sedang menumpuk.

Baiklah.

- Jangan terlambat. - Tidak akan.

Tupai!

Pria itu membuatnya mabuk kepayang.

Dan begitu juga sebaliknya.

Itulah cinta, sayangku: saling memabukkan.

Nenek, kenapa belum tidur?

Aku sudah bangun, Boris.

Berhenti mengunyah keras-keras! Keluyuran sepanjang malam!

Kau hanya iri saja.

Apa kau merobeknya?

Jaketmu masih utuh.

Memalukan. Sudah jam dua belas dan dia masih tidur.

Dia bekerja keras. Dia lelah.

Biarkan dia tidur sepuasnya di hari Minggu.

"Pekerjaan"-nya ini akan berakhir di pelaminan.

Kau kesal karena tidak jadi yang pertama.

Pikiran Irina harusnya terfokus pada tesisnya.

Paman sudah tertinggal jauh.

Dia hampir meraih gelar doktor, sedangkan Paman cuma dokter biasa.

Jika anak-anak tidak melampaui orang tua mereka,

berarti orang tuanya gagal dan anak-anaknya bodoh.

Terima kasih, Mama.

Pengumuman penting!

Apa yang terjadi?

Boris! Perang!

Kau dengar? Perang telah pecah!

Jangan ganggu aku.

Halo.

Boris ada di pabrik siang dan malam.

Kau menunggunya, kan?

Aku tidak sedang menunggu siapa pun.

Veronika.

Di masa perang, yang terpenting adalah jangan kehilangan akal sehat.

Tetaplah jalani rutinitas kehidupan sehari-hari yang normal.

Seperti aku.

Aku bermimpi bisa mempersembahkan konserto piano untukmu.

Maukah kau datang mendengarnya? - Bukankah kau akan ikut wajib militer?

Wajib militer?

Aku tidak tahu. Aku ragu.

Kenapa begitu?

Karena dispensasi akan diberikan...

kepada mereka yang dianggap berharga.

- Dan kau merasa dirimu berharga? - Ya.

Kenapa kau selalu mengikuti aku ke mana-mana?

Apa kau tidak malu?

Aku malu.

Sudah ribuan kali kukatakan pada diriku untuk tidak melakukannya.

Boris itu sepupuku, tapi aku tidak bisa menahannya.

Kau mengerti? Aku tidak bisa menahannya.

Tunggu.

Tunggu. - Tidak perlu mengantarku.

Hati-hati! Bisa kena kakimu sendiri.

Akan lebih sulit di garis depan nanti.

Mereka tidak akan mengirimmu ke garis depan.

Hanya akan ada satu dispensasi: kau atau aku.

Jadi kau harus tetap di sini. Kau punya ilmu dan pengalaman.

Kau punya sesuatu yang lebih penting: bakat.

Jaga baik-baik cetak biru milikmu itu.

Kau tahu...

istriku sudah menjahitkan...

ransel yang bagus untukku.

Seperti kata orang, "Siapkan sangkur di tangan!"

Sangkur di tangan!

Stepan!

Bantu aku.

Permisi, Sachkov.

Mana surat panggilan tugas kita? - Belum ada.

Mereka lambat sekali. Kau mau pulang?

Tidak, aku... anu...

Aku mengerti! Sampaikan salamku untuknya!

Hei!

Sudah kau beri tahu dia? - Belum. Kenapa harus buru-buru?

Kau benar. Sampai jumpa besok.

- Lepaskan. - Tidak.

Kau bisa jatuh.

Kau akan merobek tirainya. - Ini selimut.

- Kupanggil polisi, ya. - Aku muak dengan pemadaman ini! Lepaskan!

- Kau akan jatuh. - Tidak akan.

Hentikan.

Biar kugantung ini.

Kau tidak datang ke tanggul hari ini, tapi Mark datang.

- Terus? - Dia tampan.

Apa hubungannya?

Kau tidak cemburu?

- Apa? - Kau tidak cemburu?

Aku tidak punya waktu untuk itu.

Sayang sekali.

Akan kutunjukkan padamu. Aku akan mendaftar ke Institut Arsitektur.

- Mereka tidak menerima orang sepertimu. - Pasti diterima.

Aku ragu.

Bangau bagai kapal berlayar di angkasa

Putih dan Kelabu Paruh panjang mereka melaju

Kau suka laguku?

Sangat bermakna.

Katak-katak kecil Kenapa tak mendongak?

Kalian hanya melompat-lompat

Lalu akhirnya dimangsa

Apa kau menang, sang pahlawan?

Aku menang, aku menang.

Aku menang!

Ngomong-ngomong...

- Kau pikir kau akan dipanggil tugas? - Tentu saja.

- Apa kau mau jadi sukarelawan? - Mungkin saja.

Jangan lakukan hal bodoh seperti itu!

Kau tahu kau akan dapat dispensasi. Makanya kau bicara besar.

- Kenapa kau begitu yakin? - Aku tahu.

Semua orang pintar akan dapat dispensasi.

Jadi hanya orang bodoh yang bertempur?

Aku tidak ingin membahasnya lebih jauh lagi.

Veronika...

Ada yang ingin kubicarakan. - Tapi aku tidak mau.

Dan tolong jangan panggil aku Veronika.

Lalu siapa namamu?

- Tupai. - Nah, benar.

Dengar.

Besok aku mau diberi hadiah apa?

Itu rahasia.

Jika itu sesuatu yang lezat, akan kumakan dan langsung kulupakan.

Berikan aku sesuatu yang akan kuingat...

seumur hidupku.

Cium aku.

Saat kau bersamaku...

aku tidak takut pada apa pun.

Bahkan pada perang sekalipun.

Hanya takut pada polisi.

Veronika?

Kau tahu tidak?

Tahu apa?

Aku akan membuat sendiri...

gaun pengantin putih.

Seperti yang nenek pakai dulu.

Dan kerudung pengantin yang sangat panjang.

Dan kau akan memakai setelan hitam...

dan kita akan pergi ke...? - Kantor catatan sipil.

Setuju?

Setuju.

Aku suka pemadaman lampu ini.

Apa yang membuatmu berubah pikiran?

Halo semua!

Stepan!

Aku punya kejutan untuk kalian. Tapi ini rahasia.

- Apa sudah datang? - Ya!

Kenapa tidak bilang dari tadi? Cepat beri tahu!

Situasi di pabrik sedang gila-gilaan! Teman-teman lain langsung lari ke tukang cukur.

Singkat saja!

Aku tadi ke tempatmu.

Langsung ke intinya saja!

- Keluargamu khawatir - - Kapan kita melapor?

Hari ini jam 5 sore. Dengan semua perlengkapan kita.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left