The first 169 lines.
Siapa sebenarnya kau?
Dia adalah Namu-san.
Dia adalah cenayang kuat, karena kekuatan psikisnya yang meluap,
jadi sulit menetap di satu tempat dan harus berpindah-pindah.
Melakukan hal seperti itu pada manusia biasa tidak ada gunanya, 'kan?
Makanya aku bilang itu monster.
Tidak bisa hidup di tengah keramaian.
(Episode 9: Orang yang Bisa Melihat Tidak Menakutkan?)
Aku ditinggalkan oleh orang tuaku karena kemampuanku yang berbeda dari orang biasa.
Mulai hari ini, dia akan hidup bersama kalian semua.
Namanya Namu. Kalian harus akur, ya.
Halo, Namu.
Namaku…
Momoko.
Orang yang bergelantungan di atasmu memanggilmu seperti itu.
Ia duduk di sana, pasti terasa berat, 'kan?
Aku akan membasminya untukmu.
Anak itu aneh.
Terasa sangat menakutkan.
Dia bicaranya aneh.
Pantas saja dia dibuang.
RUANG REFLEKSI Aku tidak tahan dengan suara-suara itu.
RUANG REFLEKSI Jadi, ruang refleksi yang sepi
justru lebih cocok untukku.
JANGAN KATAKAN HAL YANG MEMBUAT TEMANMU TIDAK SUKA
AKU SEDANG MERENUNGKAN KESALAHANKU, BERHARAP BISA BERBAIKAN DENGAN TEMAN-TEMAN
SEMUA ORANG DI PANTI INI PUNYA MASALAHNYA MASING-MASING
MELIHAT DIRIKU SEBELUM KEMARIN, AKU SUNGGUH MENYESAL
AKU SADAR UCAPAN DAN TINDAKANKU MEMBUAT TEMAN-TEMANKU DI PANTI MERASA GELISAH DAN TERGANGGU
AKU MERENUNGKANNYA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH, AKU INGIN BERUSAHA KERAS MENGUBAH DIRIKU
Terhadap hal yang tidak bisa dipahami,
kelompok tidak akan pernah menunjukkan belas kasihan.
Aku menjalani berbagai pemeriksaan, menelan obat yang tidak terhitung jumlahnya.
Maksudmu rumor yang dulu itu?
Sepertinya kamar 313.
Kamar pasien itu tepat di atas kita.
Ya, benar rumor itu.
Apa Anda pernah mendengar sesuatu?
Katanya orang yang tinggal di kamar itu akan mencoba bunuh diri.
Begitu, ya.
Katanya mereka juga akan berulang kali membenturkan kepala ke dinding.
Begitu rupanya. Kalau begitu, bisakah Anda ceritakan lebih detail…
Hei, hei, di belakangmu!
Hah? Aku masih hidup?
Kau sudah sadar.
Wah, di bawah ada taman bunga, keberuntungan di tengah kesialan.
Siapa kau?
Maaf tidak langsung memperkenalkan diri.
Aku bekerja di bidang ini…
MOB OSAMU Aku bekerja di bidang ini…
Cenayang?
Benar.
Saat aku sedang menyelidiki rumor tentang roh jahat yang bersarang di kamar pasien ini,
kebetulan bertemu denganmu yang hampir menjadi korban berikutnya.
Kali ini untung tidak menjadi tragedi.
Namun, selama masih di kamar ini, kejadian serupa akan terulang kembali.
Jangan khawatir.
Keselamatanmu akan diserahkan padaku, Mob Osamu, cenayang yang akan melindungimu.
Hei, jangan masuk ke kamar pasien tanpa izin.
Cepat keluarkan dia.
Tunggu, tunggu sebentar.
Dia sedang berada dalam bahaya yang tidak diketahui!
Dia ini sebenarnya datang untuk apa…
Apa lagi, bukankah dia orang aneh?
Benar.
Kalau mengatakan hal seperti itu, pasti akan dianggap gila.
Apalagi bilang aku ingin bunuh diri karena kerasukan?
Sungguh tidak masuk akal.
Namun, kalau dipaksakan bilang itu kecelakaan jatuh, juga terlalu dipaksakan.
Lagi pula tidak ada yang peduli aku hidup atau mati.
Bahkan aku sendiri sudah tidak peduli.
Keselamatanmu akan diserahkan padaku, Mob Osamu, cenayang yang akan melindungimu.
Dia tidak perlu ikut campur.
Dengarkan, ini jimat pengusir setan.
Ditambah lagi dengan gundukan garam ini yang ditempatkan di empat sudut tempat tidur.
Dengan begini, setidaknya area ini akan aman.
Namun, kau harus hati-hati.
Jika gundukan garamnya rusak, berubah warna, atau terkena debu,
justru akan berakibat sebaliknya. Saat itu harus diganti…
Paman, kau…
Hadir.
Semua orang menganggapmu bahan tertawaan.
Apa kau tidak merasa malu?
Ah, aku kira kau mau bilang apa.
Dunia di mata setiap orang memang berbeda.
Makin besar perbedaan "ketidaksamaan" tentu akan menimbulkan kebingungan atau penolakan.
Itu perasaan yang sangat wajar.
Itu bukan kesalahan mereka, juga bukan hal yang harus membuatku malu.
Paman, kau benar-benar pandai mencari alasan untuk dirimu sendiri.
Namun, kau tidak menyangkal.
Kenapa begitu?
Tidak ada apa-apa, cuma buat mengisi waktu saja.
Kenapa kau lagi?
Dari mana kau menyelinap masuk?
Tolong segera pergi.
Kalau tidak mau mendengarkan, aku akan memanggil polisi.
Tolong kau harus kuat.
-Aku pasti akan melindungimu sampai akhir. -Sudahlah.
-Aku pasti akan melindungimu sampai akhir. -Kau mau mengoceh sampai kapan?
Dunia di mata setiap orang memang berbeda.
Sebelum ini, aku selalu berpikir
hanya aku yang melihat dunia yang berbeda.
Apa ini?
Padahal dia cuma dukun palsu…
Meski begitu,
aku tidak mau perang berkepanjangan.
Lebih baik menunggu mangsa datang dan menyelesaikannya cepat-cepat.
Rencana operasinya sangat sederhana dan jelas.
Aku akan bersembunyi diam-diam di sebelah.
Kalau ada yang aneh, ketuk tembok untuk memberitahuku.
Aku akan langsung masuk.
Lalu pakai semprotan pengusir arwah buatanku ini…
Aku tidak sabar untuk menunjukkan kemampuanku.
PEMURNIAN
Aku… Aku ternyata bisa melakukan kesalahan seperti ini.
Apa yang kau lakukan, Paman?
Hah?
Namu… Syu-syukurlah.
-Kau tidak apa-apa? -Ini tidak sesuai dengan ucapanmu sebelumnya, 'kan?
Maaf, aku bilang begitu dengar ketukan tembok aku akan langsung datang.
-Maaf… -Bukan itu maksudku.
Maksudku, kenapa kau mengetuk tembok?
Apa? Salah…
Aku tidak mengetuk tembok…
Namu, ini ruangan berapa?
Hah?
Ruang 313.
Maksudmu rumor sebelumnya, 'kan?
Sepertinya ruang 313.
Katanya orang yang tinggal di ruangan itu mencoba bunuh diri.
Konon mereka membenturkan kepala ke tembok berulang kali.
Paman, kau lihat apa?
Ti-Tidak apa-apa.
A-Aku cenayang!
Jadi aku pasti akan melindungimu.
Namu, lari!
Paman?
Dari mana aku percaya diri bisa mengatasi sesuatu seperti ini?
To-Tolong.
Ja-Jangan, Namu!
Ruangan ini berbahaya, kau tidak boleh masuk!
MOB OSAMU
Terima kasih sudah melindungiku.
I-Ini bukan apa-apa, tidak usah berterima kasih.
Namun, Paman, bukankah kau cenayang?
Kenapa tidak bisa mengatasi hantu?
Kalau begitu,
mulai hari ini aku adalah gurumu dan Paman adalah muridku.
Mengerti, Osamu?
Muridku sendiri melompat ke lubang api.
Sebagai guru, mana mungkin aku diam saja.
Kaya-chan.
Kaya.
Maaf, aku tidak mengawasinya sebentar saja.
Tidak, karena aku menghentikanmu…
Aku akan mencari ke sana.
Kalau begitu, aku cari ke sisi lain.
Itu…
Tolong berhenti!
Ka-Kau Namu-san, 'kan?
Apa yang akan kau lakukan pada Kaya?
Aku tidak mudah dihadapi.
Sungguh tidak enak didengar bicaramu.
Membuang benda ini di tengah keramaian.
Bagaimana kalau dilihat orang?
Dia mungkin belum pernah menemui hal yang tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan kasar.
Bahkan tidak tahu cara menyembunyikan cakarnya.
Sungguh seperti bayi monster…
Kaya-chan.
No comments yet. Be the first to leave one.