Release info

Lucky Baskhar 2024 NF WebDL 1080p x264 DDP5 1 DR1VEN
A Commentary by dr1ven
NF Retai;

Tags

webdl
Published on: 2025-05-07
Downloads: 115
Hearing Impaired: No
FPS: 24

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

TERIMA KASIH SEBESAR-BESARNYA PAK TRIVIKRAM

TERIMA KASIH BABAI VAMSI

MESKI CERITA INI BERLATAR DI BOMBAY, SEMUA TOKOHNYA

BERBAHASA TELUGU DEMI KENYAMANAN PARA PENONTON TELUGU

29 MARET 1992

Ambilkan teh untukku.

Baik.

Orang-orang jarang terlihat tenang seperti lautan.

Mereka selalu sibuk.

Alasannya?

Uang.

Ada banyak cara menghasilkan uang di kota ini.

Pekerjaan, Bisnis, politik, lobi, film, pemukiman, dan banyak lagi.

Tapi semua ini mengarah ke Jalan Dalal.

BURSA SENSEX NAIK

Ke gedung BSE setinggi 29 lantai.

Selamat datang di Bombay.

Pusat keuangan India.

- Ini dia, Baskhar. - Terima kasih.

Pak Harsha bilang saham Bluemoon akan naik sepekan lagi.

Dia benar!

Pak Harsha, alias Harsha Mehra.

Pemain besar di BSE. Investor sukses.

Jika pasar saham adalah laut, dia pausnya.

Rata-rata pembeli koran membaca halaman depan dan olahraga.

Dia berhasil membuat mereka membaca halaman bisnis.

Dia perkenalkan pasar saham pada pemilik toko dan sopir.

Dia tunjukkan cara mewujudkan mimpi pada mereka yang takut bermimpi.

Tapi…

kisah ini bukan tentang dia.

Ini tentang aku.

Namaku Baskhar.

Pak Baskhar…

Aku Lakshman Rao.

Kepala Penyelidik dari CBI.

Kau harus ikut kami ke bank.

- Bank? Tapi, aku… - Kau harus ikut.

- Pak, aku mandi dulu… - Kau sudah gosok gigi?

Itu cukup. Masuk ke mobil.

Ayo.

- Buka. - Hei! Kau siapa?

CBI! Aku bilang, buka.

- Ramji, bukalah. - Pak! Baik, Pak.

- Keamanan, nyalakan lampu. - Baik, Pak.

- Keluarkan laporan rekeningnya. - Baik, Pak.

Kau duduk di sini.

Cetak semua laporan rekening Baskhar.

Baik, Pak.

Ada apa ini, Pak?

Aku akan langsung ke intinya.

Ada tuduhan terhadapmu

atas penyalahgunaan dana bank.

Kau terlibat dalam penipuan sekuritas dan penerimaan bank.

Karena itu CBI di sini untuk menanyakan masalah itu.

Halo?

Pak, dari istrimu.

Sumathi?

CBI sedang menggeledah rumah. Kacau sekali!

Jangan cemas.

Mereka hanya jalankan tugas.

Bekerjasamalah. Sudah dulu.

Kita mulai dari mana?

- Keamanan! - Ya, Pak.

- Nyalakan generator. - Dalam perbaikan, Pak.

Butuh berapa lama?

Kita butuh ahli listrik. Mungkin butuh 30 menit.

- Cepat panggil dia. - Setelah siapkan tehmu?

Urus sekringnya dulu.

Baik, Pak.

Kita mulai dari mana?

11 AGUSTUS 1989

Namaku Baskhar Kumar.

Aku seorang kasir di Bank Magadha.

Gajiku 6.000 rupe.

Aku berutang di bank 36.000 rupe.

Bank Magadha.

Satu dari beberapa bank swasta yang lolos dari nasionalisasi tahun 1980.

Ini pimpinan kami saat ini. Rajbir Lokhande.

Baik, Pak.

Bu Latha. Demam putrimu sudah sembuh?

- Ya, sudah baikan. Terima kasih. - Syukurlah.

Manisan yang kau beri kemarin enak sekali, Bu.

- Keluargaku suka sekali! - Terima kasih, Baskhar!

Ini Manajer Wilayah, Pak Himanshu. Sangat pemarah.

- Semua baik saja? - Dia sangat menyebalkan.

Aku sangat bangga padamu.

- Kerja bagus, Baskhar. - Terima kasih, Pak.

Dapatkan lebih banyak deposito untuk bank.

Kemajuanmu terletak pada kemajuan bank.

Asisten Manajer Wilayah, Athish Kulkarni.

Sebulan lagi dia akan pensiun.

Jika aku penuhi target akhir tahun,

Pak Himanshu janji akan rekomendasikan aku untuk posisi itu.

- Pak Narayanan datang? - Tidak, Pak.

- Belum datang? - Maaf, aku telat.

Pak Narayanan, Manajer Brankas. Datang terlambat, pulang cepat.

Baik, Pak.

- Berapa? - Sebanyak 25 lakh, Pak.

Ini buku besar bank. Kami catat rekening bank di sini.

Kami masukkan datanya ke komputer tiap akhir bulan.

Kami kirim laporan ke bank sentral tiap enam bulan.

Baskhar, malam ini ada calon pelamar mau menemui putriku.

Aku harus pulang lebih awal.

Kau harus urus penyimpanan uang tunai di brankas.

Baik, Pak.

- Selamat pagi, Baskhar. - Selamat pagi, Pak.

- Selamat pagi, Baskhar. - Selamat pagi, Bu.

Pak GM Vinod dan Pak AGM Srikanth. Pilar utama bank ini.

KONTER TUTUP

Aku jadi karyawan terbaik selama tiga tahun terakhir.

Aku bangga atas penghargaan ini.

Maruti 800. Mobil favoritku.

Bank menyitanya dari peminjam gagal bayar.

Sudah di sini selama enam bulan.

Untuk membelinya, harus lebih dulu melunasi pinjaman yang ada.

Samba, sahabatku.

Kami satu sekolah hingga kelas sepuluh.

Aku lulus dan menjadi kasir. Dia gagal menjadi tentara.

Rekanku dalam kejahatan.

KAFE YAZDANI

Aku juga punya usaha sampingan.

Ratusan orang datang ke bank tiap hari.

Banyak yang bahkan tak tahu cara menulis cek.

- Tulis sendiri. - Berikutnya.

- Bisa isikan formulir ini? - Konter berikutnya.

Aku bantu nasabah seperti itu…

dengan meminta biaya.

Namaku Anthony.

Ini aplikasi pinjamanku.

- Berapa jumlah pinjamannya? - Dua lakh.

- Apa jaminannya? - Tidak ada, Pak. Semua sudah hilang.

Aku punya kartu izin perdagangan pelabuhan.

PELABUHAN BOMBAY

Ini tak cukup.

- Tolong, Pak. - Berikutnya!

Inilah koloni tempat aku tinggal.

Di sini aku dicari oleh banyak orang.

Bukan karena mereka suka. Karena aku berutang pada mereka.

Tujuh ratus lima puluh.

Lima ratus enam puluh.

Seribu rupe padanya.

- Pada orang yang teriak… 1.200 rupe! - Pak Baskhar!

- Pak Patel, 10.000 rupe. - Uang! Kapan kau kembalikan?

Aku butuh waktu lagi. Kumohon.

- Diam! Dasar bodoh! - Pak.

Jika kau tak bayar setidaknya bunga bulan depan,

akan kutunjukkan diriku sebenarnya!

Tentu, Pak! Bulan depan, pasti.

- Pergi! Cepat! - Tentu! Terima kasih, Pak.

Ini rumahku di pinggiran kota Bombay. Ayahku yang membangunnya.

Seorang saudara yang belajar teknik.

Ini bukan untukku.

Saudari yang mengejar gelar hanya untuk mengisi waktu.

Ibu. Dia tinggalkan kami ketika kecil.

Ayah. Prahlad Kumar.

Pernah jadi Akuntan Publik ternama di Bombay.

Tapi kini bukan siapa-siapa.

Dia berinvestasi bersama temannya sepuluh tahun lalu dan tertipu.

Dia lumpuh karena strok.

Rasa sakit karena ditipu membuatnya tak mau bicara dengan siapa pun.

Meski dengan segala kesulitanku dan hidup dalam kemiskinan,

dia memilih menikah denganku meski tak direstui keluarganya.

Sumathi. Kekuatanku. Istriku.

Dia bermimpi untuk membangun usaha makanan rumahan.

Ini baru matang.

- Silakan. - Hai, Ibu!

- Lalu, ini putraku, Karthik. - Ayah!

- Bagaimana sekolahmu? - Menyenangkan!

Lima puluh rupe.

- Mau ganti baju? - Ya.

Lalu, para penguasa alam semesta.

- He-Man! - Karthik!

Pakai kaus ini.

Kaus yang sama tiap hari.

Kau akan terlihat seperti pahlawan. Pakai.

Jika terlambat, kau bisa melewatkan acara potong kue Ipar Arun.

- Sudah siap? - Sebentar lagi.

- Baik. - Hei.

- Pakailah. - Apa kita akan beli kado di jalan?

Ibu minta pakai ini.

Kado?

Membeli kado…

Ibu! Boleh aku main dengan mainan He-Man?

Mainan He-Man, Bu!

Terima kasih, Karthik.

Malangnya. Kau berikan mainannya?

Tidak apa-apa.

Aku bilang kita akan belikan yang lebih besar di ulang tahunnya.

Kenapa kau datang terlambat?

Salam, Ibu Mertua.

Kemari. Aku perlu bicara denganmu.

Semua sudah di sini. Cepat datang.

Salam, Pak Ramesh. Semua baik saja? Bagaimana kabarmu?

- Halo, apa kabar? - Halo.

- Halo, Kakak Ipar. - Halo.

Pak Rao! Salam!

Kenapa kau terlambat?

Aku minta kau tanya soal bisnis makanan rumahan. Apa sudah?

Ya, tapi dia bilang masih ada pinjaman.

Dia berencana meminjam lagi setelah melunasinya.

Lucky Baskhar subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left